KASYFU SYUBHAAT #-1 Muqaddimah
- KASYFU SYUBHAAT #-2 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-3 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-4 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-5 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-6 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-1 Muqaddimah
- KASYFU SYUBHAAT #-7
- KASYFU SYUBHAAT #-8 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-9 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-10 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
Diterbitkan pertama kali pada: 22-Mei-2022 @ 20:20
5 menit membaca*KASYFU SYUBHAAT* #-1 Muqaddimah (Karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rahimahullahu)
🎙️Ustadz Dr. Firanda Andirja, LC, M.A
22 Syawal 1443H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Al Kasy secara bahasa adalah penjelasan.
Syubhat adalah sesuatu yang membingungkan.
Seperti dalam hadits..
عَنِ أَبِيْ عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: (( إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ، لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ، أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى، أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ، أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ )). رواه البخاري ومسلم، وهذا لفظ مسلم.
Dari Abu ‘Abdillah Nu’man bin Basyir Radhiyallahu anhuma berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu telah jelas dan yang haram pun telah jelas pula. Sedangkan di antaranya ada perkara syubhat (samar-samar) yang kebanyakan manusia tidak mengetahui (hukum)-Nya. Barangsiapa yang menghindari perkara syubhat (samar-samar), maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang jatuh ke dalam perkara yang samar-samar, maka ia telah jatuh ke dalam perkara yang haram. Seperti penggembala yang berada di dekat pagar larangan (milik orang) dan dikhawatirkan ia akan masuk ke dalamnya. Ketahuilah, bahwa setiap raja memiliki larangan (undangundang). Ingatlah bahwa larangan Allah adalah apa yang diharamkan-Nya. Ketahuilah, bahwa di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya; dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah, bahwa segumpal daging itu adalah hati. [Diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim, dan ini adalah lafazh Muslim].
Syubhat adalah rancu..
Yang didatangkan seolah-olah benar tapi hakikatnya salah.
Allah ﷻ berfirman yang artinya: “Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui”. (Al-Baqarah; 42).
Seharusnya kita sudah belajar Ushul Tsalatsah, Quwaidul Arba dan Kitab Tauhid, baru kitab Kasyfu Syubhat.
➡️ *1. Bagaimana metode salaf dalam menghadapi syubhat.*
Saat ini syubhat sangat mudah masuk kepada tiap manusia..
Yang dibahas adalah syubhat yang terkait Tauhid Uluhiyah.
*Kondisi manusia.*
♦️1. Tidak terkena syubhat, karena punya ilmu dan belajar, sesuai dengan fitrah. Orang seperti ini harus menjauhi syubhat.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذَا رَاَ يْتَ الَّذِيْنَ يَخُوْضُوْنَ فِيْۤ اٰيٰتِنَا فَاَ عْرِضْ عَنْهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖ ۗ وَاِ مَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرٰى مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
“Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 68)
Orang sholeh dahulu sangat menjaga diri dari orang-orang yang menyebar syubhat.
✔️Muhammad bin Sirin rahimahullah jika mendengar satu kata dari ahlul bid’ah, dia meletakkan dua telunjuknya di dua telinganya dan berkata, “Tidak halal bagiku berbicara dengannya sampai dia berdiri dari majelisnya.”
Seorang ahlul bid’ah berkata kepada kepada Ayub as-Sakhtiyani rahimahullah, “Wahai Abu Bakr (yakni Ayub), aku ingin bertanya kepadamu satu kata.”
Ayub berkata seraya berisyarat dengan telunjuknya, “Tidak, walaupun setengah kata.”
🖍️Bagi kita yang tahu bahwa itu syubhat sebaiknya tidak didengar.
✔️Atsar lainnya, Ketika ada orang yang berkata kepada Ibnu Sirin rahimahullah, “Sesungguhnya fulan (salah seorang ahlul bid’ah, red.) ingin datang dan berbicara denganmu.”
Beliau berkata, “Katakan kepadanya, jangan datang kepadaku. Sesungguhnya hati anak Adam itu lemah. Aku khawatir mendengar satu kalimat darinya kemudian hatiku tidak bisa kembali seperti semula.”
♦️*2. Terkena syubhat*
Apa yang barus dilakukan?
Syahwat tahu bahwa dia salah
Syubhat, dia tidak tahu bahwa itu sholat.
🔸Pertama, berdoa dan kepada Allah agar syubhat bisa dihilangkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala
🔸Kedua, melakukan sebab, bertanya kepada ahli ilmu.
🔸Ketiga, jangan ceritakan kepada orang lain. Cukup kita saja
🔸 Ketika belum ketemu jawabannya, yakin lah bahwa aqidah yang kita yakini belum tentu salah.
Karena syubhat itu tidak ada ujungnya.
Syaikh Alu Syaikh berkata : Terkadang ada syubhat tidak ada jawabannya, maka yakinlah bahwa bila kita benarkan syubhat itu kita akan tidak bisa jawab ribuan dalil.
➡️ *Membantah syubhat*
Adalah konsekuensi dari dakwah.
Rasulullah ﷺ dulu juga menghadapi syubhat logika dari orang-orang kafir.
Allah berfirman..
يَـٰٓأُخْتَ هَـٰرُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ ٱمْرَأَ سَوْءٍۢ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّۭا
Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”, Surat Maryam (19) Ayat 28
Ayat ini dijadikan syubhat Bani Israil.. Karena saat itu banyak orang yang bernama Harun.
Ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan orang yang menyembah selain Allah dan sesembahan akan dimasukkan neraka. (kecuali malaikat dan Nabi Isa)
Balasan adalah ayat yang menjelaskan matahari dan bulan masuk neraka begitu juga para penyembahnya.
➡️ *Perlukah kita bahas syubhat*
Kalau menyampaikan syubhat harus segera dibantah langsung.
Asyairah sendiri memperingatkan orang-orang untuk tidak baca kitab tafsir Al Kabir karya Ar Rozy (tokoh cerdas Asyairah). Karena itu banyak syubhatnya.
Manfaat bantah syubhat, adalah umum agar orang-orang yang terkena syubhat terselamatkan.
Jangan sekali-kali mendengar syubhat.
*Jangan spekulasi dengan agama kita.*
Para ulama dahulu banyak menulis kitab untuk membantah syubhat.
Sedikit masuk bahasan.
Allah sebutkan bahwa metode dakwah para nabi adalah tauhid.
Contohnya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ لٰى ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًا ۘ قَا لَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوْا اللّٰهَ مَا لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗ قَدْ جَآءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗ هٰذِهٖ نَا قَةُ اللّٰهِ لَـكُمْ اٰيَةً فَذَرُوْهَا تَأْكُلْ فِيْۤ اَرْضِ اللّٰهِ وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ
“Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di Bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 73)
Nabi Ibrahim, dengan keimanan yang mantap, berani menghancurkan berhala padahal seluruh negri melawan Ibrahim.
Ibrahim berdebat dengan penyembah patung, debat dengan penyembah benda langit, berani sembelih anaknya karena iman..
Tapi tetap saja berdoa meminta perlindungan dari penyembahan berhala.
Lalu bagaimana dengan kita?
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga kuatir umat nya terkena syubhat kesyirikan..
Syirik adalah suatu perbuatan dosa yang lebih sulit (sangat samar) untuk dikenali daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam di tengah kegelapan malam.”
Bahkan sahabat ada yang terjerumus pada kesyirikan, kisah perang Hunain (9H).
Sahabat ditegur Rasulullah shallallahu alaihi wasallam karena berucap..
Masya Allah wa Muhammad
Demi Allah dan Demi Rasulullah..
Ada hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang menjelaskan akan ada umat beliau Rasulullah ﷺ yang terkena kesyirikan.
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
لا تقوم الساعة حتى تلحق قبائل من أمتي بالمشر كين و حتى يعبدوا الأوثان
“Hari kiamat tidak akan tiba sampai beberapa suku di antara umatku bergabung dengan orang-orang musyrik, dan hingga mereka menyembah berhala (yang disembah oleh orang-orang musyrik itu).” (HR At-Tirmidzi)
Semoga bermanfaat..
##$$-aa-$$##


