This entry is part 42 of 48 in the series dosabesar_MBAW
5 menit membaca

🗞️ *ALKABAIR – HATI DAN LISAN#43*
✒️ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤 Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 25 Jumadil Akhir 1447H/ 14 Desember 2025
Ba’da Maghrib

➡️*MEMUTUS SILATURAHIM*

Silaturahim paling agung adalah berbakti kepada orang tua.
Berbuat baik kepada orang tua namanya birul walidain.
Berbuat buruk terhadap orang tua adalah durhaka.
Berbuat buruk terhadap kerabat lain disebut memutus silaturahim.

Kerabat ada 3 sebab.

1. Dengan nasab (ring 1 – bapak, ibu, anak, kakak, adik, bibi, paman dan sepupu itu ring2)
2. Perkawinan
3. Persusuan.

Dan Firman Allah,

وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ ﴿٢٦﴾ الَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِن بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ ﴿٢٧

“Dan tidaklah Dia menyesatkan dengan permisalan itu kecuali orang-orang yang fasiq.(Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah perjanjian itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk dihubungkan(silaturahim) , dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” QS Al Baqarah 26-27.

Kerusakan dimuka bumi adalah kemaksiatan.

وَٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مِيثَـٰقِهِۦ وَيَقْطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ ۙ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمُ ٱللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوٓءُ ٱلدَّارِ

Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam). Surat Ar-Ra’d (13) Ayat 25

Jangan salah dalam prioritas dengan Berbuat baik dengan teman tapi tidak berbuat baik pada kerabat.

Fasik pelaku dosa besar.
Al Asy – pelaku dosa kecil.

Dan dalam riwayat keduanya (Bukhari dan Muslim) dari Jubair bin Muth’im radhiyallahu anhu ;

لاَ بَدْ خُلُ الْجَنَّةَ قَا طِعُ رَحِمٍ

” Tidak masuk surga orang yang memutus hubungan kekerabatan.” HR Bukhari dan Muslim

Ini adalah ancaman, bahwa orang yang memutus silaturahmi tidak masuk surga =masuk neraka.

Orang yang memutuskan silaturahmi itu banyak kerugian.

Siapa ingin lapang rezeki, ingin panjang umur maka sambung silaturahmi. (Hadits).
Keuntungan akhirat dan keuntungan dunia.

Jika ada kerabat yang butuh bantuan, usahakan bantu jangan menolak dengan kata-kata yang buruk.

وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ٱبْتِغَآءَ رَحْمَةٍۢ مِّن رَّبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُل لَّهُمْ قَوْلًۭا مَّيْسُورًۭا
Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.
Surat Al-Isra (17) Ayat 28

Amanah dan Silaturahim
Dan ada dua perkara yang mengintai manusia di shirath, yaitu amanah dan silaturahim. Ini dua perkara yang selalu dan senantiasa mengintai manusia yang melewati shirath itu. Apabila hamba itu adalah hamba yang menyia-nyiakan amanah dan suka memutus tali silaturahim, maka dia akan ditarik oleh amanah dan silaturahim itu ke dalam jurang neraka.

Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu secara marfu :

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْهُمْ قَامَتْ الرَّحِمُ فَقَالَتْ هَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ مِنْ الْقَطِيعَةِ قَالَ نَعَمْ أَمَا تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكِ وَأَقْطَعَ مَنْ قَطَعَكِ قَالَتْ بَلَى قَالَ فَذَاكِ لَكِ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ { فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمْ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

‘Setelah Allah ‘Azza wa Jalla menciptakan semua makhluk, maka rahim pun berdiri sambil berkata, ‘Inikah tempat bagi yang berlindung dari terputusnya silaturahim (Menyambung silaturahim).’ Allah Subhanahu wa Ta’ala menjawab, ‘Benar. Tidakkah kamu rela bahwasanya Aku akan menyambung orang yang menyambungmu dan memutuskan yang memutuskanmu?’

Rahim menjawab, ‘Tentu.’ Allah berfirman: ‘ltulah yang kamu miliki.’ Setelah itu Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Jika kamu mau, maka bacalah ayat berikut ini: Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan berbuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?

Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan ditulikan telinga mereka serta dibutakan penglihatan mereka. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci? (QS. Muhammad 22-24).

Semangat lah untuk sambung silaturahmi dan Allah akan sambung ke banyak kebaikan. Demikian juga dengan pemutusan silaturahmi.

Putus silaturahmi – dilaknat Allah dan tertutup hidayah.

➡️ *BAB MENGGANGGU TETANGGA*

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لْجَـارِ ذِى الْقُرْبٰى وَا لْجَـارِ الْجُـنُبِ وَا لصَّا حِبِ

” (Dan berbuat baiklah) kepada tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat,”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 36)

Diantara amalan terbaik adalah berbuat baik terhadap tetangga.

Kita harus cari pahala dari semua potensi bergaul dengan banyak orang.

Makna tetangga (ada khilaf).
Tetangga dekat – secara fisik
Tetangga dekat – ada hubungan kekerabatan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا عْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا وَّبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَ الْمَسٰكِيْنِ وَا لْجَـارِ ذِى الْقُرْبٰى وَا لْجَـارِ الْجُـنُبِ وَا لصَّا حِبِ بِا لْجَـنْبِۢ وَا بْنِ السَّبِيْلِ ۙ وَمَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَا نَ مُخْتَا لًا فَخُوْرًا 

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 36)

✅ Tetangga ada 3 macam.

1. Tetangga punya 3 hak yaitu kerabat muslim, yaitu hak muslim, gak kerabat dan hak tetangga.
2. Tetangga muslim dan bukan kerabat
3. Kafir, hanya punya hak tetangga.

Tetangga ada beberapa definisi.

1. Jarak 40 meter
2. Semua yang bisa dengar adzan
3. Sholat bersama 1 masjid.

Dari Abu Syuraih radhiyallahu anhu secara marfu, Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah dia memuliakan tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” HR Bukhari dan Muslim

Nabi ﷺ memulai dengan pertanyaan iman kepada Allah, hari akhirat.
1. Memuliakan tamu.
2. Berbuat baik dengan tetangga
3. Berkata baik atau diam.

Tamu hari ke 4 boleh diusir secara halus.
Ini semua butuh keimanan.

Dalam Riwayat Muslim, Dari Abu Hurairah secara marfu,

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ . قِيْلَ: وَ مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِيْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

“Demi Allah, tidak beriman, Demi Allah, tidak beriman, Demi Allah, tidak beriman. Ada yang bertanya: ‘Siapa itu wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: ‘Orang yang tetangganya tidak aman dari bawa’iq-nya (kejahatannya)‘”

Al Bawaigh = kejahatan dan keburukan.

Dan dalam riwayat At Tirmidzi, hasan, dari Abdullah bin Amr radhiyallahu anhu, secara marfu ;

خَيْرُ الْأَصْحَابِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ، وَخَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ

“Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah yang paling baik diantara mereka kepada sahabatnya,
dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik diantara mereka kepada tetangganya.”

Berusaha untuk menjadi yang terbaik.

Dan dalam Al Musnad dan shahih Al Hakim dari Ibnu Umar radhiallahu anhu secara marfu :

أَيُّمَا أَهْلُ عَرْصَةٍ أَصْبَحَ فِيهِمْ امْرُؤٌ جَائِعٌ فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُمُ الذِّمَّةُ

“Penduduk suatu wilayah mana pun, jika di tengah mereka ada seseorang yang kelaparan (dibiarkan tanpa bantuan), maka sungguh telah lepas dari mereka perlindungan (tanggungan) Allah.”
HR Ahmad

Dan Dalam shahih Al Hakim dari Ibnu Abbas secara Marfu ‘

 لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِيْ يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائْعٌ  

“Tidaklah disebut mukmin orang yang kenyang sedangkan tetangganya di sampingnya kelaparan“

Dalam sebuah riwayat,

لا يوُ مِنُ منْ بات شبعان وجاره طاو ياً

Tidaklah beriman orang yang bermalam dalam keadaan kenyang sedangkan tetangganya dalam keadaan kelaparan. HR Al Hakim.

Ini ancaman. Ini artinya ada kewajiban pada tetangga.

Semoga bermanfaat.

#alkabaair #sunnah #salaf #dosabesar #kerabat #orangtua #bakti #birulwalidain #surga #neraka

##$$-aa-$$##

dosabesar_MBAW

ALKABAIR – HATI DAN LISAN#42 ALKABAIR – HATI DAN LISAN#44
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?