This entry is part 39 of 48 in the series dosabesar_MBAW
4 menit membaca

🗞️ *ALKABAIR – HATI DAN LISAN#40*
✒️ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤 Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 27 Rabi’ul Akhir 1447H/ 19 Oktober 2025
Ba’da Maghrib

➡️ *BAB TENTANG FITNAH-FITNAH*

Fitnah secara bahasa adalah ujian. Bagaimana cara bersikap yang benar dalam menghadapi fitnah.

Ringkasan..

Sejak Nabi ﷺ wafat,
1. Abu bakar selama 2 tahun, 11-13 H.
2. Umar bin Khaththab, selama 10 tahun. 14-23H. Dibunuh oleh Abu Lu’lu’ah al Majusi. Doa beliau terkabul ingin wafat syahid di Madinah.
3. Utsman 23-25 H. Wafat bulan Dzulhijah tanggal 17.
Disebarkan issue atas provokasi Abdullah Bin Saba’. Sampai datang orang-orang Mesir yang menanyakan beberapa fitnah Utsman terkait perang Badr, perang Uhud, Baiatul Ridwan dan Ibnu Umar membantah semua fitnah yang ada di benak orang-orang Mesir. Namun orang-orang Mesir sudah termakan fitnah yang susah di luruskan dan terus mengepung Utsman.

Sebagian sahabat (Muhajirin dan Anshar) sebanyak 700 orang siap angkat pedang membela Utsman. Tapi dilarang Utsman.
Dan Utsman tetap berpegang pada kondisi karena berpegang pada sunnah Nabi ﷺ dan terbunuh ketika baca Al Qur’an dan darah menetes di mushaf.

4. Ali bin Abi Thalib – 35—40 H.
Perang Jamal, Basrah. Sebagian shahabat termasuk Aisyah, Zubair dan Talhah bin Ubaidilah menuntut keadilan terbunuhnya Utsman,
Sahabat mulia, menantu Rasulullah ﷺ, dan banyak kemuliaan lainnya.

Dan Ali kirimkan pasukan, untuk menjaga keadaan.
Namun orang-orang pemberontak tidak suka dan menjadi provokator sehingga terjadi perang antara kubu Ali dan kubu Aisyah. Zubair dan Talhah terbunuh. Terjadi 36 H.

Tahun 37 H terjadi perang Siffin, di SYAM. antara kubu Muaiwyah dan Kubu Ali. Muaiwyah menuntut Ali untuk menegakkan keadilan atas terbunuhnya Utsman.

Namun menurut Ali, sebaiknya kita buat kondisi stabil dulu, baru beresin pembunuh Utsman. Namun Muaiwyah tidak sepakat.
Dan akhirnya pecah perang dan muncul dua hakim (Amr Bin Ash dan Abu Musa Al Anshary) yang berunding dan sepakat. Untuk berdamai.

Tahun 38 muncul orang-orang Khawarij.
Mereka mengkafirkan Ali,dan tidak setuju dengan kesepakatan perang Siffin karena tunduk keputusan dua hakim, issue Ali tidak ambil ghanimah saat perang Jamal.
Ibnu Abbas menjawab orang-orang Khawarij, dan sebagian besar sadar dan rujuk kepada Ali.

Akhirnya Ali memerangi sisa-sisa orang Khawarij. Dan sesuai petunjuk Nabi ﷺ, Ali benar karena ada bukti orang khawarij yang buntung mati terbunuh sesuai petunjuk Nabi ﷺ. Inilah bukti tindakan Ali lebih benar dari pada Muaiwyah, bahwa yang akan memerangi orang khawarij adalah pihak yang lebih benar dari dua pihak yang bertikai.

Ada 3 orang yang terfitnah, yang ingin bunuh Ali bin Abi Thalib di Kufah , Amr bin Ash di Mesir , Muaiwyah di Syam.
Ali bin Abi Thalib di bunuh oleh Abdurrahman Ibnu Muljam seorang Khawarij.

Kemudian Al Hasan naik, dan mendamaikan dua pihak. Hasan menyerahkan kekuasaan kepada Muawiyah. Akhirnya Hasan diracun dan wafat.
Hasan tidak mau memberi tahu siapa yang meracuni nya sehingga para ulama menjelaskan kenapa keturunan Hasan yang akan menjadi Imam Mahdi.

Fitnah berlanjut sampai sekarang..

Dari Abu Bakrah menceritakan, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّهَا سَتَكُونُ فِتَنٌ أَلَا ثُمَّ تَكُونُ فِتْنَةٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْمَاشِي فِيهَا وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي إِلَيْهَا أَلَا فَإِذَا نَزَلَتْ أَوْ وَقَعَتْ فَمَنْ كَانَ لَهُ إِبِلٌ فَلْيَلْحَقْ بِإِبِلِهِ وَمَنْ كَانَتْ لَهُ غَنَمٌ فَلْيَلْحَقْ بِغَنَمِهِ وَمَنْ كَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَلْحَقْ بِأَرْضِهِ قَالَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ إِبِلٌ وَلَا غَنَمٌ وَلَا أَرْضٌ قَالَ يَعْمِدُ إِلَى سَيْفِهِ فَيَدُقُّ عَلَى حَدِّهِ بِحَجَرٍ ثُمَّ لِيَنْجُ إِنْ اسْتَطَاعَ النَّجَاءَ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ قَالَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ أُكْرِهْتُ حَتَّى يُنْطَلَقَ بِي إِلَى أَحَدِ الصَّفَّيْنِ أَوْ إِحْدَى الْفِئَتَيْنِ فَضَرَبَنِي رَجُلٌ بِسَيْفِهِ أَوْ يَجِيءُ سَهْمٌ فَيَقْتُلُنِي قَالَ يَبُوءُ بِإِثْمِهِ وَإِثْمِكَ وَيَكُونُ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Sesungguhnya akan terjadi fitnah-fitnah, ingat, setelah itu terjadi fitnah, orang duduk saat itu lebih baik daripada yang berjalan dan yang berjalan saat itu lebih baik dari yang berlari kecil menujunya. Ingat, bila fitnah terjadi, barang siapa memiliki unta, hendaklah menyusul dengan untanya (ngrurusi) , barang siapa memiliki kambing, hendaklah menyusul dengan kambingnya dan barang siapa memiliki tanah, hendaklah menyusul dengan tanahnya.”

Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, menurut Tuan bagaimana dengan orang yang tidak memiliki unta, kambing atau tanah?

✅Beliau menjawab, “Ia berpegangan pada pedangnya lalu memukulkan bagian tajamnya ke batu kemudian hendaklah menyelamatkan diri bila mampu. Ya Allah, apakah telah aku sampaikan, Ya Allah, apakah telah aku sampaikan, Ya Allah, apakah telah aku sampaikan?”

seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, menurut Tuan bagaimana bila aku dipaksa hingga aku dibawa menuju salah satu dari kedua kubu atau salah satu dari dua kelompok lalu seseorang menebasku dengan pedangnya atau anak panah menimpaku lalu membunuhku?

Beliau menjawab, “Ia datang membawa dosanya dan dosamu dan ia termasuk penghuni neraka.” HR Muslim.

Hadits ini menjadikan banyak sahabat tidak mau terlibat dalam fitnah.

Dari Sa’ad bin Abi Waqash, bertanya kepada Rasulullah ﷺ.

أَرَأَيْتَ إِنْ دَخَلَ عَلَيَّ بَيْتِي وَبَسَطَ يَدَهُ لِيَقْتُلَنِي قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنْ كَابْنَيْ آدَمَ، وَتَلاَ هَذِهِ الاَ يَة:
لَئِنْۢ بَسَطْتَّ اِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِيْ مَاۤ اَنَاۡ بِبَا سِطٍ يَّدِيَ اِلَيْكَ لِاَ قْتُلَكَ ۚ اِنِّيْۤ اَخَا فُ اللّٰهَ رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ

, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika ada seseorang masuk ke dalam rumahku dan mengacungkan tangannya untuk membunuhku?”

Rasulullah ﷺ menjawab, “Jadilah engkau sebagaimana dua anak Adam.” kemudian beliau ﷺ membaca ayat :

“”Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.””
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 28)

HR Abu Dawud.

Artinya jangan melawan.

Dalam riwayat lain – hadits – jadilah anak Adam jangan jadi yang membunuh tapi jadilah yang terbunuh.

Nasihat – jangan ikuti fitnah, jangan provokasi.

✅ Faidah – seorang muslim kalau ada fitnah hendaknya menjauh. Fitnah besar adanya pertumpahan darah, fitnah kecil banyak kepo dengan fitnah dst.

Siapa yang ingin kepo maka dia akan tertarik oleh kepo.

Jauhi hal yang tidak bermanfaat.
Jangan habis waktu ikuti berita. Secukupnya saja karena akan habiskan umur.

Semoga bermanfaat.

#alkabaair #sunnah #salaf #dosabesar #fitnah #iman #hariakhir #kepo

##$$-aa-$$##

dosabesar_MBAW

ALKABAIR – HATI DAN LISAN#39 ALKABAIR – HATI DAN LISAN#41
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?