This entry is part 38 of 46 in the series dosabesar_MBAW
4 menit membaca

🗞️ *ALKABAIR – HATI DAN LISAN#39*
✒️ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤 Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 13 Rabi’ul Akhir 1447H/ 5 Oktober 2025
Ba’da Maghrib

➡️ *BAB TENTANG FITNAH-FITNAH*

Fitnah secara bahasa adalah ujian. Bagaimana cara bersikap yang benar dalam menghadapi fitnah.

Dari Ibnu ‘Amru, dia berkata: Kami bersama Rasulullah ﷺ dalam sebuah perjalanan. Kemudian kami singgah di sebuah tempat. Diantara kami ada yang memperbaiki kemahnya, ada diantara kami yang berlomba/berlatih memanah, dan diantara kami yang berada di atas kendaraannya. Tiba-tiba ada penyeru Rasulullah ﷺ pun berseru : “Hadirilah shalat yang mengumpulkan.” kemudian kami berkumpul kepada Rasulullah ﷺ.

Beliau ﷺ bersabda :

إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ، وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ. وَإِنَّ أُمَّتَكُمْ هَذِهِ جُعِلَتْ عَافِيَتُهَا فِي أَوَّلِهَا، وَسَيُصِيبُ آخِرَهَا بَلاَءٌ وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا، وَتَجِيءُ فِتْنَةٌ فَيُرَقِّقُ بَعْضُهَا بَعْضًا، وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ: هَذِهِ مُهْلِكَتِي، ثُمَّ تَنْكَشِفُ، وَتَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ: هَذِهِ هَذِهِ، فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ، وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ، فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ، فَلْيُطِعْهُ إِنِ اسْتَطَاعَ، فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ، فَاضْرِبُوا عُنُقَ الآخَرِ

“Sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun sebelumku kecuali menjadi kewajiban baginya untuk menunjukkan kepada umatnya kebaikan yang ia ketahui untuk mereka, dan memperingatkan mereka dari keburukan yang ia ketahui.

Sesungguhnya umat kalian ini dijadikan keselamatannya pada masa awalnya, lalu bagian akhirnya akan ditimpa bala/bencana dan perkara-perkara yang kalian ingkari.

Akan datang fitnah, sebagian membuat ringan fitnah sebelumnya. Datang fitnah lalu seorang mukmin berkata: ‘Inilah yang membinasakanku,’ kemudian ia tersingkap.

Lalu datang lagi fitnah, hingga seorang mukmin berkata: ‘Hati-hati lah.’
Barangsiapa ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, maka hendaklah kematian menjemputnya dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah ia memperlakukan manusia sebagaimana ia suka diperlakukan oleh mereka.

Barangsiapa telah membaiat seorang pemimpin/penguasa , lalu memberikan kepadanya genggaman tangannya dan buah hatinya (janji setia dari hati), maka hendaklah ia menaatinya semampunya.

Apabila datang orang lain yang hendak merebut kekuasaan darinya, maka bunuhlah orang yang kedua itu.” HR Muslim.

❗Dahulu sebelum adzan – seruannya adalah Ash sholatul Jamiah.

Setelah adzan, maka ulama berselisih pendapat, seruan apa yang sebaiknya dipakai pada sholat yang selain sholat 5 waktu. Dan untuk sholat 5 waktu tidak perlu Imam memulai dengan seruan Ash Sholatul Jamiah.

Seruan pada hadits ini adalah isyarat untuk kumpul. Ulama khilaf apakah ada sholat atau tidak ada sholat.

Islam sudah sangat Sempurna, tidak ada kebaikan yang tidak diajarkan dan tidak ada keburukan yang tidak diperingatkan.❗

Imam Malik berkata : siapa yang menganggap baik suatu bid’ah maka dia telah menuduh buruk kepada Rasulullah ﷺ. (Sembunyikan syariat atau tuduhan Nabi ﷺ tidak tahu). 🔹

Misalnya tahlilan setelah orang meninggal. Tidak ada di zaman Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Namun sekarang secara fakta wajib (dicela dst).

Dalam hadits panjang di atas – masa awal keselamatan adalah masa Abu Bakar dan Umar bin Khaththab.

🔸Iman kepada Allah dan hari akhir, aplikasi nya adalah berakhlak mulia di akhir hayatnya.
Kalau ingin berakhlak mulia kepada orang lain, maka Fikiran sikap apa yang dia suka untuk dirinya. Bukan ingin hebat sendiri.

Dalam hal keselamatan, kita pilih kemudhorotan yang lebih kecil. Dalam hadits ini adalah orang yang ingin ambil kekuasaan dari penguasa yang ada. Aturan nya kalau sudah berbaiat maka tidak boleh berkhianat. ❗

🔹Dalam sebuah hadits,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا، وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا، وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا.

“Bersegeralah kalian beramal sebelum datang fitnah-fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita. Seseorang pada pagi hari masih beriman, namun pada sore hari telah menjadi kafir; atau pada sore hari beriman, lalu pada pagi harinya menjadi kafir. Ia menjual agamanya demi sedikit keuntungan dunia.” HR. Muslim.

Fitnah itu ibarat malam yang gelap, saking samarnya.

Diantara cara selamat dari fitnah adalah dengan segera beramal sholeh. ❗

Dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu anhu secara marfu, Rasulullah ﷺ bersabda:

الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ

“Ibadah di masa fitnah/al-harj (kekacauan/fitnah/pembunuhan) adalah seperti berhijrah kepadaku.” HR. Muslim

Hijrah itu luar biasa pahalanya. Meninggalkan sesuatu untuk menyelamatkan agamanya.
Hijrah itu biasanya meninggalkan sesuatu yang meuennah.

Fitnah – jangan ikuti, jangan ingin tahu.

Sibuklah dengan ibadah dan amal sholeh.

🔸Dalam sebuah hadits,

قَالَ حُذَيْفَةُ بْنُ الْيَمَانِ:
إِنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالَ: أَيُّكُمْ يَذْكُرُ قَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فِي الْفِتْنَةِ؟
قَالَ حُذَيْفَةُ: أَنَا أَسْمَعُهُ كَمَا قَالَ.
قَالَ: هَاتِ إِنَّكَ عَلَيْهِ لَجَرِيءٌ.
قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ يُكَفِّرُهَا الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَالأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ.
فَقَالَ عُمَرُ: لَيْسَ هَذَا أُرِيدُ، إِنَّمَا أُرِيدُ الَّتِي تَمُوجُ كَمَوْجِ الْبَحْرِ.
فَقَالَ: مَا لَكَ وَلَهَا يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ؟ إِنَّ بَيْنَكَ وَبَيْنَهَا بَابًا مُغْلَقًا.
قَالَ عُمَرُ: أَيُكْسَرُ الْبَابُ أَوْ يُفْتَحُ؟
قَالَ: بَلْ يُكْسَرُ.
قَالَ: ذَاكَ أَجْدَرُ أَلَّا يُغْلَقَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
قَالَ أَبُو وَائِلٍ (رَاوِي ): قُلْنَا لِحُذَيْفَةَ: هَلْ كَانَ عُمَرُ يَعْلَمُ مَا الْبَابُ؟
قَالَ: نَعَمْ، كَمَا يَعْلَمُ أَنَّ دُونَ غَدٍ لَيْلَةً، إِنِّي حَدَّثْتُهُ حَدِيثًا لَيْسَ بِالأَغَالِيطِ.
فَفَزِعْنَا إِلَى مَسْرُوقٍ فَأَمَرْنَاهُ أَنْ يَسْأَلَهُ، فَسَأَلَهُ، فَقَالَ: الْبَابُ عُمَرُ.

Hudzaifah bin al-Yaman berkata:
Umar bin Khattab pernah berkata: “Siapa di antara kalian yang ingat sabda Rasulullah ﷺ tentang fitnah?”
Hudzaifah menjawab: “Aku mendengarnya sebagaimana beliau ucapkan.”
Umar berkata: “Sebutkanlah, engkau sungguh berani.”

Hudzaifah berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Fitnah seseorang pada keluarganya, hartanya, anaknya, dan tetangganya dapat ditebus (dihapus) dengan puasa, shalat, sedekah, amar ma’ruf, dan nahi munkar.”
Umar berkata: “Bukan itu yang kumaksud. Maksudku adalah fitnah besar yang bergelombang seperti ombak lautan.”

Hudzaifah berkata: “Tidak ada urusanmu dengan itu wahai Amirul Mukminin. Antara engkau dan fitnah itu ada sebuah pintu yang tertutup.”
Umar bertanya: “Apakah pintu itu akan dibuka atau dipecahkan?”
Hudzaifah menjawab: “Bahkan akan dipecahkan.”
Umar berkata: “Kalau begitu, pintu itu tidak akan pernah tertutup sampai hari kiamat.”

Abu Wail (perawi) berkata: Kami pun bertanya kepada Hudzaifah: “Apakah Umar tahu siapa pintu itu?”
Hudzaifah menjawab: “Ya, sebagaimana ia tahu bahwa malam mendahului esok hari. Aku telah menyampaikan kepadanya hadits yang tidak keliru.”

Kami pun mendesak Masruq (perawi) untuk menanyakannya kepada Hudzaifah, lalu ia pun bertanya. Hudzaifah menjawab: “Pintu itu adalah Umar.”

Fitnah itu bisa dari harta, dari anak.
Dosa Bisa dihapus dengan sholat, puasa, zakat dan amar naruh nahi munkar. ❗

Fitnah itu bertingkat-tingkat.
Dengan wafatnya Umar – kemudian wafatnya Utsman dan muncul fitnah besar (perang Jamal, perang shifin, lengser nya Hasan, wafatnya Husein dsty)

Semoga bermanfaat.

#alkabaair #sunnah #salaf #dosabesar #fitnah #iman #hariakhir

##$$-aa-$$##

Digita Template

dosabesar_MBAW

ALKABAIR – HATI DAN LISAN#38 ALKABAIR – HATI DAN LISAN#40
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?