This entry is part 25 of 46 in the series dosabesar_MBAW
8 menit membaca

🗞️ *ALKABAIR – HATI DAN LISAN#26*
✒️ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤 Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 14 Dzulqaidah 1446H/11 Mei 2025
Ba’da Maghrib

➡️ *PERSAKSIAN PALSU*

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ حُرُمٰتِ اللّٰهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ عِنْدَ رَبِّهٖ ۗ وَاُ حِلَّتْ لَـكُمُ الْاَ نْعَا مُ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ فَا جْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْاَ وْثَا نِ وَا جْتَنِبُوْا قَوْلَ الزُّوْرِ 

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (hurumat), maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan dihalalkan bagi kamu semua hewan ternak kecuali yang diterangkan kepadamu (keharamannya), maka jauhilah (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan dusta.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 30)

Najis ada dua, yaitu najis secara Dzat dan najis maknawi.

Allah gunakan Lafazh وَا جْتَنِبُوْا – dan jauhilah.

Contoh di sini bersaksi dusta untuk menjatuhkan orang lain.

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, secara marfu’ :

إنّ الطير لتخفق بأجمحتها، وترمي ما في حواصلهامن هولٍ يوم القيمة، وانّ شاهد الزور لاتزول قدماه حتّى يتبوّ أ مقعده من النّار

Sesungguhnya burung akan mengepak-kepakkan saya-sayapnya dan melemparkan apa yang ada dalam kandungannya karena prahara pada hari kiamat. Sesungguhnya orang yang bersaksi dusta, kedua kakinya tidak akan bergeser hingga dia menempati tempat duduknya di neraka. HR Thabrani, kesahihan nya diperselisihkan para ulama.

Ini sesuai dengan firman Allah – takutlah dengan kejadian dahsyat di hari akhirat.

Wanita hamil keguguran.
Anak kecil beruban.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ، يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.” (QS. Al-Hajj: 1-2)

Dan dalam riwayat keduanya dari hadits Abu Bakrah radhiyallahu anhu..

ألاوفول الزور، ألا و شهادة الزور… فما ال يكرّرها، قلنا ليته سكت

Ketahuilah.. Dan ucapan dusta, ketahuilah.. Dan persaksian dusta..

Terus-menerus beliau ﷺ mengulang-ulanginya hingga kami mengatakan : seandainya beliau ﷺ berhenti (karena kasihan kepada beliau ﷺ). HR Bukhari dan Muslim.

Jangan terpancing untuk menjadi saksi palsu. Kalau mau jadi saksi wajib yakin dan bela kebenaran.

➡️*BAB PENJELASAN SUMPAH YANG BAWA PENYUMPAHNYA MASUK NERAKA*

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, secara marfu..

من حلف على مال امر ئٍ مسلطن بغير حقّه لقي الله و هو عليه غضبان, ثمّ بر أ علينا رسول الله عليه وسلم؛ إنّ الذين يشترون بعهد الله وأيما نهم ثمنّا قليلا

Barangsiapa yang bersumpah atas harta seorang muslim tanpa haknya, maka dia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan Allah murka kepada nya. Kemudian beliau membawakan kepada kami (firman Allah) : Sesungguhnya orang-orang yang menukar janjinya kepada Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit. HR Bukhari dan Muslim

Semua dunia itu murah harganya. Sumpah yang dimaksud adalah sumpah dusta.

✅ Macam-macam sumpah

1. Sumpah yang tidak dianggap. Sumpah yang tidak diniatkan, Hanya Kebiasaan lisan.
Seperti – wallahi.

Hukum – tidak dianggap dalam syariat. Qs Al Maidah ayat 89.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللّٰهُ بِا للَّغْوِ فِيْۤ اَيْمَا نِكُمْ وَلٰـكِنْ يُّؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُّمُ الْاَ يْمَا نَ ۚ فَكَفَّا رَتُهٗۤ اِطْعَا مُ عَشَرَةِ مَسٰكِيْنَ مِنْ اَوْسَطِ مَا تُطْعِمُوْنَ اَهْلِيْكُمْ اَوْ كِسْوَتُهُمْ اَوْ تَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ ۗ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَا مُ ثَلٰثَةِ اَيَّا مٍ ۗ ذٰلِكَ كَفَّا رَةُ اَيْمَا نِكُمْ اِذَا حَلَفْتُمْ ۗ وَا حْفَظُوْۤا اَيْمَا نَكُمْ ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian, atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barang siapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya).”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 89)

2. Sumpah yang serius – benar-benar diniatkan untuk sumpah.

2.1. Sumpah terhadap perkara masa lalu atau sekarang, baik menetapkan atau menafikan… (Al Yamin ghomus)

Misal – demi Allah saya masih bujang – ternyata bohong.

🔹Dua kemungkinan.
1. Akibatnya mengambil hak atau harta orang. Ini tidak ada kafarat tapi taubat.
Kafarat hanya ada di sumpah untuk masa depan.

dari sahabat Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Tiga golongan manusia yang Allah tidak akan mengajak mereka bicara pada hari kiamat, tidak melihat mereka, tidak mensucikan dosanya dan mereka akan mendapatkan siksa yang pedih.”

Abu Dzar berkata lagi, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulanginya sampai tiga kali. Abu Dzar berkata, “Mereka gagal dan rugi, siapakah mereka wahai Rasulullah?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

الْمُسْبِلُ، وَالْمَنَّانُ، وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ

“Orang yang melakukan isbal (memanjangkan sarungnya sampai melebihi mata kaki, pent.), orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian, dan orang yang (berusaha) membuat laku barang dagangan dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim)

2. Tidak mengakibatkan.. Misalnya Demi Allah dulu saya jadi Manager.

2.2 sumpah akan melakukan sesuatu di masa depan.
Misal – demi Allah saya akan umrah.

Inilah yang dimaksud bayar kafarat, jika tidak dilakukan.
Kafarat.
1. Beri makan 10 fakir miskin
2. Beri pakaian 10 fakir miskin
3. Memerdekakan budak

Bila Tidak mampu baru puasa 3 hari.
Puasa itu bukan pilihan, hanya bila tidak mampu.

Dalam riwayat Muslim, dari Abu Umamah radhiyallahu anhu secara marfu :

من اقتطع حقّ امر ئٍ مسلطن بغير حقّ لقي الله وهو عليه غضبان

Barangsiapa yang merebut hak seorang muslim tanpa hak (dengan sumpah dusta), maka dia akan bertemu Allah dalam keadaan Allah murka Kepadanya.

Dalam suatu riwayat..

فَقَدْ أَوْجَبَ اللهُ لَهُ النَّارَ، وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ» فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيرًا يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: وَإِنْ قَضِيبًا مِنْ أَرَاكٍ

Allah telah mewajibkan untuknya neraka dan mengharamkan surga baginya.” Seorang laki-laki bertanya, “Walaupun hak itu kecil, wahai Rasulullah ?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Walaupun sebatang siwak”.  HR. Muslim

Sungguh ngeri, meskipun barang kecil.

Hati-hati dengan sumpah palsu.

➡️*BAB PENJELASAN TENTANG MENUDUH WANITA BAIK-BAIK BERBUAT ZINA*

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. QS An Nur 23.

Larangan menuduh seorang wanita tanpa bukti.

1. Harus datangkan 4 saksi..
Jika tidak maka dicambuk 80 kali.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ يَرْمُوْنَ الْمُحْصَنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوْا بِاَ رْبَعَةِ شُهَدَآءَ فَا جْلِدُوْهُمْ ثَمٰنِيْنَ جَلْدَةً وَّلَا تَقْبَلُوْا لَهُمْ شَهَا دَةً اَبَدًا ۚ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ 
“Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik,”
(QS. An-Nur 24: Ayat 4)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. QS An Nur 23.

Di laknat, di dunia dan akhirat, dapat adzab pedih…

Maksudnya – Wanita yang jaga diri, dari perbuatan zina.

Harus datangkan empat saksi bahwa ember masuk sumur.

Dalam islam, hukum rajam terjadi.. Jadi sangat jarang karena susah terjadi.
1. Harus tangkap basah, 4 orang
2. Pengakuan.

Kecuali suami menuduh istri berzina.
1. Jika tidak datangkan saksi – tidak dicambuk. Tapi saling melaknat
Qs An Nur 6-9.

{وَالَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ شُهَدَاءُ إِلا أَنْفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ إِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ (6) وَالْخَامِسَةُ أَنَّ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كَانَ مِنَ الْكَاذِبِينَ (7) وَيَدْرَأُ عَنْهَا الْعَذَابَ أَنْ تَشْهَدَ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ إِنَّهُ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ (8) وَالْخَامِسَةَ أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَا إِنْ كَانَ مِنَ الصَّادِقِينَ (9) }

Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. Dan (sumpah) yang kelima; bahwa laknat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta. Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah, sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta, dan (sumpah) yang kelimd; bahwa laknat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.

Kalau ada wanita rusak, tugas kita menasihati bukan asal tuduh zina.

Allah syaratkan ada 4 saksi pasti ada hikmahnya.

Dan dalam riwayat keduanya, dari Abu Hurairah secara marfu..

 اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ”. قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: “الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ

Jauhilah tujuh macam dosa yang membinasakan.” Ketika ditanyakan, “Apa sajakah itu, wahai Rasulullah? Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, ”
1. Mempersekutukan Allah,
2. melakukan sihir,
3. membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang hak,
4. memakan riba,
5. memakan harta anak yatim,
6. melarikan diri ketika peperangan,
7. dan menuduh berzina wanita-wanita yang baik-baik, yang lalai lagi beriman (berbuat zina).” HR Bukhari dan Muslim.

Ini sama hukumnya dengan laki-laki berbuat zina.

Namun khilaf dengan tuduhan pada homo. Yang lebih kuat adalah berbeda Hukumnya.

➡️ *BAB ORANG YANG BERMUKA DUA*

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذَا لَقُوْا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَا لُوْاۤ اٰمَنَّا ۚ وَاِ ذَا خَلَوْا اِلٰى شَيٰطِيْنِهِمْ ۙ قَا لُوْاۤ اِنَّا مَعَكُمْ ۙ اِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُوْنَ

“Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 14)

Ini sifat orang-orang munafik.
Orang yang memuji-muji orang untuk cari muka termasuk bermuka dua.

Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مُّذَبْذَبِيْنَ بَيْنَ ذٰلِكَ ۖ لَاۤ اِلٰى هٰۤؤُلَآ ءِ وَلَاۤ اِلٰى هٰۤؤُلَآ ءِ…..

“Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir) tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir).”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 143)

Dan Dalam riwayat keduanya, dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda,

تَجِدُ مِنْ شَرِّ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ اللَّهِ ذَا الْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ وَهَؤُلَاءِ بِوَجْه

“Kamu akan mendapati orang yang paling jelek di sisi Allah pada hari kiamat kelak adalah orang yang bermuka dua, yang datang dengan satu muka dan datang kepada orang lain dengan muka yang lain.” HR Bukhari dan Muslim.

Tidak punya prinsip. Ketemu A dukung A, ketemu B, korbannya aqidah dukung B, ini sifat buruk.

Dari Anas radhiyallahu anhu secara marfu,

من كان ذا لسا نين جعل الله له يوم القيامة لسا نين من نار

Barangsiapa yang mempunyai dua lisan, maka Allah akan menjadikan baginya pada hari kiamat dua lisan dari neraka. HR Thabrani.

Ini mengerikan. Orang yang punya maksiat akan dibangkitkan sesuai dengan kemaksiatan nya.

Manusia dibangkitkan dalam keadaan yang bermacam – macam. Orang yang selama di dunia selalu meminta – minta kepada orang lain, dia akan dibangkitkan dalam keadaan berwajah tanpa daging.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِىَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِى وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْم

“Seseorang yang selalu meminta-minta kepada orang lain, di hari kiamat ia akan menghadap Allah dalam keadaan tidak sekerat daging sama sekali di wajahnya.” (HR. Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1040 )

Orang yang semasa di dunia senantiasa dalam kesombongan, dia akan dibangkitkan dalam keadaan berbadan sebesar semut. ‘Amr bin Syu’aib meriwayatkan dari ayahnya dari kakeknya dari Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Orang-orang yang sombong dikumpulkan pada hari kiamat seperti semut-semut kecil dalam bentuk manusia, diliputi oleh kehinaan dari segala arah, digiring ke penjara di Jahannam yang disebut Bulas, dilalap oleh api dan diberi minuman dari perasan penduduk neraka, thinatul khabal.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 434)

Laki – laki yang selama di dunia berpoligami namun tidak adil kepada istri – istrinya, maka akan dibangkitkan dalam keadaan berbadang miring.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ
“Siapa yang memiliki dua orang istri lalu ia cenderung kepada salah seorang di antara keduanya, maka ia datang pada hari kiamat dalam keadaan badannya miring.” (HR. Abu Dawud no. 2133, Ibnu Majah no. 1969, An Nasai no. 3942. Syaikh Al Albani menyatakan hadits tersebut shahih)

Para pelaku riba’ akan dibangkitkan dalam keadaan berjalan sempoyongan seperti orang gila.

Allah Ta’ala berfirman,
اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila.” (QS. Al Baqarah: 275)

Orang – orang kafir akan berjalan di atas wajah – wajah mereka. Dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu, ada seorang berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa orang kafir digiring di atas wajah mereka pada hari Kiamat?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Bukankah Rabb yang membuat seseorang berjalan di atas kedua kakinya di dunia, mampu untuk membuatnya berjalan di atas wajahnya pada hari kiamat?!” (HR.Bukhari no. 4760 dan Muslim no. 2806)

Semoga bermanfaat.

#alkabaair #sunnah #dosa #dusta #hadits #palsu

##$$-aa-$$##

Digita Template

dosabesar_MBAW

ALKABAIR – HATI DAN LISAN#25 ALKABAIR – HATI DAN LISAN#27
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?