BULUGHUL MARAM-39
📖 *BULUGHUL MARAM-39*
🖋️ Ibnu Hajar as-Asqalani
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
9 Shafar 1448H/25 Juli 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kitab ini berisi 1350 an hadits yang berkaitan dengan fikih.
✅ SIFAT SHOLAT
✅ Tentang Berjamaah dan Imam
🔹 HADITS KE-325
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: ( صَلَّى مُعَاذٌ بِأَصْحَابِهِ اَلْعِشَاءَ, فَطَوَّلَ عَلَيْهِمْ, فَقَالَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم “أَتُرِيدُ أَنْ تَكُونَ يَا مُعَاذُ فَتَّانًا؟ إِذَا أَمَمْتَ اَلنَّاسَ فَاقْرَأْ: بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا، وَ: سَبِّحْ اِسْمَ رَبِّكَ اَلْأَعْلَى، وَ: اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ, وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى” ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه، وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ
Dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Muadz pernah sholat Isya’ bersama para shahabatnya dan ia memperlama sholat tersebut.
Maka bersabdalah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam: “Apakah engkau mau wahai Muadz membuat fitnah (ditengah jamaah) ? Jika engkau mengimami orang-orang maka bacalah (washamsyi wadluhaaha), (sabbihisma rabbikal a’laa), (Iqra’ bismi rabbika), dan (wallaili idzaa yaghsyaa).” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.
🔸 Faidah.
1. Sholat lima waktu tidak dianjurkan pelaksanaannya panjang sehingga berat bagi Jamaah. Oleh karena itu saat sujud sholat berjamaah, nabi ﷺ tidak pernah berdoa. Sehingga doa lama saat sujud, dilakukan saat Sholat sunnah.
🔹 HADITS KE-326
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا فِي قِصَّةِ صَلَاةِ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِالنَّاسِ, وَهُوَ مَرِيضٌ – قَالَتْ: ( فَجَاءَ حَتَّى جَلَسَ عَنْ يَسَارِ أَبِي بَكْرٍ, فَكَانَ يُصَلِّي بِالنَّاسِ جَالِسًا وَأَبُو بَكْرٍ قَائِمًا, يَقْتَدِي أَبُو بَكْرٍ بِصَلَاةِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَيَقْتَدِي اَلنَّاسُ بِصَلَاةِ أَبِي بَكْرٍ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ
Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu tentang kisah sholat berjama’ah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam ketika beliau sakit. ‘Aisyah berkata: Beliau datang dan duduk di sebelah kiri Abu Bakar. Beliau mengimami jama’ah dengan duduk sedang Abu Bakar berdiri. Abu Bakar mengikuti sholat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan orang-orang mengikuti gerakan sholat Abu Bakar. Muttafaq Alaihi.
🔸 Faidah
1. Bolehnya makmum berdiri di samping imam.
2. Bolehnya ada mubaligh, menyambung lisan imam. Apalagi saat dibutuhkan.
🔹 HADITS KE-327
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( إِذَا أَمَّ أَحَدُكُمْ اَلنَّاسَ فَلْيُخَفِّفْ, فَإِنَّ فِيهِمْ اَلصَّغِيرَ وَالْكَبِيرَ وَالضَّعِيفَ وَذَا اَلْحَاجَةِ, فَإِذَا صَلَّى وَحْدَهُ فَلْيُصَلِّ كَيْفَ شَاءَ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seorang di antara kamu mengimami orang-orang maka hendaknya ia memperpendek sholatnya, karena sesungguhnya di antara mereka ada yang kecil, besar, lemah, dan yang mempunyai keperluan. Bila is sholat sendiri, maka ia boleh sholat sekehendaknya.” Muttafaq Alaihi.
🔸 Faidah
1. Dalam sholat Jamaah, pelaksanaannya hendaknya pendek.
2. Ada beberapa sholat sunnah tidak dianjurkan panjang : Qabliyah subuh, tahiyatul masjid, setelah tawaf dst.
🔹 HADITS KE-328
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ سَلَمَةَ قَالَ: قَالَ أَبِي: ( جِئْتُكُمْ مِنْ عِنْدِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم حَقًّا. قَالَ: فَإِذَا حَضَرَتْ اَلصَّلَاةُ فَلْيُؤَذِّنْ أَحَدُكُمْ, وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْثَرُكُمْ قُرْآنًا, قَالَ: فَنَظَرُوا فَلَمْ يَكُنْ أَحَدٌ أَكْثَرَ قُرْآنًا مِنِّي, فَقَدَّمُونِي, وَأَنَا اِبْنُ سِتٍّ أَوْ سَبْعِ سِنِينَ ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ, وَأَبُو دَاوُدَ, وَالنَّسَائِيّ ُ
Amar Ibnu Salamah berkata: Ayahku berkata: Aku sampaikan sesuatu yang benar-benar dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam Beliau bersabda: “Bila waktu sholat telah datang, maka hendaknya seorang di antara kamu beradzan dan hendaknya orang yang paling banyak menghapal Qur’an di antara kamu menjadi imam.” Amar berkata: Lalu mereka mencari-cari dan tidak ada seorang pun yang lebih banyak menghapal Qur’an melebihi diriku, maka mereka memajukan aku (untuk menjadi imam) padahal aku baru berumur enam atau tujuh tahun. Diriwayatkan oleh Bukhari, Abu Dawud dan Nasa’i.
🔸 Faidah
1. Adzan, hukumnya fardhu kifayah untuk dikumandangkan. Sebaiknya jangan cukupkan diri dengan adzan yang terdengar.
2. Kriteria imam – paling banyak hafalan Qurannya.
3. Usia 6/7 tahun adalah usia mumayyiz, sudah mampu urus keperluan dasar dirinya.
4. Anak kecil bisa jadi imam bila hafalan banyak dan sudah paham perkara wudhu, sholat dst. Umar bin Khaththab radhiyallahu anhum perlu 13 tahun untuk selesai hafalan Surat Al Baqarah.
5. Orang yang mempunyai penguasaan ilmu fiqih sholat lebih diutamakan untuk dijadikan imam.
🔹 HADITS KE-329
وَعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( يَؤُمُّ اَلْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اَللَّهِ, فَإِنْ كَانُوا فِي اَلْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ, فَإِنْ كَانُوا فِي اَلسُّنَّةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً, فَإِنْ كَانُوا فِي اَلْهِجْرَةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ سِلْمًا -وَفِي رِوَايَةٍ: سِنًّا- وَلَا يَؤُمَّنَّ اَلرَّجُلُ اَلرَّجُلَ فِي سُلْطَانِهِ, وَلَا يَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ عَلَى تَكْرِمَتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ”. ) رَوَاهُ مُسْلِم
Dari Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Yang mengimami kaum adalah orang yang paling pandai membaca al-Qur’an di antara mereka. Jika dalam bacaan mereka sama, maka yang paling banyak mengetahui tentang Sunnah di antara mereka. Jika dalam Sunnah mereka sama, maka yang paling dahulu berhijrah di antara mereka. Jika dalam hijrah mereka sama, maka yang paling dahulu masuk Islam di antara mereka.” Dalam suatu riwayat: “Yang paling tua.” “Dan Janganlah seseorang mengimami orang lain di tempat kekuasaannya dan janganlah ia duduk di rumahnya di tempat kehormatannya kecuali dengan seidzinnya.” Riwayat Muslim.
🔸 Faidah
1. Paling pandai baca Al Qur’an, jika sama
2. Paling banyak faham sunnah, jika sama
3. Paling dulu hijrah, jika sama
4. Paling dahulu masuk Islam, jika sama
5. Paling tua…
6. Tidak boleh jadi imam di wilayah kekuasaan orang lain. (sudah ada imam rawatib). Pejabat daerah A tidak boleh jadi imam daerah B, kecuali diberi izin. Begitu juga berlaku untuk tempat duduk khusus.
🔹 HADITS KE-330
وَلِابْنِ مَاجَهْ: مِنْ حَدِيثِ جَابِرٍ: ( وَلَا تَؤُمَّنَّ اِمْرَأَةٌ رَجُلًا, وَلَا أَعْرَابِيٌّ مُهَاجِرًا, وَلَا فَاجِرٌ مُؤْمِنًا ) وَإِسْنَادُهُ وَاه
Menurut riwayat Ibnu Majah dari hadits Jabir radhiyallahu anhu : “Janganlah sekali-kali seorang perempuan mengimami orang laki-laki, orang Badui mengimami orang yang berhijrah (para sahabat) , dan orang yang maksiat mengimami orang mu’min.” Sanadnya lemah.
Hadits ini lemah namun maknanya benar.
Ibu boleh jadi imam bagi anak asal anak belum tamyiz.
Ada kisah Ummu Waraqah sempat jadi imam dan seorang laki-laki yang sangat lemah (ini pengecualian).
Kisah Hajjad bin Yusuf jadi imam adalah pengecualian dari hadits ini.
🔹 HADITS KE-331
وَعَنْ أَنَسٍ, عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( رُصُّوا صُفُوفَكُمْ, وَقَارِبُوا بَيْنَهَا, وَحَاذُوا بِالْأَعْنَاقِ. ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ
Dari Anas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tertibkanlah barisan (shof)-mu, rapatkanlah jaraknya, dan luruskanlah dengan leher (riwayat lain – bahu) .” Hadits riwayat Abu Dawud dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.
🔸 Faidah
1. Patokan lurus shaf – atas bahu, bawah mata kaki.
2. Rasulullah ﷺ memperingatkan supaya tidak ada celah shaf.
Dalam sebuah hadits,
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
أَقِيمُوا الصُّفُوفَ وَحَاذُوا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسُدُّوا الْخَلَلَ وَلِينُوا بِأَيْدِي إِخْوَانِكُمْ وَلَا تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ
“Luruskanlah shaf-shaf, sejajarkanlah bahu-bahu, tutuplah celah-celah, lembutkanlah tangan kalian terhadap saudara kalian, dan janganlah kalian meninggalkan celah-celah untuk setan.”
HR. Abu Dawud, Ahmad
Dalam riwayat lain disebutkan:
سُدُّوا الْخَلَلَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ بَيْنَكُمْ
“Tutuplah celah-celah (dalam shaf), karena sesungguhnya setan masuk di antara kalian.”
(HR. Ahmad)
Keutamaan menutup celah..
مَنْ سَدَّ فُرْجَةً بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَرَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً
“Barang siapa menutup suatu celah (dalam shaf), Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga dan mengangkat derajatnya karena hal itu.”
(Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Kabir; disebutkan oleh sebagian ulama sebagai hadis yang memiliki penguat)
🔹 HADITS KE-332
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( خَيْرُ صُفُوفِ اَلرِّجَالِ أَوَّلُهَا, وَشَرُّهَا آخِرُهَا, وَخَيْرُ صُفُوفِ اَلنِّسَاءِ آخِرُهَا, وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا ) رَوَاهُ مُسْلِم
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama dan sejelek-jeleknya ialah yang terakhir. Dan sebaik-baik shaf perempuan adalah yang terakhir dan sejelek-jeleknya ialah yang pertama.” Diriwayatkan oleh Muslim.
Dahulu, tidak ada hijab antara laki-laki dan perempuan. Hadits itu menjelaskan bahwa makin jauh perempuan (tanda ada hijab) maka lebih baik.
Bila ada hijab, dan aman dari fitnah maka kembali kepada keumuman, shaf depan lebih baik.
Hadits penguat..
عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الْأَوَّلِ
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang berada di shaf pertama.”
HR. Abu Dawud , Ahmad
Semoga bermanfaat.
#sifat #sholat #jamaah #imam #tamyyiz #
##$$-aa-$$##

