This entry is part 37 of 48 in the series dosabesar_MBAW
4 menit membaca

🗞️ *ALKABAIR – HATI DAN LISAN#38*
✒️ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤 Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 6 Rabi’ul Akhir 1447H/ 28 September 2025
Ba’da Maghrib

➡️ *BAB TENTANG FITNAH-FITNAH*

Fitnah secara bahasa adalah ujian.

QS. Al-‘Ankabūt ayat 2:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji (dengan cobaan)?”

Kadang untuk hasil, fitnah disini artinya kesyirikan atau kekufuran.

QS. Al-Baqarah ayat 191:

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ

“Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu; dan fitnah itu lebih besar daripada pembunuhan…”

Kadang bermakna kekacauan.

QS. At-Taubah ayat 47:

> لَوْ خَرَجُوا فِيكُمْ مَّا زَادُوكُمْ إِلَّا خُبَالًا وَلَأَوْضَعُوا خِلَالَكُمْ يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّاعُونَ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

“Seandainya mereka keluar di tengah kalian, mereka tak akan menambah (kalian) kecuali kerusakan; dan mereka mempercepat kebinasaan di antara kalian, mereka menginginkan agar datang kepada kalian fitnah (kekacauan) , dan di antara kalian ada yang mau mendengarkan mereka. Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.”

➡️ Matan kitab…

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا تَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَآ صَّةً ۚ وَا عْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَا بِ

“Dan takutlah kalian terhadap fitnah (musibah/kekacauan) yang tidak hanya menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 25)

Efek fitnah akan luar biasa bila amar ma’ruf nahi munkar ditinggalkan. ❗

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ هُوَ الْقَا دِرُ عَلٰۤى اَنْ يَّبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَا بًا مِّنْ فَوْقِكُمْ اَوْ مِنْ تَحْتِ اَرْجُلِكُمْ اَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَـعًا وَّيُذِيْقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰ يٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُوْنَ

“Katakanlah (Muhammad), “Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.” (bermusuhan) Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya).”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 65)

Rasulullah ﷺ bersabda:

*“Aku meminta kepada Rabb-ku tiga perkara untuk umatku:

1. Agar umatku jangan dibinasakan dengan kemarau panjang (paceklik/kelaparan umum) – Allah mengabulkannya.

2. Agar umatku jangan dibinasakan dengan tenggelam (banjir besar seperti kaum Nabi Nuh) – Allah mengabulkannya.

3. Agar umatku jangan dijadikan saling membunuh satu sama lain – tetapi Allah tidak memberikannya.”*

➡️Macam fitnah.

🔸Ada yang bagi jadi 2:

1. Fitnah syahwat, terkait hawa nafsu.
Seperti wanita, harta, jabatan dll.

2. Fitnah syubhat, terkait dengan pemikiran misalnya bid’ah, kufur, kemunafikan.

🔸Ada juga yang bagi fitnah menjadi
1. Terkait kebaikan, contoh harta, jabatan, popularitas, cantik.

2. Terkait keburukan. Misal sakit, miskin, cacat dll

🔸Ditinjau Model.

1. Fitnah harta (hadits banyak-banyakan harta akhirnya binasa).
2. Fitnah wanita. Contoh Nabi Yusuf, Juraij (ahli ibadah). Satu-satunya cara hindari fitnah wanita adalah jangan kasih celah.
3. Fitnah popularitas.
4. Fitnah jabatan
5. Fitnah syubhat. Syubhat yang buat ragu tentang Islam, tentang Ahlussunnah.
6. Fitnah kekuasaan yang bisa bunuh-bunuhan.

➡️Hikmah Fitnah.

1. Untuk ujian.

لم (1) أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (3) }
Alif Lam Mim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Qs Al Ankabut 1-3

Qs Ali Imran 179.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَا كَا نَ اللّٰهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلٰى مَاۤ اَنْـتُمْ عَلَيْهِ حَتّٰى يَمِيْزَ الْخَبِيْثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ وَمَا كَا نَ اللّٰهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَ لٰكِنَّ اللّٰهَ يَجْتَبِيْ مِنْ رُّسُلِهٖ مَنْ يَّشَآءُ ۖ فَاٰ مِنُوْا بِا للّٰهِ وَرُسُلِهٖ ۚ وَاِ نْ تُؤْمِنُوْا وَتَتَّقُوْا فَلَـكُمْ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
“Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Jika kamu beriman dan bertakwa, maka kamu akan mendapat pahala yang besar.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 179)

Qs Al Hajj ayat 11.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّا سِ مَنْ يَّعْبُدُ اللّٰهَ عَلٰى حَرْفٍ ۚ فَاِ نْ اَصَا بَهٗ خَيْرٌ ٱِطْمَاَ نَّ بِهٖ ۚ وَاِ نْ اَصَا بَتْهُ فِتْنَةُ ٱِنْقَلَبَ عَلٰى وَجْهِهٖ ۚ خَسِرَ الدُّنْيَا وَا لْاٰ خِرَةَ ۗ ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَا نُ الْمُبِيْنُ
“Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi, maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 11)

Allah jadikan sebagian kalian fitnah bagi yang lain. Qs 25 ayat 20

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَاۤ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّاۤ اِنَّهُمْ لَيَأْكُلُوْنَ الطَّعَا مَ وَيَمْشُوْنَ فِى الْاَ سْوَا قِ ۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً ۗ اَتَصْبِرُوْنَ ۚ وَكَا نَ رَبُّكَ بَصِيْرًا

“Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat.”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 20)

1. Antara para Nabi dan umat.

2. Antara para nabi dan musuh-musuhnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِّنَ الْمُجْرِمِيْنَ ۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ هَا دِيًا وَّنَصِيْرًا

“Begitulah, bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari orang-orang yang berdosa. Tetapi cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 31)

Nabi Muhammad dengan Abu Jahal
Nabi Musa dengan Fir’aun

3. Para sholihan dengan para pendosa.

4. Suami dan istri

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

اسْتَوْصُوا بالنِّسَاءِ، فَإِنَّ المَرْأَةَ خُلِقَتْ مِن ضِلَعٍ، وإنَّ أعْوَجَ شيءٍ في الضِّلَعِ أعْلاهُ، فإنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وإنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوا بالنِّسَاءِ

“Berwasiatlah kalian untuk berbuat baik kepada para wanita, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah bagian atasnya. Jika engkau mencoba meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Jika engkau biarkan, maka ia tetap bengkok. Maka berwasiatlah untuk berbuat baik kepada wanita.” HR Bukhari dan Muslim

5. Rakyat dan penguasa
6. Orang tua dan anak

📖 QS. At-Taghābun ayat 15

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah ada pahala yang besar.”

Matan.. Lanjut kajian berikutnya.

Semoga bermanfaat,

#fitnah #syubhat #syahwat #harta #kekuasaan #anak #orangtua

##$$-aa-$$##

dosabesar_MBAW

ALKABAIR – HATI DAN LISAN#37 ALKABAIR – HATI DAN LISAN#39
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?