HADITS BATIL YANG POPULER
Diterbitkan pertama kali pada: 07-Nov-2021 @ 16:14
7 menit membacaHADITS BATIL YANG POPULER
Ustadz Dr Sufyan Baswedan, MA
Muqaddimah…
Allah berjanji untuk menjaga Al Qur’an..
Allah ﷻ berfirman,
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَـٰفِظُونَ
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
Surat Al-Hijr (15) Ayat 9
Terjaganya Al Qur’an itu punya konsekuensi.
1. Terjaganya bahasa Arab
2. Terjaganya Sunnah Rasulullah ﷺ.
Al Qur’an bisa diamalkan dengan sempurna dengan adanya sunnah Rasulullah ﷺ.
Misalnya tentang sholat, detail nya pada sunnah Rasulullah ﷺ.
▶️Salah satu fungsi sunnah Rasulullah ﷺ adalah penjelasan dari Ayat Al Qur’an yang masih global
Contoh lain adalah zakat..
Fungsi sunnah ﷺ yang adalah :
▶️ Mengkhususkan hal-hal yang bersifat umum dalam Al Qur’an atau Membatasi pengertian dari hal-hal yang sifatnya mutlak.
Contoh hukum pencurian..
Allah ﷻ berfirman,
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah.
Tangan di sini sampai mana?
Bisa sampai pergelangan, siku, bahu?
Ternyata praktek nya, yang dipotong hanya sampai pergelangan tangan.
▶️ Menegaskan kembali hukum yang sudah ada Al Qur’an.
Misalnya perintah sholat,zakat, shaum.
▶️ Menjadi sumber hukum independen
Contohnya
⛔pengharaman binatang-binatang buas. ⛔Pengharaman burung yang berkuku tajam
⛔ Pengharaman daging lkeledai jinak.
Kalau text Al Qur’an dijaga tapi pemahaman nya tidak dijaga, maka bagaimana Al Qur’an bisa menjadi petunjuk?
Mustahil bila Al Qur’an dijaga dan hadits tidak dijaga Allah.
✔️Terbukti sampai hari ini, Al Qur’an masih bisa dipahami. Bahasa arab nya masih terjaga.
Bahasa Inggris yang umur baru 6 sudah alami distorsi.
Demikian juga hadits yang disusupak ketahuan Oleh para ahli hadits?
Kaum orientalis melemparkan syubhat Bukhari Muslim hidup setelah ratusan tahun Rasulullah ﷺ wafat..
Padahal pencatatan hadits itu ada sejak Jaman Nabi ﷺ.
Ada sejumlah shahabat yang jadi pencatat hadits..
Pada Haji Wada’ ada sahabat yang tidak bisa hafal isi khutbah Rasulullah ﷺ dan meminta Rasulullah ﷺ untuk mencatatkan khutbah beliau ﷺ. Nabi ﷺ memerintahkan sahabat untuk mencatat isi khutbah Rasulullah ﷺ.
Sahabat yang terkenal catatan hadits adalah salah satunya, Abdullah ibnu Amr bin Ash. Bahkan diakui oleh Abu Hurairah.
Ada sahabat yang memiliki catatan lembaran adalah Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar (khusus catatan zakat hewan ternak).
Hadits juga dijaga melalui hafalan para ulama. Para sahabat diberi kemampuan hafalan karena mereka kaum yang ummi.
Ibnu Abbas dalam sekali mendengar bisa hafal 100 bait syair.
Bagaimana dengan hafalan yang mungkin tidak bisa dijamin dengan bertambah umur?
Ulama punya metode yang bagus dan sangat ketat yaitu ketika menulis hadits akan di crosscheck dengan riwayat yang lain.
Ketika sesuai maka berarti benar seperti itu matannya.. Dst.
Bila ada perbedaan maka akan diteliti perawi dan jalan perawi itu mendapatkan hadits tersebut..
Jumlah literatur hadits itu ada ribuan, dan ilmu hadis itu ada 50 cabang lebih.
Misalnya… Ilmu hadits palsu dan alasan palsu , daftar kunyahnya perawi, nisbah perawi..
Contoh kitab hadits dhaif adalah Al Maudhu”at karya Ibnul Jauzy..
📌Tidak ada umat sebelum umat Islam yang punya ilmu hadits ini… Ilmu yang hebat yang jaga keotentikan hadits.
Bahkan ada kaidah yang jaga bila 1 halaman kitab hilang di masa yang akan datang atau bisa ada titik yang terhapus. Dst.
Yaitu dengan menulis kata pertama di baris berikutnya.. Di ujung halaman berikutnya.
♦️Dari segi keakuratan hadits, ulama membagi dua.
1. Yang mengandalkan hafalan yang kuat
2. Yang mengandalkan catatan (yang bagus adalah yang catatan nya tidak dipinjamkan).
❕♦️Diantara cabang ilmu hadits yang penting adalah bagaimana mengenali hadits yang maudhu/palsu. Karena ada konsekuensi yang berat bila menyampaikan hadits palsu yang dinisbatkan kepada Rasulullah ﷺ
Dalam hadits yang mutawatir (paling shahih), Rasulullah ﷺ bersabda..
إِنَّ كَذِبًا عَلَىَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Lebih dari 70 sahabat yang meriwayatkan hadits ini.
♦️Kriteria hadits masuk hadits yang lemah.
⏩Untuk memenuhi kriteria hadist yang valid (shahih atau hasan), ada 5 syarat.
1. Sanad (rangkaian perawi) bersambung
2. Perawi harus memiliki kredibilitas(nama baik), tidak pernah berbohong.
Walaupun hanya 1x sudah digelari kadzab..
3. Memiliki daya rekam yang baik
4. Tidak mengandung cacat tersembunyi (tahu nya dengan di takhrij – ditelusuri)
5. Dia harus bebas dari Suyud (nyeleneh)
Terkadang hadits yang lemah masih dikuatkan dengan cara lain misalnya hadits itu diamalkan secara turun-temurun oleh para ulama.
➡️ HADITS BATIL YANG POPULER..
Salah satunya nya adalah “perbedaan pendapat diantara umat ku adalah rahmat”
Saking terkenal nya ada ulama yang berusaha menelusuri hadits ini, salah satunya Al Imam Sirajuddin Al Mulaki, gurunya Ibnu Hajar Asqolany..
Dan sanad nya tidak ketemu..
Ini jelas, Indikator bahwa ini bukan hadits Nabi ﷺ.
Tidak semua yang benar itu di sabdakan oleh Rasulullah ﷺ (misalnya 100×100 = 10 ribu).
Namun bila sudah disabdakan oleh Rasulullah ﷺ (Riwayat dan matan) maka kita wajib beriman terlepas itu masuk akal atau tidak.
Bila ada orang yang yakin bahwa hadits dari Rasulullah ﷺ, tanpa ada paksaan dan tidak mau membenarkan hadits tersebut maka kafir.
Imam As Suyuti yang punya 600 karya ilmiah mengatakan, “Ketahuilah bahwa orang yang ingkari (tidak mau ikuti) hadits Nabi baik ucapan maupun perbuatan maka dia telah kafir bahkan keluar dari Islam dan akhirat kelak akan digiring bersama orang-orang kafir”.
Imam Ibnul Wazir “Pendustaan terhadap hadits Nabi ﷺ setelah dia tahu itu hadits maka itu adalah kekafiran yang terang benderaang”.
📌Sengaja berdusta atas Nabi ﷺ itu kekufuran.
Walaupun kata-kata itu benar.
Ibnu Hajar menjelaskan :
1. Kalau kedustaan atas nama Rasulullah ﷺ dilakukan dengan sengaja maka pelakunya dianggap kafir oleh sebagian ulama sedangkan dusta atas nama orang lain walaupun sengaja, tidak ada yang mengkafirkannya.
♦️❕Ibnul Jauzi menjelaskan beberapa alasan orang membuat hadits palsu :
✳️1. Menyesatkan aqidah umat, dikenal sebagai zindiq. (tampilan muslim), hakikatnya munafik.
Imam Hammad bin Zaid ibn Dirham Al Bashri.. Orang zindiq telah sebarkan 12 hadits palsu, dan ketahuan semua, tidak ada yang lolos.
✳️2. Dalam rangka membela bid’ah atau pemikiran tertentu. Seperti hadits-hadits yang dipalsukan oleh orang-orang Khawarij, orang-orang mu’tazilah, orang-orang Murjiah, orang-orang Rafidhah
Ada pengakuan dari tokoh Khawarij yang telah rujuk, pengakuan tokoh Rafidhah.
✳️3. Ingin motivasi umat untuk rajin ibadah.
Telah diakui pemalsu hadits, Qhulam Khalil (ahli ibadah), Maisharah bin Abi Radih.
Imam Al Qathan, mengatakan bahwa justru orang-orang seperti ini menyampaikan hadits palsu.
✳️4. Alasan duniawi.
Misalnya hadits keutamaan kopi karena jualan kopi.
Ada pedagang sayuran yang buat hadits terkait Jarjir…
✳️5. Untuk menjilat penguasa.
Terjadi pada khalifah Al Mahdi.
Seseorang (Ghiat bin Ibrahim lbuat hadits palsu (tambah 1 kata) “Tidak boleh perlombaan berhadiah kecuali dalam memanah (shahih), balap kuda (shahih), balap unta (shahih), balap burung (tambahan bohong).”.
Khalifah nya ngeh dan sembelih burung tersebut karena tidak mau merangsang orang buat hadits palsu.
✳️6. KARENA Ta’ashub (fanatisme).
Dulu pengikut mahdzab sangat fanatik…
Buat hadits palsu untuk serang mahdzab lain.
Jaman sekarang ada orang buat hadits untuk tadzhir Wahabi dalam hadits keluarga tanduk syetan.
Hadits nya benar tapi penggunaannya batil.
Najed yang dimaksud Rasulullah ﷺ adalah Najed Irak bukan Najed Saudi.
♦️ Contoh hadits palsu yang populer
⏩1. Perselisihan umatku adalah rahmat
1️⃣ Dari segi sanad,
Imam Sirajuddin Al Mulaki berkata, “Hadits ini tidak kutemukan siapa yang meriwayatkannya secara marfu (sebagai ucapan Rasulullah ﷺ) setelah saya cari mati-matian”.
Artinya tidak ada dalam satu kitab pun dengan sanadnya..
2️⃣ Dari segi matan. Malah nabrak Al Qur’an
Matan juga batil. Karena perselisihan itu beda pendapat. Padahal Allah ﷺ mengatakan,
{وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ (118) إِلا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ (119) }
Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Qs Hud ayat 118-119.
📌Berarti orang-orang yang dirahmati Allah adalah orang-orang yang tidak berselisih.
Dalam ayat yang lain…
وَلَا تَنَـٰزَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ
an janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّـهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ
“Berpegang teguhlah dengan tali agama Allah dan janganlah kalian saling bercerai-berai.” (QS. Ali-Imran : 103)
⏩2. Tuntutlah Ilmu walau sampai ke negeri Cina
Menurut Imam As Saqawi (Murid Ibnu Hajar), “Hadits ini ada sanadnya, diriwayatkan oleh Al Baghdadi, Al Baihaqi dan Ibnu Abdil Bar.”
Semua dari jalur perawi Abu Atiqah yang meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu. Berarti dinisbatkan kepada Rasulullah ﷺ.
⛔Cacat nya adalah pada Abu Atiqah ini yang dinyatakan oleh Imam Bukhari dan yang lainnya sebagai munkarul hadits.
Hadits ini derajat nya sangat-sangat lemah.
Batil, tidak ada asal usul..
Namun perintah untuk menuntut ilmu itu jelas.
Ulama yang anggap hadits ini batil adalah Imam Al Bazar, Imam Ibnu Hibban, Ibnul Jauzi… Al Mualimi (Yaman) wafat 1390 an dan juga Syaikh Al Albani w1419H.
Semoga bermanfaat..
##$$—aa—$$##

