This entry is part 44 of 45 in the series Kaidahfiqh
3 menit membaca

🗒️ *SYARAH KITAB KAIDAH FIQH- 44* (Syaikh Abdurrahman Nashir As Sa’di)
🎤 Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
Ahad, 28 Rabi’ul Awal 1447H/ 21 September 2025 (Ba’da Subuh) l
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Ustadz memulai dengan mengingatkan akan banyaknya nikmat yang Allah berikan kepada kita semua dan bershalawat atas Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Kaidah ini terkait redaksi dalam bahasa arab, dan lebih dekat ke ushul fiqih.

Bisa disebut mustaraqah – bisa jadi ushul fiqih bila atau kaidah fiqih bila diterapkan pada perbuatan Manusia.

➡️ *KAIDAH 60 : huruf،متى ، ّمن، ما, اي، ال Kata Mufrad mudhof yang disandarkan kata ma’rifah Menunjukkan makna umum /semuanya.*

Kata من = siapa
Kata ما = apapun
Kata ايّ = apa saja
Kata متى = Kapan
Kata ال = membuat kata nakirah menjadi ma’rifah

🔸Contoh.. من

🔹

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِۖ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَاۗ

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri.
QS. Fushshilat ayat 46

🔹

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا

Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar. Qs Thalaq ayat 2

🔹

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ • وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah (sekecil apapun), niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya pula).”

🔸Contoh ما

🔹

وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ

Kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi

🔹

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِن دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Dan hanya kepada Allah bersujud segala makhluk yang melata di langit dan di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.

Kita harus beriman bahwa semua sujud kepada Allah.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِّنَ النَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ ۗ وَمَن يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِن مُّكْرِمٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

“Tidakkah engkau tahu, bahwa kepada Allah bersujud siapa yang ada di langit, siapa yang ada di bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang, dan banyak di antara manusia? Tetapi banyak (manusia) juga yang pantas mendapat azab. Barang siapa dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”

🔹

وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٖ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٞ
Dan apa saja kebaikan yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.

🔹

إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ ۖ أَنتُمْ لَهَا وَارِدُونَ

“Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah bahan bakar Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya.”

🔸Contoh اي

قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ أَوِ ٱدْعُوا۟ ٱلرَّحْمَٰنَ ۖ أَيّٗا مَّا تَدْعُوا۟ فَلَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ

Kalian memanggil Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu menyeru, Dia mempunyai al-Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik).

Sering disalahpahami bahwa nama Allah hanya 99. Yang benar tidak hanya 99 nama.

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ
“Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu ” (HR. Ahmad, shahih)

🔸Contoh متى

🔹

مَتَىٰ نَصْرُ ٱللَّهِ

Kapan datang pertolAllah

🔸Contoh ال

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.

Kata ال juga bisa untuk kata jamak.

🔹

وَلَا تَنكِحُوا۟ ٱلۡمُشۡرِكَٰتِ حَتَّىٰ يُؤۡمِنَّۚ

Dan janganlah kamu menikahi perempuan musyrik sebelum mereka beriman.

Namun dikecualikan untuk wanita ahli kitab.

ٱلۡيَوۡمَ أُحِلَّ لَكُمُ ٱلطَّيِّبَٰتُۖ وَطَعَامُ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ حِلّٞ لَّكُمۡ وَطَعَامُكُمۡ حِلّٞ لَّهُمۡۖ وَٱلۡمُحۡصَنَٰتُ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ وَٱلۡمُحۡصَنَٰتُ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلِكُمۡ

Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan menikahi) wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita yang beriman, dan wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu.

❌ Dan tidak sebaliknya,

وَلَا تُنكِحُوا۟ ٱلۡمُشۡرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤۡمِنُوا۟ۗ

Dan janganlah kamu menikahkan (wanita mukminah) dengan laki-laki musyrik sebelum mereka beriman.

Karena Islam itu harus lebih tinggi dari selain Islam.

🔹Kata mufrod yang diidhofahkan..
Mufrod disini kata yang sendirian.

وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ

Diharamkan atas kamu (menikahi): ibu-ibumu;

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman.

Semoga bermanfaat.

#kaidahfikih #kaidahfiqih #fikih #fiqih #salaf #umum #nakhirah

##$$-aa-$$##

Kaidahfiqh

SYARAH KITAB KAIDAH FIQH- 43
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?