BULUGHUL MARAM-11
📖 *BULUGHUL MARAM-11*
🖋️ Ibnu Hajar as-Asqalani
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
17 Dzulhijjah 1446 H/14 Juni 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kitab ini berisi 1350 an hadits yang berkaitan dengan fikih.
🔸 *Tentang Mandi Dan Hukum Junub*
➡️ *HADITS KE-92*
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( اَلْمَاءُ مِنْ اَلْمَاءِ ) رَوَاهُ مُسْلِم وَأَصْلُهُ فِي اَلْبُخَارِيّ
Dari Abu said Al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Air itu dari air.” Riwayat Muslim yang berasal dari Bukhari.
Maksud hadits ini adalah Mandi junub (dengan air) itu diwajibkan karena keluarnya air (mani).
Apakah hubungan suami istri tanpa keluar mani tidak wajib mandi?
Hadits ini datangnya di awal Islam datang dan dihapus oleh hadits berikutnya.
➡️ *HADITS KE-93*
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا اَلْأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ اَلْغُسْلُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
زَادَ مُسْلِمٌ: وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seorang laki-laki duduk di antara empat bagian (tubuh) wanita (istri) lalu mencampurinya maka ia telah wajib mandi.” Muttafaq Alaihi.
Riwayat Muslim menambahkan: “Meskipun ia belum mengeluarkan (air mani).”
Empat anggota tubuh. Tafsir nya.
1. Kedua kaki dan paha
2. Kedua kaki dan tangan
➡️ *HADITS KE-94*
وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى الْمَرْأَةِ تَرَى فِى مَنَامِهَا مَايَرَى الرَّجُلُ – قَالَ : ( تَغْتَسِلُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
زَادَ مُسْلِمٌ: فَقَالَتْ أُمُّ سُلَيْم ٍ ( وَهَلْ يَكُونُ هَذَا قَالَ: نَعَمْ فَمِنْ أَيْنَ يَكُونُ اَلشَّبَهُ )
Anas Radliyallahu ‘Anhu berkata: Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda tentang perempuan yang bermimpi sebagaimana yang dimimpikan oleh laki-laki, maka sabdanya, “Ia wajib mandi.”
Dalam riwayat lain ada tambahan (secara makna) kalau melihat cairan yang keluar.
Hadits riwayat Muttafaqun ‘Alaih
Imam Muslim menambahkan: Ummu Salamah bertanya: Adakah hal ini terjadi? Nabi menjawab: “Ya lalu darimana datangnya persamaan?”
Ada tiga keadaan terkait mimpi basah.
1. Wajib mandi bila cairan keluar
2. Mimpi (tidur merasakan kenikmatan) tapi cairan tidak keluar – tidak wajib mandi janabat.
3. Mungkin tertidur tidak merasakan mimpi, terbangun ada cairan basah – maka wajib mandi.
➡️ *HADITS KE-95*
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَغْتَسِلُ مِنْ أَرْبَعٍ: مِنْ اَلْجَنَابَةِ وَيَوْمَ اَلْجُمُعَةِ وَمِنْ اَلْحِجَامَةِ وَمِنْ غُسْلِ اَلْمَيِّتِ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَة
‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam biasanya mandi karena empat hal:
1. jinabat
2. hari Jum’at
3. berbekas.
4. dan memandikan mayit.
Riwayat Abu Dawud dan dinyatakan shahih oleh Ibnu Khuzaimah.
Hukum mandi hari jumat.
1. Jumhur ulama – sunnah. Hadits dengan makna : wudhu sudah cukup, mandi lebih baik.
2. Wajib
Waktu – mandi janabat – ada beberapa pendapat.
1. setelah waktu Fajar sampai sebelum Ashar.
2. Sesaat sebelum hadiri sholat jumat.
Pendapat yang mengatakan sampai Ashar ini kurang sesuai, karena sholat jumat sudah lewat.
Pendapat bahwa mandi sebelum sholat jumat itu lebih dikuatkan.
Mandi setelah bekam, bekam basah – ini sunnah. Ini pendapat terkuat – ada hadits riwayat Anas bin Malik – Nabi ﷺ pernah bekam dalam keadaan wudhu dan tidak wudhu lagi setelah bekam.
Mandi setelah memandikan mayit hukum nya sunnah.
➡️ *HADITS KE-96*
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ( -فِي قِصَّةِ ثُمَامَةَ بْنِ أُثَالٍ عِنْدَمَا أَسْلَم- وَأَمَرَهُ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَغْتَسِلَ ) رَوَاهُ عَبْدُ اَلرَّزَّاق ِ وَأَصْلُهُ مُتَّفَقٌ عَلَيْه
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu tentang kisah tsamamah Ibnu Utsal ketika masuk Islam Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menyuruhnya mandi. Riwayat Abdur Rozaq dan asalnya Muttafaq Alaihi.
Ada khilaf.
1. Wajib – karena hadats besar belum terangkat.
2. Tidak wajib – karena dengan masuknya Islam. Bukan hanya hadats bahkan dosa kesyirikan sebelumnya dihapus.
3. Wajib secara mutlak. Tidak terkait hadats.
4. Pendapat terkuat – orang yang masuk Islam tidak wajib mandi, hanya disunnahkan. Banyak sahabat yang saat itu masuk Islam tidak Nabi ﷺ perintahkan untuk mandi.
Hadits Muadz saat dakwah ke Yaman – nabi ﷺ..tidak perintahkan Muadz agar orang yang masuk Islam mandi setelah syahahah.
➡️ *HADITS KE-97*
َنْ أَبِي سَعِيدٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( غُسْلُ اَلْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ
) أَخْرَجَهُ اَلسَّبْعَة ُ
Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Mandi hari Jum’at itu wajib bagi setiap orang yang telah bermimpi (baligh) .” Riwayat Imam Tujuh.
Hadits ini bertentangan dengan hadits berikutnya.
➡️ *HADITS KE-98*
وَعَنْ سَمُرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ فَبِهَا وَنِعْمَتْ وَمَنْ اِغْتَسَلَ فَالْغُسْلُ أَفْضَلُ ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ وَحَسَّنَهُ اَلتِّرْمِذِيّ
Dari Samurah Ibnu Jundab Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang berwudlu pada hari Jum’at berarti telah menjalankan sunnah dan sudah baik dan barangsiapa yang mandi maka itu lebih utama.” Riwayat Imam Tujuh dan dinilai hasan oleh Tirmidzi.
Keadaan saat Islam baru datang, para shahabat di Madinah banyak berkumpul di Masjid Nabawi dalam keadaan mungkin baju basah karena keringat. Maka Nabi ﷺ anjurkan untuk mandi.
➡️ *HADITS KE-99*
وَعَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُقْرِئُنَا اَلْقُرْآنَ مَا لَمْ يَكُنْ جُنُبًا ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ وَهَذَا لَفْظُ اَلتِّرْمِذِيِّ وَحَسَّنَةُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّان
Ali Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam selalu membaca Al-Qur’an pada kami selama beliau tidak junub. Riwayat Imam Tujuh dan lafadznya dari Tirmidzi. Hadits ini shahih menurut Tirmidzi dan hasan menurut Ibnu Hibban.
Hadits ini menjelaskan hukum larangan baca Al Qur’an saat junub.
Bagaimana dengan dzikir? Dzikir yang ada bacaan dari Al Qur’an boleh bila niat nya bukan baca Al Qur’an. Misal baca ayat kursi, baca tiga Qul.
Wanita haidh tidak bisa diqiyaskan dengan junub.
Haidh datang karena fitrah bukan karena keinginan wanita.
Junub bisa langsung diangkat dengan mandi.
Wanita haidh boleh baca Al Qur’an dengan pemisah (alas, Tissue dst).
Wanita haidh yang dalam keadaan junub, untuk kehati-hatian mandi dulu baru baca Al Qur’an.
➡️ *HADITS KE-100*
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَعُودَ فَلْيَتَوَضَّأْ بَيْنَهُمَا وُضُوءًا ) رَوَاهُ مُسْلِم
زَادَ اَلْحَاكِمُ: ( فَإِنَّهُ أَنْشَطُ لِلْعَوْدِ )
وَلِلْأَرْبَعَةِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَنَامُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَمَسَّ مَاءً ) وَهُوَ مَعْلُول
Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu mendatangi istrinya (bersetubuh) kemudian ingin mengulanginya lagi maka hendaklah ia berwudlu antara keduanya.” Hadits riwayat Muslim.
Bagaimana hukum mandi junub diakhirkan? Boleh asal tidak melebihi waktu sholat. Tapi tidak dianjurkan. Karena saat junub, dalam keadaan kosong membaca Al Qur’an.
Hakim menambahkan: “Karena wudlu itu memberikan semangat untuk mengulanginya lagi.”
Menurut Imam Empat dari ‘Aisyah radhiallahu anhaa dia berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah tidur dalam keadaan junub tanpa menyentuh air. Hadits ini ma’lul.
➡️ *HADITS KE-101*
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا اِغْتَسَلَ مِنْ اَلْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يَأْخُذُ اَلْمَاءَ فَيُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ اَلشَّعْرِ ثُمَّ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِم
وَلَهُمَا فِي حَدِيثِ مَيْمُونَةَ: ( ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى فَرْجِهِ فَغَسَلَهُ بِشِمَالِهِ ثُمَّ ضَرَبَ بِهَا اَلْأَرْضَ ) وَفِي رِوَايَةٍ: ( فَمَسَحَهَا بِالتُّرَابِ )
وَفِي آخِرِهِ: ( ثُمَّ أَتَيْتُهُ بِالْمِنْدِيلِ ) فَرَدَّهُ وَفِيهِ: ( وَجَعَلَ يَنْفُضُ الْمَاءَ بِيَدِهِ )
‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Biasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam jika
mandi karena jinabat akan mulai dengan
1. membersihkan kedua tangannya kemudian menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri
2. lalu mencuci kemaluannya kemudian berwudlu lalu mengambil air kemudian memasukkan jari-jarinya ke pangkal-pangkal rambut
3. lalu menyiram kepalanya tiga genggam air
4. kemudian mengguyur seluruh tubuhnya dan mencuci kedua kakinya. Muttafaq Alaihi dan lafadznya dari Muslim.
Rukun mandi wajib.
1. Adanya Niat
2. Guyur air seluruh tubuh.
Menurut Riwayat Bukhari-Muslim dari hadits Maimunah: Kemudian beliau menyiram kemaluannya dan membasuhnya dengan tangan kiri lalu menggosok tangannya pada tanah.
Dalam suatu riwayat: Lalu beliau menggosok tangannya dengan debu tanah. Di akhir riwayat itu disebutkan: Kemudian aku memberikannya saputangan namun beliau menolaknya. Dalam hadits itu disebutkan: Beliau mengeringkan air dengan tangannya.
Bolehkah kita keringkan air setelah wudhu? Tidak terlarang.
Hadits ini, Maimunah tahu kebiasaan mandi Rasulullah ﷺ selalu keringkan tubuh basah dengan handuk.
Semoga bermanfaat.
#salaf #sunnah #hadits #bulughulmaram #air #majelisilmu #junub #mandi #jenazah

