BULUGHUL MARAM-07
📖 *BULUGHUL MARAM-07*
🖋️ Ibnu Hajar as-Asqalani
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
5 Dzulqaidah 1446 H/3 Mei 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kitab ini berisi 1350 an hadits yang berkaitan dengan fikih.
🔸 Mengusap khuff
*HADITS KE-54*
عَنْ اَلْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رضي الله عنه قَالَ: ( كُنْتُ مَعَ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَتَوَضَّأَ فَأَهْوَيْتُ لِأَنْزِعَ خُفَّيْهِ فَقَالَ: دَعْهُمَا فَإِنِّي أَدْخَلْتُهُمَا طَاهِرَتَيْنِ فَمَسَحَ عَلَيْهِمَا ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
لِلْأَرْبَعَةِ عَنْهُ إِلَّا النَّسَائِيَّ: ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم مَسَحَ أَعْلَى اَلْخُفِّ وَأَسْفَلَهُ ) وَفِي إِسْنَادِهِ ضَعْف ٌ
Mughirah Ibnu Syu’bah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku pernah bersama Nabi ﷺ ketika beliau berwudlu aku membungkuk untuk melepas kedua sepatunya lalu beliau bersabda : Biarkanlah keduanya sebab aku dalam keadaan suci ketika aku mengenakannya Kemudian beliau mengusap bagian atas keduanya Muttafaq Alaihi
Hadits ini terlalu banyak sahabat yang mendukung dan terlalu banyak sahabat yang mengamalkannya.
Ibnu Abi Hakim : ada 40 sahabat yang lihat langsung Rasulullah ﷺ mengusap khuff
Hasan Bashri : belajar langsung kepada 70 sahabat yang lihat langsung Nabi ﷺ usap khuff.
Ada sebagian kecil ulama yang anggap usap khuff tidak disyariatkan lagi. Ini tidak tepat karena Ayat tentang Wudhu dengan basuh kaki, turun pada tahun 5H sedangkan hadits terkait khuff datang pada tahun 9H.
Syariat yang datang lebih dahulu tidak bisa hapus syariat yang belakangan.
✅ Syarat yang ingin usap khuff.
1. Hendaknya dalam keadaan suci (sudah berwudhu) dahulu dengan wudhu sempurna. Baru memakai khuff (kaos kaki, sepatu yang panjang).
2. Khuff harus menutupi anggota kaki yang dibasuh.
3. Khuff terbuat dari bahan yang kuat, artinya tahan digunakan untuk jalan sehingga Khuff tidak rusak.
4. Terbuat dari bahan yang suci.
5. Dalam kondisi mukim batas nya sehari semalam sedangkan saat musafir batasnya 3 hari.
🔸Menurut riwayat Imam Empat kecuali Nasa’i: bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengusap sepatu bagian atas dan bawahnya Dalam sanad hadits ini ada kelemahan
*HADITS KE-55*
عَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: ( لَوْ كَانَ اَلدِّينُ بِالرَّأْيِ لَكَانَ أَسْفَلُ اَلْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلَاهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ بِإِسْنَادٍ حَسَن ٍ
Ali Radliyallaahu ‘anhu berkata: Jikalau agama itu cukup dengan pikiran (dasarnya logika) maka bagian bawah sepatu lebih utama untuk diusap daripada bagian atas Aku benar-benar melihat Rasulullah ﷺ mengusap punggung kedua sepatunya Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang baik
Hadits ini menjelaskan usap Khuff itu hanya atasnya bukan bawahnya.
Nabi ﷺ usap Khuff – ambil air (bukan untuk basuh) dan usap dengan tangan ke Khuff. Kaki kanan dengan tangan kanan, kaki kiri dengan tangan kiri, satu kali saja.
*HADITS KE-56*
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ رضي الله عنه قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُنَا إِذَا كُنَّا سَفْرًا أَنْ لَا نَنْزِعَ خِفَافَنَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيَهُنَّ إِلَّا مِنْ جَنَابَةٍ وَلَكِنْ مِنْ غَائِطٍ وَبَوْلٍ وَنَوْمٍ ) أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ وَابْنُ خُزَيْمَةَ وَصَحَّحَاه
Shafwan Ibnu Assal berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah menyuruh kami jika kami sedang bepergian untuk tidak melepas sepatu kami selama tiga hari tiga malam lantaran buang air besar kencing dan tidur kecuali karena jinabat Dikeluarkan oleh Nasa’i Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah Lafadz menurut Tirmidzi Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah
Jarak 3 hari 3 malam kecuali dalam keadaan junub. Harus mandi besar lagi.
Keringanan usap Khuff musafir lebih ringan dari pada orang mukim.
*HADITS KE-57*
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رضي الله عنه قَالَ: ( جَعَلَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيَهُنَّ لِلْمُسَافِرِ وَيَوْمًا وَلَيْلَةً لِلْمُقِيمِ يَعْنِي: فِي اَلْمَسْحِ عَلَى اَلْخُفَّيْنِ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِم
Ali Ibnu Abu Thalib Radliyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menetapkan tiga hari tiga malam untuk musafir (orang yang bepergian) dan sehari semalam untuk orang yang menetap –yakni dalam hal mengusap kedua sepatu Riwayat Muslim
*HADITS KE-58*
عَنْ ثَوْبَانَ رضي الله عنه قَالَ: ( بَعَثَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم سَرِيَّةً فَأَمَرَهُمْ أَنْ يَمْسَحُوا عَلَى اَلْعَصَائِبِ – يَعْنِي اَلْعَمَائِمَ -وَالتَّسَاخِينِ- يَعْنِي اَلْخِفَافَ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُدَ وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِم
Tsauban Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengirim pasukan tentara beliau memerintahkan mereka agar mengusap ashoib –yaitu sorban-sorban dan tasakhin– yakni sepatu Riwayat Ahmad dan Abu Dawud Hadits shahih menurut Hakim.
Ghazwah : pasukan perang yang nabi ﷺ ada didalamnya.
Syariah : pasukan tanpa Nabi ﷺ ikut.
*HADITS KE-59*
عَنْ عُمَرَ -مَوْقُوفًا- وعَنْ أَنَسٍ -مَرْفُوعًا- ( إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ وَلَبِسَ خُفَّيْهِ فَلْيَمْسَحْ عَلَيْهِمَا وَلْيُصَلِّ فِيهِمَا وَلَا يَخْلَعْهُمَا إِنْ شَاءَ إِلَّا مِنْ جَنَابَةٍ ) أَخْرَجَهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَالْحَاكِمُ وَصَحَّحَه
Dari Umar Radliyallaahu ‘anhu secara mauquf dan dari Anas Radliyallaahu ‘anhu secara marfu’: Apabila seseorang di antara kamu berwudlu sedang dia bersepatu maka hendaknya ia mengusap bagian atas keduanya dan sholat dengan mengenakannya tanpa melepasnya jika ia menghendaki kecuali karena jinabat. Diriwayatkan oleh Daruquthni dan Hakim Hadits shahih menurut Hakim
Faidah.
Kalau pakai Khuff – boleh lepas Khuff dan basuh kaki atau cukup usap Khuff.
*HADITS KE-60*
وَعَنْ أَبِي بَكْرَةَ رضي الله عنه عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ( أَنَّهُ رَخَّصَ لِلْمُسَافِرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيَهُنَّ وَلِلْمُقِيمِ يَوْمًا وَلَيْلَةً إِذَا تَطَهَّرَ فَلَبِسَ خُفَّيْهِ: أَنْ يَمْسَحَ عَلَيْهِمَا ) أَخْرَجَهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَة
Melalui Abu Bakrah dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam: Bahwa beliau memberikan kemudahan bagi musafir tiga hari tiga malam dan bagi mukim (orang yang menetap) sehari semalam apabila ia telah bersuci dan memakai kedua sepatunya maka ia cukup mengusap bagian atasnya Diriwayatkan oleh Daruquthni dan shahih menurut Ibnu Khuzaimah
*HADITS KE-61*
عَنْ أُبَيِّ بْنِ عِمَارَةَ رضي الله عنه أَنَّهُ قَالَ: ( يَا رَسُولَ اَللَّهِ أَمْسَحُ عَلَى اَلْخُفَّيْنِ؟ قَالَ: نَعَمْ قَالَ: يَوْمًا؟ قَالَ: نَعَمْ قَالَ: وَيَوْمَيْنِ؟ قَالَ: نَعَمْ قَالَ: وَثَلَاثَةً؟ قَالَ: نَعَمْ وَمَا شِئْتَ أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَقَالَ: لَيْسَ بِالْقَوِيِّ )
Dari Ubay Ibnu Imarah Radliyallaahu ‘anhu bahwa dia bertanya: Ya Rasulullah bolehkah aku mengusap kedua sepatuku? Rasul menjawab: ya boleh Ia bertanya: dua hari? Rasul menjawab: ya boleh Ia bertanya lagi: tiga hari? Rasul menjawab: ya boleh sekehendakmu Dikeluarkan oleh Abu Dawud dengan menyatakan bahwa hadits ini tidak kuat
🔸 Pembatal wudhu.
*HADITS KE-62*
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: ( كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم -عَلَى عَهْدِهِ- يَنْتَظِرُونَ اَلْعِشَاءَ حَتَّى تَخْفِقَ رُؤُوسُهُمْ ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلَا يَتَوَضَّئُونَ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَصَحَّحَهُ اَلدَّارَقُطْنِيّ ُ وَأَصْلُهُ فِي مُسْلِم
Anas Ibnu Malik Radliyallaahu ‘anhu berkata : pernah para shahabat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pada jamannya menunggu waktu isya’ sampai kepala mereka terangguk-angguk (karena kantuk) kemudian mereka shalat dan tidak berwudlu Dikeluarkan oleh Abu Dawud shahih menurut Daruquthni dan berasal dari riwayat Muslim
Dengan hadits ini, terjadi silang pendapat apakah tidur batal wudhu.
✅ Pendapat terkait tidur apakah batal wudhu.
1. Tidur batalkan wudhu secara mutlak. Lihat hadits usap khuff lagi karena BAK, BAB, tidur.
2. Tidur tidak batalkan wudhu secara mutlak. Sebagaimana hadits Anas bin Malik di atas.
3. Tidur tidak batalkan wudhu jika cara tidur wudhu seperti gerakan sholat.
Hadits – Kalau seseorang tertidur saat sujud, maka Allah membanggakan di hadapan malaikat..
4.Tidur batalkan wudhu jika tidur nya terlelap (tidak sadar diri). Cara tahu nya dengan colek sedikit langsung sadar.
Tapi walaupun sebentar, tidur nyenyak batal wudhu.
Saat jumatan – bila dengar iqomah langsung berdiri maka ini tidak tidur nyenyak. Kalau perlu dicolek berulang maka wudhu batal, harus perbaharui wudhu.
Nabi ﷺ sering rebahan setelah sholat fajar.
Pendapat terkuat adalah no 4.
Diantara pembatal wudhu adalah keluar darah yang bukan haid… Darah istihadhah… Dibahas Berikutnya.
Semoga bermanfaat.
#salaf #sunnah #hadits #bulughulmaram #air #majelisilmu #wudhu #khuf #khuff #batal
##$$-aa-$$##


