Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MAIbadah

Alkabair-7 : PUTUS ASA DARI RAHMAT Allah Dan Merasa Aman dari Adzab Allah

This entry is part 7 of 48 in the series dosabesar_MBAW

Diterbitkan pertama kali pada: 11-Jul-2024 @ 08:45

6 menit membaca

🗞️*Alkabair-7 : PUTUS ASA DARI RAHMAT Allah Dan Merasa Aman dari Adzab Allah.
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
1 Muharam 1446H/ 07Juli 2024

➡️ *BAB PENYEBUTAN Putus Asa dari Kelapangan dan Rahmat Allah dan Merasa Aman dari Makar Allah*

Syaikh menyebutkan ayat Al Qur’an yang menceritakan kisah Nabi Yakub alaihissalam, saat anak-anak (3 anak) tertahan di Mesir,dan beliau ingat akan Yusuf.

جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (83) وَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَا أَسَفَى عَلَى يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ (84) قَالُوا تَاللَّهِ تَفْتَأُ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّى تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ مِنَ الْهَالِكِينَ (85) قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (86) }

Ya’qub berkata, “Hanya diri kalian sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” Dan Ya’qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, “Aduhai dukacitaku terhadap Yusuf, ” dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya). Mereka berkata, “Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa.” Ya’qub menjawab, “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tiada mengetahuinya.”
QS Yusuf 83-86.

Kemudian Yakub berkata, hanya menyebut dua anak (Yusuf dan Benjamin), karena anak pertama nya gak mau pulang karena malu dengan ayahnya (Yakub).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰبَنِيَّ اذْهَبُوْا فَتَحَسَّسُوْا مِنْ يُّوْسُفَ وَاَ خِيْهِ وَلَا تَا۟يْـئَسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ ۗ اِنَّهٗ لَا يَا۟يْـئَسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْكٰفِرُوْنَ

“Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.””
(QS. Yusuf 12: Ayat 87)

Yakub mengucapkan kalimat ini di puncak kesedihan, justru menaruh harapan kepada Allah. Dan memberi nasihat anak-anak nya untuk tidak putus asa dari rahmat Allah.

✅🔊 *Betapa sering solusi datang di puncak kesulitan.*

Demikian juga kisah terkait putus asa pada Nabi Ibrahim alaihissalam.

{وَنَبِّئْهُمْ عَنْ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ (51) إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلامًا قَالَ إِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُونَ (52) قَالُوا لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلامٍ عَلِيمٍ (53) قَالَ أَبَشَّرْتُمُونِي عَلَى أَنْ مَسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُون (54) قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلا تَكُنْ مِنَ الْقَانِطِينَ (55) قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلا الضَّالُّونَ (56) }

Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim. Ketika mereka (malaikat) masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, “Salam.” Berkata Ibrahim, “Sesungguhnya kami merasa takut kepada kalian.” Mereka berkata, “Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim.”

Berkata Ibrahim, “Apakah kalian memberi kabar gembira (anak – yaitu Ishak) kepadaku, padahal usiaku telah lanjut. Maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kalian kabarkan ini?”

Mereka menjawab, “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa.” Ibrahim berkata, “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat.”
Al-Hijr, ayat 51-56

Nabi Ibrahim saat keluar dari Babilonia saat masih muda, satu perjuangkan tauhid dengan hancurkan berhala. Satu itu Ibrahim berdoa untuk punya anak.

Dalam ayat diatas, saat Nabi Ibrahim sudah tua baru dikaruniai anak.

Begitu juga kisah Nabi Zakariya yang tidak putus asa.

✅ Hikmah nya jangan putus asa, kalau kita berdoa supaya anak sholeh, suatu saat bisa jadi anak akan sholeh. Bila ternyata akhirnya anak tidak sholeh kita juga gak boleh putus asa. Ingat lah kisah Nuh yang akhirnya istri dan anaknya mati dalam keadaan kafir.

Orang yang putus dari rahmat Allah adalah sifat kafir dan orang yang sesat. Perhatikan dua ayat di atas.

Anak jaman sekarang, generasi strawberry, generasi yang mudah putus asa. Kita harus kuatkan mereka.

✅ Putus asa karena miskin.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَا يَسْئَـمُ الْاِ نْسَا نُ مِنْ دُعَآءِ الْخَيْرِ ۖ وَاِ نْ مَّسَّهُ الشَّرُّ فَيَئُـوْسٌ قَنُوْطٌ

“Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya.”
(QS. Fussilat 41: Ayat 49)

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذَاۤ اَذَقْنَا النَّا سَ رَحْمَةً فَرِحُوْا بِهَا ۗ وَاِ نْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ  بِۢمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْ اِذَا هُمْ يَقْنَطُوْنَ

“Dan apabila Kami berikan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan (rahmat) itu. Tetapi apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) karena kesalahan mereka sendiri, seketika itu mereka berputus asa.”
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 36)

Putus karena kesulitan.

➡️ Diantara putus asa yang dilarang.

1️⃣ Karena banyak dosa.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ يٰعِبَا دِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (maksiat) ! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 53)

Ingat kisah orang-orang yang Allah ampuni dosa-dosa nya.
1. Tukang sihir Fir’aun yang taubat, bahkan Firaun bila tidak terlambat taubat nya akan diterima.
2. Orang yang bakar wali Allah, bila taubat akan diterima dan diampuni.
3. Kisah pembunuh seratus nyawa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَقْبَلُ تَوْبَةَ اْلعَبْدِ مَالَمْ يُغَرْغِرْ.

“Sesungguhnya Allah Ta’ala akan menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di kerongkongan.”
HR Tirmidzi

2️⃣ Dosa karena merasa aman dari makar Allah.

Sifat makar Allah adalah sifat timbal balik, respon saja. Sifat jihadi muqoballah.

Contoh sifat tersebut.

1. Firman Allah

 إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا (15) وَأَكِيدُ كَيْدًا (16)

Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.
Qs Ath Thariq 15-16.

Inilah perbuatan respon.

2. Allah berfirman,

Surat Al-Baqarah (2) Ayat 14-15

وَإِذَا لَقُوا۟ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا۟ إِلَىٰ شَيَـٰطِينِهِمْ قَالُوٓا۟ إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُونَ
ٱللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِى طُغْيَـٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.

3. Allah berfirman,

إِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ يُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَـٰدِعُهُمْ

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.
Surat An-Nisa (4) Ayat 142

4. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِيُثْبِتُوْكَ اَوْ يَقْتُلُوْكَ اَوْ يُخْرِجُوْكَ ۗ وَيَمْكُرُوْنَ وَيَمْكُرُ اللّٰهُ ۗ وَا للّٰهُ خَيْرُ الْمٰكِرِيْنَ

“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 30)

Allah tolong Nabi Muhammad ﷺ hijrah dengan trik-trik yang menakjubkan.

5. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَكَرُوْا وَمَكَرَا للّٰهُ ۗ وَا للّٰهُ خَيْرُ الْمَا كِرِيْنَ

“Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 54)

Ini tentang kisah Nabi Isa alaihissalam.
Yahudi provokasi penguasa Romawi untuk bunuh Nabi Isa dan Allah tipu mereka.
Allah serupakan seseorang dengan Nabi Isa.

Ada khilaf, siapa yang di serupa kan.
• Murid Nabi Isa
• Pengkhianat Nabi Isa

Allah cela orang yahudi.

5. Allah berfirman z

وَكَانَ فِي الْمَدِينَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُفْسِدُونَ فِي الأرْضِ وَلا يُصْلِحُونَ (48) قَالُوا تَقَاسَمُوا بِاللَّهِ لَنُبَيِّتَنَّهُ وَأَهْلَهُ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِ مَا شَهِدْنَا مَهْلِكَ أَهْلِهِ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ (49) وَمَكَرُوا مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ (50)

Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan. Mereka berkata, “Bersumpahlah kalian dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar.” Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedangkan mereka tidak menyadari. 
An-Naml, ayat 48-50

Ini adalah kisah kaum Nabi Sholeh, yang membunuh unta Nabi Sholeh. Dan bahkan berencana bunuh Nabi Sholeh.

Sifat makar – datang kan musibah tanpa disadari yang kena makar.
Ini sifat terpuji Allah.

✅ Diantara bentuk makar adalah *ISRIDRAJ*

{وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ (182) وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ (183) }

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.
Al-A’raf, ayat 182-183

Juga ayat Allah yang lain.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَذَرْنِيْ وَمَنْ يُّكَذِّبُ بِهٰذَا الْحَـدِيْثِ ۗ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ 

“Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur’an). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui,”
(QS. Al-Qalam 68: Ayat 44)

Ada istidraj disini.

Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”

✅ Syaikh sebutkan dalam kitab nya,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

 أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ (97) أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (98) أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ (99)

Maka apakah penduduk kota-kota itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk kota-kota itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalah naik ketika mereka sedang bermain-main? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi.
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 97- 99)

❗❗❗ *Biasanya orang merasa aman dari makar Allah adalah orang yang tidak ada teguran atau teguran tapi gak dirasakan*

Diriwayatkan dari Anas ibn Malik radhiyallahu ’anhu berkata: Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَة

“Apabila Allah menghendaki kebaikan untuk hamba-Nya maka Dia akan menyegerakan untuknya hukuman di dunia. Dan apabila Allah menghendaki kejelekan untuk hamba-Nya maka Dia akan menahan darinya hukuman karena dosanya sehingga kelak di akhirat Dia akan menyempurnakan hukuman untuknya” (HR. At-Tirmidzi, no. 2319 dengan sanad yang hasan)

Jangan merasa aman, harus segera istighfar.

Semoga bermanfaat,

#makar #istidraj #putusasa #generasi #strawberry #Firanda

dosabesar_MBAW

Alkabair-6 – GEMBIRA YANG TERLAKNAT Alkabair-8 :BAB PENYEBUTAN Buruk Sangka terhadap Allah
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?