TARIKH ISLAM-11* (Umar bin Khaththab -4)
- TARIKH ISLAM-01
- TARIKH ISLAM-02 ( ABU BAKAR ASH SHIDIQ-1)
- TARIKH ISLAM-03 (ABU BAKAR ASH SHIDIQ-2)
- TARIKH ISLAM-04
- TARIKH ISLAM-05 (ABU BAKAR ASH SHIDIQ-4)
- TARIKH ISLAM-06- (ABU BAKAR ASH SHIDIQ-5)
- TARIKH ISLAM-07 (ABU BAKAR ASH SHIDIQ-6 – wafatnya radhiyallahu anhu)
- TARIKH ISLAM-09 (Umar bin Khaththab -2)
- TARIKH ISLAM-10 (Umar bin Khaththab -3)
- TARIKH ISLAM-11* (Umar bin Khaththab -4)
Diterbitkan pertama kali pada: 29-Mei-2023 @ 23:30
5 menit membaca*TARIKH ISLAM-11* (Umar bin Khaththab -4)
➡️ PENAKLUKAN BAITUL MAQDIS
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
9 Dzulqaidah 1444 H/28.05.2023 petang
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
✅ PEMBEBASAN AJNADAIN (bagian dari negeri Syam)
Amr bin Ash kelihatan kehebatannya. Pasukan sebelah kanan dipimpin oleh anaknya yaitu Abdullah bin Amr bin Ash, dan sebelah kiri dipimpin Junadah bin Tamim Al Maliky. Bersama juga Syurahbil bin Hasanah. Mereka berangkat menuju kota Romlah (dekat Palestina yang ada Yerusalem).
Pasukan romawi dipimpin oleh Al Arthabun, panglima yang paling cerdas dari Romawi. Dan paling keras permusuhan dengan kaum muslimin. Mereka membawa dua pasukan besar.
Amr bin Ash kirim surat kepada Umar bin Khaththab mengabarkan keadaan di Romlah dan Iliyah, maka Umar bin Khaththab menulis perkataan yang terkenal – Kami telah memanah Arthabun nya Romawi dengan Arthabun nya Arab /Amr bin Ash) . Arthabun maknanya orang cerdas.
Amr bin Ash ini dijuluki salah satu Duhatul Al Arab (orang cerdas, disegani, ahli siasat, politik) tiga yang lainnya adalah Muawiyah bin Abi Sufyan, Al Mughirah bin Syu’bah dan Ziyad bin Abih.
Saat masih musyrik, Abu Jahal mengirim Amr bin Ash kepada raja Najasyi untuk memulangkan kaum muslimin yang hijrah namun gagal. Saat itu juru bicara kaum muslim membacakan surat Maryam di hadapan raja Najasyi.
Terjadi perundingan karena sulitnya hadapi Arthabun romawi, dan akhirnya Amr bin Ash sendiri yang lakukan perundingan dengan Arthabun tapi berlagak sebagai utusan.
Ketika terjadi pembicaraan, Arthabun sadar bahwa utusan ini adalah Amr bin Ash. Dan punya niat ingin bunuh Amr bin Ash (melalui tangan anak buahnya). Namun Amr bin Ash tahu rencana Arthabun yang ingin bunuh Amr bin Ash. Maka Amr bin Ash mengatakan bahwa dirinya hanya satu dari 10 utusan Umar, bila Arthabun ingin maka Amr bin Ash akan bawa 10 utusan Umar kepadanya, maka Arthabun setuju (tertipu). Dan melepaskan Amr bin Ash.
Setelah Amr bin Ash kembali pada pasukan nya maka mereka lakukan perang yang dahsyat dan akhirnya Arthabun pun kabur ke Baitul Maqdis.
Amr bin Ash baru masuk Islam umur 55 tahun. Dan saat perang ini beliau berumur 62 tahun.
Perkataan yang menarik Amr bin Ash ketika akan wafat, “Aku melihat tidak seorang pun yang paling benci kepada Rasulullah ﷺ selain aku, dan cita-cita yang paling aku inginkan adalah membunuh Rasulullah ﷺ, kalau aku meninggal dalam keadaan seperti itu tentu aku masuk neraka Jahanam. Ketika Allah masukkan Islam dalam hatiku maka akupun mendatangi Nabi ﷺ dan mengatakan – Wahai Rasulullah, bentangkan tanganmu aku akan membaiat mu. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membentangkan tangan nya tapi aku tarik tangan ku tidak jadi membaiat Rasulullah ﷺ, maka Rasulullah ﷺ berkata – kenapa engkau tidak jadi baiat? Maka Amr bin Ash berkata – Saya pingin punya syarat untuk membaiat engkau – yaitu agar aku diampuni segala dosa-dosa ku. Maka Rasulullah ﷺ berkata – tidak kah kau tahu bahwa Islam hapuskan dosa-dosa sebelumnya, bahwasanya hijrah akan hapuskan dosa-dosa sebelumnya dan bahwa Haji menghapuskan dosa-dosa sebelumnya. (haji Mabrur).
Maka Amr bin Ash berkata – maka setelah itu tidak ada orang yang paling aku cintai selain Rasulullah ﷺ. Tidak ada yang paling agung seperti Rasulullah ﷺ dan aku tidak mampu melihat Nabi lama-lama. Karena mengagungkan Nabi ﷺ, dan tidak mampu mensifati Nabi ﷺ (malu melihat lama) karena aku tidak pernah puas melihat Nabi ﷺ kalau saya meninggal dalam kondisi demikian dan aku agungkan Nabi ﷺ maka aku berharap aku masuk surga.”
Inilah pahlawan yang taklukkan Mesir, masuk Islam tahun 8H. Baru mualaf tapi Nabi ﷺ Amr jadi pimpinan pasukan taklukkan Dzatu Tsalatsil memimpin kaum Anshar dan Muhajirin didalamnya.
Maka karena kecerdasan beliau, Muawiyah utus Amr bin Ash dan Ali utus Abu Musa Al Asyary ketika terjadi perselisihan.
✅ *PENAKLUKAN BAITUL MAQDIS*
Kotanya adalah Iliya. Ketika di Tabuk(9H), Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
اُعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ: مَوْتِيْ، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ….
“Perhatikanlah enam tanda-tanda hari Kiamat:
(1) wafatku,
(2) penaklukan Baitul Maqdis, (15H). Dst..
.” HR Bukhari
Kisah penaklukan Baitul Maqdis.
Intinya ketika Abu Ubaidah ketika telah berhasil menaklukkan Damaskus, beliau mengirim surat kepada ahlu Ilya yaitu Jerusalem atau Baitul Maqdis untuk masuk Islam kalau tidak maka harus bayar Jisyiah.
Mereka adalah Nashara dan tidak menurut maka tidak ada pilihan kecuali berperang…
Maka pasukan muslim mengepung Baitul Maqdis.
Ada beberapa riwayat siapa yang mengepung Baitul Maqdis, ada yang bilang Amr bin Ash
Amr bin Al-Ash menuju wilayah Baitul Maqdis dan mengepungnya dalam jangka waktu yang lama. Sangat alot karena bentuknya pegunungan seperti benteng.
Karena sulitnya maka Amr bin Ash mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Khaththab supaya datang langsung ke Baitul Maqdis.. Di negeri Syam.
Kemungkinan adalah Amr bin Ash dan Abu Ubaidah bin Jarrah berkumpul dalam pengepungan itu.
Dalam riwayat lain, Abu Ubaidah bin Jarrah berhasil mengepung Baitul Maqdis dan mereka menjadi repot dan menyerah dan meminta perdamaian.
Dengan syarat yang datang adalah Umar bin Khaththab.
Mereka punya ilmu (dalam lembaran yang sudah hilang) bahwa yang menaklukkan Baitul Maqdis bukan Abu Ubaidah, Bukan Amr bin Ash, bukan Khalid bin Walid.
Dalam suatu riwayat ilmu mereka bahwa yang menaklukkan Baitul ialah Seorang yang namanya tiga huruf. Yang memenuhi adalah Umar – عمر
Pendapat kedua bahwa orang yang menaklukkan Baitul Maqdis adalah pimpinan tertinggi mereka yaitu Umar bin Khaththab.
Dari situlah Abu Ubaidah kirim Surat ke Umar di Madinah untuk datang ke Baitul Maqdis.
Umar diskusi dengan beberapa sahabat seperti Utsman, Ali bin Abi Thalib.
Musyawarah adalah kebiasaan para shahabat, dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (selama tidak ada wahyu).
Utsman mengatakan – Umar gak perlu ke Baitul Maqdis..
Sedangkan Ali meminta Umar ke Baitul Maqdis.
Maka Umar lebih condong kepada pendapat Ali, ini menunjukkan kedekatan Umar dan Ali.
Saat pergi, Ali jadi care taker di Madinah.
Saat Umar datang di suatu daerah, Umar datang dengan penuh kesederhanaan. Ada pemimpin para sahabat saat itu.
Orang-orang nashara menemui Umar di daerah yang namanya Al Jabiyah. Dan Umar setuju berdamai dengan mereka dan menjadikan Palestina menjadi dua, satu sebagai Ahli Ilya dan ahli Romlah. Masing-masing membayar Jisyiah.
Dan Umar menuliskan piagam perdamaian Baitul Maqdis.
Diantara isinya – inilah perdamaian yang diberikan kepada penduduk negri Baitul maghdis. Datang lah pimpinan kaum nashara. Dan meminta Umar untuk sholat di gereja namun Umar menolak.
Setelah perjanjian, mereka masuk ke masjid Al Aqsha. Dan ketika adzan cepat masuk masjid … Ingat Nabi Miraj juga dari Baitul Maqdis.
Shohroh – ada Masjid kubah kuning.
Orang-orang nasrani jengkel dengan kelakuan orang Yahudi yang suka melakukan perbuatan seenaknya sendiri.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


