This entry is part 9 of 10 in the series TarikhIskam

Diterbitkan pertama kali pada: 21-Mei-2023 @ 20:23

4 menit membaca

*TARIKH ISLAM-10* (Umar bin Khaththab -3) Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
1 Dzulqaidah 1444 H/21.05.2023 petang
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

✅ *PELENGESERAN JABATAN KHALID BIN WALID*

diganti dengan Abu Ubaidah bin Jarrah, secara agama lebih mulia dari Khalid karena Ubaidah lebih awal masuk Islam dan termasuk 10 orang yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam jamin masuk surga.

Kejadian itu tidak ada pembangkangan,itulah pejuang yang benar-benar ikhlas berjuang karena Allah.

Belakangan orang memberi analisa keputusan Umar bin Khaththab.
Ada yang mengatakan ini persaingan antara Umar bin Khaththab dengan walid. Namun ini tidak benar sama sekali. ❌ Saat itu tidak ada gejolak sama sekali. Yang penting Khalid tetap bisa berjihad.

✅ Ketika Umar melengserkam Khalid, Umar mengirim surat kepada semua pimpinan wilayah. Sebabnya Karena takut orang terfitnah dengan Khalid, Umar menjaga sisi tauhid umat muslim, agar tawakal muslimin tidak salah (misal kepada Khalid + kalau ada Khalid pasti menang).

🔸Umar sangat menjaga tauhid. Misal juga saat cium Hajar aswad.

إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

“Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim).

🔸Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu memerintahkan agar pohon yang disangka di mana dilakukan bai’atur ridwan agar di tebang. Padahal bisa jadi orang beralasan itu adalah situs sejarah Islam yang perlu dilestarikan. Akan tetapi untuk mencegah terjadinya kesyirikan dan anggapan keramat suatu tempat maka beliau memerintahkan agar pohon tersebut ditebang.

Perhatikan perkataan Umar bin Khattab,

ﺇﻧﻲ ﻟﻢ ﺃﻋﺰﻝ ﺧﺎﻟﺪﺍً ﻋﻦ ﺳﺨﻄﺔ ﻭﻻ ﺧﻴﺎﻧﺔ ، ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓُﺘﻨﻮﺍ ﺑﻪ ﻓﺄﺣﺒﺒﺖ ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻤﻮﺍ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻫﻮ ﺍﻟﺼﺎﻧﻊ

“Sesungguhnya aku tidak mencopot Khalid bin Walid karena marah ataupun dia berkhianat, tetapi manusia telah terfitnah dan aku ingin manusia tahu bahwa Allah-lah yang membuat kemenangan.” [Al-Bidayah Wan Nihayah 7/81]

Ibnu Waddhah berkata,

سمعت عيسى بن يونس يقول : أمر عمر بن الخطاب ـ رضي الله عنه بقطع الشجرة التي بويع تحتها النبي صلى الله عليه وسلم فقطعها لأن الناس كانوا يذهبون فيصلون تحتها ، فخاف عليهم الفتنة .

“Aku mendengar Isa bin Yunus mengatakan , “Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu memerintahkan agar menebang pohon yang Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menerima baiat (Bai’atur ridhwan) kesetiaan di bawahnya (dikenal dengan pohon Syajaratur ridhwan). Ia menebangnya karena banyak manusia yang pergi ke sana dan shalat di bawahnya, lalu hal itu membuatnya khawatir akan terjadi fitnah (kesyirikan) terhadap mereka.”

🔸Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, dari sahabat Anas,

عَنْ أَنَسٍ: أَنَّهُمْ لَمَّا فَتَحُوا تُسْتَرَ قَالَ: ” فَوَجَدَ رَجُلًا أَنْفُهُ ذِرَاعٌ فِي التَّابُوتِ , كَانُوا يَسْتَظْهِرُونَ وَيَسْتَمْطِرُونَ بِهِ , فَكَتَبَ أَبُو مُوسَى إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ بِذَلِكَ , فَكَتَبَ عُمَرُ: إِنَّ هَذَا نَبِيٌّ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالنَّارُ لَا تَأْكُلُ الْأَنْبِيَاءَ , وَالْأَرْضُ لَا تَأْكُلُ الْأَنْبِيَاءَ , فَكَتَبَ أَنِ انْظُرْ أَنْتَ وَأَصْحَابُكَ يَعْنِي أَصْحَابَ أَبِي مُوسَى فَادْفِنُوهُ فِي مَكَانٍ لَا يَعْلَمُهُ أَحَدٌ غَيْرُكُمَا قَالَ: فَذَهَبْتُ أَنَا وَأَبُو مُوسَى فَدَفَنَّاهُ

Dari Anas, “Tatkala mereka (Abu Musa Al-Asy’Ari) menaklukan tustur, mereka menemukan jasad seseorang yang hidungnya panjang. Penduduk Hurmuzan ber-isti’anah (minta bantuan) dan meminta hujan dengan perantara jasad tersebut. Abu Musa segera menulis surat kepada Umar bin Khattab. Umar membalas surat, ‘Sesungguhnya ini (jasad tersebut) adalah Nabi di antara para nabi. Api tidak akan membakar jasad para nabi dan bumi tidak akan merusaknya. Hendaklah engkau dan salah seorang sahabatmu menguburkannya di tempat yang tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, kecuali kalian berdua’. Kemudian aku dan Abu Musa pergi untuk menguburkannya.”

Cara menyembunyikan kubur beliau dengan cara pada siang hari para sahabat mengali 13 lubang kubur. Lalu, menguburkannya pada salah satu lubang di malam hari sehingga tidak ada yang mengetahui di mana kubur beliau.

Ketika Khalid tahu bahwa Abu Ubaidah menjadi panglima, Khalid pun mengumumkan kepada pasukannya bahwa Abu Ubaidah adalah panglima pasukan.

Abu Ubaidah setelah menerima surat penugasan itu dari Umar, maka Abu Ubaidah tidak langsung memberikan kepada Khalid tetapi disimpan selama 20 hari. Dan Khalid pun memuji kehebatan Abu Ubaidah bin Jarrah.

Setelah itu Khalid juga tetap semangat berjihad. Perang selanjutnya adalah penaklukan kota Damaskus.

Panglima nya adalah Abu Ubaidah dan Khalid sebagai pimpinan pasukan tengah.

Abu Ubaidah bermusyawarah dengan Khalifah Umar, mengenai tujuan penaklukan selanjutnya, Damaskus ataukah wilayah Yordania. Sang Khalifah mengisyaratkan untuk mengarahkan pasukan ke Damaskus terlebih dahulu karena itu adalah benteng Romawi tetapi tetap kirim pasukan berkuda ke Fihl supaya mereka sibuk. Maka, kaum Muslimin mengepung kota tersebut selama enam bulan. Khalid menyerang melalui sisi timur. Sementara Abu Ubaidah berhasil memasukinya dengan jalan damai dari sisi Jabiyah. Dan akhirnya kaum Muslimin berhasil menaklukannya.

Selanjutnya, kaum Muslimin dengan dipimpin Syarahbil bin Hasanah menuju kota Fihl, dan berhasil memukul mundur pasukan Romawi

Inti taktik Umar adalah sibukkan Romawi supaya mereka tidak gabung di Damaskus.
Fihl dikalahkan dulu, dan selanjut pasukan berkuda dari Fihl bantu pasukan ke Damaskus.

Damaskus itu susah ditaklukkan karena benteng nya sangat tinggi (lebar 3 meter, tinggi 6 meter) , Dan ada parit yang lebar (kira-kira 3 meter). Supaya pengepungan sempurna, Abu Ubaidah tugaskan Abu Darda jaga di Burza untuk cegah kiriman pasukan di Hims.
Setelah berbulan-bulan penduduk Damaskus kesulitan karena kehabisan bahan makanan. Khalid punya mata-mata khusus.
Qadarullah ada pembesar Damaskus yang punya bayi dan Damaskus berpesta, mabuk dan diserang oleh pasukan muslimin yang bisa masuk lewat tangga yang panjang. Terjadi bulan Rajam 16H.

Setelah Damaskus takluk, lanjutkan ke Hims tempatnya Heraklius.

Selanjutnya adalah penaklukan Baitul Maqdis.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

TarikhIskam

TARIKH ISLAM-09 (Umar bin Khaththab -2) TARIKH ISLAM-11* (Umar bin Khaththab -4)
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?