KITAB TAUHID-BAB#59-2: Tahapan Takdir menurut Ahlusunnah
Diterbitkan pertama kali pada: 09-Agu-2020 @ 18:57
3 menit membacaSyarah Kitab Tauhid #Bab59 – 2
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
10 Syawal 1441 H
Takdir secara bahasa adalah perencanaan untuk eksekusi.
Sesungguhnya telah menciptakan segala sesuatu dengan takdir Qs Al Qomar.
Tahapan atau rangkaian takdir, menurut ahlu Sunnah ada 4,
1. Al Ilmu, Ilmu Allah Azali
لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَأَنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
agar kamu tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Qs Al Maidah ayat 97.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ
Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Qs Al Mujdilah ayat 7
إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. Qs Al Mujdilah ayat 7
Allah tahu apa yang telah terjadi
Allah tahu apa yang sedang terjadi
Allah tahu apa yang tidak terjadi, seandainya terjadi Allah pun tahu hal itu.
لَوْ خَرَجُوا فِيكُمْ مَا زَادُوكُمْ إِلَّا خَبَالًا وَلَأَوْضَعُوا خِلَالَكُمْ يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّاعُونَ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ
Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.
Qs At Taubah ayat 47.
2. Pencatatan
Allah cacat ilmu yang berkaitan dengan eksekusi (penciptaan Allah) di Al Lauhil Mahfuudz.
مَّا فَرَّطْنَا فِى ٱلْكِتَـٰبِ مِن شَىْءٍۢ
Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, Qs Al Anam ayat 38.
وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَـٰهُ فِىٓ إِمَامٍۢ مُّبِينٍۢ
Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). Qs Yasin ayat 12.
مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍۢ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ ۚ
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Qs Al Hadid ayat 22.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallaam bersabda
إِنّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ لَهُ اكْتُبْ فَجَرَى بِمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى الْأَبَدِ
“Sesungguhnya pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Tulislah.” Maka terjadilah apa yang akan terjadi hingga selamanya. (HR. Tirmidzi, dan beliau berkata : hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallaam bersabda, “… Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi”
3. Kehendak Allah, semua yang terjadi yang baik maupun yang buruk adalah kehendak Allah, tidak ada yang keluar dari kehendak Allah.
Allah berfirman,
{وَمَا تَشَاءُونَ إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ}
Dan kalian tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (At-Takwir: 29)
Pertanyaan, apakah Allah menghendaki terjadinya keburukan?
Jawaban : Iya,
Logika : sesuatu itu ada yang dikehendaki
secara dzat nya, (contoh ada nya Nabi)
ada yang dikehendaki terjadi karena ada perkara lain yang dikehendaki (contoh minum obat, adanya iblis)
Iblis sesuatu yang buruk tapi ada hikmahnya.
Contoh :
Allah Ta’ala berfirman,
{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ}
“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)
Juga kisah Nabi Khidir yang membunuh anak kecil, yang ada hikmah kebaikan di baliknya.
Benar, Allah menciptakan keburukan tapi perbuatan Allah itu bukan keburukan karena ada hikmahnya.
Yang menyimpang :
2 kelompok berangkat dari kesalahan yang sama yaitu Allah hanya menghendaki kebaikan.
Semua Yang Allah kehendaki pasti Allah cintai.
AL JABARRIYAH, semua yang terjadi di bumi adalah kehendak Allah.
semua yang terjadi dicintai oleh Allah, termasuk kemaksiatan dan keburukan.
Bantahan : tidak semua yang terjadi dicintai Allah.
AL Qadariyyah, di dunia ada terjadi kebaikan dan keburukan, keburukan terjadi bukan kehendak Allah karena Allah tidak mencintai keburukan.
Jika demikian, lantas keburukan siapa yang kehendaki? Siapa yang menciptakan?
Qadariyyah disebut majusi umat ini, karena majusi percaya ada 2 tuhan (kebaikan dan keburukan).
4. Penciptaan (eksekusi), semua yang terjadi baik maupun buruk diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak ada yang keluar dari ciptaan Allah. Termasuk perbuatan hamba.
Bahkan kecerdasan dan kelemahan (Ibnu Abbas).
$$##-aa-##$$



Artikel yang bermanfaat.Alhamdulillah.
Masya Allah tabarakallahu – Semoga Allah selalu menjaga antum dan kita dalam hidayah Allah….