Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, LcAlkabaair

SYARAH KITAB AL-KABAAIR (71-72-73) : _MONOPOLI AIR – TANDA WAJAH – JUDI_

This entry is part 30 of 32 in the series AlKabaair

Diterbitkan pertama kali pada: 28-Mei-2022 @ 07:33

5 menit membaca

SYARAH KITAB AL-KABAAIR (71-72-73) : _MONOPOLI AIR – TANDA WAJAH – JUDI_

Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc
27 Syawal 1443H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Ustadz memulai dengan doa meminta tambahan ilmu,

اَللَّهُمَّ انْفَعْنِيْ بِمَا عَلَّمْتَنِيْ، وَعَلِّمْنِيْ مَا يَنْفَعُنِيْ، وَارْزُقْنِيْ عِلْماً تَنْفَعُنِيْ بِهِ

Allaahumman-fa’nii bimaa ‘allamtanii, wa ‘allimnii maa yanfa’unii, war-zuqnii ‘ilman tanfa’unii bih.

Ya Allah, berilah aku manfaat dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, ajarilah aku apa yang bermanfaat bagiku, dan rezekikanlah aku ilmu yang dengannya Engkau memberi manfaat kepadaku.

Hendaknya kita selalu bersyukur kepada Allah ﷻ, *tidak semua orang mendapatkan anugerah dari Allah untuk duduk di majelis ilmu* yang Allah berkahi.

Itulah anugerah dan rahmat Allah.. Hendaklah kita selalu bersemangat untuk beramal sholeh untuk menggapai rahmat Allah.

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal seseorang tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.”

“Engkau juga tidak wahai Rasulullah?”, tanya beberapa sahabat.

Beliau menjawab, “Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semakin hari semakin dekat waktu akhir kita di dunia ini, maka seharusnya kita lebih banyak persiapan dari untuk menghadapi dahsyatnya hari akhirat kelak.

Ilmu itu akan membisikkan kepada pemiliknya untuk diamalkan. Ketika ajakan itu disambut maka ilmu akan semakin kokoh. Bila diabaikan maka ilmu tersebut akan hilang.

➡️ *71 : MENGHALANGI ORANG LAIN DARI KELEBIHAN AIR – monopoli air*

Air adalah karunia yang bersifat umum.

Perlu dilihat rinciannya.

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَآؤُكُمْ غَوْرًا فَمَن يَأْتِيكُم بِمَآءٍ مَّعِينٍۭ

_Katakanlah (Wahai Muhammad) : “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?_ QS Al Mulk : 30

Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Allah lah yang semata-mata bisa mendatangkan air.

Itulah sebabnya bila musim kemarau panjang, Allah memerintahkan manusia untuk sholat meminta hujan (isitsqa).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

لَا تَمْنَعُوا فَضْلَ الْمَاءِ لِتَمْنَعُوا بِهِ الْكَلَأَ

_Janganlah kalian menghalangi air yang lebih (untuk dimanfaatkan) karena itu berarti kalian menghalangi rerumputan dari air._ Muttafaq Alaih

Yaitu menghalangi tumbuhnya tanaman.
Yaitu halangi aliran air, untuk lahan orang lain.

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

لا تببعوا فضل الما ء

“Janganlah kalian menjual air (yang lebih)”.
HR Bukhari.

Maksud larangan menjual air adalah yang mendapatkan air *tanpa usaha darinya* setelah kebutuhannya terpenuhi.

Dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

من منع فضل الما ء أو فضل كلئه، منعه الله فضله يوم القيا مة
“Barangsiapa yang melarang (orang lain untuk memanfaatkan air) atau rerumputan lebih (yang dimilikinya), maka Allah akan melarangnya dari karunia-Nya di hari kiamat”. HR Ahmad

Hadits ini dari segi sanad ada sedikit masalah tetapi secara makna benar dan dikuatkan oleh beberapa hadits lain.

Imam Syafi’i mengatakan, “seseorang dilarang menjual kelebihan air, kecuali air yang telah usahakan” – artinya jual jasa.

Misal air diambil dalam tangki dan dijualnya.

Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ خِرَاشِ بْنِ حَوْشَبٍ الشَّيْبَانِيُّ عَنْ الْعَوَّامِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلَاثٍ فِي الْمَاءِ وَالْكَلَإِ وَالنَّارِ وَثَمَنُهُ حَرَامٌ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ يَعْنِي الْمَاءَ الْجَارِيَ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Sa’id berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Khirasy bin Hausyab Asy Syaibani dari Al Awwam bin Hausyab dari Mujahid dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal; air, rumput dan api. Dan harganya adalah haram.” Abu Sa’id berkata, “Yang dimaksud adalah air yang mengalir.” HR Ibnu Majah.

Api disini juga termasuk minyak.

Dalam sebuah hadits disebutkan..

🖍️Ada tiga orang yang kelak pada hari kiamat -kata Rasulullah- dia tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak akan dilihat oleh Allah Jalla wa ‘Ala dan tidak akan disucikan dari dosa dan bagi mereka adzab yang pedih.

ثَلاَثٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Siapakah tiga orang tersebut?

✔️Yang pertama:

رَجُلٌ عَلَى فَضْلِ مَاءٍ بِالْفَلاَةِ يَمْنَعُهُ مِنِ ابْنِ السَّبِيلِ

“Seorang laki-laki yang mempunyai kelebihan air di padang pasir ternyata dia tidak mau memberinya kepada ibnu sabil yang sangat membutuhkan air.”

✔️Yang kedua:

وَرَجُلٌ بَايَعَ رَجُلاً بِسِلْعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ فَحَلَفَ لَهُ بِاللَّهِ لأَخَذَهَا بِكَذَا وَكَذَا فَصَدَّقَهُ وَهُوَ عَلَى غَيْرِ ذَلِكَ

“Seseorang yang berjual beli di waktu ashar lalu ia bersumpah dusta/palsu bahwasanya ia telah mengambil barang tersebut dengan nilai seperti ini dan begitu padahal tidak.”

✔️Yang ketiga, kata Rasulullah:

وَرَجُلٌ بَايَعَ إِمَامًا لاَ يُبَايِعُهُ إِلاَّ لِدُنْيَا فَإِنْ أَعْطَاهُ مِنْهَا وَفَى وَإِنْ لَمْ يُعْطِهِ مِنْهَا لَمْ يَفِ

“Dan orang yang membai’at pemimpinnya karena dunia, bila ia diberi oleh pemimpin ia melaksanakan bai’atnya, dan bila tidak diberi maka ia tidak mau melaksanakan bai’atnya.”

“Seseorang yang membai’at pemimpinnya hanya karena dunia. Jika ia diberi dunia, dia mau taat. Tapi jika ia tidak diberikan dunia, maka ia tidak mau taat.” (Hadits shahih dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim)

Setelah Ashar maksudnya sore, atau tepat setelah Ashar. (tafsirnya).

1. Saat ujung hari, saat malaikat naik kembali kepada Allah dengan membawa catatan amal.

2. Pedagang ingin cepat dagangan habis, maka dihiasi dengan sumpah palsu.

Hadits lain, redaksi nya berbeda dalam hal tiga macam orang yang mendapatkan 4 paket ancaman Allah.

1. Al Musbil, orang yang menjulurkan kain dibawah mata kaki
2. Al Mannan, Seseorang yang selalu sebut-sebut pemberiannya.
3. Yang menjajakan jualan dengan sumpah palsu.

Dalam riwayat Bukhari ada tambahan..

Dan seorang laki-laki yang menghalangi manusia memanfaatkan air yang berlebih, maka Allah akan berfirman,

“Pada hari ini Aku Melarang mu memanfaatkan karunia Ku sebagaimana engkau dahulu engkau pun melarang orang lain memanfaatkan air, padahal air tersebut bukan hasil jerih payah tanganmu.”

➡️ *72 : MEMBERI TANDA PADA WAJAH HEWAN*

Kalau pada hewan saja dilarang apalagi pada manusia.

Dari Jabir radhiyallahu anhu bahwa Nabi ﷺ pernah melewati seekor keledai yang wajahnya telah diberi tanda (saat itu dengan besi panas) , maka beliau ﷺ bersabda,

لَعَنَ اللَّهُ الَّذِي وَسَمَهُ

“Allah melaknat orang yang telah manatonya. HR Muslim

Dalam hadits lain, Nabi ﷺ bersabda,

” Apakah belum sampai kepada kalian bahwa aku telah melaknat orang yang menandai hewan (dengan besi panas) di wajahnya atau memukul wajahnya? Dan aku melarang perbuatan seperti itu.”
HR Abu Dawud.

Ulama menjelaskan larangan ini bukan hanya tanda dengan besi panas atau dengan melukai, tapi tanda yang umum.

🖍️Bagian wajah hewan juga merupakan bagian yang paling mulia dari hewan.

➡️ *73 : BERJUDI*

Sebelum menjelaskan larangan-larangan Allah, kita harus tanamkan Aqidah yang kuat m, terutama kepada keluarga kita.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَا لْمَيْسِرُ وَا لْاَ نْصَا بُ وَا لْاَ زْلَا مُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَا جْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya khamr (yang memabukkan) , berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 90)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَا لْبَغْضَآءَ فِى الْخَمْرِ وَا لْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ ۚ فَهَلْ اَنْـتُمْ مُّنْتَهُوْنَ

“Dengan khamr dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan sholat, maka tidakkah kamu mau berhenti?”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 91)

✔️Khamr dan judi, (ini absolut bukan perkiraan)

1. Timbulkan permusuhan
2. Timbulkan kebencian
3. Halangi mengingat Allah
4. Halangi sholat.

Riwayat menjelaskan bahwa proses pengharaman khamr adalah bertahap. Ketika Allah turunkan dua ayat ini, kota Madinah seakan banjir khamr.. (karena kepatuhan mereka terhadap Allah).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

Barangsiapa berkata kepada saudaranya marilah kita bermain judi, maka hendaklah dia bersedekah
(Riwayat Al-Bukhari & Muslim).

Orang yang ajak judi (walaupun tidak jadi), maka dia harus sedekah sebagai bayaran kafarat.

🖍️Judi termasuk perbuatan yang mengambil harta manusia dengan cara yang batil.

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$##

AlKabaair

SYARAH KITAB AL-KABAAIR (69-70) : PUTUS ASA – TIDAK PANDAI BERTERIMA KASIH Syarah Kitab Alkabaair – Dosa Besar #74—75—76
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?