4 menit membaca

*PEMBEKALAN MANASIK HAJI*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc.
1 Dzulqaidah 1447H
SHSD Harapan Indah Bekasi.

Rangkaian manasik haji…

➡️ 8 Dzulhijah Duha – ke Mina, sholat di qashar tanpa jamak.

Kalau haji reguler, langsung ke Arafah. Ini gak papa Karena ke Mina hanya anjuran.

Dan Sholat juga sesuai ketentuan di Arafah. Karena jarak Arafah lebih jauh dari pada di Mina.

➡️ 9 Dzulhijjah, masuk Dhuhur – Khutbah duluan, 1x adzan 2x iqomah. Sholat Dhuhur Ashar di qashar dan Jamak.
Perbanyak doa dengan penghayatan.
Asyik dengan doa.

Inti ibadah di Arafah adalah wukuf, yaitu doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hingga terbenam matahari. Ini yang ideal.

Ketika seseorang dengan udzur – baru bisa datang habis maghrib itu tidak apa-apa.

9 Dzulhijah Malam sepuluh.
Ketika terbenam matahari – kita bergerak ke Musdalifah – Masy’aril haram.
Untuk bermalam – hotel tanpa bangunan.
Mabit di Musdalifah.
Sholat Maghrib dan Isya di Musdalifah.

Murur-Udzur – naik bis saja lewat Musdalifah tanpa turun di Musdalifah. Beda kalau naik bis tapi gak lewat Musdalifah maka tebus dengan Dam – potong kambing di Makkah dan dibagikan.

Ummu Salamah dan Ibnu Abbas pernah di kasih udzur oleh Nabi ﷺ.

Idealnya Mabit di Musdalifah.
Sholat Maghrib dan Isya Dengan Qashr dan Jamak.
Kemudian tidur.. Istirahat. Karena besuk nya perlu kesiapan fisik.

Mabit di Musdalifah sampai besuk artinya sholat subuh di Musdalifah.
Beliau ﷺ setelah sholat subuh, berdoa sampai sinar matahari menguning. Ini ideal.

➡️ 10 Dzulhijjah.

Secara umum ada 2 skenario. Keduanya boleh.

✅ Dari Musdalifah. Setelah matahari menguning…

1. Ke Mina
Lontar Jamarat.
Sembelih Hadyu (diwakilkan)
Tahalul.

(tawaf dan sai bisa ditunda).

2. Ke Masjidil Haram.
Tawaf
Sa’i
Tahalul.

Ada skenario ke Makkah dulu, hotel transit , baru sore ke Mina dengan sudah lepas pakaian ihram untuk lontar Jamarat juga boleh.

Nabi ﷺ saat itu ke Mina dulu dan juga Ke Masjidil Haram.
Ada beberapa sahabat yang ke Makkah dulu dan itu diperbolehkan oleh Nabi ﷺ.

Lontar Jamarat (jamak – ada 3).

Al Ula
Al Wustho
Al Kubro / ‘Aqobah

Dari Mina pasti lewat yang Al Ula dulu.

Untuk tanggal 10 Dzulhijjah hanya lembar Al Kubro saja (7 batu).
Batu nya sebesar biji kurma. Sebesar ujung bagian jari kecil.

➡️ 11,12,13 Dzulhijjah.

Lempar semua Jamarat.

11 batu nya 7+7+7
12 batu nya 7+7+7
13 batu nya 7+7+7

Lempar ke Al Ula , pindah arah kanan – doa.
Lempar ke Al Wustho baru ke kiri
Lempar ke Al Kubro baru ke kiri terus ke Makkah (arah ke kiri).

Jadi jalan nya :

Nafar Awal harus selesai sebelum Terbenam matahari.

Kapan mulai lempar?
Ideal nya setelah tergelincir matahari sampai terbenam.

Bila udzur boleh selain waktu itu,habis Maghrib atau Isya. Waktu terbaik adalah waktu yang paling mengingatkan kepada Allah.

Bila tidak mampu juga boleh diwakilkan.

Lempar 7 dulu baru lempar yang diwakili.
Atau lempar seluruh rangkaian baru diulang untuk yang diwakili. Wallahu ‘alam.

Tanggal 11-12-13 Mabit.. Bermalam di Mina, dengan batasan minimum – 1/2 malam. Hukum nya Wajib.

❌ Ada yang lempar jam 12 malam kurang dikit dan jam 12 lebih dikit.. Itu salah. ❌

Kalau ditinggalkan untuk Mabit di Mina – Karena wajib – harus bayar Dam – potong Hadyu dan dibagikan ke Fakir Miskin di Makkah.

Kalau hotel di luar Mina – kalau boleh asal keluar Mina setelah tengah malam, syarat Mabit di Mina.

Jadi dari hotel luar Mina biasanya setelah Ashar.

Tawaf Wada’ itu wajib bagi Jamaah Haji.
Tawaf wada’ tidak ada di ibadah Umroh.

✅ Rukun

Umroh : Ihram, Tawaf, Sai
Haji : Ihram, Tawaf, Sai, Wuquf, Tertib.

✅ Wajib

Umrah : Ihram dari Miqat, tahalul

Haji : Ihram dari Miqat, Tahalul, Mabit di Musdalifah, Mabit Di Mina, lontar Jamarah, tawaf wada’.

❗ Konsekuensi
Rukun – tidak ada yang tertinggal, konsekuensi harus diulang tahun berikutnya. Rukun tidak boleh diwakilkan.

Wajib – Kalau ditinggalkan tidak sampai membatalkan haji, bisa ditutup dengan Dam, potong kambing di tanah haram untuk dibagikan kepada fakir miskin.

Selain Bayar Dam, juga harus taubat…

❓ Tanya Jawab.
1. Sandal bagi laki-laki boleh atas yang dominan punggung kaki kelihatan.
Di musim dingin boleh pakai khuf tapi tidak boleh melebihi mata kaki.

2. Yang Ideal itu nafar Tsani… Tapi disegerakan boleh.

3. Hadyu Tamatu – itu sebenarnya bukan dam. Tapi karena gabungan umrah dan haji dengan jeda waktu.
Tahun ini ada fatwa baru bahwa Hadyu Tamatu bisa di lakukan di Indonesia. Ini belum ada dasarnya.. Pilih Hadyu di Tanah Haram.

4. Definisi mabit – artinya bermalam- yang penting batasan nya sampai 1/2 malam.

5. Lempar jamarah itu ideal nya setelah matahari tergelincir, untuk hindari terik matahari Boleh dilakukan setelah maghrib, tapi JANGAN sebelum Dhuhur.

6. Hewan hadyu itu beda Dengan Qurban.
Hadyu tamatu itu disembelih di tanah haram.
Qurban di Indonesia itu boleh, tidak Qurban juga boleh. Ini luas.

7. Buang angin saat Tawaf – maka tawaf boleh jalan terus tapi wudhu lagi sebelum sholat setelah tawaf. Ini dikuatkan oleh Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin.

8. Saat tawaf, antara laki dan perempuan bersenggolan kulit, maka wudhu tidak batal. Nabi ﷺ dulu habis wudhu kening Aisyah radhiyallahu anhaa dan lanjut sholat tanpa wudhu lagi.

9. Tanggal 10, kapan lepas kain ihram? Kalau sudah tahalul – sudah bisa lepas pakaian ihram. Pokoknya 2 dari 3 hal dilakukan boleh lepas pakaian ihram.

10. Dalam keadaan ihram, masuk hotel… Boleh copot baju, boleh mandi… Tapi tepat tidak melanggar larangan ihram.

11. Kalau jarak umroh dan Haji cukup waktu, yang Afdhal tahalul gundul klimis.

Untuk yang kira-kira rambut gak tumbuh, maka itu cukup potong pendek dulu.
Intinya potong nya menyeluruh bukan potong di sebagian rambut saja.

12. Denda dam adalah 1 dam untuk 1 pelanggaran. Dan setiap pelanggaran wajib taubat.

Semoga bermanfaat..

#manasik #haji #umrah #sunnah #salaf
#plus #Ittiba

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?