Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, LcAlkabaair

ALKABAAIR#45 (ADU DOMBA) 46 (MERATAP DAN MENAMPAR MUKA SENDIRI)

This entry is part 4 of 32 in the series AlKabaair

Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jun-2020 @ 19:03

3 menit membaca

SYARAH ALKABAAIR#45 (ADU DOMBA) 46 (MERATAP DAN MENAMPAR MUKA SENDIRI)
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc
18 Rabi’ul Awal 1441H

Dosa besar adalah dosa yang disiapkan adzab besar, atau laknat Allah dan ancaman berat lainnya..

*Mengadu Domba – Namimah*

Yaitu orang yang menyebarkan kebencian diantara kaum muslimin.

Umumnya disebutkan untuk orang yang menukilkan kepada orang lain tentang pembicaraan dirinya.
Hakikat nya tersingkapnya rahasia buruk.

Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻄِﻊْ ﻛُﻞَّ ﺣَﻠَّﺎﻑٍ ﻣَﻬِﻴﻦٍ ‏( 10 ‏) ﻫَﻤَّﺎﺯٍ ﻣَﺸَّﺎﺀٍ ﺑِﻨَﻤِﻴﻢٍ ‏( 11 ‏) ﻣَﻨَّﺎﻉٍ ﻟِﻠْﺨَﻴْﺮِ ﻣُﻌْﺘَﺪٍ ﺃَﺛِﻴﻢٍ ‏( 12 )

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa” (QS Al Qalam:10-12).

ﻫَﻤَّﺎﺯٍ
Cacian..

Imam Adz-Dzahabi menyebutkan bab Namimah ini juga dalam dosa ghibah..

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا}

dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. (Al-Hujurat: 12)

{أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ}

Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. (Al-Hujurat: 12)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لا يَدْخُلُ الجَنَّةَ نَمَّامٌ

“Tidak masuk surga pelaku namimah”
HR Bukhari dan Muslim.

لا يَدْخُلُ الجَنَّةَ

Makna tidak masuk surga tidak harus akan masuk surga, namun bermakna akan masuk surga tapi mampir neraka dulu.

Ada yang salah memahami nya dengan makna tidak pernah.

Secara bahasa bila dengan
لم
Bila dengan kata lam maka maknanya tidak akan pernah.

Juga harus disesuaikan dengan pemahaman para sahabat dan para salafus shalih, seperti ayat 48 dan 116 Qs An Nisa. Masih ada peluang untuk masuk surga atas kehendak Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa: 48)

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. Qs An Nisa 116.

Jangan merasa ridho dengan dosa ancaman masuk neraka.

إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِيْ كَبِيْرٍ،أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيْمَةِ

“Sungguh kedua penghuni kubur itu sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namiimah (mengadu domba).”
HR Bukhari dan Muslim.

Dalam riwayat lain, tentang orang yang kencing yang : Tidak menutup diri atau Tidak bersih-bersih.

Hadits lain, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

تَجِدُ مِنْ شَرِ النَّاسِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ اللهِ ذَا الْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ وَهَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ

“Kalian akan menjumpai seburuk-buruk manusia dalam pandangan Allah di hari kiamat yaitu orang yang bermuka dua. Ia menjumpai suatu kaum dengan satu wajah dan menjumpai kaum lainnya dengan wajah yang lain .” (H.R. Bukhari Muslim)

Dalam hadits riwayat Abu Dawud yang riwayat dhaif, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

Jangan ada seorang pun yang menceritakan tentang shahabat ku sedikit pun, karena aku ingin keluar menemui mereka dengan membawa hati yang bersih.

Juga hadits yang sayang nya lemah, dari Ka’ab :
Takutlah kalian terhadap adu domba karena pemiliknya tidak akan beristirahat dari azab kubur.

{حَمَّالَةَ الْحَطَبِ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ}

pembawa kayu bakar, yang di lehernya ada tali dari sabut. (Al-Lahab: 4-5)

Mujahid menafsirkan ini maksudnya yang suka adu domba..

Berhati-hatilah dengan lisan yang buruk yang akan mengurangi saldo pahala kita.

46. *Meratap dan menampar muka sendiri*

Sering terjadi di berbagai kaum bahkan ada yang menyewakan jasa meratapi mayit.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyatakan,

اِثْنَتَانِ فِي النَّاسِ هُمَا بِهِمْ كُفْرٌ: الطَّعْنُ فِي النَّسَبِ، وَالنِّيَاحَةِ عَلَى الْمَيِّتِ

“Ada dua perkara pada manusia yang menyebabkan mereka kufur yaitu mencela nasab dan niyahah terhadap orang yang meninggal.” (HR . Muslim no. 67)

Ini adalah Nihayah.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا، تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ، وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ»

“Wanita yang melakukan niyâhah apabila tidak bertaubat sebelum meninggalnya, maka kelak di hari kiamat dia akan dibangkitkan dengan memakai pakaian dari tembaga dan pakaian dari kudis.” [HR. Muslim no. 934]

Juga hadits yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ، أَوْ شَقَّ الْجُيُوبَ، أَوْ دَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

“Bukan dari golongan kami siapa yang menampar-nampar pipi, merobek-robek kerah baju, dan menyeru dengan seruan jahiliyyah (meratap).” (HR. Bukhari no. 1294 dan Muslim no. 103)

Kalau hanya menangis kesedihan maka boleh, yang terlarang adalah ratapan..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المَيِّتُ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ الحَيِّ عَلَيْهِ

Mayit disiksa karena tangisan orang yang hidup untuknya. (HR. Bukhari 1292 & Muslim 930).

Abu Musa radhiallahu ‘anhu berkata,

أَنَا بَرِيءٌ مِمَّا بَرِئَ مِنْهُ رَسُوْلُ اللهِ فَإِنَّ رَسُوْلَ للهِ بَرِئَ مِنَ الصَّالِقَةِ وَالْحَالِقَةِ وَالشَّاقَّةِ

“Aku berlepas diri terhadap apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlepas diri darinya. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlepas diri dari wanita yang meninggikan suaranya (berteriak) ketika terjadi musibah, wanita yang mencukur rambutnya ketika terjadi

dan wanita yang merobek pakaiannya ketika terjadi musibah.” (HR . al- Bukhari no. 1296 dan Muslim no. 104)

##$$-aa-$$##

AlKabaair

ALKABAAIR # 48 (SEMENA-MENA) ALKABAAIR # 41 – MEMBENARKAN DUKUN DAN AHLI NUJUM
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?