Uncategorized

Syarah Kitab Alkabaair – Dosa Besar #74—75—76

This entry is part 31 of 32 in the series AlKabaair

Diterbitkan pertama kali pada: 11-Jun-2022 @ 07:29

5 menit membaca

Syarah Kitab Alkabaair – Dosa Besar #74—75—76
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc
12 Dzulqaidah 1443 H

Ustadz memulai dengan beberapa doa.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak merasa kenyang (puas), dan dari doa yang tidak dikabulkan.

Mari kita luruskan niat dengan mengikhlaskan hati dalam menuntut ilmu.

➡️ 74. MELAKUKAN KEDZALIMAN DI TANAH HARAM

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَا لْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ الَّذِيْ جَعَلْنٰهُ لِلنَّا سِ سَوَآءً ٱلْعَا كِفُ فِيْهِ وَا لْبَا دِ ۗ وَمَنْ يُّرِدْ فِيْهِ بِاِ لْحَـادٍ بِۢظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَا بٍ اَ لِيْمٍ

“Sesungguhnya, orang-orang kafir dan yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan dari Masjidilharam yang telah Kami jadikan terbuka (sama) untuk semua manusia, baik yang bermukim di sana maupun yang datang dari luar dan siapa saja yang bermaksud melakukan kejahatan secara dzalim di dalamnya, niscaya akan Kami rasakan kepadanya siksa yang pedih.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 25)

Makna Al Haram, orang-orang yang du dalam nya mendapatkan kemuliaan.

نُّذِقْهُ مِنْ عَذَا بٍ اَ لِيْمٍ

niscaya akan Kami rasakan kepadanya adzab yang pedih.

Inilah dalil yang menjadikan perbuatan ini termasuk dosa besar, yaitu dosa yang mendapatkan ancaman khusus dari Allah dan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wasallam.

Dalam sebuah hadits, pada peristiwa Haji Wada, Dari Umair bin Ubaid, dari Bapaknya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

🖍️”Ketahuilah bahwa para wali Allah adalah orang-orang yang selalu menunaikan sholat.

Yaitu orang yang mendirikan sholat, puasa di bulan Ramadhan dan membayar zakat hartanya yang telah masuk hitungan, menjauhi dosa-dosa besar yang telah Allah larang.” ❗

Kemudian ada seseorang yang bertanya kepada beliau dan berkata,”Wahai Rasulullah, apakah dosa-dosa besar itu?’ Maka beliau menjawab,

“Ada 9.”

➡️ Yaitu

1. Menyekutukan Allah
2. Membunuh orang yang beriman dengan cara yang tidak benar ,
3. sihir,
4. Melarikan diri dari medan pertempuran
5. Memakan harta anak yatim dan
6. Memakan riba
7. Menuduh wanita baik-baik (telah menikah) dengan tuduhan berzina
8. Durhaka kepada kedua orang tua dan
9. Menghalalkan (apa yang sudah diharamkan) di dalam Masjidil Haram yang merupakan Kiblat kalian.

Tidak ada seorang pun yang tidak melakukan dosa-dosa besar tersebut, menegakkan sholat, berpuasa di bulan Ramadhan serta menunaikan zakat, melainkan ia akan bersama Nabi Muhammad ﷺ di suatu tempat yang memiliki pintu gerbang yang terbuat dari emas (yaitu Surga).

🖍️ Dalam hadits lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya manusia yang paling dimusuhi oleh Allah adalah orang yang membunuh di tanah suci, atau membunuh bukan si pelaku pembunuhan, atau membunuh karena dendam-dendam jahiliyyah”. HR Ahmad

Wali Allah itu predikat dari Allah, bukan dari manusia. Dan kuncinya adalah ketakwaan kepada Allah ﷻ.

Wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah.

Wali Allah takut dengan dosa-dosa besar.

Membunuh di Masjidil Haram, misalnya dengan kedengkian..

Inilah sebabnya Pemerintah Saudi Arabia selalu berusaha mengupgrade servis pelayanan kepada Jamaah Haji dan Umrah m

➡️ 75 -MENINGGALKAN SHALAT JUMAT

Yaitu yang tanpa alasan, udzur.
Misalnya Nelayan yang terjebak oleh ombak sehingga tidak mampu sholat jumat.

🖍️Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada orang-orang yang meninggalkan shalat Jum’at:

لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ رَجُلا يُصَلِّي بِالنَّاسِ، ثُمَّ أُحَرِّقَ عَلَى رِجَالٍ يَتَخَلَّفُونَ عَنِ الْجُمُعَةِ بُيُوتَهُمْ

“Ingin rasanya aku memerintahkan seseorang untuk memimpin shalat (berjamaah) kemudian aku membakar rumah orang-orang yang meninggalkan shalat Jumat.” (HR Muslim)

Yaitu meninggalkan sholat jumat dan shalat sendiri di rumah.

🖍️Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata ketika beliau memegang tongkat di mimbarnya,

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Hendaklah orang yang suka meninggalkan shalat jumat menghentikan perbuatannya. Atau jika tidak Allah akan menutup hati-hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan tergolong ke dalam orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim)

Allah ancam akan cabut keimanan mereka. Sehingga tidak bisa menerima kebaikan.

🖍️ Dalam hadits lain disebutkan,

مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

“Barangsiapa meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali karena lalai (meremehkan) terhadap shalat tersebut, Allah akan tutupi hatinya.” (HR. Abu Dawud, shahih).

➡️ 76 – MEMBOCORKAN RAHASIA KAUM MUSLIMIN

Yaitu berusaha mencari kelemahan orang-orang muslim dan membocorkannya kepada musuh.

Di dalam bab ini terdapat hadits Hathib bin Abi Balta’ah, yang akan dibunuh oleh Umar radhiyallahu ‘anhu kerena perbuatannya (membocorkan rahasia kaum muslimin). Akan tetapi, hal tersebut dicegah oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena Hathib termasuk sahabat yang ikut dalam Perang Badar.

Sahabat yang diutus Rasulullah ﷺ antara lain Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam.

Hal ini karena tindakannya yang memata-matai akan melemahkan agama Islam dan kaum muslimin. Kaum muslimin akan dibantai, ditawan, dan dirampas harta bendanya. Orang seperti ini termasuk di antara orang-orang yang melakukan kerusakan di atas muka bumi, menghancurkan wanita dan generasi penerus. Sehingga ia layak dibunuh dan akan merasakan adzab dari Allah.

Hathib melakukan ini karena suku nya kecil, bila ada serangan orang-orang Mekkah maka akan berbahagia bagi keluarganya dan bisa jadi Hathib akan menjadi sebatang kara.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang sahabat yang ingin membunuh Hathib karena Hathib termasuk ahlu badr.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya dia telah ikut serta dalam perang Badar dan kamu tidak tahu barangkali Allah telah melihat kepada para Sahabat yang ikut serta dalam Perang Badar lalu berfirman : “Perbuatlah sesuka kalian karena sesungguhnya Aku telah mengampuni kalian !”

Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah istirahat untuk memusuhi Islam.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 120)

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.”

Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim).

Sikap memata-matai umat Islam itu dosa besar, apalagi bila karena perbuatan itu membuat kerusakan yang besar pada kaum muslimin.

Demikianlah, akhir dari Kitab AL KABAAIR..
yang harus kita waspadai.

##$$-aa-$$##

Digita Template

AlKabaair

SYARAH KITAB AL-KABAAIR (71-72-73) : _MONOPOLI AIR – TANDA WAJAH – JUDI_ ALKABAIR – HATI DAN LISAN#47
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?