Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATematik

KELAS UFA# TEMATIK 43-52 : Ittiba Nabi – segera dalam kebajikan

This entry is part 31 of 37 in the series kelasUF

Diterbitkan pertama kali pada: 25-Sep-2021 @ 21:35

6 menit membaca

KELAS UFA
13.09.2021

➡️ 🍃TEMATIK 43 – Betapa Cintanya Mereka Kepada Nabiﷺ🍃

Ketika Rasulullah ﷺ pulang dari perang dikabarkan kepada seorang wanita bahwa suami nya gugur dalam perang, namun dia tenang dan bahagia setelah tahu bahwa Rasulullah ﷺ selamat..

Itulah cinta para shahabat kepada Rasulullah ﷺ..

🍃TEMATIK 44 – Buktikan Cintamu Kepada Nabi ﷺ dengan Mengikuti Sunnahnya🍃

Diantara konsekuensi cinta Nabi ﷺ adalah Ittiba. Taat kepada yang dicintai..

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allâh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allâh [al-Ahzâb/33:21]

🍃TEMATIK 45 – Semangat Beramal Ketika Mendengar Hadis Nabi ﷺ 🍃

Sufyan Ats-Tsauri mengatakan, “Kalau kau mampu tidak menggaruk kepala dengan dalil maka lakukanlah”.

Maksudnya adalah berusaha mengenal sunnah.

Imam Ahmad, dapat hadits hijamah dengan upah 1 dirham maka dia segera amalkan.

Perkataan Sufyan Ats-Tsauri maksudnya lakukan apapun sesuai sunnah..

Contoh sederhana, lepas sendal.. Harusnya kaki kiri dulu. Sesuai sunnah.

Itulah bukti cinta kepada Rasulullah ﷺ.

➡️🍃TEMATIK 46 – Tinggalkan Apa yang Dilarang Nabi ﷺ 🍃

Kalau Nabi ﷺ larang, maka tinggalkan meskipun itu bertentangan dengan hawa nafsu kita.

Hawa nafsu harus kita lawan, bila Rasulullah ﷺ melarang maka dibalik itu pasti ada larangan…

➡️ 🍃TEMATIK 47 – Mendahulukan Ucapan Nabi ﷺ Daripada yang Lainnya🍃

Diantara bukti Ittiba kepada Rasulullah ﷺ adalah membenarkan setiap perkataannya.

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (٣) إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى

 “Dan tidaklah yang diucapkan Muhammad itu karena menurut keinginannya. Akan tetapi ia adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS An Najm : 3-4)

Apa yang Nabi ﷺ katakan, bila hadits itu shahih maka kita benarkan.

Imam Syafi’i juga berkata,

إِذَا وَجَدْتُمْ فِي كِتَابِي خِلاَفَ سُنَّةِ رَسُولِ اللهِ  فَقُولُوا بِسُنَّةِ رَسُولِ اللهِ  وَدَعُوا مَا قُلْتُ -وفي رواية- فَاتَّبِعُوهَا وَلاَ تَلْتَفِتُوا إِلىَ قَوْلِ أَحَدٍ

“Jika kalian mendapati dalam kitabku sesuatu yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sampaikanlah sunnah tadi dan tinggalkanlah pendapatku –dan dalam riwayat lain Imam Syafi’i mengatakan– maka ikutilah sunnah tadi dan jangan pedulikan ucapan orang.”

Al-Imam Malik berkata : “Sesungguhnya aku adalah manusia yang bisa benar dan keliru. Lihatlah pendapatku, setiap yang sesuai dengan Kitab dan Sunnah maka ambillah, dan setiap yang tidak sesual dengan Kitab dan Sunnah maka tinggalkanlah”

➡️ 🍃TEMATIK 48 – Bersegeralah Beramal Shaleh untuk Bekal Akhirat🍃

Kita segera lakukan amalan kebajikan.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Umur umatku antara 60 dan 70 tahun dan sedikit yang melampaui nya.”

Umur yang sedikit ini punya dampak yang luar biasa.

Setiap detik yang kita lewati sangat berarti untuk kehidupan akhirat kelak.
Banyak ayat, bahwa Allah bersumpah dengan waktu agar waktu yang Allah berikan benar-benar digunakan untuk berlomba..

firman-Nya:

{كَمْ لَبِثْتُمْ}

Sudah berapa lamakah kalian berada (di sini)? (Al-Kahfi: 19)

Yakni berapa lamakah kalian tidur di tempat ini?

{قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ}

Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.” (Al-Kahfi: 19)

Hidup di dunia sangat sebentar, tidak ada bandingan dengan hari akhirat.

➡️ 🍃TEMATIK 49 – Bersegeralah Beramal Shaleh untuk Bekal Akhirat🍃

Tidak ada hasad kecuali kepada dua orang.
Ghibtoh, ingin seperti mereka.

1. Orang alim, Allah berikan dia Al Hikmah, dia ajarkan Al Hikmah dan dia berhukum dengan Al Hikmah
2. Seseorang yang Allah berikan harta, kaya suka sedekah, yang memaksakan dirinya untuk menghabiskan harta dalam kebenaran.

Ini berarti kita disuruh untuk berpacu dalam kebaikan.

Hasan Al Bashri, “Jika ada orang mengajakmu berlomba dalam urusan agama, maka berlombalah, bila ada orang ajak berlomba dalam dunia, maka kasih aja ama dia”.

Dalam hal agama tidak ada itsar (dahulu kan orang).
Makruh kita mendahulukan orang dalam agama.

Hasad dalam urusan dunia hanya akan mempererat urusan di akhirat.

Dunia hanya seperlunya.

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat

Carilah akhirat dengan rezeki yang Allah anugerahkan kepada kita.

➡️ *🍃TEMATIK 50 – Berlombalah Dalam Beramal Karena Surga Bertingkat-tingkat🍃

Surga ada tingkatan, kita masuk surga karena rahmat Allah tetapi amal kita yang menentukan tingkatan kita di surga.

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

إنَّ فِي الجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ ، أَعَدَّهَا اللهُ لِلمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ ، كلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَينَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ،

“Surga itu ada 100 tingkatan, yang dipersiapkan oleh Allah untuk para Mujahid di jalan Allah. Jarak antara dua surga yang berdekatan sejauh jarak langit dan bumi.

Allah Maha Detail.
Mujahidin saja dibagi 100 level.

Dalam surat Al Isra, Allah berfirman..

{كُلا نُمِدُّ هَؤُلاءِ وَهَؤُلاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا (20) انْظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَلَلآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلا (21) }

Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu (baik kafir maupun mukmin) Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatan­nya dan lebih besar keutamaannya.

Para ahli syarah hadits mengatakan surga ada 6 ribu tingkatan lebih.

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

Ditawarkan kepada penghafal al-Quran, “Baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. Baca dengan tartil sebagaimana dulu kamu mentartilkan al-Quran ketika di dunia. Karena kedudukanmu di surga setingkat dengan banyaknya ayat yang kamu baca (hafal) .”

Dalam surat Al Muthafifin, Allah sebutkan ada dua penghuni surga.
1. Al Abrar, rahiq cuma campuran tasnim.
2. Al Muqarrabun (lebih tinggi) semua minuman tasnim.

Dalam hal minuman saja Allah bedakan, maka nikmat yang lain juga Allah bedakan.

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ (18) وَمَا أَدْرَاكَ مَا عِلِّيُّونَ (19) كِتَابٌ مَرْقُومٌ (20) يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُونَ (21) إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ (22) عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ (23) تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ (24) يُسْقَوْنَ مِنْ رَحِيقٍ مَخْتُومٍ (25) خِتَامُهُ مِسْكٌ وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ (26) وَمِزَاجُهُ مِنْ تَسْنِيمٍ (27) عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ (28)

Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang berbakti itu (tersimpan) dalam “Illiyyin. Tahukah kamu apakah ‘Illiyyin itu? (yaitu) kitab yang bertulis, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah). Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga), mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamr murni yang dilak (tempatnya), laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. Dan campuran khamr murni itu adalah tasnim, (yaitu) mata air yang minum darinya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.

➡️ 🍃TEMATIK 51 – Bersegera Dalam Kebajikan, Doa Mudah Terkabul🍃

Faidah cepat dalam amal kebajikan.
1. Dicintai Allah ﷻ

Dalam hadits Qudsi,

وَمَا يَزالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

Hamba-Ku terus-menerus (selalu) mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku pun mencintainya

Seusai dengan ayat dalam surat Ali Imran.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kalian. (Ali Imran: 31)

Kata Allah tidak sama..

وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ

dan bersegera kepada (mengerjakan) berbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

📌Cepat dalam melakukan kebajikan adalah ciri orang sholeh.

📌Faidah lainnya adalah doa mudah dikabulkan.

{وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ (89) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ (90) }

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris yang paling baik.” Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.

Segera lakukan kebajikan… Nggak menunda-nunda.

➡️ 🍃TEMATIK 52 – Terdepan dalam Ketaatan Ciri Sempurna Iman Seorang Hamba🍃

Allah sebutkan ciri orang yang bertakwa..
Yaitu

{إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ (57) وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ (58) وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ (59) وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (60) أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ (61) }

Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut (azab) Tuhan mereka, dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun), dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.

Segera dalam kebajikan..
Mereka masuk surga tanpa hisab

Surat Al-Waqi’ah (56) Ayat 11

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلْمُقَرَّبُونَ
Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.

{أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ}

mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. (Al Mu’minun: 61)

Penghuni surga ada 3
1. Yang bercampur dosa dan ketaatan
2. Hanya lakukan yang wajib saja
3. Yang tanpa hisab, cepat berbuat kebajikan, sempurna iman

kelasUF

KELAS UFA# TADABUR 27 (Kata terbaik), TEMATIK 34-35-36-37-38-39-40-41-42 (SABAR-CINTA NABI-ITTIBA) KELAS UFA# TEMATIK 53-54-55-56-57-59 Segera beramal..
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?