KELAS UFA#TEMATIK 24-25-26-27: Iman dan ujian, Sabar
- KELAS UFA# Materi 34-35-36-37-38 : MODEL2 UJUB
- KELAS UFA#Materi 29-30-31-32-33 : BAHAYA UJUB
- KELAS UFA#Materi 25-26-27-28: RIYA TERSELUBUNG – UJUB
- KELAS UFA#Materi 1-2-3-4: MEMPELAJARI AMALAN HATI
- KELAS UFA#Materi 5-6-7-8-9 : Amalan Hati – IKLHAS
- KELAS UFA#TEMATIK 24-25-26-27: Iman dan ujian, Sabar
- KELAS UFA#Materi 10-11-12-13-14 : FAIDAH IKHLAS
- KELAS UFA# Materi 39-40-41-42-43 : Tawakal
- KELAS UFA# Materi 44-45-46-47-48 : KEUTAMAAN TAWAKAL
- KELAS UFA# Materi 49-50-51-52-53 : HAKIKAT TAWAKAL
Diterbitkan pertama kali pada: 15-Agu-2021 @ 20:56
7 menit membacaKELAS UFA
09.08.2021
➡️TEMATIK 24 – Semakin Tinggi Tingkat Iman, Semakin Tinggi Tingkat Ujiannya Part – 2
Ujian Rasulullah ﷺ.
6. NABI ﷺ punya anak 7 (6 dari Khadijah dan 1 dari Maryam), semuanya meninggal di zaman Nabi kecuali Fatimah yang wafat 6 bulan setelah Rasulullah ﷺ wafat.
Ibrahim meninggal di pangkuan Rasulullah ﷺ.
7. Dikatakan gila, dukun, penyihir, tersihir.
8. Kalau sakit, demam 2x lipat karena pahala 2x lipat
9. Diracun oleh wanita yahudi
10. Dihina saat dakwah di Thaif.. (dilempar batu oleh orang gila dan anak-anak, padahal beliau cucu penguasa Mekkah)
Imam Syafi’i. Juga banyak ujian.
Kaema beliau berkata ujian kesenangan datang seperti hari raya (sedikit)
Ujian bagi manusia dalam rangka untuk angkat derajat atau hapus dosa-dosa nya.
➡️ TEMATIK 25:SABAR AKAN MEMBAHAGIAKAN MU, bagaimana pun kondisimu.
Hidup di atas bumi pasti diuji. Ada yang diuji dengan suami, ada yang duji dengan istri, ada yang diuji dengan orang tua, anak-anak, mertua dst…
Perlu ibadah : sabar. Imam Ahmad mengatakan, aku telah meneliti
Sabar dalam Al-Qur’an ada 90 kali. Sabar adalah ibadah yang berkaitan dengan lisan, hati
Al shobru=Al habsu artinya menahan (lisan hati, tahan diri).
Orang yang memiliki sifat sabar, dia adalah orang yang bahagia.
➡️ TEMATIK 26 : rahasia keutamaan sabar
Allah sebutkan sabar dalam Al-Qur’an dalam 90 ayat dalam berbagai penyebutan.
Diantaranya, Allah mengatakan sabar itu pahalanya tanpa batas
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ}
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa hitungan (sangat banyak) (Az-Zumar: 10)
Ibadah bukan cuma sholat, sedekah, puasa, baca Al Qur’an.. Sabar juga ibadah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)
Siapa mereka?
الَّذِيْنَ اِذَاۤ اَصَا بَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَا لُوْۤا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِ نَّـاۤ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 156)
اُولٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ
“Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 157)
Allah puji mereka secara luar biasa.
Orang yang bersabar bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Dalam lain
وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
Sesunguhnya orang bersama orang-orang yang sabar.
Dalam perjalanan hijrah Rasulullah ﷺ bersama Abu Bakar saat di gua.. Abu Bakar sempat berkata kepada Nabi ﷺ ‘Seandainya mereka lihat ke bawah mereka melihat kita”
Namun Rasulullah ﷺ sangat tenang karena yakin Allah bersama mereka berdua.
إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَـٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ
Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita”.
Ini adalah kebersamaan yang khusus.
Ketika Allah utus Musa dan Harun kepada Fir’aun.
{اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى}
Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melewati batas.
Musa dan Harun berkata,
رَبَّنَا إِنَّنَا نَخَافُ أَنْ يَفْرُطَ عَلَيْنَا أَوْ أَنْ يَطْغَى
sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melewati batas.
Maka Allah berkata..
{قَالَ لَا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى}
Allah berfirman, “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.” (Thaha: 46)
Kalau Allah bersama seseorang maka Allah pasti akan menolongnya.
Bagaimana cara agar bersama Allah, salah satu caranya adalah dengan bersabar.
ALLAH bersama orang-orang yang sabar..
Allah juga mencintai orang-orang yang sabar.
وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
Betapa banyak orang yang ingin dicintai Allah
Betapa banyak orang yang mengaku-aku cinta Allah
Tapi cintanya bertepuk sebelah tangan…
Ibnul Qayyim berkata, “perkara nya bukan engkau mencintai Allah tetapi yang penting apakah engkau dicintai Allah atau tidak”
Salah satu cara agar Allah cintai kita adalah bersabar. Dan kalau Allah sudah mencintai seorang hamba, Allah tidak akan memgadzabnya”.
Raihlah cinta Allah dengan bersabar..
➡️ TEMATIK 27: SABAR SETENGAH IMAN, SELEBIHNYA SYUKUR
Sabar ada 3,
1. Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan
3. Sabar menghadapi takdir Allah yang terkadang tidak kita sukai (ujian).
Dari sini kita tahu bahwa sabar sangat mulia, sampai-sampai Ibnul Qayyim mengatakan sabar adalah setengah keimanan.
Para salaf mengatakan, iman terdiri atas dua.
1. Sabar
2. Syukur
Maka jika dia bersabar saat diuji dan bersyukur saat mendapat nikmat maka sempurna imannya.
Kata Nabi ﷺ,
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.”
Oleh karenanya Allah kadang menggabungkan keduanya
إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّكُلِّ صَبَّارٍۢ شَكُورٍۢ
Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.
Maka berusahalah untuk menggabungkan dua sifat ini : Bersyukur dan bersabar
➡️ TEMATIK 28: SABAR DALAM KETAATAN
Sabar ini ini tidak mudah..
Sholat jamaah ke masjid 5 waktu..
{وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا}
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. (Thaha: 132)
Sampai-sampai Allah sebutkan diantara sebab masuk surga adalah sabar dalam ketaatan,dalam surat Ar Ra’d dan Al Furqan.
Dalam Surat Al-Furqan (25) Ayat 75
أُو۟لَـٰٓئِكَ يُجْزَوْنَ ٱلْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا۟
Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang …
[8:52 PM, 8/15/2021] Aribowo Ari: 📖 TAFSIR QS AL A’RAF#17: AYAT 138-143
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 7 Muharam 1443H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
KISAH NABI MUSA BAGIAN 4
Surat Al A’raf adalah Makkiyah, walauun Nabi ﷺ belum berinteraksi dengan Yahudi. Hal ini supaya Nabi ﷺ punya kesiapan mental,dimana di Madinah ada Yahudi Bani Qainuqa, Bani Quraidzah dan Bani Nadhir.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَجَاوَزْنَا بِبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَ تَوْا عَلٰى قَوْمٍ يَّعْكُفُوْنَ عَلٰۤى اَصْنَا مٍ لَّهُمْ ۚ قَا لُوْا يٰمُوْسَى اجْعَلْ لَّـنَاۤ اِلٰهًا كَمَا لَهُمْ اٰلِهَةٌ ۗ قَا لَ اِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ
“Dan Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu (bagian utara dari Laut Merah). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala, mereka (Bani Israil) berkata, “Wahai Musa! Buatlah untuk kami sebuah Tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa Tuhan (berhala).” (Musa) menjawab, “Sungguh, kamu orang-orang yang bodoh.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 138)
Bukan dari sungai nil tapi laut merah. Laut Merah terbelah menjadi 12 lorong, tanah menjadi kering dan mudah dilewati.
Dan mereka menyaksikan kehancuran Fir’aun.
Dan setelah mereka selamat mereka bertemu kaum yang sedang menyembah sesembahan (berhala dalam bentuk sapi).
Dan Bani Israil itu meminta sesembahan dan Nabi Musa mengatakan bahwa mereka (Bani Israil) adalah kaum yang jahil.
Kejahilan mereka ini kebangetan.. Setelah mendapatkan banyak kenikmatan. Malah lakukan kesyirikan.
Bani Israel itu menyangka dengan sesembahan itu akan lebih mendekatkan kepada Allah. Mereka menyangka hal ini tidak menyalahi agama Islam.
Perkataan Bani Israil ini, pernah dikatakan oleh sahabat yang baru masuk Islam dalam kisah pohon Dzatu Amwath.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ هٰۤؤُلَآ ءِ مُتَبَّرٌ مَّا هُمْ فِيْهِ وَبٰطِلٌ مَّا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Sesungguhnya mereka akan dihancurkan (oleh kepercayaan) yang dianutnya dan akan sia-sia/rusak/batal apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 139)
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ اَغَيْرَ اللّٰهِ اَبْغِيْكُمْ اِلٰهًا وَّهُوَ فَضَّلَـكُمْ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ
“Dia (Musa) berkata, “Pantaskah aku mencari tuhan untukmu selain Allah, padahal Allah lah yang telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu).””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 140)
Allah telah muliakan mereka dibanding segala umat.
➡️Perkataan Nabi Musa “padahal Allah lah yang telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu)” ada dua pendapat.
1. Diatas segala umat saat itu. Selain mereka adalah kaum musyrikin (saat itu)
Keunggulan Bani Israil dari umat Muhammad,
A. Mereka semua keturunan para nabi (Yakub bin Isa bin Ibrahim)
B. Dari mereka lah muncul Nabi
C. Ketika itu hanya mereka yang beriman.
2. Bani Israil pandai namun tidak bersyukur.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذْ اَنْجَيْنٰكُمْ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَسُوْمُوْنَـكُمْ سُوْٓءَ الْعَذَا بِ ۚ يُقَتِّلُوْنَ اَبْنَآءَكُمْ وَ يَسْتَحْيُوْنَ نِسَآءَكُمْ ۗ وَفِيْ ذٰ لِكُمْ بَلَآ ءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ
“Dan (ingatlah wahai Bani Israil) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir’aun) dan kaumnya, yang menyiksa kamu dengan siksaan yang sangat berat, mereka membunuh anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 141)
Allah ingatkan akan nikmat dari Allah.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَوٰعَدْنَا مُوْسٰى ثَلٰثِيْنَ لَيْلَةً وَّاَتْمَمْنٰهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيْقَا تُ رَبِّهٖۤ اَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً ۚ وَقَا لَ مُوْسٰى لِاَ خِيْهِ هٰرُوْنَ اخْلُفْنِيْ فِيْ قَوْمِيْ وَاَ صْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيْلَ الْمُفْسِدِيْنَ
“Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 142)
9
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَمَّا جَآءَ مُوْسٰى لِمِيْقَا تِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗ ۙ قَا لَ رَبِّ اَرِنِيْۤ اَنْظُرْ اِلَيْكَ ۗ قَا لَ لَنْ تَرٰٮنِيْ وَلٰـكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَـبَلِ فَاِ نِ اسْتَقَرَّ مَكَا نَهٗ فَسَوْفَ تَرٰٮنِيْ ۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًا ۚ فَلَمَّاۤ اَفَا قَ قَا لَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَ نَاۡ اَ وَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ
“Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.” (Allah) berfirman, “Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku.” Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, “Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 143)
Musa datang sendiri, Allah perintahkan curcohan
Nabi Musa juga ingat kan Nabi Harun perintah caa dakwah. Maka kita juga harus rajin untuk saling menasihati.
Ayat ini dijadikan oleh Syiah untuk menyangkal Khalifah Abu Bakar radhiyallahu anhu.
Saat Nabi Safar yang diberi tugas urusan Madinah adalah sahabat yang lain..
Bukan Ali bin Abu Thalib, yang Nabi suruh jaga anak-anak.
Manusia tidak akan mampu melihat Allah saat ini.
Ayat ini dijadikan dalil oleh Asyairah bahwa Allah tidak bisa dilihat.
Namun ada hadits lain yang diriwayatkan oleh 26 sahabat, yaitu doa meminta kelezatan memandang wajah Allah..
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ، وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ، وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ
Ya Allah, Aku mohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu (di Surga), rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan. (HR. Nasai 1305 dan dishahihkan al-Albani)
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-##$$

