BIJAK DALAM BERDAKWAH#11 Bagaimana mengajak pelaku Maksiat
- BIJAK DALAM BERDAKWAH #1 – Muqaddimah
- BIJAK DALAM BERDAKWAH #2 – Kriteria Juru Dakwah
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#3 – Kriteria Juru Dakwah Bagian ke-2
- BIJAK DALAM BERDAKWAH #4 – Kriteria Juru Dakwah Bagian ke-3
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#5 Hak-Hak Orang Yang Kita Dakwahi
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#11 Bagaimana mengajak pelaku Maksiat
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#6 Hak-Hak Yang Didakwahi
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#7 Hak-Hak Yang Didakwahi
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#8 – Kewajiban Orang Yang Hijrah (1)
- BIJAK DALAM BERDAKWAH#9 Kewajiban Orang yang Hijrah#2
Diterbitkan pertama kali pada: 05-Feb-2021 @ 21:06
5 menit membaca[9:01 PM, 2/3/2021] Aribowo Ari: 📖 TAFSIR QS AL AN’AM#8 : AYAT 84-93
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 23 Jumadil Akhir 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
Kita lanjutkan…..setelah penjelasan debat antara Rasulullah ﷺ dengan musyrikin Quraisy..
✳️Allah berfirman,
وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ كُلًّا هَدَيْنَا ۚ وَنُوحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَىٰ وَهَارُونَ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Ya’qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi ba…
[3:12 PM, 2/5/2021] Aribowo Ari: يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ
Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat–Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku meski sekejap mata sekali pun (tanpa mendapat pertolongan dari–Mu).
HR. An–Nasa–i 575, al–Bazzar 3107 dan al–Hakim 1/545 dab Ibnus Sunni 48, lihat Shahiih at–Targhiib wat Tarhiib I/417 no. 661, hasan
Shared from adzkar for android http://goo.gl/0es7kx
[7:36 PM, 2/5/2021] Aribowo Ari: ADABUL MUFRAD # SEBAB ANAK DURHAKA https://catatankajian.net/tema/adabul-mufrad/adabul-mufrad-sebab-anak-durhaka/
[9:01 PM, 2/5/2021] Aribowo Ari: BIJAK DALAM BERDAKWAH#11
Bagaimana mengajak pelaku Maksiat
📖 (Syarah Kitab dari Syaikh Prof. Dr. Hamud bin Ahmad Ar Ruhaily).
👤Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah, MA
🗓️ 24 Jumadil Akhir 1442H
Pelaku maksiat adalah orang-orang yang berbuat dosa, melakukan kesalahan, menyelisihi perintah agama, tapi di dalam dirinya masih Islam, tidak melakukan PEMBATAL keislaman.
Pelaku maksiat itu bertingkat-tingkat.
Muslim berbuat dosa itu lumrah.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan semua anak Adam itu melakukan kesalahan.
Rasulullah Shalllallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ
Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat. HR Ahmad
❗Kenapa orang berbuat maksiat? ❔
1️⃣. Lemah iman sehingga syahwat nya mengalah iman.
Dan neraka dikelilingi oleh syahwat.
Juga kenikmatan dunia
2️⃣. Sedang lalai atas kebesaran Allah ﷻ dan dahsyatnya adzab.
Dosa adalah sesuatu yang mengganjal di hati dan tidak ingat diketahui oleh orang lain.
Allah berfirman,
إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Qs An Nisa ayat 17.
Faktor-faktor kemaksiatan.. Akan semakin banyak di negara yang tidak menerapkan hukum Islam.
Misalnya media yang isinya banyak yang tidak bermanfaat bahkan merusak. Media menjadi sebab menyebarnya kemaksiatan.
SYAIKH mengatakan : “Orang yang punya media punya suara yang lebih besar daripada para Pendakwah.”
Pendakwah harus bijak menyikapi para pelaku maksiat seperti dokter spesial. Cari sakitnya, pelajarisebab dulu baru dikasih obatnya.
Kenapa orang sakit balik lagi? Oleh karena itu Pendakwah harus perhatian.
Hendak nya pendakwah memandang mereka seperti orang-orang yang berdiri di pinggir jurang. Ini selamatkan musibah dunia, bagaimana dengan musibah akhira?
Pendakwah juga harus sabar, atas sikap mereka. Tidak boleh baper.✅
Rasulullah ﷺ tidak pernah balas dendam bila dirinya dicela akan tetapi bila batasan Allah dilanggar maka beliau ﷺ marah.
Bagaimana caranya?
1️⃣. USLUB MEMBERI PETUAH (mauidhoh) YANG BAIK.
Perintah dan larangan yang dibungkus dengan cinta, cara yang indah dan kata-kata yang menyentuh hatinya.
Allah ﷻ berfirman,
وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِنْهُمْ ۖ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا
Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), QS An Nisa ayat 66.
Bahasa orang kota dengan orang desa itu berbeda. Pilih bahasa yang cocok dengan mereka.
Pendakwah harus bijak dengan semua lapisan masyarakat.
Dan petunjuknya dari Al Qur’an dan Sunnah dan kata-kata bijak orang-orang yang sholeh.
2️⃣ Metode menyampaikan keutamaan balasan kebaikan atau ancaman kepada mereka
Allah menjelaskan,
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, QS Al Isra : 9
وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.
Qs Al Isra ayat 10.
Inilah metode Al Qur’an yang manjur, karena setiap manusia ada perasaan suka dan tidak suka.
Misalnya orang yang tidak sholat, disampaikan ancaman masuk neraka saqar dst.
Dan juga ancaman / akibat di dunia di dunia..
Allah memberi contoh,
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Qs Ar Rum ayat 41.
Orang berbuat maksiat di dunia karena ancaman hukum manusia itu ringan.
Sedang ancaman syariat nya adalah tidak bahagia. (definisi dosa).
Orang berbuat dosa diberi musibah supaya taubat. Dan kadang dibiarkan untuk Allah beri adzab yang lebih besar (istidraj).
3️⃣ Cerita
Kadang tidak perlu bawa ayat atau hadits.
Cerita Allah dalam Alqur’an.
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
Qs Yusuf ayat 111.
Cerita Qarun juga perlu diceritakan..
Rasulullah ﷺ punya banyak cerita. Seperti kisah 3 orang (buta, botak, kusta).
Kisah Israiliyat boleh diceritakan tapi tidak boleh dipercaya dan di dustakan, untuk yang tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Juga kisah-kisah nyata.
Cerita keikhlasan, cerita2 orang-orang yang bertaubat.
4️⃣ Memberi permisalan
Allah buat dalam Al Qur’an supaya orang mudah paham.
مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا ۚ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. Qs Jum’ah : 5.
Keledai yang bawa kitab banyak tetap aja keledai, bukan jadi orang yang pandai.
Rasulullah ﷺ juga sering membuat perumpamaan.
Rasullulah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الْعَائِدُ فِي هِبَتِهِ كَالْكَلْبِ يَقِيءُ ثُمَّ يَعُودُ فِي قَيْئِهِ
“Orang yang mengambil kembali hibahnya kedudukannya seperti anjing yang muntah kemudian anjing itu kembali memakan muntahannya.” (HR. Muslim no. 3051)
Orang yang ghibah perumpamaannya seperti orang yang makan bangkai temannya.
Permisalan orang bergaul dengan orang yang baik, seperti berteman dengan penjual parfum. Dengan orang buruk, seperti dengan tukang besi.
Perumpamaan ini untuk mudah diterima.
5️⃣ Gugah hati mereka dengan ajak adzab tempat orang-orang terdahulu
Yang seharusnya diingat adalah bagaimana Allah menghancurkan kaum yang mendustakan.
Allah ﷻ berfirman,
قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ ثُمَّ انْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Katakanlah: “Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu”. QS AL Anam :11.
Orang-orang dahulu yang lebih kuat juga hancur karena maksiat kepada Allah.
Misal ambil ibrah di Petra.
6️⃣ Ajak mereka taubat
Jangan buat mereka putus asa.
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Qs Az Zumar ayat 53.
Ini penting supaya tidak ada kasus orang yang ingin taubat padahal sudah bunuh 99 orang sebelumnya.
Motivasi mereka untuk taubat.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##

