SIFAT SHOLAT NABI:#1 – Sholat di atas mimbar dan sutrah
- SIFAT SHOLAT NABI # SHOLAT IBADAH YANG ISTIMEWA
- SIFAT SHOLAT NABI # MEMBACA AL FATIHAH
- SIFAT SHOLAT NABI # BACAAN AL FATIHAH
- SIFAT SHOLAT NABI# BACAAN SETELAH AL FATIHAH
- SIFAT SHOLAT NABI#BACAAN SETELAH ALFATIHAH (LANJUTAN)
- SIFAT SHOLAT NABI:#1 – Sholat di atas mimbar dan sutrah
- SIFAT SHOLAT NABI # NIAT
- SIFAT SHOLAT NABI#BACAAN SHALAT MALAM & SHALAT JUM’AT
- SIFAT SHOLAT NABI # BACAAN SHALAT FAJAR-DHUHUR-ASHAR-MAGHRIB
- SIFAT SHOLAT NABI# MEMBACA DENGAN SUARA KERAS ATAU LIRIH
Diterbitkan pertama kali pada: 15-Jun-2020 @ 16:06
3 menit membacaSifat sholat Nabi – #1
Sholat di atas mimbar dan sutrah
20 Sya’ban 1439 H
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny
Pernah sekali waktu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam shalat di atas mimbar (yang punya 3 anak tangga).
Mimbar tidak harus punya 3 anak tangga, namun bila ada yang buat mimbar dengan semangat ingin mencontoh mimbar Rasul maka Insya Allah mendapatkan pahala.
Beliau shallallahu alaihi wasallam bertakbir dan diikuti jamaah, sedangkan posisi beliau masih di atas mimbar.
Kemudian beliau rukuk dan i’tidal (masih di atas mimbar), kemudian beliau mundur dengan jalan mundur untuk sujud di bawah (atas tanah) karena mimbar tidak cukup untuk sujud.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kemudian naik lagi ke mimbar untuk berdiri..
(jadi banyak gerakan, namun tidak batal, walaupun banyak gerakan karena ada maksud untuk memberikan pelajaran pada jamaah).
Sutrah (pembatas)
Diletakkan di depan orang yang sholat, sebagai pembatas (batasan jarak) sehingga orang bisa lewat didepannya.
Pendapat syaikh Albani dan ulama terdahulu, sutrah itu wajib.
Namun mayoritas ulama, sutrah itu sunnah muakadah.
Ibnu Rusd (Maliki), sutrah adalah sunnah, ijma ulama. Namun sebenarnya dari dulu ulama ada yang berbeda pendapat.
Namun setidaknya mayoritas ulama berpendapat sunnah muakadah.
Semua Imam yang 4, berpendapat sutrah itu sunnah muakadah.. Juga Syaikh Utsaimin dan syaikh bin Baz, Syaikh Sholeh Fauzan.
Dalam hadits badui yang sholat nya tidak bagus Rasulullah shallallahu alaihi wasallam hanya perintahkan badui dengan perintah dasar tidak menyangkut sutrah.
Ada hadist lain yang menceritakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah sholat tanpa sutrah namun hadits ini tidak dishahihkan oleh Syaikh Albani.
Rasulullah shallallahu alaihi bersabda :
لَا تُصَلِّ إِلَّا إِلَى سُتْرَةٍ، وَلَا تَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْكَ، فَإِنْ أَبَى فَلْتُقَاتِلْهُ؛ فَإِنَّ مَعَهُ الْقَرِينَ
“Jangannlah shalat kecuali menghadap sutrah, dan jangan biarkan seseorang lewat di depanmu, jika ia enggan dilarang maka engkau mendorongnya dengan kuat , karena sesungguhnya bersamanya ada qarin (setan)” (HR. Ibnu Khuzaimah 800, 820, 841. Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi (115) mengatakan bahwa sanadnya jayyid, ashl hadist ini terdapat dalam Shahih Muslim).
Dalam hadist Imam Ahmad, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah mencekik syetan yang lewat didepan Beliau saat sedang shalat..
Bila ada yang akan lewat, kita boleh mendekat dengan sutrah supaya dia lewat belakang kita.
Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam :
إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ إِلَى سُتْرَةٍ فَلْيَدْنُ مِنْهَا، لاَ يَقْطَعُ الشَّيْطَانُ عَلَيْهِ صَلاَتَهُ
“Apabila salah seorang dari kalian shalat menghadap sutrahnya (yang ada di hadapannya), hendaklah ia mendekat ke sutrah tersebut agar setan tidak memutus shalatnya.” (HR. Abu Dawud no. 695, dishahihkan Al-Imam Al-Albani t dalam Shahih Abi Dawud)
Ada maslahat :
1. Bagi yang sholat
2. Mencegah dosa orang yang akan lewat.
Sutrah, apa saja..
1. Sesuatu yang tinggi, tiang, tembok, orang.
2. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah menjadikan onta sebagai sutrah, namun dilarang sholat di atas tempat tambatan unta (kandang).
3. Kadang beliau shallallahu alaihi wasallam mengambil pelana unta untuk belajar dijadikan sutrah.
Jika sudah ada kayu atau pelana (atau benda lain) sebagai sutrah maka jangan hiraukan lagi yang lewat di depan sutrah.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah sholat dg menghadap pohon dan terkadang hadap ranjang saat Aisyah berbaring di atasnya.
Beliau tidak pernah membiarkan sesuatu lewat antara dirinya dengan sutrah. I
Pernah saat sholat, tiba-tiba ada seekor kambing berjalan dihadapan beliau, maka beliau mendahuluinya dan berdiri menempelkan perut beliau ke dinding.
Riwayat oleh Ibnu Khuzaimah.
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda
لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيِ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ مِنَ الإِْثْمِ لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ
“Andaikan seseorang yang lewat di depan orang yang shalat itu mengetahui dosanya perbuatan itu, niscaya diam berdiri selama 40 tahun itu lebih baik baginya dari pada lewat”
arba’in di sini artinya 40 tahun (Syarhul Mumthi’, 3/247). Maka yang patut dilakukan adalah menunggu orang yang shalat selesai. Ibnu Rajab mengomentari hadits ini: “ini adalah dalil bahwa berdirinya seseorang selama 40 tahun untuk menunggu adanya jalan agar bisa lewat, itu lebih baik daripada lewat di depan orang yang shalat jika ia tidak menemukan jalan lain” (Fathul Baari Libni Rajab, 4/80).
Bagaimana dengan sutrah yang disediakan oleh beberapa masjid?
1. Ada fatwa para syaikh yang membid’ah kan, karena itu termasuk memberatkan.
2. Ada ulama yang tidak membid’ah kan.
Karena hal tsb sangat mudah sekarang dan membantu orang untuk menjalankan sunnah.
Ustadz menguatkan pendapat yang kedua.
##

