SIFAT SHOLAT NABI# MEMBACA DENGAN SUARA KERAS ATAU LIRIH
- SIFAT SHOLAT NABI:#1 – Sholat di atas mimbar dan sutrah
- SIFAT SHOLAT NABI # SHOLAT IBADAH YANG ISTIMEWA
- SIFAT SHOLAT NABI # MEMBACA AL FATIHAH
- SIFAT SHOLAT NABI # BACAAN AL FATIHAH
- SIFAT SHOLAT NABI# BACAAN SETELAH AL FATIHAH
- SIFAT SHOLAT NABI# MEMBACA DENGAN SUARA KERAS ATAU LIRIH
- SIFAT SHOLAT NABI#BACAAN SETELAH ALFATIHAH (LANJUTAN)
- SIFAT SHOLAT NABI # NIAT
- SIFAT SHOLAT NABI#BACAAN SHALAT MALAM & SHALAT JUM’AT
- SIFAT SHOLAT NABI # BACAAN SHALAT FAJAR-DHUHUR-ASHAR-MAGHRIB
Diterbitkan pertama kali pada: 04-Jul-2020 @ 20:33
4 menit membaca*Sifat sholat Nabi* lanjutan
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny
28 Jumadil Awal 1440 H
Membaca dengan suara keras atau lirih.
Nabi shallallahu alaihi wasallam membaca dengan keras pada sholat dan 2 rakaat pertama sholat Maghrib dan Isya. Dan membaca pelan pada sholat Dhuhur, Ashar, rakaat akhir sholat Maghrib dan 2 rakaat terakhir sholat Isya.
Sahabat mengetahui bacaan sirr Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melalui gerakan jenggot Beliau shallallahu alaihi wasallam.
Para sahabat sangat detail memperhatikan gerakan sholat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. (termasuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak membaca niat sholat)
Pelajaran lain, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berjenggot tebal. Ini sunnah dan hukumnya wajib, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk membiarkan tumbuhnya jenggot.
Faidah ke 3, *membaca di dalam sholat itu harus dengan gerakan*. Kalau tidak bergerak, maka itu tidak dinamakan membaca tapi mbatin.
Membaca dalam sholat itu ada yang rukun (Al Fatihah, Ruku’, sujud dst) bila tidak gerak mulutnya maka rukun sholat kurang maka sholat nya tidak sah.
Membaca keras juga pada sholat Jumat, sholat gerhana, sholat Ied, sholat gerhana.
*Sholat Malam*..
Terkadang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membaca dengan keras dan kadang lirih.
Sholat malam Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sendirian, tapi beberapa kali berjamaah.
Pada 10 malam terakhir Ramadlan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membangunkan istri-istri nya namun mereka tidak sholat berjamaah.. Jadi tuntunan ya sholat sendiri.
Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bacaan sholat nya terdengar oleh orang-orang yang ada di dalam kamar.
Dan terkadang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bacaan nya terdengar sampai orang yang diluar kamar.
Dan itulah yang diperintahkan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam kepada sahabat Abu Bakar dan Umar..
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ لَيْلَةً فَإِذَا هُوَ بِأَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُصَلِّي يَخْفِضُ مِنْ صَوْتِهِ قَالَ وَمَرَّ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَهُوَ يُصَلِّي رَافِعًا صَوْتَهُ قَالَ فَلَمَّا اجْتَمَعَا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا أَبَا بَكْرٍ مَرَرْتُ بِكَ وَأَنْتَ تُصَلِّي تَخْفِضُ صَوْتَكَ قَالَ قَدْ أَسْمَعْتُ مَنْ نَاجَيْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَقَالَ لِعُمَرَ مَرَرْتُ بِكَ وَأَنْتَ تُصَلِّي رَافِعًا صَوْتَكَ قَالَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أُوقِظُ الْوَسْنَانَ وَأَطْرُدُ الشَّيْطَانَ زَادَ الْحَسَنُ فِي حَدِيثِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا بَكْرٍ ارْفَعْ مِنْ صَوْتِكَ شَيْئًا وَقَالَ لِعُمَرَ اخْفِضْ مِنْ صَوْتِكَ شَيْئًا
Bahwasanya suatu malam Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah dan mendapati Abu Bakar Radhiyallahu anhu shalat malam dengan merendahkan suaranya. Dan beliau melewati ‘Umar bin al-Khaththab ketika sedang shalat dengan meninggikan suaranya. Ketika keduanya telah berkumpul di dekat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Wahai Abu Bakar, aku melewatimu ketika engkau sedang shalat dengan merendahkan suaramu”.
Abu Bakar berkata: “Wahai Rasulullah, aku memperdengarkan kepada (Allah) yang aku berbisik kepada-Nya”.
Beliau juga bersabda kepada ‘Umar: “Aku melewatimu ketika engkau sedang shalat dengan meninggikan suaramu”.
‘Umar berkata: “Wahai Rasulullah, aku membangunkan orang yang mengantuk dan mengusir setan,”
maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Abu Bakar, tinggikan suaramu sedikit”.
Beliau juga bersabda kepada ‘Umar: “Wahai ‘Umar, rendahkan suaramu sedikit”. [HR Abu Dawud, no. 1329, al-Hakim. Dishahîhkan oleh Syaikh al-Albani].
Pelajaran, sholat qiyamul lail dibaca (agak) keras.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَالْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ
Orang yang membaca Al-Qur`an dengan keras, ia seperti orang yang bersedekah dengan terang-terangan. Dan orang yang membaca Al-Qur`an dengan pelan-pelan, ia seperti orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi.
HR Abu Dawud.
Membaca keras hanya pada saat berdiri.
Penafsiran hadits diatas ada 2,
1. Sembunyikan bacaan : suara sedang dan menampakkan bacaan dengan suara yang keras.
2. Berlaku pada saat tertentu, bacaan dipelankan agar tidak mengganggu orang lain (yang mungkin sangat perlu istirahat).
AYAT dan surat dalam sholat, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membaca :
1. *Sholat subuh* : baca surat2 yang panjang yang Mufashal (mulai surat Qaff, 4 hal sebelum juz 26). Mulai surat itu ayat-ayat pendek (banyak teropong)
A. Kadang baca surat Al Waqiah 96 ayat dalam 2 rakaat
B. baca surat Ath Thur (49 ayat)
C. Kadang baca surat Qaf (3 hal) dan semisal di rakaat pertama.
D. Kadang baca surat At Takwir.
E. Kadang baca surat Al Zalzalah dibaca 2x (rakaat permata dan kedua)
F. Baca Al Falaq dan An Naas, saat safar.
Kedua surat itu dinamakan bacaan Al Mu’awwidzatain. Surat untuk meminta perlindungan paling afdhal.
Disunatkan juga membacanya sebelum dan sesudah tidur, sebagaimana disebutkan dalam hadits ‘Uqbah yang lain:
(( ياَ عُقْبَةُ ! اِقْرَأْ بِهِمَا كُلَّمَا نِمْتَ وَقُمْتَ، مَا سَأَلَ سَائِلٌ وَلاَ اِسْتَعَاذَ مُسْتَعِيْذٌ بِمِثْلِهِمَا))
“Wahai ‘Uqbah, bacalah keduanya setiap kamu tidur dan bangun. Tidaklah seseorang bisa meminta atau berlindung dengan seperti keduanya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Khuzaimah, dihukumi hasan oleh al-Albani)
G. Kadang baca yang lebih panjang,lebih 60 ayat.
H. Beliau shallallahu alaihi wasallam kadang membaca surat Ar Rum (60 ayat) dan kadang surat Yasin (83 ayat)
I. Pernah beliau shallallahu alaihi wasallam membaca surat Al Mu’minun (118) ayat. Sampai kisah Nabi Musa dan Harun atau Nabi Isya.
J. terkadang baca surat Ash shaffat 182 ayat.
K. Pada hari jumat baca As sajdah 30 ayat dan surat al Insan 31 ayat pada rakaat kedua.
Kebiasaan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bacaan rakaat pertama lebih panjang dari pada bacaan di rakaat kedua (tidak mutlak),
Atau baca surat yang lebih awal di rakaat pertama (tidak mutlak).
$$$##-aa-##$$


