Diterbitkan pertama kali pada: 24-Jun-2020 @ 19:27

3 menit membaca

Kitab Ad Daa Wa Ad Dawaa – Pengaruh Maksiat (Lanjutan)
Ustadz Abu Ja’far Cecep Rahmat, Lc
15 Jumadil Akhir 1441 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Alhamdulilah Allah telah mudah kan kita menuntut ilmu syari, dan ini adalah kenikmatan yang sangat besar. Insya Allah, Allah inginkan kebaikan bagi kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ يُرِدْ اللَّه بِهِ خَيْرًا يُفَقِّههُ فِي الدِّين

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

28. Maksiat dapat menghambat perjalanan hati menuju Allah.

Allah menjelaskan bahwa berlomba dalam urusan dunia akan berakibat buruk..

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2)

Bila kita terlalu banyak memikirkan dunia dengan berlomba-lomba maka akan menghambat kita kembali ke jalan Allah.

Allah menjelaskan bila ingin berjumpa dengan Allah maka kita harus banyak beramal shaleh dan tidak menyekutukan Allah.

Obat dari maksiat adalah taubat yang sebenar-benarnya.

Doa berlindung dari 8 hal yang merupakan akibat dari maksiat.

Doa Berlindung Dari Kesusahan, Kesedihan, Lemah, Malas, Penakut/pengecut, Kikir, Lilitan Hutang Dan Penguasaan Orang

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal huzni, wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasali, wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhli, wa a’uudzu bika min gholabatid-daini wa qohrir-rijaal.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari
1. kesusahan/kegelisahan
2. dan kesedihan,
3. aku berlindung kepada-Mu dari lemah/ketidakmampuan
4. dan kemalasan,
5. aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut
6. dan kikir/pelit,
7. dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang
8. dan penguasaan (kesewenang-wenangan) orang.

HR Abu Dawud 4/353.

Orang yang beriman tidak ada rasa takut dan kuatir.

Allah Ta’ala berfirman,

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63)

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus: 62-63).

Allah berfirman..

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى.

Artinya : “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS Thaha [20] : 124).

Kita tidak boleh lemah, harus kuat dan sungguh2 dalam belajar..

Seorang muslim harus terbebas dari kelemahan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعك وَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ وَلَا تَعْجِز

“Bersungguh-sungguhlah dalam menuntut apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah.” HR Muslim.

Seorang mukmin harus punya keberanian dan karena Allah sudah menjanjikan kebaikan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” HR Muslim.

Rasa takut dan pengecut salah satu sebabnya adalah ketidakmampuan.
Dan juga iman yang lemah.

Orang yang mati syahid sebenarnya hidup..

{وَلا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ}

Dan janganlah kalian mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu. hidup. (Al-Baqarah: 154)

Umar bin Khaththab mengatakan bahwa kita dimenangkan bukan oleh jumlah tetapi oleh keimanan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan
HR Muslim..

Sebisa mungkin kita bebas dari hutang, karena hutang akan menyandera kita.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah hutang namun hanya untuk kebutuhan pokok. Hindari berhutang untuk kebutuhan tersier.

Tidak sedikit persaudaraan rusak karena hutang..

Maksiat juga menyebabkan kita mudah dikuasai oleh orang-orang yang dzalim.

Orang yang terganggu 8 hal ini akan terganggu ibadah dalam rangka mencari amal shaleh nya…

Ikhtiar terbesar untuk menghindari hal-hal tersebut adalah dengan menghindari maksiat dan kembali kepada ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala…

Makna hadits berikut adalah membangunkan istri setelah suami selesai shalat, demi menjaga keikhlasan..

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam  bersabda, 

“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam, lalu mengerjakan shalat malam, kemudian membangunkan istrinya lantas ia ikut shalat bersamnya. Bila si istri enggan, maka ia memercikkan air di wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam, lalu mengerjakan shalat malam, kemudian membangunkan suaminya lantas ia ikut shalat. Bila si istri enggan, maka ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Dawud).

Semoga Bermanfaat…. ditutup dengan doa kafaratul Majelis..

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?