TAFSIR QS AL A’RAF#9: AYAT 65-72
- TAFSIR QS AL A’RAF#1 : AYAT 1-11
- TAFSIR QS AL A’RAF#2: AYAT 12-22
- TAFSIR QS AL A’RAF#3: AYAT 22-30
- TAFSIR QS AL A’RAF#4: AYAT 31-37
- TAFSIR QS AL A’RAF#5: AYAT 38-43
- TAFSIR QS AL A’RAF#9: AYAT 65-72
- TAFSIR QS AL A’RAF#6: AYAT 44 -51
- TAFSIR QS AL A’RAF#7: AYAT 52 -56
- TAFSIR QS AL A’RAF#8: AYAT 57-64
- TAFSIR QS AL A’RAF#10: AYAT 73-79
Diterbitkan pertama kali pada: 13-Jun-2021 @ 21:07
5 menit membaca📖 TAFSIR QS AL A’RAF#9: AYAT 65-72
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 3 Dzulqaidah 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
Kita lanjutkan… KISAH NABI HUD ‘Alaihissalam… Sebelumnya adalah kisah Nabi Nuh ‘Alaihissalam
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ لٰى عَا دٍ اَخَاهُمْ هُوْدًا ۗ قَا لَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ
“Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) Hud, saudara mereka. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Maka, mengapa kamu tidak bertakwa?””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 65)
Kaum Ad disebut juga ‘ Ad Al Ula (pertama), karena untuk membedakan dengan kaum Tsamud yang juga keturunan kaum ‘Ad.
Antar Hud dan Nabi Nuh, ada khilaf ulama terkait urutan keturunan..
🔷Kaum arab.
1. Al Arab Al Baidah, yang sudah punah (tidak jelas nasab keturunannya).
Diantara nya kaum ‘Ad dan Tsamud
2. Al Arab Al Aaribah adalah arab asli, kabilah Qohthoni Yaman
3. Al Arab Musta’ robah, arab dari keturunan Ismail alaihissalam dan istrinya dari Kabilah Jurhum.
Karena Ismail bukan Arab, dan istrinya arab asli (Jurhum), diantara keturunannya adalah Quraisy dan Nabi Muhammad ﷺ.
🔶Nabi Arab ada 4.
1. Hud
2. Sholeh
3. Syu’aib
4. Muhammad ﷺ
Lokasi kaum ‘Ad di Al AfQaf. Di daerah Gunung pasir, jibal rimal, antara Hadramaut (Yaman) dan Oman.. (Tenggara Madinah)
Kaum Tsamud di sebelah utara Madinah.
Cerita Nabi Hud dan Nabi Sholeh tidak ada di Bibel karena mereka adalah Nabi-nabi Arab.
Saat Allah utus Nabi Nuh tidak dikatakan, Kami utus saudara kalian, karena saat itu hanya ada satu kaum, beda dengan saat Allah utus Nabi Hud yang ada beberapa suku atau kabilah.
❔Apa Faidah Nabi dari suku mereka?
1. Mereka mengenal betul siapa orang/Nabi tersebut
2. Mereka lebih paham tentang bahasa Nabi Hud.
Kaum ‘Ad penyembah berhala, mereka 7 generasi setelah Nabi Nuh.
Kaum ‘Ad tahu kisah adzab kaum Nabi Nuh.
Sehingga dikatakan.
اَفَلَا تَتَّقُوْنَ
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖۤ اِنَّا لَــنَرٰٮكَ فِيْ سَفَاهَةٍ وَّاِنَّا لَــنَظُنُّكَ مِنَ الْـكٰذِبِيْنَ
“Pemuka-pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar kurang waras/bodoh dan kami kira kamu termasuk orang-orang yang berdusta.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 66)
سَفَاهَةٍ
Artinya bodoh.. Pakai isim nakhirah, untuk menekankan bahwa Nabi Hud benar-benar bodoh..
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ يٰقَوْمِ لَـيْسَ بِيْ سَفَاهَةٌ وَّلٰـكِنِّيْ رَسُوْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
“Dia (Hud) menjawab, “Wahai kaumku! Bukan aku kurang waras, tetapi aku ini adalah rasul dari Tuhan seluruh alam.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 67)
Nabi Hud menjawab dengan kata-kata yang baik agar mereka sadar. Faidah nya kalau dakwah jangan mudah berkata ya kafir, tapi gunakan kata yang baik.
Nabi Hud tidak membalas cercaan kaumnya. Hanya membela diri bahwa beliau tidak bodoh..
Sehingga kalau diajak berdebat dengan orang jahil cukup dengan sikap selamat..
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اُبَلِّغُكُمْ رِسٰلٰتِ رَبِّيْ وَاَ نَاۡ لَـكُمْ نَا صِحٌ اَمِيْنٌ
“Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku dan pemberi nasihat yang terpercaya kepada kamu.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 68)
لَـكُم
Didahulukan..
اَمِيْنٌ
Terpercaya
Ini dalil bahwa boleh memuji diri untuk membantah cercaan.
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَوَعَجِبْتُمْ اَنْ جَآءَكُمْ ذِكْرٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَلٰى رَجُلٍ مِّنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ ۗ وَا ذْكُرُوْۤا اِذْ جَعَلَـكُمْ ۚ خُلَفَآءَ مِنْۢ بَعْدِ قَوْمِ نُوْحٍ وَّزَا دَكُمْ فِى الْخَـلْقِ بَصْۜطَةً ۚ فَا ذْكُرُوْۤا اٰ لَآ ءَ اللّٰهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
“Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu?
Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah setelah kaum Nuh, dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakan. Maka, ingatlah akan nikmat-nikmat Allah agar kamu beruntung.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 69)
Tidak ada yang aneh bahwa Tuhan kirim utusan dari kaum mereka sendiri, ini adalah kebaikan.
Dan Nabi Hud ingatkan kebaikan yang telah Allah berikan.
Inilah metode dakwah Nabi Hud.
Kaum ‘Ad adalah kaum penguasa.
Kaum ‘Ad punya tubuh yang kuat dan besar (basthah).
Tidak ada dalil yang jelas terkait ukuran tubuh kaum ‘Ad, namun yang paling besar adalah Nabi Adam.
Itulah metode dakwah dengan ingatkan nikmat.. Seperti dalam surat Ar Rahman yang Allah ulang-ulang..
Ketika Allah memberi nikmat yang tidak kita minta maka Allah tahu kebutuhan kita.
Ketika Allah tidak kabulkan permintaan kita, kita harus husnudzon kepada Allah, Allah tahu yang terbaik buat kita.
Kita tidak akan mampu menghitung nikmat yang Allah berikan.
Dalam surat Al AN’AM Allah sebutkan banyak nikmat yang Allah berikan kepada makhluk-Nya
Manusia sering lupa dengan nikmat yang mereka dapatkan, maka dalam dakwah kita perlu ingatkan hal ini.
Ibnul Qayyim mengatakan “Orang yang selalu nikmat Allah maka akan mudah bersyukur.”
Ingat nikmat juga akan ringan menghadapi musibah. (Hasan Al Bashri).
Kisah Uwais Al Qarny yang punya sakit Baros dan minta Allah sembuhkan kecuali seukuran uang logam untuk mengingat nikmat Allah atas kesembuhan dari sakit tersebut.
Apa komentar kaumnya?
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لُـوْۤا اَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ اللّٰهَ وَحْدَهٗ وَنَذَرَ مَا كَا نَ يَعْبُدُ اٰبَآ ؤُنَا ۚ فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَاۤ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
“Mereka berkata, “Apakah kedatanganmu kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami? Maka buktikanlah ancamanmu kepada kami, jika kamu benar!”” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 70)
Yang Nabi Hud serukan adalah tauhid, dakwah para Nabi.
Para Nabi adalah saudara lain ibu, satu bapak…yaitu fokus tauhid dengan syariat berbeda.
Mereka berfikir tradisi adalah kebenaran absolut. Dan ini berbahaya.
Mereka taklid kepada nenek moyang, yang ada kesyirikan.. Tradisi itu Yang baik harus sesuai dengan timbangan Alquran dan Sunnah, bukan sebaliknya.
Tradisi harus difilter dengan Al Qur’an dan Sunnah, bukan sebaliknya.
Mereka menantang minta adzab, karena mereka tahu bahwa mereka tidak akan menang dalam debat.. Mereka tidak akan bisa melawan kebenaran.
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ رِجْسٌ وَّغَضَبٌ ۗ اَتُجَا دِلُوْنَنِيْ فِيْۤ اَسْمَآءٍ سَمَّيْتُمُوْهَاۤ اَنْـتُمْ وَاٰ بَآ ؤُكُمْ مَّا نَزَّلَ اللّٰهُ بِهَا مِنْ سُلْطٰنٍ ۗ فَا نْتَظِرُوْۤا اِنِّيْ مَعَكُمْ مِّنَ الْمُنْتَظِرِيْنَ
“Dia (Hud) menjawab, “Sungguh, kebencian dan kemurkaan dari Tuhan akan menimpa kamu. Apakah kamu hendak berbantah denganku tentang nama-nama (berhala) yang kamu dan nenek moyangmu buat sendiri, padahal Allah tidak menurunkan keterangan untuk itu? Jika demikian, tunggulah! Sesungguhnya aku pun bersamamu termasuk yang menunggu.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 71)
رِجْسٌ
Adzab.
مَّا نَزَّلَ اللّٰهُ بِهَا مِنْ سُلْطٰنٍ
Ini memberi faidah bahwa dalam beribadah harus sesuai dengan dalil.
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاَ نْجَيْنٰهُ وَا لَّذِيْنَ مَعَهٗ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَ قَطَعْنَا دَا بِرَ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَمَا كَا نُوْا مُؤْمِنِيْنَ
“Maka Kami selamatkan dia (Hud) dan orang-orang yang bersamanya dengan rahmat Kami dan Kami musnahkan sampai ke akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Mereka bukanlah orang-orang beriman.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 72)
بِرَحْمَةٍ
Dengan nakhirah, rahmat yang besar.
Allah dahulu kan penyebutan selamat dari adzab, yang intinya Nabi Hud dan pengikutnya yang penting selamat.
دَا بِرَ
Adzab Allah tidak akan ada yang bisa lolos..
Allah jelaskan bahwa seandainya merasa tidak diadzab maka mereka tetap tidak beriman.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


