KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-7
- KAIDAH-KAIDAH Kehidupan Dalam Al-Qur’an #1
- KAIDAH-KAIDAH Kehidupan Dalam Al-Qur’an #2
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN#3
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-4
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-5
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-7
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-6
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-8
- KAIDAH-KAIDAH Kehidupan Dalam Al-Qur’an #9
- KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN #10
Diterbitkan pertama kali pada: 18-Des-2020 @ 18:03
9 menit membaca📖 KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-7
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 2 Jumadil Ula1442H
Kita lanjutkan..
➡️Kaidah 23 : Kejadian yang luar biasa agar manusia takut kepada Allah ﷻ
وَمَا نُرْسِلُ بِٱلْـَٔايَـٰتِ إِلَّا تَخْوِيفًۭا
Dan tidaklah kami mengirimkan/menampakkan ayat-ayat Kami kecuali memberi rasa takut pada manusia.
Ayat ini diperselisihkan oleh para ulama, mana yang memberi rasa takut umat manusia, atau bencana2 alam yang terjadi.
Atau gejala alam yang terjadi..
Ada juga yang memahami kematian yang tersebar dengan cepat seperti wabah dan lainnya.
Namun, sebagian orang malah semakin jauh dari Allah ﷻ, tidak ambil pelajaran dari kejadian-kejadian tersebut.
Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menenggelamkan Firaun, Allah ﷻ berkata,
حَتَّى إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ (90) آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ (91) فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ (92) }
Hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam, berkatalah dia, “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu, dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. Qs Yunus : 90-92.
Inilah akhir orang yang melampaui batas.
Kebanyakan orang hanya ingat sebentar, tetap bermaksiat, tetap banyak riba dll.
Allah sudah singgung orang-orang semacam ini.
{وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُمْ بِالْبَأْسَاءِ}
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan. (Al-An’am: 42)
Yakni kemiskinan dan kesempitan dalam hidup.
{وَالضَّرَّاءِ}
dan kemelaratan. (Al-An’am: 42)
Yaitu penyakit dan hal-hal yang menyakitkan.
{لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ}
supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (Al-An’am: 42)
{فَلَوْلا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا}
Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka. (Al-An’am: 43)
Artinya, mengapa manakala Kami uji mereka dengan hal tersebut, mereka tidak memohon kepada Kami dengan tunduk merendahkan diri dan mendekatkan diri kepada Kami?
{وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ}
bahkan hati mereka telah menjadi keras. (Al-An’am: 43)
Yakni hatinya keras membangkang dan tidak dapat khusyuk.
{وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}
dan setan pun menampakkan kepada mereka keindahan dari apa yang selalu mereka kerjakan. (Al-An’am: 43)
Yaitu kemusyrikan, keingkaran, dan perbuatan-perbuatan maksiat.
{فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ}
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka. (Al-An’am: 44)
Maksudnya mereka berpaling dari peringatan itu dan melupakannya serta menjadikannya terbuang di belakang punggung mereka.
Allah memberi mereka istidraj.
{فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ}
Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka. (Al-An’am: 44)
{حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا}
sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. (Al-An’am: 44)
Yakni berupa harta benda yang berlimpah, anak yang banyak, dan rezeki melimpah ruah.
{أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً}
Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong. (Al-An’am: 44)
Yaitu di saat mereka sedang lalai.
{فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ}
maka ketika itu mereka terdiam putus asa. (Al-An’am: 44)
Dalam ayat lain, Allah menyebutkan
وَلَقَدْ أَخَذْنَـٰهُم بِٱلْعَذَابِ فَمَا ٱسْتَكَانُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.
Surat Al-Mu’minun (23) Ayat 76
Bila peristiwa itu berkepanjangan, maka makin banyak orang-orang yang membangkang. Teguran ini kembali kepada dosa-dosa kita sendiri.
Seharusnya teguran Allah membuat kita semakin takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Segera kembali kepada Allah.
Sebagian orang hanya sangkutkan kejadian ini hanya fenomena alam tanpa menyebutkan bahwa itu semua ada yang atur yaitu Allah ﷻ.
Dan Allah sudah menjelaskan hal itu juga,
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Surat Ar-Rum (30) Ayat 41
Tidak ada kejadian-kejadian yang terlepas dari perbuatan dosa-dosa kita.
Ini adalah untuk kita, jadikanlah kita adalah sasaran peringatan yang Allah sebutkan dalam Al Qur’an supaya kita bisa kembali kepada Allah.
Ibnu Mas’ud meriwayatkan ketika terjadi longsor beliau mengatakan, “Kami dahulu memandang ayat-ayat seperti ini (tanda-tanda yang Allah kirimkan) adalah sebagai keberkahan (sarana untuk menambah amal sholeh).”
Kondisi carut marut saat ini ada andil dari diri kita sendiri, maka marilah kita introspeksi diri. Bukan malah menjatuhkan kesalahan kepada orang lain semata.
Intinya kejadian yang mengerikan itu adalah teguran dari Allah supaya hati kita kembali kepada Allah.
➡️Kaidah 24 : jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti
Allah berfirman,
إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا
jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti
Selengkapnya, Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
Surat Al-Hujurat Ayat 6
Banyak ulama tafsir yang menyebutkan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Al-Walid ibnu Uqbah ibnu Abu Mu’it ketika dia diutus oleh Rasulullah ﷺ untuk memungut zakat orang-orang Banil Mustaliq. Yang dipimpin oleh Al-Haris ibnu Abu Dirar, orang tua Siti Juwariyah Ummul Mu’minin Radhiyallahu Anhu
Namun Al Walid tidak menarik zakat dan melapor kepada Nabi ﷺ dengan alasan yang tidak benar, dan Rasul ﷺ mengirim Khalid bin Walid untuk check hal tersebut dan terbukti Walid berbohong.
➡️❗❗Jadi kita harus benar-benar check,ada dua tahap (ada 2 riwayat qiroah).
1. Tatsabut : crosscheck benar atau tidak
2. Tabayyun : Maksud berita tersebut.
Saat ini kita lebih susah untuk crosscheck berita karena tidak semua orang yang membawa berita tsiqoh. Maka sebaiknya bila seperti ini kita diam.
Dikuatirkan bila salah menyikapi maka ada penyesalan, bila kita tidak tahu dengan pasti berita itu benar atau tidak dan tidak tahu bagaimana kejadiannya, sebaiknya kita berusaha untuk tidak ikut campur.
❗❗Allah berfirman,
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَـٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًۭا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
Surat Al-Isra (17) Ayat 36.
Di masa fitnah, Nabi ﷺ menjelaskan, Yang duduk lebih selamat dari pada yang berdiri. Dan Yang berdiri lebih baik dari pada orang yang berjalan menuju fitnah tersebut. Dan orang yang berjalan lebih baik dari pada orang yang berlari menuju fitnah tersebut.
Biarkan diurus orang yang berkompeten.
Diantara keelokan Islam seseorang adalah meninggalkan yang bukan urusannya. (Hadits)
Demikian juga hadits-hadits palsu yang disandarkan kepada Nabi ﷺ. Kalau hadits shahih, check juga tujuan penggunaan posting hadits tersebut, jangan-jangan untuk kepentingan diri, golongan dll.
➡️Kaidah 25: Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri
وَمَنْ تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا يَتَزَكَّىٰ لِنَفْسِهِ
Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Qs Fatir Ayat 18
Ada banyak ayat semacam ini.
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ
Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan diri (dengan beriman),
Qs Al-A’la :14
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)
Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh merugi orang yang mengotorinya jiwanya.
Qs Asy-Syams: 9-10
➡️ Maksud mensucikan jiwa :
1. Check penyakit hati (riya, ujub, hasad, suudzon dll) dan ini butuh perjuangan.
2. Berusaha bersihkan penyakit hati.
Yang beruntung adalah diri sendiri..
➡️ CARA sucikan jiwa.
1. Belajar tauhid dengan baik
2. Baca Al Qur’an dengan Tadabur
3. Banyak dzikir kepada Allah
4. Menjaga sholat 5 waktu dan berusaha sholat malam walaupun sedikit.
5. Selalu hadirkan akhirat pada hati kita pada setiap kegiatan. (orientasi akhirat)
6. Sering mengingat mati dan ziarah kubur..
7. Sering membaca perjalanan hidup orang-orang sholeh.
Inilah yang harus kita lebih perhatikan yaitu batin kita, jangan terlalu fokus pada fisik tubuh semata.
8. Doa yang sering dibaca Rasulullah ﷺ.
Doa 1.
اَللَّهُمَّ آتِ نَفْسِيْ تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا، أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا
Allaahumma aati nafsii taqwaahaa wazakkihaa, anta khairu man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa maulaahaa.
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku ketakwaaan jiwa dan sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Rabb yang mensucikannya, Engkau pelindung dan Pemeliharanya. HR. Muslim.
Doa 2.
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا
Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’, wa min qolbin laa yakhsya’, wa min nafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajaabulahaa.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak merasa kenyang (puas), dan dari doa yang tidak dikabulkan. HR. Muslim
➡️Kaidah 26: Janganlah kalian mengurangi hak-hak manusia.
Firman Allah,
وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
Dan janganlah kalian mengurangi hak-hak manusia.
➡️Allah sebutkan dalam 3 ayat:
Qs Al Araf – 85.
QS Asy-Syu’ara : 183
Qs Huud: 85
Kebanyakan kisah Nabi Syuaib. Kaumnya suka berbuat syirik dan mengurangi timbangan.
Dalam hadits, Rasulullah ﷺ mengatakan, “Sungguh kalian akan mengembalikan hak-hak manusia kepada pemiliknya pada hari kiamat.”
Bahkan hewan pun haknya akan dikembalikan.
Kedzaliman adalah kegelapan yang bertubi-tubi di hari kiamat kelak.
Dalam Al-Qur’an hanya ada dua surat yang dibuka dengan kata Wailul (celaka).
1. Kurangi hak orang lain. (terkait harta)
وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1)
Celaka bagi orang-orang yang kurangi timbangan.
Meskipun hanya sedikit, tidak sadar..
2. Berkaitan harga diri orang lain (terkait harga diri)
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ (1)
Celaka bagi orang yang suka mengumpat.
Nabi ﷺ berkhutbah saat haji Wada,
“Sesungguhnya darah dan harta kalian, haram bagi sesama kalian. Sebagaimana haramnya hari ini, haramnya bulan ini di negeri kalian ini…‘“ (HR. Muslim).
Kita coba aplikasikan pada orang-orang terdekat kita, Sudahkah kita tunaikan hak anak, hak istri, hak orang tua.. Dll.
Bila kita tidak tunaikan hak kepada orang terdekat, maka di akhirat kelak mereka akan lari.
فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ (33) يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ (34) وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ (35) وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ (36)
Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya.
Qs Abasa : 33-36.
Kenapa mereka lari? Karena mereka takut dituntut hak-hak anggota keluarganya.
Juga perhatikan hak orang-orang atasan dan bawahan kita misalnya pembantu, sopir, pegawai dll.
Dalam hadits qudsi, Rasulullah ﷺ bersabda, bahwa Allah berkata, ” Ada tiga golongan di hari kiamat nanti yang akan menjadi musuh-Ku. Barangsiapa yang menjadi musuh-Ku, maka Aku akan memusuhinya. Pertama, seorang yang berjanji setia kepada-Ku, namun mengkhianatinya. Kedua, seorang yang menjual orang lalu memakan hasil penjualannya. Ketiga, seorang yang mempekerjakan seorang buruh, namun setelah pekerja tersebut menyelesaikan pekerjaannya, orang tersebut tidak memberinya upah.” (HR. Ibnu Majah).
Kita pun harus adil kepada orang kafir.
Allah menyatakan:
وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ
“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan. ” (QS. Al Maa’idah: 8)
Bahkan banyak dai yang tidak suka dengan dai sunnah, suka mencela dai2 sunnah dan memberi cap yang tidak benar.
Ada Allah ﷻ yang akan memberi keadilan kelak di akhirat.
Jangan pandai menuntut hak tapi harus pandai tunaikan kewajiban..
➡️Kaidah 27: barangsiapa bertawakal kepada Allah maka cukuplah baginya
Allah berfirman,
{وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ}
Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka cukuplah baginya . (Ath-Thalaq: 3)
Harus berusaha tawakal/ketergantungan kepada Allah dalam setiap keadaan.
Nabi ﷺ berdoa,
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ
Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat–Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku meski sekejap mata sekali pun (tanpa mendapat pertolongan dari–Mu). HR. An–Nasai.
Jangan terlalu PD dengan diri sendiri, PD itu bila Allah dibelakang kita.
Urusan tawakal itu banyak.. Orang yang masuk surga tanpa hisab adalah karena tawakal yang menakjubkan.
Ayat ini turun terkait adanya perceraian, dimana saat itu adalah saat yang sangat berat.
{يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ (1) }
Hai Nabi, apabila kamu menceraikan istri-istrimu, maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu idah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Qs Thalaq:1
{فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ (3) }
Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Qs Ath Thalaq :2-3.
Perceraian banyak timbul kekacauan karena tidak tawakal kepada Allah.
Tawakal itu harus menyertakan hati kepada Allah.
➡️Perkataan indah dari Imam Al Baghowi, poin-poin yang penting, seusai ayat-ayat dalam Alqur’an :
1. Kalau kau ingin kemenangan maka bertawakallah (jangan sombong dengan jumlah dst)
2. Kalau kau berpaling dari musuhmu maka bertawakallah (ada Allah yang ngurus).
3. Jika orang-orang berpaling dari engkau maka bertawakallah
4. Jika musuhmu minta damai maka berdamai bertawakallah
5. Jika kena musibah yang tidak kau sukai maka bertawakallah
6. Beribadahlah dan bertawakallah..
Beliau berkata, “Kalau kau ingin meraih kecintaan Allah kepadamu maka kau harus singgah pertama kali pada tawakal.”
{إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ}
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (Ali Imran: 159)
Semoga bermanfaat
##$$-aa-$$##

