This entry is part 22 of 25 in the series Tafsir Al A'raf

Diterbitkan pertama kali pada: 26-Sep-2021 @ 21:19

5 menit membaca

📖 TAFSIR QS AL A’RAF#22: AYAT 167-172
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 20 Safar 1443H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)

Kita lanjutkan.. Setelah sebelumnya dijelaskan orang-orang Yahudi yang melakukan trik yang menghalalkan apa yang Allah haramkan, dan dirubah menjadi monyet (dan tidak ada keturunan).

Yahudi juga mengejek Nabi Muhammad ﷺ..

dulu orang-orang Yahudi mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengucapkan,

السام عليك يا محمد

“Kematian atasmu, wahai Muhammad.”

Mereka mendoakan kematian bagi Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

Aisyah menjawab dengan mengatakan,

السَّامُ عَلَيْكُمْ يَا إِخْوَانَ الْقِرَدَةِ وَالْخَنَازِيرِ، وَلَعْنَةُ اللهِ وَغَضَبُهُ

“Kematian atas kalian juga, wahai saudara kera dan babi, laknat Allah atas kalian, dan dan juga murka Allah atas kalian.”

Aisyah benar bahwa mereka saudara yahudi yang dirubah jadi monyet. Artinya tidak ada keturunan.

Rasulullah pun menegur ‘Aisyah, “Wahai ‘Aisyah, diamlah.”

‘Aisyah mengatakan, “Wahai Rasulullah, tidakkah Engkau mendengar ucapan mereka?”

Rasulullah ﷺ pun bersabda,

أَوَمَا سَمِعْتِ مَا رَدَدْتُ عَلَيْهِمْ؟ يَا عَائِشَةُ، لَمْ يَدْخُلِ الرِّفْقُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَمْ يُنْزَعْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

“Tidakkah Engkau mendengar bahwa aku sudah merespon ucapan mereka? Wahai ‘Aisyah, tidaklah sikap lemah lembut itu terdapat dalam sesuatu, kecuali akan menghiasinya. Dan tidaklah sikap lemah lembut itu tercabut dari sesuatu, kecuali akan memperkeruhnya.” (HR Ahmad)

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ يَّسُوْمُهُمْ سُوْٓءَ الْعَذَا بِ ۗ اِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيْعُ الْعِقَا بِ ۖ وَاِ نَّهٗ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sungguh, Dia akan mengirim utusan yang akan menimpakan azab yang seburuk-buruknya kepada mereka (orang Yahudi) sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 167)

Ini peringatan kepada mereka.

Yahudi terpecah menjadi dua golongan besar yang saling bermusuhan dan disiksa di sana sini.

Mereka jaya hanya baru-baru ini setelah mendirikan negara. Yang suatu saat mereka juga akan dihinakan kembali.

Sampai hari kiamat, mereka akan jadi pengikut Dajjal.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَطَّعْنٰهُمْ فِى الْاَ رْضِ اُمَمًا ۚ مِنْهُمُ الصّٰلِحُوْنَ وَمِنْهُمْ دُوْنَ ذٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنٰهُمْ بِا لْحَسَنٰتِ وَا لسَّيِّاٰتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang sholeh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 168)

Allah ﷻ memecah golongan mereka, tercerai berai.. Terutama sejak wafatnya Nabi Sulaiman.

Diantara mereka ada yang sholeh,ada yang masih berpegang teguh ajaran Nabi Musa alaihissalam.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَخَلَفَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَّرِثُوا الْكِتٰبَ يَأْخُذُوْنَ عَرَضَ هٰذَا الْاَ دْنٰى وَيَقُوْلُوْنَ سَيُغْفَرُ لَـنَا ۚ وَاِ نْ يَّأْتِهِمْ عَرَضٌ مِّثْلُهٗ يَأْخُذُوْهُ ۗ اَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِّيْثَا قُ الْـكِتٰبِ اَنْ لَّا يَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَـقَّ وَدَرَسُوْا مَا فِيْهِ ۗ وَا لدَّا رُ الْاٰ خِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

“Maka, setelah mereka, datanglah generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka berkata, “Kami akan diberi ampun.” Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga).

Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya (isi Taurat) ? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka tidakkah kalian berfikir?” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 169)

Mereka ini paham Taurat tapi lebih parah, ambil rasuah, sogokan..

Al adna = dunia, karena dua perkara

Dunu = dekat, dunia akan cepat hilang
Danaah = rendah… Dibandingkan dengan akhirat.

Mereka lakukan maksiat namun optimis akan diampuni.
سَيُغْفَرُ لَـنَا
Menggunakan kata saa (akan) dan fi”il majhul (seakan sudah selesai).
(bukan Allah akan mengampuni).

Yahudi ini kerjaan nya cari duniawi saja.. Termasuk jual agama..

Di akhir ayat ini Allah ganti hum (mereka), jadi antum karena..

1. Al Qurthubi : seorang tidak boleh sembunyikan kebenaran.

2. Supaya jadi perhatian dan hati-hati.

Akhlak buruk Yahudi, suka merubah ayat (fatwa seenaknya) untuk dunia dan pede akan diampuni.

Maka Syaikh Singiti.. Mengatakan bahwa orang yang yakin akan terampuni adalah orang yang terpedaya dan saudara Yahudi.

Dan ini adalah peringatan kepada dai, Kyai, Syaikh yang suka merubah makna ayat dan melakukan maksiat dan yakin diampuni…

Syaikh Rasyud Ridho.. ”
Namun kita malah ikuti yahudi sejengkal demi sejengkal..
Berfatwa untuk kesenangan banyak orang, penguasa untuk mendapatkan dunia”.

Namun ada berbuat baik..

Ada Lafazh
وَدَرَسُوْا مَا فِيْهِ

⏩Yang ada dua tafsir

1. Mereka pelajari Taurat tapi berfatwa menyelisihi Taurat
2. Mereka sengaja tinggalkan Taurat. Sehingga ajaran Taurat terlupakan.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ يُمَسِّكُوْنَ بِا لْـكِتٰبِ وَاَ قَا مُوا الصَّلٰوةَ ۗ اِنَّا لَا نُضِيْعُ اَجْرَ الْمُصْلِحِيْنَ

“Dan orang-orang yang berpegang teguh pada Kitab (Taurat) serta melaksanakan sholat, (akan diberi pahala). Sungguh, Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang saleh.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 170)

Berpegang teguh, artinya selalu menjalankan syariat.

Disebut sholat karena dengan begitu akan mudah beramar ma’ruf nahi munkar.

Rasulullah ﷺ melarang kita berangan-angan.

”Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya serta biasa beramal untuk bekal kehidupan setelah mati. Sebaliknya, orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya, sementara dia berangan-angan kepada Allah”. (HR. Ibnu Majah).

Dan mereka pun tetap suka membangkang.

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذْ نَـتَقْنَا الْجَـبَلَ فَوْقَهُمْ كَاَ نَّهٗ ظُلَّةٌ وَّظَنُّوْۤا اَنَّهٗ وَا قِعٌ بِۢهِمْ ۚ خُذُوْا مَاۤ اٰتَيْنٰكُمْ بِقُوَّةٍ وَّا ذْكُرُوْا مَا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung ke atas mereka, seakan-akan (gunung) itu naungan awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami firmankan kepada mereka), “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu menjadi orang-orang bertakwa.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 171)

Yaitu pelajari perintah dan larangan dalam Taurat.

Yahudi itu tapi membangkang, mereka sesat di atas ilmu.

Mereka sujud dengan pelipis kiri sambil lihat gunung, mata kanan lihat gunung.
Namun cara sujud mereka ini mereka yakini sebagai sebab Allah tidak turunkan adzab, padahal nenek moyang mereka ketakutan terkena adzab.

Ini paragraf baru..

✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَ اِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْۤ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَ اَشْهَدَهُمْ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ ۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۗ قَا لُوْا بَلٰى  ۛ  شَهِدْنَا  ۛ  اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَ 

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 172)

Ayat ini jadi bahasan panjang.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam membacakan firman-Nya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka. (Al-A’raf: 172) Lalu beliau Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda bahwa Allah mengambil mereka dari sulbinya sebagaimana ketombe diambil dari rambut kepala dengan sisir. Kemu­dian Allah berfirman kepada mereka: “Bukankah aku ini Tuhan kalian?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami).”

📌Ayat ini adalah dalil adanya Fitrah bahwa Allah adalah tuhan kita… Namun kita lupa.

Orang yang atheis akan sulit karena melawan fitrah.

Untuk ingatkan fitrah tersebut Allah kirim para rasul. Sehingga manusia yang kafir tidak ada hujjah.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Tafsir Al A'raf

TAFSIR QS AL A’RAF#21: AYAT 160-166 TAFSIR QS AL A’RAF#23: AYAT 174-180
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?