TAFSIR QS AL A’RAF#21: AYAT 160-166
- TAFSIR QS AL A’RAF#1 : AYAT 1-11
- TAFSIR QS AL A’RAF#2: AYAT 12-22
- TAFSIR QS AL A’RAF#3: AYAT 22-30
- TAFSIR QS AL A’RAF#4: AYAT 31-37
- TAFSIR QS AL A’RAF#5: AYAT 38-43
- TAFSIR QS AL A’RAF#21: AYAT 160-166
- TAFSIR QS AL A’RAF#6: AYAT 44 -51
- TAFSIR QS AL A’RAF#7: AYAT 52 -56
- TAFSIR QS AL A’RAF#8: AYAT 57-64
- TAFSIR QS AL A’RAF#9: AYAT 65-72
Diterbitkan pertama kali pada: 19-Sep-2021 @ 20:42
4 menit membaca📖 TAFSIR QS AL A’RAF#21: AYAT 160-166
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 13 Safar 1443H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
Kita lanjutkan
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَقَطَّعْنٰهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ اَسْبَا طًا اُمَمًا ۗ وَاَ وْحَيْنَاۤ اِلٰى مُوْسٰۤى اِذِ اسْتَسْقٰٮهُ قَوْمُهٗۤ اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَا كَ الْحَجَرَ ۚ فَا نْۢبَجَسَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۗ قَدْ عَلِمَ كُلُّ اُنَا سٍ مَّشْرَبَهُمْ ۗ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ الْغَمَا مَ وَاَ نْزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَا لسَّلْوٰى ۗ كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ ۗ وَ مَا ظَلَمُوْنَا وَلٰـكِنْ كَا نُوْۤا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
“Dan Kami membagi mereka menjadi dua belas suku yang masing-masing berjumlah besar, dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka, memancarlah dari (batu) itu dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Dan Kami naungi mereka dengan awan dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. (Kami berfirman), “Makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu.” Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi merekalah yang selalu menzalimi dirinya sendiri.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 160)
Ayat menjelaskan nikmat yang Allah berikan kepada Bani Israil namun mereka balas dengan pembangkangan.
Dibagi 12 suku (kabilah), yang kembali kepada 12 anak Nabi Yakub (Israil).
Dari 1 baru muncul 12 mata air.
Begitu pertama kali Nabi Musa pukul batu air yang keluar awalnya pelan dan masing-masing suku tahu kran nya… Sehingga tidak perlu hasad dan bertengkar.
Mereka kepanasan dan dinaungi awan..
Padahal para sahabat radhiyallahu anhum tidak pernah dapat naungan seperti ini.
Mereka lapar dan Allah turunkan alman (makanan) dan al salwa (seperti burung). Makanan yang lezat dan sudah siap saji.
Ternyata mereka membalas nikmat tersebut dengan sikap membangkang.
Mereka tidak mendzalimi Allah namun mereka mendzalimi diri mereka sendiri.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذْ قِيْلَ لَهُمُ اسْكُنُوْا هٰذِهِ الْقَرْيَةَ وَكُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُوْلُوْا حِطَّةٌ وَّا دْخُلُوا الْبَا بَ سُجَّدًا نَّـغْفِرْ لَـكُمْ خَطِيْۤـئٰــتِكُمْ ۗ سَنَزِيْدُ الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), “Diamlah di negeri ini (Baitulmaqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki.” Dan katakanlah, “Bebaskanlah kami dari dosa kami, dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk (rukuk) , niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu.” Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 161)
Perintah Allah untuk istighfar sambil rukuk (membungkuk).
Dosa mereka tidak sebanding dengan ampunan Allah. Namun harus sesuai dengan cara yang Allah tentukan.
Kemudian masuk paragraf baru.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَبَدَّلَ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ الَّذِيْ قِيْلَ لَهُمْ فَاَ رْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِّنَ السَّمَآءِ بِمَا كَا نُوْا يَظْلِمُوْنَ
“Maka orang-orang yang zalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 162)
Mereka disuruh mengatakan Hithoh (istighfar), mereka plesetkan dengan hinthoh (gandum), artinya mereka minta makan.
Mereka memang sering melakukan pembangkangan.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَسْــئَلْهُمْ عَنِ الْـقَرْيَةِ الَّتِيْ كَا نَتْ حَا ضِرَةَ الْبَحْرِ ۘ اِذْ يَعْدُوْنَ فِى السَّبْتِ اِذْ تَأْتِيْهِمْ حِيْتَا نُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَّيَوْمَ لَا يَسْبِتُوْنَ ۙ لَا تَأْتِيْهِمْ ۛ كَذٰلِكَ ۛ نَبْلُوْهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَفْسُقُوْنَ
“Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 163)
Nenek moyang mereka ada di sekitar pantai.
Ikan diidhofahkan kepada mereka, artinya ujian untuk mereka.
شُرَّعًا
Ada 2 makna, yaitu full dan datang terus- menerus.
Dan mereka ngakali larangan mencari ikan pada hari sabtu.
Mereka buat lubang di pantai untuk jebak ikan, pendapat lain mereka pasang jaring hari jumat dan ambil jaring hari Ahad.
Hilah, trik untuk halalkan yang diharamkan.
Saat ini banyak orang yang melakukan trik halalkan yang diharamkan, misalkan riba, muhalal dan muhalil.. Dst.
Trik ini kelihatan nya halal tapi tujuannya haram.
➡️Ada 3 kelompok Bani Israil, Sikapi Hilah..
1. Pelaku maksiat (tangkap ikan)
2. Yang menasihati (nahi munkar)
3. Tidak menasihati (diam saja, nasihat percuma saja)
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذْ قَا لَتْ اُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُوْنَ قَوْمًا ۙ ٱلـلّٰهُ مُهْلِكُهُمْ اَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَا بًا شَدِيْدًا ۗ قَا لُوْا مَعْذِرَةً اِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, “Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?” Mereka menjawab, “Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 164)
Ini adalah nasihat dari kelompok 3 kepada kelompok 2.
Tujuan kelompok dua adalah untuk cari udzur di akhirat kelak dan semoga ada yang ikuti nasihat mereka.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖۤ اَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوْٓءِ وَاَ خَذْنَا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا بِعَذَا بٍۢ بَـئِيْسٍ بِۢمَا كَا نُوْا يَفْسُقُوْنَ
“Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 165)
📌Nasib ketiga kelompok.
Kelompok 1, disiksa karena kefasikan mereka dengan adzab yang pedih.
Kelompok 2, diselamatkan yang nahi munkar
Kelompok 3, ada khilaf tapi menurut pendapat terkuat juga selamat.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَلَمَّا عَتَوْا عَنْ مَّا نُهُوْا عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خٰسِـئِیْنَ
“Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang. Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina.”” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 166)
📌Ada dua pendapat..
فَلَمَّا
▶️1. Mereka sudah diadzab tapi tetap ngeyel dan dirubah jadi monyet. (ada dua sesi adzab)
⏩2. Adzab yang pedih itulah jadi monyet.
Dijelaskan alasannya,
Lupa teguran dan sombong, anggap remeh teguran..(inilah yang lebih tepat)
Akhirnya Allah rubah menjadi kera. Kelompok 2 dan kelompok 3 akhirnya meninggalkan mereka. Dan monyet tersebut mati, tanpa ada keturunan.
Ibnu Taimiyyah mengatakan – Sebab dirubah jadi monyet, karena perbuatan mereka mirip kebenaran. Tapi hakikatnya kebatilan.
Monyet adalah hewan yang sangat mirip manusia tapi bukan manusia.
Perbuatan mereka mirip kebenaran tapi bukan kebenaran.
Semoga bermanfaat.
$$##—aa—##$$


