This entry is part 11 of 11 in the series Bayan Salaf
4 menit membaca

🗒️ *BAYAN SABILI SALAF #11*
Penulis – Syaikh Faisal bin Qazar al Jazim.
🎤 Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
Ahad, 6 Jumadil Ula 1448H/ 18 Oktober 2026 (Ba’da Subuh)
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

➡️ *MENINGGALKAN SUNNAH/TUNTUNAN MESKIPUN BERSIFAT ANJURAN BISA HILANGKAN AGAMA*

🔹 Abdullah bin Mas’ud : akan datang suatu kaum, mereka meninggalkan sunnah yang sedikit, apabila kalian mereka membiarkan mereka yang meninggalkan sunnah yang sedikit maka akan datang bencana yang besar, dan sungguh tidak ada seorang ahli kitab pun kecuali yang mereka tinggalkan adalah sesuatu yang sunnah dan yang terakhir kali mereka tinggalkan adalah sholat. Sholat adalah inti agama yang paling inti.
Seandainya mereka bukan ahli kitab tentu mereka akan meninggalkan sholat.
Seandainya mereka tidak malu, mereka akan meninggalkan sholat juga.

Ini menunjukkan bahwa meninggalkan sunnah Nabi ﷺ adalah berbahaya.

Oleh karena itu tuntunan walaupun tidak wajib semampu nya kita lakukan.

🔹 Ibnu Adh Dhailani : telah sampai kepadaku bahwa hilangnya agama dimulai dari meninggalkan yang sunnah, agama itu akan hilang sedikit demi sedikit. Sebagaimana tali yang kuat akan jadi rapuh bila sehelai demi sehelai lepas dari tali tersebut.

Setan itu tidak menyuruh kita melakukan kesalahan yang fatal saat kita masih baik.
Setan menggoda dengan sesuatu yang samar dst..

✅ Al Masail
1. Peringatan akan bahayanya meninggalkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ walaupun sunnah yang tidak wajib.

2. Pengaruh meninggalkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ terhadap hilangnya agama seseorang.

3. Pentingnya menjaga sunnah dan pentingnya mendakwahkan sunnah Nabi ﷺ. Dan pentingnya memperjuangkan sunnah Nabi ﷺ.
Berusahalah menjadi orang-orang yang memperjuangkan agama ini.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لا تزال طائفةٌ من أمتي على الحق، لا يضرهم من خذلهم ولا من خالفهم، حتى يأتي أمر الله وهم على ذلك

“Akan senantiasa ada dari umatku ini orang-orang yang menegakkan kebenaran, tidak akan merugikan mereka orang-orang yang menyelisihi atau yang memusuhi mereka, sampai datangnya keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mereka tetap dalam keadaan seperti itu.”
HR Muslim.

4. Bahaya orang yang meremehkan tindakan mengikuti Sunnah Nabi ﷺ.

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.”
HR Tirmidzi

5. Sebuah amalan tidak sah kecuali sesuai dengan sunnah Nabi ﷺ.

Dalam menjalankan agama (beramal) harus hati-hati.

Syarat diterima amalan adalah Allah.
1. Ikhlas
2. Sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.

Dalil..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰۤى اِلَيَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۚ فَمَنْ كَا نَ يَرْجُوْا لِقَآءَ رَبِّهٖ فَلْيَـعْمَلْ عَمَلًا صَا لِحًـاوَّلَايُشْرِكْ بِعِبَا دَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا

“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diberi wahyu, bahwa sesungguhnya sesembahan kamu adalah Rabb Yang Maha Esa.”

Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Rabb-nya (yang membahagiakan) , maka hendaklah dia mengerjakan amal sholeh dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 110)

Jadi tidak benar bahwa Nabi ﷺ berbeda, terbuat dari cahaya…. Ini hadits palsu.

Amalan dikatakan sholeh bila sesuai tuntunan.

Ayat ini menjelaskan dua syarat diterimanya amalan oleh Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ اَحْسَنُ دِيْنًا مِّمَّنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَّا تَّبَعَ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗ وَا تَّخَذَ اللّٰهُ اِبْرٰهِيْمَ خَلِيْلًا

“Dan tidak ada yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan-(Nya).”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 125)

Ini adalah adalah penjelasan Ittiba.

Ibnu Katsir : orang yang serahkan amalan untuk wajah Allah
Adalah orang yang ikhlas.
Orang yang beramal sholeh – ikuti Allah dan ikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ٱلَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَا لْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ

“yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,”
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 2)

Fudhail bin Iyadh.

اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ

Adalah amalan yang paling benar dan paling ikhlas.
Amalan tidak diterima sampai dia ikhlas dan benar.
Amalan dikatakan Ikhlas ketika hanya untuk Allah
Amalan dikatakan benar ketika diatas sunnah Nabi ﷺ.

Hadits yang diriwayatkan dari Aisyah radhiallahu anhaa, Nabi ﷺ bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.”
HR Bukhari.

Ibnu Mas’ud dan Ali bin Abi Thalib.

لَا يَنْفَعُ قَوْلٌ إِلَّا بِعَمَلٍ، وَلَا يَنْفَعُ قَوْلٌ وَعَمَلٌ إِلَّا بِنِيَّةٍ، وَلَا يَنْفَعُ قَوْلٌ وَعَمَلٌ وَنِيَّةٌ إِلَّا بِمَا وَافَقَ السُّنَّةَ.

“Tidak bermanfaat suatu perkataan kecuali dengan amal; tidak bermanfaat perkataan dan amal kecuali dengan niat; dan tidak bermanfaat perkataan, amal, dan niat kecuali apabila sesuai dengan Sunnah.”

Sufyan Ats-Tsauri : dulu ahli agama mengatakan perkataan tidak lurus kecuali dengan amalan. Perkataan dan amalan tidak akan lurus kecuali dengan niat.
Sebuah perbuatan dan niat tidak akan lurus kecuali sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ.

FAIDAH

1. Pentingnya Kesesuaian amalan sesuai sunnah Nabi ﷺ.

2. Niat yang ikhlas tidak cukup bila amalan menyelisihi sunnah. Harus terkumpul ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.

Agama itu tegak dengan dua syarat ini.

3. Bahaya bidah dan pengaruh nya akan rusaknya agama

4. Wajib belajar sunnah dan mengajarkannya.

5. Yang menjadi standar bukan banyak amalan, bukan pula semangat tetapi yang menjadi standar adalah kesesuaian amalan dengan tuntunan Rasulullah ﷺ dan ikhlas untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

6. Penjelasan tentang sunnah Nabi ﷺ dan ikutinya.

7. Ahlusunnah adalah orang yang amalannya paling benar karena mengikuti tuntunan Nabi ﷺ.

Semoga bermanfaat.

#sunnah #salaf #manhaj #nabi #Ittiba #bid’ah

##$$-aa-$$##

Bayan Salaf

BAYAN SABILI SALAF #10
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?