This entry is part 1 of 4 in the series Bayan Salaf
5 menit membaca

🗒️ *BAYAN SABILI SALAF #01*
Penulis – Syaikh Faisal bin Qazar al Jazim.
🎤 Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
Ahad, 27 Rabi’ul Akhir 1447H/ 19 Oktober 2025 (Ba’da Subuh)
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Kita belajar dengan kitab ini yang begitu penting untuk mengingatkan pentingnya manhaj yang mulai banyak ditinggalkan oleh kebanyakan orang.

Dengan judul asli..

إيضاح المحجة في بيان سبيل السلف في أخذ الدين وفهمه والعمل به والدعوة إليه

Kitab ini menitikberatkan pada tema-manhaj salaf (jalan para salaf) — dalam pengambilan agama, pemahaman, pengamalan, dan dakwah.

Ini adalah bagian dari aqidah.

Dalam setiap bab, akan disebutkan dalil dari Al-Qur’an, Sunnah dan atsar para sahabat, tanpa bermaksud menampilkan semua dalil yang ada. Di akhir setiap bab akan dijelaskan masalah atau faidah yang bisa diambil dari dalil yang ada. Ini adalah metode yang dipakai oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab Tauhid.

➡️ Bab1 : Kumpulan masalah yang berkaitan dengan definisi manhaj salaf dan bagaimana seseorang mengambil ilmu agama.

Salaf, secara bahasa salaf adalah setiap orang yang mendahului kita.

Dalam Al Qur’an ada kata salaf.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَا لُوْۤا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰوا ۘ وَاَ حَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا ۗ فَمَنْ جَآءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَا نْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَ ۗ وَاَ مْرُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَا دَ فَاُ ولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 275)

Secara istilah, salaf adalah generasi yang mulia dari kaum muslimin yang mereka hidup di tiga generasi pertama dalam sejarah Islam baik mereka sahabat, tabiin dan tabiut tabiin.

Salafi adalah orang yang menisbahkan diri pada mereka.

✅ Ada dua pendapat tentang Salaf.

🔹1. Salaf itu hanya para sahabat. Hanya para sahabat yang dijaga dari kesalahan ketika mereka tidak berselisih. Hanya para sahabat yang pendapatnya bisa dijadikan hujjah ketika mereka tidak berselisih. Sahabat adalah orang yang adil.

Adapun yang setelahnya harus di atas para sahabat. Jaman Tabiin dan Tabiut Tabiin sudah ada penyimpangan.

🔹2. Salaf itu tiga generasi pertama yang dipuji oleh Rasulullah ﷺ. Yaitu tiga generasi pertama yang sholeh.

Dua pendapat ini tidak terlalu masalah karena pendapat kedua ada syarat nya, yaitu sholeh dan di atas manhaj para sahabat.

🔸Dalil.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لسّٰبِقُوْنَ الْاَ وَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَا لْاَ نْصَا رِ وَا لَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِ حْسَا نٍ ۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَ عَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ ذٰلِكَ الْـفَوْزُ الْعَظِيْمُ

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 100)

Kata لسّٰبِقُوْنَ — orang-orang yang mendahului.

Ini adalah pujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada para sahabat dari kalangan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka.

Ini lebih mendekati dengan pendapat mereka.

Allah rida – artinya mereka baik secara lahir dan batin.

Mereka rida dengan pahala yang mereka dapatkan.

Kalimat yang mengalir di bawahnya sungai-sungai tidak bermakna sungai ini langsung dibawah kaki kita.

Dari hadits,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ يَجِيءُ قَوْمٌ تَسْبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمِينَهُ، وَيَمِينُهُ شَهَادَتَهُ.

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi setelah mereka, kemudian generasi setelah mereka.
Lalu akan datang suatu kaum yang kesaksian salah seorang di antara mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.”
HR Bukhari dan Muslim.

Mereka paling baik dari sisi agama : aqidah, amalan, akhlak dst.

Rasulullah ﷺ memuji mereka, jadi tidak mungkin kita lebih baik dalam masalah agama dari pada mereka.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak menjelaskan sisi khusus artinya semua aspek dalam agama.

Misalnya dalam pendapat kita beda dengan pendapat para sahabat, tentu pendapat para sahabat lebih baik.

Begitu juga dalam hal tafsir ayat-ayat Al Qur’an.
Begitu amalan agama kita bila beda dengan amalan para sahabat, tentu amalan para sahabat lebih baik. Kalau para sahabat tidak melakukan, maka kita juga harus tidak melalukan.

Kecuali bila ada sahabat yang berbeda pendapat, maka pilih salah satu yang lebih dekat dengan dalil yang ada.

Menurut Syaikh Utsaimin (tentang bagian akhir hadits) ;

1. Datang generasi berikutnya yang buruk, maka mereka harus bersumpah.
2. Mereka tidak peduli lagi dengan sumpah (karena buruknya).

🔸Atsar

Zubair Ibnu Adi (Tabiin), datangi Anas bin Malik ; banyak orang yang adukan kekejaman Hajaj Bin Yusuf kepada Anas Bin Malik.

Dikatakan kepada Anas bin Malik,
“Wahai Abu Hamzah (kunyah Anas), sesungguhnya al-Hajjaj telah berbuat begini dan begitu (kezaliman, kekejaman)!”
Maka Anas menjawab:
“Bersabarlah! Karena tidaklah datang kepada kalian suatu zaman melainkan yang sesudahnya akan lebih buruk daripada yang sebelumnya, sampai kalian bertemu dengan Tuhan kalian.”

Kalau di suatu tempat yang zaman ini lebih baik dari sebelumnya?
1. Itu hanya sebagian kecil tapi umumnya lebih buruk.
2. Itu hanya terjadi sebagian kurun.

🔸 Ibnu Mas’ud : barangsiapa diantara kalian yang ingin mencari panutan maka jadikanlah sahabat-sahabat Nabi ﷺ sebagai panutan.

Karena para sahabat Nabi ﷺ adalah umat yang paling baik hatinya, dan mereka yang paling dalam ilmunya. Dan mereka adalah orang yang paling apa adanya (paling sedikit takaluf).
Mereka adalah orang yang petunjuk dan perilaku hidupnya paling lurus. Mereka adalah orang yang keadaan nya paling baik. Mereka adalah orang yang Allah pilih menjadi sahabat Nabi ﷺ dan menjadi penegak agama Allah.
Akui keutamaan mereka dan ikuti jejak mereka, karena mereka di atas petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

✅MASAIL

1. Penjelasan tentang as Salaf – itu orang-orang yang hidup di 3 generasi pertama,yaitu Sahabat – Tabiin – Tabiut Tabiin.

2. Bahwa para sahabat adalah manusia yang paling baik. Para sahabat itu pendahulu umat dalam bab-bab kebaikan.

3. Para sahabat dinilai oleh Rasulullah ﷺ sebagai manusia yang paling baik, dan berlaku umum dalam masalah agama.

4. Keterbaikan akan semakin sedikit dengan semakin lama waktu. (Kiamat akan datang saat zaman sangat buruk).

5. Berafiliasi kepada generasi salaf adalah berafiliasi dengan generasi yang terbaik, afiliasi kepada kebenaran.

Semoga bermanfaat.

#bayan #salaf #salafi #Tabiin #Tabiuttabiin #sahabat

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bayan Salaf

BAYAN SABILI SALAF #02
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?