PENGHALANG-PENGHALANG HIDAYAH
PENGHALANG-PENGHALANG HIDAYAH
Ustadz Dr Sufyan Baswedan, Lc.MA
6 Jumadil Ula 1448H / 18 Oktober 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Ada dua nikmat yang kebanyakan orang kurang pandai memanfaatkannya.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
نِعمَتانِ مغبونٌ فيهما كثيرٌ من الناسِ: الصَّحَّةُ والفَّراغُ
“Dua nikmat yang banyak manusia dilalaikan di dalamnya, yaitu: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Nikmat yang lebih besar adalah nikmat hidayah.
1. Nikmat hidayah Islam,
2. Nikmat selamat di neraka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
سَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلاَثَةٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ وَاحِدَةً. قِيلَ: مَنْ هِيَ يَا رَسُولَ الَّهلِ؟ قَالَ: مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ
“Umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk neraka, kecuali satu golongan. Beliau ditanya, ‘Siapakah dia wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘(Golongan) yang menempuh jalan hidup (manhaj) yang aku dan para sahabatku tempuh”(HR. At-Tirmidzi).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ اَنَّ لَهُمْ مَّا فِى الْاَ رْضِ جَمِيْعًا وَّمِثْلَهٗ مَعَهٗ لِيَـفْتَدُوْا بِهٖ مِنْ عَذَا بِ يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ ۚ وَلَهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir, seandainya mereka memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu (lagi) untuk menebus diri mereka dari adzab pada hari Kiamat, niscaya semua (tebusan) itu tidak akan diterima dari mereka. Mereka (tetap) mendapat adzab yang pedih.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 36)
Yang paling menentukan adalah bagaimama akhir hidup.
Ayat dan arti nya dibaca pelan dan dipahami, sebaiknya sesuai sunnah dibaca 3x.
Orang kafir ketika di akhirat dan tahu akan dahsyatnya adzab yang bakal diterima mereka ingin menebus dengan materi.
Inilah pentingnya hidayah.. Hidayah itu ada waktu dan waktunya terbatas.
Hidayah itu sangat mahal dan perlu dijaga.
Tempat hidayah adalah hati.
Hati harus dijaga, hati bisa sakit.
خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰٓ أَبْصَـٰرِهِمْ غِشَـٰوَةٌۭ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ
Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
Surat Al-Baqarah (2) Ayat 7
Hidayah itu bisa hilang..
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗۤ ۙ اَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ ۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَا فُوْنَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kalian yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap aizah / (tidak rendah, tidak minder, mulia di mata Allah) terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 54)
Orang beriman itu bisa murtad – dan Allah sudah peringatkan.
Orang murtad itu tidak merugikan Allah, tidak merugikan Islam.
Dalam ayat ini, di sebut suatu kaum yang Allah akan datang kan..
1. Allah cinta mereka
2. Mereka cinta Allah
3. Lemah lembut kepada kaum mukmin
4. Tidak minder kepada orang kafir
5. Jihad di jalan Allah (dengan يُجَاهِدُوْنَ
Fi’il mudhori Artinya akan terus terjadi)
6. Tidak takut celaan
Ujian itu Sunnatullah, umat-umat sebelum kita juga diuji. dan itu dijelaskan Allah.
الم، أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ، وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
Alif Lam Mim.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
Qs Ankabut 1-3.
Allah itu ilmu mencakup.
Ilmu yang mendahului sesuatu itu terjadi.
Ilmu yang muncul saat sesuatu itu benar-benar terjadi. Ilmu tentang balasan Allah setelah sesuatu terjadi.
Keimanan itu perlu ujian. Makin sering ujian dan lulus, keimanan makin bagus.
Ujian bisa dengan musibah, bisa dengan nikmat.
Allah sudah bocorkan apa yang akan terjadi di akhirat kelak. Semua amalan kita ada catatan nya yang akan kita jumpai kelak.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَ يَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَـتَـنَا مَا لِ هٰذَا الْـكِتٰبِ لَا يُغَا دِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّاۤ اَحْصٰٮهَا ۚ وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَا ضِرًا ۗ وَ لَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا
“Dan diletakkanlah Kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, Kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak mendzalimi seorangpun.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 49)
➡️ Apa yang halangi kita istiqomah di atas hidayah?
Sebab utama adalah menuruti hawa nafsu.
Sebab lainnya adalah kebodohan.
Yaitu ketidaktahuan akan adanya kebenaran.
Kebodohan bisa diatasi dengan belajar.
Nuruti hawa nafsu sangat bahaya, hanya bisa dikurangi dengan tidak menuruti hawa nafsu.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala..
مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالإيمَانِ وَلَكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (106) ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الآخِرَةِ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ (107)
Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir, padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih daripada akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
Qs An Nahl 106-107.
Orang terpaksa dalam ayat ini adalah dengan paksaan yang riil dan tidak punya pilihan.
Tapi kadang kala paksaan yang terus menerus bisa merubah hati.
Kalau hatinya tidak ada penolakan dan mulai ada kelapangan terima kekafiran.. Maka ini diadzab.
Sebabnya ada lebih cinta dunia dari pada akhirat.
➡️ Bentuknya macam-macam.
1. Lebih cinta ajaran nenek moyang dari pada ajaran Nabi ﷺ.
Ini hanya sesuai perasaan saja.
Ini syubhat klasik..
### QS. Az-Zukhruf ayat 20–23.
وَقَالُوا لَوْ شَاءَ الرَّحْمَٰنُ مَا عَبَدْنَاهُم ۗ مَّا لَهُم بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
“Dan mereka berkata, ‘Sekiranya (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat).’ Mereka tidak mempunyai ilmu sedikit pun tentang itu. Tidak lain mereka hanyalah menduga-duga belaka.”
أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا مِّن قَبْلِهِ فَهُم بِهِ مُسْتَمْسِكُونَ
“Ataukah pernah Kami berikan sebuah kitab kepada mereka sebelumnya, lalu mereka berpegang teguh pada (kitab) itu?”
بَلْ قَالُوا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِم مُّهْتَدُونَ
“Bahkan mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak mereka.’”
### Ayat 23
وَكَذَٰلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِم مُّقْتَدُونَ
“Dan demikianlah, Kami tidak mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, ‘Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka.’”
QS. Az-Zukhruf ayat 20–23.
Pemberi peringkat itu rasul tugasnya memberi peringatan dan beri kabar gembira.
Orang-orang yang suka berbuat salah biasanya orang-orang yang punya harta…
{إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُتْرَفِينَ}
Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah. (Al-Waqi’ah: 45)
Dan ayat lain..
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِى الْاَ رْضِ وَجَعَلَ اَهْلَهَا شِيَـعًا يَّسْتَضْعِفُ طَآئِفَةً مِّنْهُمْ يُذَبِّحُ اَبْنَآءَهُمْ وَيَسْتَحْيٖ نِسَآءَهُمْ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ
“Sungguh, Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah, dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil), dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sungguh, dia (Fir’aun) termasuk orang yang berbuat kerusakan.”
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 4)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
تِلْكَ الدَّا رُ الْاٰ خِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِيْنَ لَا يُرِيْدُوْنَ عُلُوًّا فِى الْاَ رْضِ وَلَا فَسَا دًا ۗ وَا لْعَا قِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ
“Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 83)
Dan akhirat (surga) itu bukan untuk Firaun dan yang semisal dengannya.
Cinta harta bisa halangi jalan hidayah..
۞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلْأَحْبَارِ وَٱلرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَـٰطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۗ وَٱلَّذِينَ يَكْنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍۢ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,
Surat At-Taubah (9) Ayat 34
Semua bentuk kemaksiatan yang ada di Yahudi dan Nasrani ada di kaum muslim.
dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لَتَتَّبِعُنَّ سُنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَذْوَ القُذَّةِ بِالْقُذَّةِ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوْا جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمُوْهُ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اليَهُوْدُ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ: فَمَنْ؟
“Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti orang-orang sebelum kalian setapak demi setapak sampai jikalau mereka masuk kedalam lubang dhab maka niscaya kalian akan mengikutinya.” para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah mereka ini Yahudi dan Nasrani? Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Kalau bukan mereka siapa lagi?” (HR. Bukhari dan Muslim)
Itulah sebabnya jumlah firqah sesat umat Islam lebih banyak.
Sebab detail lainnya.. Takut kehilangan pengikut dst.
Semoga bermanfaat.
#hidayah #salaf #sunnah #cinta #dunia
##$$-aa-$$##

