BAYAN SABILI SALAF #05
- BAYAN SABILI SALAF #01
- BAYAN SABILI SALAF #02
- BAYAN SABILI SALAF #03
- BAYAN SABILI SALAF #04
- BAYAN SABILI SALAF #05
🗒️ *BAYAN SABILI SALAF #05*
Penulis – Syaikh Faisal bin Qazar al Jazim.
🎤 Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
Ahad, 2 Dzulqaidah 1447H/ 19 April 2026 (Ba’da Subuh)
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Di kajian sebelumnya kita telah sampai pada bab perintah mengikuti manhaj salaf. Perintah pada asalnya adalah wajib.
➡️ Masalah – masalah dalam bab inti.
1️⃣ Dalam ayat surat taubat (ayat 100)
وَا لسّٰبِقُوْنَ الْاَ وَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَا لْاَ نْصَا رِ وَا لَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِ حْسَا نٍ ۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ
“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka *dengan baik*, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 100)
Keridhaan Allah kepada orang-orang setelah para shahabat adalah dengan syarat mengikuti para shahabat dengan baik.
2️⃣ Mengikuti para sahabat Nabi ﷺ dengan baik tidak dapat diwujudkan dengan menyelisihi mereka baik dalam aqidah maupun amaliyah mereka.
Dan itulah manhaj salaf.
3️⃣ Dalam surat Al Baqarah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاِ نْ اٰمَنُوْا بِمِثْلِ مَاۤ اٰمَنْتُمْ بِهٖ فَقَدِ اهْتَدَوْا
“Maka jika mereka telah beriman sebagaimana yang kamu imani, sungguh, mereka telah mendapat petunjuk.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 137)
Para sahabat Nabi ﷺ adalah orang-orang yang pertama kali masuk dalam ayat ini.
Bahwa hidayah yang sempurna tidak mungkin ada kecuali dengan menyamai para sahabat Nabi ﷺ dalam iman dan amaliyah.
Semakin besar kita menyelisihi para shahabat berarti semakin berkurang kadar keimanan kita.
Semakin dengan kita dengan para sahabat dengan iman dan amalnya maka semakin beriman.
4️⃣ Dalam surat An Nisa ayat 115.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يُّشَا قِقِ الرَّسُوْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَـهُ الْهُدٰى وَ يَـتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهٖ مَا تَوَلّٰى وَنُصْلِهٖ جَهَـنَّمَ ۗ وَسَآءَتْ مَصِيْرًا
“Dan barang siapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam Neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 115)
Kaum mukminin dalam ayat ini adalah para shahabat Rasulullah ﷺ.
5️⃣ Dalam Hadits – yang isinya bahwa sesungguhnya orang yang hidup setelah ku dan kalian akan banyak pertentangan.
Akan banyak hal-hal yang baru dalam agama dan akan ada banyak perkara yang menyelisihi sunnah Nabi ﷺ.
Semakin lama waktu maka semakin banyak kebid’ahan yang muncul.
Maka ada disebutkan dalam hadits bahwa di hari kiamat akan terjadi pada manusia yang paling buruk. Semakin banyak yang menyelisihi sunnah Nabi ﷺ.
Contoh nyata..
Dulu zina itu aib besar. Sekarang zina itu biasa.
Dulu mutilasi itu kejadian besar dan sangat jarang, sekarang banyak sekali mutilasi.
Dulu perayaan agama itu sakral, sekarang perayaan agama ada dangdutan, ada biduanita yang kelihatan aurat nya..
٦٥٤١ – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِيٍّ قَالَ أَتَيْنَا أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ فَشَكَوْنَا إِلَيْهِ مَا نَلْقَى مِنْ الْحَجَّاجِ فَقَالَ اصْبِرُوا فَإِنَّهُ لَا يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ سَمِعْتُهُ مِنْ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Maksudnya,
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Zubair bin ‘Adi mengatakan, pernah kami mendatangi Anas bin Malik, kemudian kami mengutarakan kepadanya keluh kesah kami tentang kelakuan para jamaah haji. Maka dia menjawab; “Bersabarlah, sebab tidaklah kalian melalui suatu zaman, melainkan sesudahnya lebih buruk daripada sebelumnya, sehingga kalian berjumpa Tuhan kalian. Aku mendengar hadis ini dari Nabi kalian ﷺ.”
Di dalam hadits tersebut ada hadits untuk berpegang teguh kepada sunnah nya para Khulafaur Rasyidin.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati para sahabat radhiyallahu ‘anhum,
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
“Berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rosyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian.”HR Abu Dawud.
Belum lama ada yang mencela sunnah nya Utsman bin Affan tentang adzan 2x di hari Jumat. Adzan pertama adalah sebelum waktu sholat Jumat dan di pasar. Namun beda dengan yang terjadi sekarang tapi jangan mencela.
6️⃣ Wasiat untuk mengikuti petunjuk Nabi ﷺ. Yaitu dari Nabi ﷺ dan Ibnu Abbas.
Hadits Abu Waqi – Sungguh akan terjadi sesuatu yang merusak agama.
Para shahabat bertanya – Bagaimana dengan kita.
Nabi ﷺ menjawab – kalian harus kembali pada keadaan yang pertama, yaitu sunnah Nabi ﷺ.
Ibnu Abbas – pernah diminta wasiat – Istiqomah lah kalian dan ikuti perkara yang awal (Ajaran Nabi ﷺ) dan jangan sampai engkau lakukan kebid’ahan.
7️⃣Sunnah Nabi ﷺ itu bisa menyatukan kaum muslimin.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كَثِيْراً، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّيْنَ الرَّاشِدِيْنَ، تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ.
‘Aku wasiatkan kepada kalian agar tetap bertakwa kepada Allah, tetaplah mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Sungguh, orang yang masih hidup di antara kalian setelahku akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid‘ah. Dan setiap bid‘ah itu adalah sesat.’” (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ad-Darimi, Al-Hakim dan lainnya)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا عْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَا ذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَ صْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَا نًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّا رِ فَاَ نْقَذَكُمْ مِّنْهَا
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 103)
Nikmat dalam ayat ini adalah agama Islam.
Musonif melanjutkan : Sedangkan kebid’ ahan (sering disebut ahwa – hawa nafsu) akan merusak peraturan kaum muslimin. Kebidahan menimbulkan pertengkaran diantara kaum muslimin.
Maka sekarang banyak perselisihan, perpecahan karena memang banyak kebid’ahan.
Banyak kelompok, karena Setiap kelompok membawa kebidahan.
Sayangnya saat ini orang-orang yang membawa sunnah Nabi ﷺ dituduh memecah belah umat.
8️⃣ Ancaman bagi orang menyelisihi manhaj salaf, surat An Nisa ayat 115.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يُّشَا قِقِ الرَّسُوْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَـهُ الْهُدٰى وَ يَـتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهٖ مَا تَوَلّٰى وَنُصْلِهٖ جَهَـنَّمَ ۗ وَسَآءَتْ مَصِيْرًا
“Dan barang siapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam Neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 115)
9️⃣ Anjuran untuk belajar sunnah Nabi ﷺ.
Karena ada dorongan untuk berpegang teguh dengan sunnah Nabi ﷺ.
Kita bisa berpegang teguh dengan sunnah, kalau kita tidak tahu sunnah ﷺ dan akan tahu bila kita belajar.
Semoga bermanfaat.
#sunnah #salaf #sahabat #manhaj #aqidah #bid’ah #pecahbelah #persatuan
##$$-aa-$$##

