This entry is part 3 of 7 in the series Bayan Salaf
6 menit membaca

🗒️ *BAYAN SABILI SALAF #03*
Penulis – Syaikh Faisal bin Qazar al Jazim.
🎤 Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
Ahad, 16 Jumadil Akhir 1447H/ 7 Desember 2025 (Ba’da Subuh)
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

➡️ Nama dan sifat Ahlu sunnah wal jamaah

Pembahasan ini penting karena kita harus tahu mana nama-nama Ahlu sunnah wal jamaah yang benar dan diakui para ulama. Dan tahu mana nama-nama ahlu sunnah wal jamaah yang salah disematkan dan malah memusuhi Ahlu sunnah wal jamaah yang benar.

Ini juga menunjukkan kemuliaan ahlu sunnah tersebut…

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mempunyai nama yang tak terbatas karena kemuliaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Nabi Muhammad ﷺ mulia dan beliau ﷺ punya banyak nama.

Apa saja nama-nama Ahlu Sunnah wal jamaah.

Penulis membawa beberapa dalil dan perkataan para ulama.

1. Dalil pertama untuk nama pertama.
Ath Thaifah Al Manshurah – الطائفة المنصورة.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

 لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ

Senantiasa akan ada sekelompok dari ummatku yang dimenangkan atas kebenaran, tidak akan membahayakannya orang yang memusuhinya hingga hari Kiamat. HR Muslim.

Ahlu sunnah ini akan terus dijaga, ditolong dan dimenangkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemenangan Ahlu sunnah wal jamaah tidak harus dengan kemenangan fisik, tapi bisa juga kemenangan dalil atau burhan.
Dalil Ahlu sunnah itu sangat kuat, dan sangat jelas, terang benderang.
Karena berdasar dari Al Qur’an, Hadits Nabi sesuai dengan pemahaman para shahabat.

Kesimpulan – Ahlu Sunnah wal jamaah disebut sebagai Ath Thaifah Al Manshurah – الطائفة المنصورة.

2. Dari Anas bin Malik. Al Firqatun Najiyah
Kelompok yang selamat dari Neraka.
Disebut Al Jama’ah.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ اِفْتَرَقَتْ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَإِنَّ أُمَّتِيْ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلاَّ وَاحِدَةً؛ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ

Dari Anas bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, dan sesungguhnya ummatku akan terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang semuanya berada di Neraka, kecuali satu golongan, yakni “al-Jama’ah.”

Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membaca ayat,

وَا عْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 103)

Ahlu Sunnah wal jamaah adalah golongan yang selamat dari neraka.

Selamat = An Najiyah.
Al Firqatun Najiyah = kelompok yang selamat.

3. Perkataan Imam Ahmad bin Hanbal.
Yaitu Ahlul Hadits.

Juga Perkataan Ibnul Mubarak, Ali Ibnu Madiny, Imam Bukhari, . Sama yaitu Ashabil Hadits.

Beliau mengomentari hadits bahwa akan ada 70 sekian firqah semuanya akan masuk neraka kecuali satu kelompok. Kalau satu kelompok yang selamat itu bukan Ahlu hadits, saya tidak tahu lagi yang mana.

4. Imam Al Barbahari. Ahlu sunnah – Ashabul Atsar.

Takutlah engkau Kepada Allah pada dirimu dan hendaklah engkau berpegang teguh dengan atsar-atsar (Hadits dan perkataan sahabat) dan Ahlu atsar.

5. Imam Al lalaqai.

Ahlu sunnah wal jamaah adalah ath Thaifah Al Manshurah adalah kelompok yang selalu ditolong dan Al Firqatun najiyah adalah kelompok yang selamat dari siksa neraka dan Ashobah Al hadiyah – kelompok orang yang dapat hidayah. Wal Jama’ah Yang adil, yang berpegang teguh dengan sunnah. Ini nama dan sifat mereka.

6. Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah – dalam Aqiqah Wasithiyah.

Maka ini adalah keyakinan Al Firqatun Najiyah yang selalu dimenangkan sampai tegak hari kiamat – Ahlu sunnah wal jamaah.

7. Syaikh bin Baz – Al Firqatun Najiyah – Ath Thaifah Al Manshurah yang sifatnya ikuti generasi salaf. Mereka berjalan di atas para shahabat radhiallahu anhum ajmain.

✅ MASAIL (masalah inti)

1. Termasuk diantara julukan Ahlu sunnah wal jamaah adalah Ahlu hadits, Ashabul Atsar, Al Firqatun Najiyah, Ath Thaifah Al Manshurah.

2. Al Firqatun Najiyah dan Ath Thaifah Al Manshurah adalah dua nama untuk satu hakikat.

3. Bahwa Ahlussunnah wal jama’ah adalah kelompok yang selamat dilihat dari sisi akhirat, dan kelompok selalu yang dimenangkan di sisi dunia.

4. Tidak benar pembedaan Ath Thaifah Al Manshurah dengan Al Firqatun najiyah.

5. Nama Al Wahabiyah, Al Mujassimah, Al Hasyawiyah bukan nama Ahlu Sunnah.

Itu adalah nama-nama tuduhan dari musuh Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad tidak Qunut tapi mereka bukan Wahabi.

Pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab seharusnya Muhammadiyah. Dan kita juga tidak fanatik Pada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

➡️ Tazkiyah Allah dan Rasul-Nya untuk para sahabat radhiallahu anhum.

Para sahabat adalah manusia-manusia yang mulia.
Jika mereka tidak berselisih maka pendapat nya bisa dijadikan dalil/Hujjah baik berkaitan pada hal ghaib maupun pada hal yang bukan ghaib.

Perkataan sahabat dan kita harus tahu tidak ada perkataan sahabat lain yang bertentangan maka bisa dijadikan hujah.

1. Qs Al Baqarah 143.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَکُوْنُوْا شُهَدَآءَ عَلَى النَّا سِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) “umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 143)

Umat pilihan, umat pertengahan. Saksi diterima, perkataan yang adil.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menafsirkan ayat ini – umat pertengahan adalah umat yang adil. Dan yang masuk pertama kali adalah para sahabat nabi ﷺ.

2. Ali Imran 110.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّا سِ

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang didatangkan kepada manusia.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 110)

Saat itu yang dimaksud adalah para sahabat Nabi ﷺ.

3. Hadits Nabi ﷺ.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.”
HR Bukhari dan Muslim.

Manusia yang paling baik adalah generasi Nabi ﷺ, yaitu para sahabat.

Kemudian para tabiin, tabiut tabiin.

Keterbaikan mereka tidak bisa diganggu gugat.

Terbaik disini adalah dari sisi agama.

Maka kembalikan masalah-masalah agama kepada para sahabat. Tidak mungkin pemahaman agama kita lebih baik dari pada pemahaman para sahabat.

Amalan xx, adakah pada zaman sahabat Nabi ﷺ? Dan seterusnya.
Kalau dulu tidak ada, maka tidak ada juga jaman sekarang.

Kalau itu kebaikan, tentu para shahabat sudah mendahuluinya.

4. Al Khatib Al Baghdadi.

Kitab Al Khifayah – Bab yang menjelaskan tentang penilaian Allah dan Rasul-Nya bahwa para sahabat itu adil. Para sahabat tidak perlu ditanya keadilan nya.

Pernyataan itu harus ditanyakan generasi setelah para sahabat. Ini terkait hadits Rasulullah ﷺ.

Beliau berkata – semua hadits yang sanadnya nyambung dari orang yang meriwayatkan nya sampai Nabi ﷺ wajib diamalkan sampai telah ditetapkan para perawinya.
Dan harus dilihat keadaan para perawi itu kecuali sahabat Nabi ﷺ yang mengangkat hadits itu kepada Rasulullah ﷺ.

Kalau ada sahabat mengatakan bahwa Rasulullah mengatakan demikian maka Perkataannya harus Diterima. Walaupun dia dengar dari yang lain. Kecil kemungkinan dengar dari tabiin.

Karena para shahabat itu keadilan nya sudah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala didalam Al Qur’an.

Diantara nya QS Ali Imran 110. Qs Al Baqarah 143.

Walaupun redaksi umum tapi maksud nya khusus yaitu para sahabat Nabi ﷺ.

Aqidah Ahlu sunnah wal jamaah itu sangat tinggi para shahabat Nabi ﷺ.
Dan menyebut sesat orang-orang yang merendahkan para sahabat Nabi ﷺ.

Sahabat Nabi ﷺ bukan maksum, tetapi kebaikannya sangat banyak dibandingkan kesalahannya.

✅ Masail.

1. Umat ini adalah umat yang pertengahan.
Mereka orang-orang yang adil, dan jadi saksi atas perbuatan manusia di akhirat kelak.

2. Umat ini adalah yang paling baik dan paling mulia jika dibandingkan yang lain. Dan para sahabat adalah orang yang paling berhak atas sifat ini.

3. Penjelasan bahwa para sahabat ﷺ adalah manusia yang paling baik, dan kebaikannya umum.

4. Para sahabat adalah orang yang terbaik dan paling moderat. Karena kepada mereka lah turun ayat-ayat (di atas).
Ayat diarahkan kepada para shahabat secara asalnya. Adapun orang yang datang setelahnya mengikuti para sahabat ketika keadaannya sama.

5. Apabila mereka menjadi manusia terbaik maka harusnya diikuti.

6. Moderat itu batasannya adalah jalannya generasi salaf, dan apa yang dijalankan oleh para sahabat Nabi ﷺ. (bukan orang jaman sekarang).

Semoga bermanfaat.

#sunnah #salaf #tabiin #Tabiuttabiin #sahabat #manhaj #aqidah #fiqih #ushul
#terbaik #moderat

##$$-aa-$$##

Bayan Salaf

BAYAN SABILI SALAF #02 BAYAN SABILI SALAF #04
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?