ASMAUL HUSNA # ATH THAYYIB
- ASMAUL HUSNA : MUQODIMAH
- Asmaul Husna – Kaidah
- ASMAUL HUSNA # Al Baary, Al Mushowir, Al Maalik, Al Malik.
- ASMAUL HUSNA # ASY SYAKUR – ASY SYAKIR
- ASMAUL HUSNA – AL ALIM – AL KHOBIIR-AL LATIF
- ASMAUL HUSNA # ATH THAYYIB
- ASMAUL HUSNA # AL AHAD dan ASH SHOMAD.
- ASMAUL HUSNA # AR-RAZZAAQ & AR RAAZIQ
- ASMAUL HUSNA# AL GHOFIR, AL GHOFUR, AL GHOFAR, AT AL AFUU, AT TAWWAB
- ASMAUL HUSNA # AL SUBBUH, AL QUDDUS, AS SALAM, ATH THAYYIB
Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jun-2020 @ 15:05
2 menit membacaSyarah Kitab Mukhtashar Fiqih Asmaul Husna: *Ath Thayyib*
Ustadz Luthfi Abdul Jabbar
6 Sya’ban 1440H
Saat ini sudah masuk Sya’ban, tinggal maksimal 24 hari lagi masuk Ramadhan, kita harus bekali diri dengan tekad kuat untuk beribadah yang maksimal di bulan Ramadlan.
Thayyib, salah satu nama Allah, yang manusia boleh mempunyai nama asal tanpa Alif Lam ( ال)
Nama-nama Allah itu mengandung arti da makna yang bagus seusai dengan sifat sempurna Allah.
Dalam sebuah hadits
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ } وَقَالَ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ } ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ
Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridlainya- beliau berkata:
Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah adalah baik dan tidaklah menerima kecuali yang baik.
Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin sebagaimana perintah kepada para Rasul :
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Wahai sekalian para Rasul, makanlah yang baik-baik dan beramal sholihlah, sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan (Q.S al-Mukminun:51)
Al-Qadhi rahimahullah mengatakan, “Ath-Thayyibdalam sifat Allah subhanahu wa ta’ala bermakna yang suci dari segala kekurangan dan itu bermakna al-Quddus, yang Mahasuci. Asal makna kata ath-Thayyib adalah bersih suci dan bebas dari yang kotor.” (Syarah Shahih Muslim karya an-Nawawi)
Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Ath-Thayyibdi sini bermakna ath-Thahir, artinya suci dari segala kekurangan dan aib seluruhnya.” (Jami’ al-’Ulum wal Hikam)
Allah itu baik dari keseluruhan aspek.
Misalnya sedang kena musibah, harus tetap yakin bahwa Allah Maha Baik.
Perumpamaan untuk Allah itu lebih sempurna tidak boleh diserupakan dengan makhluk.
Walaupun kita tidak kerjakan sesuatu yang Allah perintahkan, namun tetap saja Allah memberi kebaikan kepada kita.
Allah memberi kebaikan dengan pertimbangan dari segala aspek, beda dengan cara pandang kita.
Misalnya kita sakit, kebaikan yang kita bisa lihat adalah gugur nya dosa kita.
Allah itu baik dari sifat, perbuatan dan dzat nya.
Umat Islam, harus menggambarkan Allah sesuai dengan apa yang Allah wartakan dalam Al Qur’an dan Sunnah.
Buahnya adalah mengetahui kesucian Allah subhanahu wa ta’ala, keagungan-Nya, dan ketinggian-Nya, tiada sesembahan yang seperti-Nya, tidak memiliki kekurangan dan cacat sama sekali dari segala sisi-Nya.
Manfaat beriman sifat Ath Thayyib,
1. Dan timbul dalam diri kita rasa cinta kepada Allah , ketaatan dan ketundukan kepada Allah.
2. Allah baik, maka semua yang akan mendekati Allah juga baik.
3. Allah tidak akan menerima kecuali yang baik (dzat, usaha, niat dan tujuan)
إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا
Contohnya nya, sedekah dengan uang curian, maka tidak diterima.
Sehingga untuk mendekat kepada Allah, maka kita harus menjadi baik juga.
4. Seorang muslim harus memilih sesuatu amalan yang terbaik untuk Allah.
5. Hanya ada sanjungan kepada Allah, tidak mencela Allah dan perbuatan Allah.
Orang yang mencela takdir berarti berarti dia tidak beriman dengan sifat Allah, ath Thayyib.
6. Kita harus berakhlak baik dalam keseharian.
Standar baik kembali kepada keridhaan Allah, bukan adat kebiasaan.
##$$-aa-$$##


