DOSA DAN GELISAH
Diterbitkan pertama kali pada: 02-Sep-2020 @ 08:31
1 menit membaca*Dosa dan Gelisah*
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ
“Al-Birr adalah dengan berakhlak yang mulia. Sedangkan dosa adalah sesuatu yang meragukan hati dan kamu benci jika hal itu diketahui orang lain.” HR Muslim
Lafazh Al-Birr artinya adalah kebaikan yang berlimpah.
Rasulullahﷺ bersabda tentang dosa, “Dan dosa adalah segala sesuatu yang meragukan hati dan kamu benci jika hal itu diketahui orang lain.” Yang dimaksud dengan sesuatu yang meragukan hati adalah sesuatu yang tidak menenangkan jiwamu, kamu selalu dirundung kebimbangan dalam hal itu, dan kamu tidak suka jika hal itu diketahui oleh orang lain.
Akan tetapi, perkataan ini khusus untuk orang mukmin, sedangkan bagi orang fasik maka dosa tidak membuat hatinya ragu, tidak peduli jika diketahui orang lain, bahkan dilakukan secara terang-terangan tanpa ada kepedulian.
Akan tetapi, orang mukmin, karena Allah telah memberi secercah cahaya dalam hatinya, jika dia ingin melakukan perbuatan dosa hatinya langsung resah, bimbang untuk melakukannya dan dia tidak suka jika orang lain tahu akan hal itu. Hal ini adalah untuk orang-orang yang beriman.
Adapun bagi orang-orang fasik, mereka tidak peduli kalau orang-orang mengetahui dosa yang dilakukannya, dosa itu tidak membuat hatinya resah justru mereka melakukannya – Na’udzubillahi – dengan penuh keceriaan dan kelapangan hati.
Allah Ta’ala berfirman,
أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki. Qs Fathir ayat 8.
Perbuatan buruk seseorang terkadang terhias sehingga hatinya terasa lapang. Orang-orang fasik bahkan merasa bangga berbuat maksiat di depan umum, minum khamr, saksi riba dan zina. Bahkan bila mereka melakukannya secara diam-diam, lalu mereka menyebarluaskan. Apalagi di zaman medsos ini. Na’udzubillahi..
Semoga Allah mudahkan kita selalu istiqomah dalam ketaatan..
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam Syarah Riyadhus 3/483.
##$$-aa-$$##

