Diterbitkan pertama kali pada: 10-Sep-2023 @ 08:31

7 menit membaca

*AMALAN QALBU 5-AL KHAUF (Rasa Takut Kepada Allah)*
Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
24 Shafar 1445H/10.September. 2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

✅ Tema ini berfaedah membuat orang semangat beribadah dan merasa takut kepada Allah.

Allah berfirman,

{إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ (57) وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ (58) وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ (59) وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (60) أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ (61) }

Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut kepada Rabb mereka, dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Rabb mereka, dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Rabb mereka (sesuatu apa pun), dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, sesungguhnya mereka akan kembali kepada Allah. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.
Al Mu’minun, ayat 57-61

Sehingga pada jaman sekarang, bila kita merasa meremehkan ibadah kepada Allah maka segera tanamkan rasa takut kepada Allah.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ’anha, ‘Aisyah mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang makna ayat,

وَٱلَّذِينَ يُؤۡتُونَ مَآ ءَاتَواْ وَّقُلُوبُهُمۡ وَجِلَةٌ

“Aku mengira bahwasannya mereka adalah orang-orang yang meminum khamr dan mencuri.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

لا يا بنت الصديق، و لكنّهم الذين يـصومون ويصلّون ويتصدّقون، وهُم يخافون أن لا تُقبَلَ منهم

“Bukan itu, wahai bintu Shiddiq. Namun mereka adalah orang-orang yang (rajin) berpuasa, (rajin) shalat, dan (rajin) sedekah, namun mereka khawatir amal mereka tidak diterima.” (HR. Tirmidzi )

Dalam kehidupan bisa kita saksikan mudahnya orang berkelahi di jalan, hilangnya keperawanan para gadis dengan perzinaan, pornografi.. Itu semua sebab hilangnya rasa takut kepada Allah.

Nabi ﷺ bersabda,

لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا

“Tidaklah fahisyah (perbuatan keji) tersebar pada suatu kaum kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada kaum sebelum mereka.” (HR. Ibnu Majah)

Nabi Yusuf alaihissalam diselamatkan dari godaan wanita kaya, cantik, karena adanya rasa takut kepada Allah.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ’anha, ‘Aisyah mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang makna ayat,

وَٱلَّذِينَ يُؤۡتُونَ مَآ ءَاتَواْ وَّقُلُوبُهُمۡ وَجِلَةٌ

“Aku mengira bahwasannya mereka adalah orang-orang yang meminum khamr dan mencuri.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

لا يا بنت الصديق، و لكنّهم الذين يـصومون ويصلّون ويتصدّقون، وهُم يخافون أن لا تُقبَلَ منهم

“Bukan itu, wahai bintu Shiddiq. Namun mereka adalah orang-orang yang (rajin) berpuasa, (rajin) shalat, dan (rajin) sedekah, namun mereka khawatir amal mereka tidak diterima.” (HR. Tirmidzi no. 3175, dinilai shahih oleh Al-Albani dalam As-Silsilatu Ash-Shahihah no. 162)

Sebagaimana perkataan Hasan Al-Bashri rahimahullah,

المؤمنُ جَمَعَ إِحسانًا وشَفَقَـةً، والمنافقُ جَمَعَ إساءةً وأمنًا، ثم تلا الحسن:  إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنۡ خَشۡيَةِ رَبِّهِم مُّشۡفِقُونَ

“Seorang mukmin (adalah orang) yang mengumpulkan (dua hal dalam dirinya, yaitu): beramal yang berkualitas, dan (di sisi lain) khawatir (amalnya tidak diterima). (Sedangkan) orang munafik menggabungkan (dua hal pada dirinya, yaitu): buruk (amalannya) dan merasa aman (dari siksa Allah). Kemudian Hasan Al-Bashri membacakan (ayat), “Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka.” (Tafsir Ath-Athabari)

KHOUF itu lentera pada badan kita, yang akan memberi petunjuk mana yang buruk dan mana yang buruk.
Hakikat KHOUF adalah dia lari dari takut kepada Allah menuju Allah.

♦️KHOUF secara bahasa takut, gelisah, panik.

Secara istilah syariat, Ibnu Qudamah : KHOUF adalah sebuah istilah tentang takutnya Qalbu disebabkan karena perasaan sesuatu yang tidak nyaman akan terjadi di waktu-waktu yang akan datang.

Yang dimaksud takut kepada Allah adalah takut akan siksa/laknat/murka Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
 فَلَا تَخَا فُوْهُمْ وَخَا فُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

“karena itu janganlah kamu takut kepada mereka (syaithon) , tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 175)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

جَزَآ ؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ
“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah Surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. *Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Allah*.”
(QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 8)

Ini pula yang dimaksud dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala

 اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَا دِهِ الْعُلَمٰٓ
“Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama.”
(QS. Fatir 35: Ayat 28).

Orang yang paling takut kepada Allah adalah orang yang paling alim (berilmu).

Maka dari itu perlu mengetahui nama-nama dan sifat Allah, sehingga timbul sifat muroqobah,merasa diawasi kepada Allah.

❓ Apakah perbedaan antara AL KHOUF dan KHOSYAH.

1️⃣ KHOUF adalah rasa takut dari segala apapun.
Khosyah adalah rasa takut kepada sesuatu yang diagungkan.

2️⃣ KHOUF – rasa takut yang sebabkan seseorang menjauh dari sesuatu yang ditakuti.

Khosyah adalah rasa takut yang dibangun dengan pengetahuan akan Dzat yang ditakuti.

Jadi Khosyah lebih khusus daripada khouf.

♦️HUKUM MERASA TAKUT AKAN SIKSA KEPADA ALLAH.

✅Hukum nya wajib.
1️⃣ Karena ada perintah dari Allah.
Ibnul Qayyim – KHOUF adalah hal yang paling penting saat seseorang ingin menghadap kepada Allah.
Khouf itu hukumnya wajib. Sebagai tanda orang yang beriman.

Syu’bah, ahli hadits – hanya ambil hadits dari orang-orang yang sholatnya baik.

Allah berfirman,
وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ
Dan hanya kepada Ku kalian wajib takut..

Ulama menjelaskan makna tata letak pada kalimat ayat tersebut menunjukkan kekhususan tauhid.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: 

فَلَا تَخْشَوُا النَّا سَ وَا خْشَوْنِ

” Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 44)

2️⃣ Karena takut adalah syarat sah nya iman.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا ذٰلِكُمُ الشَّيْطٰنُ يُخَوِّفُ اَوْلِيَآءَهٗ ۖ فَلَا تَخَا فُوْهُمْ وَخَا فُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
“Sesungguhnya setan hanyalah menakut-nakuti (kamu) kepada orang-orang yang mengikutinya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 175)

Iman akan didapatkan secara sempurna bila syarat dipenuhi.

✅ Bagaimana cara tumbuhkan rasa takut kepada Allah.

1️⃣ Mengetahui buah manis takut kepada Allah.

🔸Yaitu – Ikhlas dalam beramal shalih.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

 إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا (9) إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا (10)

Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan wajah Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Qs Al Insan 9-10.

*Ikhlas tumbuhkan istiqomah, Istiqomah menghasilkan Husnul khatimah. Ikhlas itu karena takut kepada Allah.*

🔸Selamat dari seluruh keburukan.

Tiga hal yang dapat menyelamatkan manusia dari siksa Allah itu yang pertama adalah takut kepada Allah, baik ketika berada di tempat sepi maupun ketika berada di tempat ramai. (Hadits)

🔸Di akhirat, Allah beri naungan.

Salah satu dari tujuh golongan yang dapat naungan Allah.

(5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah .’

🔸 Selamat dari neraka Jahanam

Dari Abu Hurairah radhiyallahu , Rasulullah -ṣallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu kembali ke puting susunya, dan tidak akan berkumpul debu di jalan Allah dengan asap Jahanam. HR Tirmidzi

Cobalah saat sendirian, menangis karena Allah. Hadirkan siksa Allah, minta ampunan kepada Allah. Terutama saat waktu mustajab.

🔸Mendapatkan nikmat yang paling afdal disurga Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu ridha Allah.

dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:

“إِنَّ اللَّهَ، عَزَّ وَجَلَّ، يَقُولُ لِأَهْلِ الْجَنَّةِ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ، فَيَقُولُونَ: لَبَّيْكَ يَا رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ، وَالْخَيْرُ فِي يَدِكَ. فَيَقُولُ: هَلْ رَضِيتُمْ؟ فَيَقُولُونَ: وَمَا لَنَا لَا نَرْضَى يَا رَبِّ، وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعط أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ. فَيَقُولُ: أَلَا أُعْطِيكُمْ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ؟ فَيَقُولُونَ: يَا رَبِّ، وَأَيُّ شَيْءٍ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ؟ فَيَقُولُ: أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي فَلَا أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا”

Sesungguhnya Allah berfirman kepada penghuni surga, “Hai para penghuni surga.” Maka mereka menjawab, “Labbaik, wahai Tuhan kami, kami terima seruan-Mu dengan penuh kebahagiaan, dan semua kebaikan berada di tangan kekuasaan-Mu.” Allah berfirman, “Apakah kalian telah puas?” Mereka menjawab, “Mengapa kami tidak puas, wahai Tuhan kami, sedangkan Engkau telah memberi kami segala sesuatu yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu?” Allah berfirman, “Maukah Aku berikan kepada kalian yang lebih afdal daripada semuanya itu? ” Mereka menjawab, “Wahai Tuhan kami, adakah sesuatu yang lebih utama daripada semua ini?” Allah berfirman. ‘Aku halalkan bagi kalian rida-Ku, maka Aku tidak akan murka lagi kepada kalian sesudahnya untuk selama-lamanya.” HR Bukhari dan Muslim

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ}

Dan keridaan Allah adalah lebih besar. (At-Taubah: 72)

.

{رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ}

Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. (Al-Bayyinah: 8)

2️⃣ Mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mengagungkan Dzat Allah.

Barangsiapa siapa yang agungkan Allah di hadapan manusia maka Allah akan agungkannya di hadapan malaikat yang lebih mulia. (hadits).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

َّوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا السَّمَوَاتُ السَّبْعُ وَالاَرْضُوْنَ السَّبْعُ عِنْدَ الكُرْسِيِّ إِلاَّ كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٍ بِأَرْضِ فَلاَةٍ وَإِن فَضْلَ العَرْشِ عَلَى الكُرْسِيِّ كَفَضْلِ الفَلاَةِ عَلَى تِلْكَ الحَلْقَة

“Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya. Tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi itu sangat kecil dibandingkan dengan Kursi Allah, gambarannya seperti cincin yang dilemparkan di padang pasir. Sedangkan, ‘Arsy Allah itu jauh lebih besar dibandingkan Kursi Allah, gambarannya seperti padang pasir dibandingkan cincin tadi.” (HR As Suyuthi).

Diatas kursi ada air, dan diatas nya Ada Arsy..

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا قَدَرُوْا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖ ۖ وَا لْاَ رْضُ جَمِيْعًا قَبْضَتُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَا لسَّمٰوٰتُ مَطْوِيّٰتٌ بِۢيَمِيْنِهٖ ۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka sekutukan.”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 67)

🔸Kemudian kita harus banyak baca Al Qur’an.

Usahakan untuk ada waktu dekat dengan Al Qur’an. Saat ini Al Qur’an kalah dengan yang lain – gadget.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِي ٱتَّخَذُواْ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورٗا

Dan Rasul (Muhammad) berkata: Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan alQuran ini sebagai sesuatu yang ditinggalkan (Q.S al-Furqan ayat 30).

3️⃣ Membaca sejarah para ulama salafus sholeh.

Manusia terbaik setelah Nabi adalah Abu Bakar radhiyallahu anhu. Namun juga takut akan adzab Allah.

Kita juga bagaimana mulianya Umar bin Khaththab, setan pun takut berjumpa dengan Umar. Namun Umar pun takut akan siksa dari Allah.

Ibnu Abbas dibawah kelopak matanya ada tumpukan air mata karena sering menangis.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?