This entry is part 40 of 45 in the series dosabesar_MBAW
4 menit membaca

🗞️ *ALKABAIR – HATI DAN LISAN#41*
✒️ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤 Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 5 Jumadil Awal 1447H/ 26 Oktober 2025
Ba’da Maghrib

➡️ *Penganggapan Besar Membunuh Jiwa yang Diharamkan Allah Kecuali dengan Al Haq*

Bab ini ditulis setelah bab fitnah, dimana bila terkena fitnah sangat mungkin terjadi pembunuhan.

Tidak semua kafir boleh dibunuh kecuali kafir harbi, yaitu kafir yang memusuhi/perang melawan kaum muslimin secara nyata.

Dari Salim Bin Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu, dia berkata : ‘Wahai penduduk Irak, betapa banyaknya kalian bertanya tentang dosa kecil, dan betapa banyaknya kalian melakukan dosa besar, Aku mendengar bapakku berkata : Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda ;

إِنَّ الْفِتْنَةَ تَجِيءُ مِنْ هَاهُنَا» وَأَوْمَأَ بِهِ نَحْوَ الْمَشْرِقِ «مِنْ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنَا الشَّيْطَانِ، وَأَنْتُمْ تَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ، وَإِنَّمَا قَتَلَ مُوسَى الَّذِي قَتَلَ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ خَطَأً، فَقَالَ اللَّهُ لَهُ: {وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنَاكَ مِنَ الْغَمِّ وَفَتَنَّاكَ فُتُونًا

‘Sesungguhnya fitnah itu datang dari arah sini,’ (beliau menunjuk ke arah timur),
‘dari tempat terbitnya tanduk setan. Kalian akan saling menebas leher satu sama lain.’

Dan sungguh, Musa membunuh seseorang dari keluarga Fir’aun secara tidak sengaja,
lalu Allah Ta‘ala berfirman kepadanya:
{Dan kamu telah membunuh seseorang, lalu Kami selamatkan kamu dari kesedihan, dan Kami telah mengujimu dengan berbagai cobaan.}
(QS. Thaha: 40) HR Muslim.

Orang yang dibunuh Nabi Musa adalah kafir, dari kaum yang suka medzalimi. Dan saat ini orang kafir itu sedang mendzalimi teman Nabi Musa. Dan Musa saat hanya bantu orang yang didzalimi.

Penduduk Irak sering bertanya hal kecil dan melupakan hal yang besar.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا كَا نَ لِمُؤْمِنٍ اَنْ يَّقْتُلَ مُؤْمِنًا اِلَّا خَطَــئًا ۚ وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَــئًا فَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ وَّدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ اِلٰۤى اَهْلِهٖۤ اِلَّاۤ اَنْ يَّصَّدَّقُوْا ۗ فَاِ نْ كَا نَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَّـكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ ۗ وَاِ نْ كَا نَ مِنْ قَوْمٍۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيْثَا قٌ فَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ اِلٰۤى اَهْلِهٖ وَ تَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ ۚ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَا مُ شَهْرَيْنِ مُتَتَا بِعَيْنِ ۖ تَوْبَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا

“Dan tidak patut bagi seorang yang beriman membunuh seorang yang beriman (yang lain) kecuali karena tersalah (tidak sengaja). Barang siapa membunuh seorang yang beriman karena tersalah, (hendaklah) dia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta (membayar) tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) membebaskan pembayaran. Jika dia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal dia orang beriman, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Dan jika dia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barang siapa tidak mendapatkan (hamba sahaya) maka hendaklah dia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai tobat kepada Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 92)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَّقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآ ؤُهٗ جَهَـنَّمُ خَا لِدًا فِيْهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهٗ وَاَ عَدَّ لَهٗ عَذَا بًا عَظِيْمًا
“Dan barang siapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah Neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 93)

✅ Hukum Membunuh.

🔸1. Sesama mukmin,
1.1 sengaja hukum nya dosa besar. Hukumnya neraka, kekal, murka Allah, laknat, adzab
1.2 jika tidak sengaja, maka tidak berdosa tapi bayar kafarah.
1.2.3 jika keluarga nya kafir
Kafir dzimmi/mu’ahad – disertai bayar diyat m
Kafir harbi – tidak bayar diyat, tetap bayar kaffarah..

🔸2. Membunuh kafir
2.1 kafir harbi, maka dianjurkan
2.2 kafir dzimmi /mu’ahad, tetap bayar diyat tapi hukumannya khilaf (penuh, 1/2,1/3)…

Dan dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Miqdad radhiyallahu anhu, aku berkata : “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika seorang dari orang-orang kafir bertemu denganku, kemudian kami berperang. Kemudian dia menebas satu tanganku dengan pedang, sehingga putus.

Kemudian dia berlindung dariku pada sebuah pohon, lalu dia berkata, ‘Aku masuk Islam karena Allah, apakah aku membunuhnya?” Beliau ﷺ menjawab :

لا تقتله، فإن قتَلْتَهُ فإنه بمنزلتك قبل أن تقتُلَهُ، وإنك بمنزلته قبل أن يقول كلمته

“Janganlah engkau membunuhnya
. Karena jika engkau membunuhnya, maka dia berada dalam kedudukanmu sebelum engkau membunuhnya, dan engkau berada pada kedudukannya sebelum dia mengucapkan kalimat yang dia ucapkan.”
HR Bukhari dan Muslim

Ngeri hukumnya, maka hukumi sesuatu dengan dhahir nya. ❗

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

بَعَثَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِلَى الْحُرَقَاتِ مِنْ جُهَيْنَةَ، فَصَبَّحْنَا الْقَوْمَ، فَهَزَمْتُهُمْ، وَلَحِقْتُ أَنَا وَرَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ رَجُلًا مِنْهُمْ، فَلَمَّا غَشِينَاهُ، قَالَ: لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَكَفَّ عَنْهُ الْأَنْصَارِيُّ، وَطَعَنْتُهُ بِرُمْحِي حَتَّى قَتَلْتُهُ، فَلَمَّا قَدِمْنَا بَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ ﷺ، فَقَالَ: «يَا أُسَامَةُ، أَقَتَلْتَهُ بَعْدَمَا قَالَ لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ؟» قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّمَا قَالَهَا تَعَوُّذًا، قَالَ: «أَفَلَا شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ، حَتَّى تَعْلَمَ أَقَالَهَا أَمْ لا؟» فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا عَلَيَّ، حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّي لَمْ أَكُنْ أَسْلَمْتُ قَبْلَ ذَلِكَ الْيَوْمِ.

Rasulullah ﷺ mengutus kami ke daerah Huraqat dari Juhainah. Kami menyerang mereka di pagi hari, dan berhasil mengalahkan mereka. Aku dan seorang lelaki dari kaum Anshar mengejar salah satu dari mereka.
Ketika kami mengepungnya, dia mengucapkan: “Laa ilaha illallah”.

Orang Anshar itu menahan diri dan tidak membunuhnya. Namun aku menikamnya dengan tombakku hingga ia mati.

Ketika kami kembali dan peristiwa itu disampaikan kepada Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Wahai Usamah, apakah kamu membunuhnya setelah dia mengucapkan ‘Laa ilaha illallah’?”

Aku menjawab: “Wahai Rasulullah, dia mengucapkannya hanya untuk melindungi diri (karena takut dibunuh).” (dhahir).

Maka beliau ﷺ bersabda:
“Apakah kamu membelah hatinya, hingga kamu tahu apakah dia mengucapkannya dengan jujur atau tidak?”

Beliau terus mengulang-ulang perkataannya itu kepadaku, hingga aku berkata: “Aku berharap aku belum masuk Islam sebelum hari itu.”
HR Bukhari dan Muslim.

Ini dalil dilarang membunuh muslim walaupun baru sebentar baru masuk muslim.

Kalimat Laa ilaaha illa Allah adalah kalimat yang indah. ❗

Dalam sebuah riwayat bahwa beliau ﷺ bersabda :

أَفَلاَ شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ

Maka apakah engkau tidak membelah hatinya? HR Muslim

Dan dalam riwayat Muslim, bahwa Usamah berkata :” Wahai Rasulullah, mintakanlah ampun kepada Allah untukku.” Maka beliau ﷺ menjawab:

كَيْفَ تَصْنَعُ بِلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ إِذَا جَاءَتْ يَوْمَ الْقٍيَامَةِ

Maka bagaimanakah yang engkau lakukan dengan La Ilaha Ilallah jika datang pada hari kiamat?

Dan dalam riwayat Bukhari, dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma secara marfu’ :

لا يزالُ العبدُ في فُسحةٍ من دينِه ما لم يُصِبْ دمًا حرامًا

“Seorang hamba akan senantiasa berada dalam kelapangan (kemudahan) agamanya selama ia tidak mengenai darah yang haram.” HR Bukhari.

Sebagian datang dalam sebuah riwayat, – jangan sampai kecipratan darah yang haramg

🔹Maksud kelapangan
1. Mudah mendapatkan rahmat Allah
2. Kelapangan amal sholeh. Dosa selain membunuh masih lebih ringan dari amal sholeh.
3. Mudah diterima taubatnya
4. Mudah dapat bimbingan Allah.
5. Kelapangan dada. Kalau sudah bunuh orang akan gelisah.

Membunuh orang lain terkait 3 hak.
1. Hak Allah, mudah memaafkan
2. Hak wali, bila memaafkan maka tidak dihukum.
3. Hak yang terbunuh.???

Sehingga orang membunuh itu sangat sulit diampuni dosanya.

Semoga bermanfaat.

#alkabaair #sunnah #salaf #dosabesar #tauhid #laailaaha #kafarat #membunuh
#Firandaandirja

##$$-aa-$$##

Digita Template

dosabesar_MBAW

ALKABAIR – HATI DAN LISAN#40 ALKABAIR – HATI DAN LISAN#42
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?