BIDADARI SURGA
Diterbitkan pertama kali pada: 26-Sep-2020 @ 05:52
5 menit membacaBIDADARI SURGA
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
7 Safar 1442H
Surga diliputi oleh perkara yang dibenci dan neraka diliputi oleh perkara yang sesuai hawa nafsu.
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)
Jika orang ingin masuk surga maka dia harus lewat hal-hal yang dibenci hawa nafsunya, dan Allah memuji orang-orang yang mensucikan dirinya.
{قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى}
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa. (Al-A’la: 14)
وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotori jiwanya. Surat Asy-Syams (91) Ayat 10
{فَأَمَّا مَنْ طَغَى}
Adapun orang yang melampaui batas (An-Nazi’at: 37)
{وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا}
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia (An-Nazi’at: 38)
{فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى}
maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). (An-Nazi’at: 39)
{وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى}
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. (An-Nazi’at: 40)
{فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى}
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (An-Nazi’at: 41)
Di dunia ini banyak perkara yang menyenangkan tapi diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, seperti minum khamr, pakai sutera (bagi laki-laki), makan dan minum bergaya dengan bejana emas dan perak.
Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
( مَنْ لَبِسَ الْحَرِيرَ فِي الدُّنْيَا لَمْ يَلْبَسْهُ فِي الْآخِرَةِ ، وَمَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا لَمْ يَشْرَبْهُ فِي الْآخِرَةِ , وَمَنْ شَرِبَ فِي آنِيَةِ الْفِضَّةِ وَالذَّهَبِ لَمْ يَشْرَبْ بِهِمَا فِي الْآخِرَةِ ) ثُمَّ قَالَ ( لِبَاسُ أَهْلِ الْجَنَّةِ , وَشَرَابُ أَهْلِ الْجَنَّةِ , وَآنِيَةُ أَهْلِ الْجَنَّةِ )
“Barang siapa yang memakai kain sutera di dunia, maka ia tidak akan (diizinkan) untuk memakainya di akhirat, dan barang siapa yang meminum khamr di dunia, maka ia tidak akan meminumnya di akhirat, dan barang siapa yang meminum dengan cawan dari perak dan emas, maka ia tidak akan minum dengannya di akhirat”. Lalu beliau bersabda: “Pakaian penduduk surga, minumannya penduduk surga dan cawannya penduduk surga”.
(HR. An Nasa’i ,Shahih)
Tatkala kita menahan jiwa agar tidak Terjerumus dalam kemaksiatan adalah mengingat kenikmatan di surga.
Fitnah terbesar adalah wanita.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740)
Diantara hal yang membantu menundukkan pandangannn ingat kenikmatan bidadari surga.
Nikmat di surga sangat banyak,dan apa yang mereka inginkan akan didapatkan.
Sebagaimana yang Allah kabarkan,
وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Di dalam surga itu terdapat segala yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya. (QS. Az-Zukhruf : 71).
Muqaddimah
1. Nikmat surga tidak terhingga.
Diantara nikmat tersebut adalah nikmat bidadari.
2. nikmat bidadari/wanita surga wajar sangat diimpikan oleh lelaki. jika di dunia wanita adalah impian lelaki maka demikian Juga di surga. Maka fitnah terbesar bagi lelaki adalah wanita.
إِنَّ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ ٱلْيَوْمَ فِى شُغُلٍۢ فَـٰكِهُونَ
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).Surat Yasin (36) Ayat 55
إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ (55) هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلالٍ عَلَى الأرَائِكِ مُتَّكِئُونَ (56)
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu dalam kesibukan dan mereka bersenang-senang. Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.
فِي شُغُلٍ
Para salaf menafsirkan – menggauli gadis-gadis bidadari, baik bidadari surga maupun yang dari bumi (istri)
3. banyaknya bidadari bagi surga
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ خَيْمَةً مِنْ لُؤْلُؤَةٍ مُجَوَّفَةٍ عَرْضُهَا سِتُّونَ مِيلًا فِي كُلِّ زَاوِيَةٍ مِنْهَا أَهْلٌ مَا يَرَوْنَ الْآخَرِينَ يَطُوفُ عَلَيْهِمْ الْمُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya di Surga terdapat kemah dari mutiara yang berongga. Lebarnya 60 mil. Pada setiap sudut ada istri (bidadari). Para bidadari itu tidak saling melihat yang lain. Orang beriman (pemilik kemah itu) berkeliling mendatangi mereka (H.R al-Bukhari dan Muslim)
4. Seorang penghuni surga diberi kekuatan 100 lelaki
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الرَّجُلَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ يُعْطَى قُوَّةَ مِائَةِ رَجُلٍ فِى الأَكْلِ وَالشُّرْبِ وَالشَّهْوَةِ وَالْجِمَاعِ
“Sungguh seorang lelaki penduduk surga diberi kekuatan sebagaimana 100 orang lelaki (yang terkuat didunia) , dalam hal makan, minum, syahwat dan jima’.“(HR. Ahmad, shahih)
Dalam hadits yang lain..
قال : إن الرجل ليفضي في اليوم إلى مائة عذراء
“Sungguh seorang lelaki dalam sehari akan berjima’ dengan 100 bidadari”
Sifat-sifat bidadari
1. secara umum
Dalam hadits qudsi.. Allah berfirman,
أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّا لحِينَ مَ لاَ عَيْنٌ رَأَتْ وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرِ
Aku sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih kenikmatan (tinggi di surga) yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan terlintas dalam hati manusia.
Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhumaa pernah berkata:
لَيْسَ فِى الْجَنَّةِ شَيْءٌ مِمَّا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ الأَسْمَاءَ
“Tidak ada sesuatupun yang ada di surga dari perkara-perkara yang ada di dunia kecuali hanya sekedar nama-nama” (Atsar ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 2188)
Demikian pula dengan wanita surga berbeda dengan wanita dunia, meskipun namanya sama-sama wanita akan tetapi hakekat diantara keduanya sangat jauh berbeda.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata tentang wanita surga :
وَلَوْ أَنَّ امْرَأَةً مِنْ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ اطَّلَعَتْ إِلَى الْأَرْضِ لَأَضَاءَتْ مَا بَيْنَهُمَا وَلَمَلأَتْ مَا بَيْنَهُمَا رِيْحًا وَلَنَصِيْفُهَا – يَعْنِي الْخِمَارَ – خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
“Kalau seandainya seorang wanita surga muncul ke dunia maka dia akan menyinari antara bumi dan langit, dan akan memenuhi bau yang semerbak antara bumi dan langit, dan sungguh kerudungnya lebih baik daripada dunia dan seisinya” (HR Al-Bukhari no 6199)
Tentu jika kita membaca hadits ini maka kita tidak akan mampu untuk membayangkan tentang bidadari tersebut.
2. Sifat terperinci
A. Sifat Akhlaq para bidadari
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ}
Dan untuk penghuni surga di dalamnya (surga) ada istri-istri yang dusucikan (fisik dan akhlak) . (Al-Baqarah: 25)
Bidadari dari dunia akan disucikan akhlaknya.
Diantara akhlaknya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
{قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ}
ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya. (Ar-Rahman: 56)
Tidak pernah melirik laki-laki lain.
Tidak pernah membandingkan suami dengan lelaki lain.
{فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ}
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. (Ar-Rahman: 70)
{حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ}
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih tertahan di dalam rumah. (Ar-Rahman: 72)
Mereka tunggu kedatangan suami mereka.
B. sifat-sifat fisik
1. Langsung diciptakan dewasa
إِنَّآ أَنشَأْنَـٰهُنَّ إِنشَآءًۭ
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung
Surat Al-Waqi’ah (56) Ayat 35
2. selalu perawan
فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا
Kami jadikan mereka (bidadari) selalu gadis
عُرُبًا أَتْرَابًا
Selalu muda (penuh cinta dan sebaya)
3. kulit yang putih
{وَحُورٌ عِينٌ. كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ}
Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan dalam cangkangnya dengan baik. (Al-Waqi’ah: 22-23)
Untuk menunjukkan putih yang sempurna.
4. bening tubuhnya
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
لِكُلِّ رَجُلٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ عَلَى كُلِّ زَوْجَةٍ سَبْعُوْنَ حُلَّةً يَبْدُو مُخُ سَاقِهَا مِنْ وَرَائِهَا
“Bagi setiap penghuni surga dua istri (dari bidadari), yang masing-masing bidadari tersebut memakai 70 gaun, nampak sum-sum betisnya di balik 70 gaun tersebut” (Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 1736)
Berarti putih nya tembus 70 gaun.
كَأَنَّهُنَّ ٱلْيَاقُوتُ وَٱلْمَرْجَانُ
Seakan-akan bidadari itu permata yakut (permata dari sisi bening) – dan mutiara – sisi putih) . Surat Ar-Rahman (55) Ayat 58
كَبِدُهَا مِرْآتُهُ وَكَبِدُهُ مِرْآتُهَا
“Hati sang bidadari merupakan cermin bagi sang lelaki dan hati sang lelaki juga menjadi cermin bagi sang bidadari”.(shahih)
Saking bening nya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُرَى مُخُ سَاقِهَا مِنْ وَرَاءِ لَحْمِهَا مِنَ الْحُسْنِ
“Bidadari tersebut terlihat sum-sum tulang betisnya di belakang dagingnya karena indahnya” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
5. Disebutkan dalam Qs An Naba ayat 33.
وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًۭا
(bulat, bundar dan tidak mudah jatuh)
dan gadis-gadis remaja yang sebaya,
Silakan baca tafsir untuk detail nya.
6. harum sangat
Ibnu Abbas berkata seorang lelaki di surga benar-benar memeluk seorang bidadari 70 tahun tidak akan bosan dan tidak membosankan dia.
7. bersih dari segala kotoran
{وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ}
Dan untuk mereka di dalamnya (surga) ada istri-istri yang disucikan (secara fisik) (Al-Baqarah: 25)
tidak ada ludah, ingus, kotoran, bau ketek dll.
8. Bidadari bermodel/bertingkat-tingkat sesuai keimanan
Menurut pendapat yang lebih kuat,
Bidadari dari wanita dunia lebih afdhal dari bidadari yang diciptakan di akhirat.
Karena bidadari dari dunia telah lulus ujian yang berat..
Maka, kita harus jaga pandangan kita.
Mahar untuk mendapatkan bidadari adalah bertakwa.
##$$-aa-$$##


