Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, LcAlkabaair

ALKABAAIR # 31 (TIDAK BERSUCI SETELAH BUANG HADATS)-32 (PUNGUTAN LIAR)-33(RIYA)

This entry is part 10 of 32 in the series AlKabaair

Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jun-2020 @ 17:40

4 menit membaca

Syarah Kitab Al Kabaair – 31-32-33
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc
13 Jumadil Awal 1440 H

Jangan merasa cukup dengan ilmu yang telah kita miliki..

Dosa ke 31. *Tidak bersuci setelah kencing adalah ciri khas orang Nasrani*.

Kita telah sampai pada dosa besar yang dianggap sepele karena tidak bersuci setelah buang air dan suka mengadu domba.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua buah kuburan. Lalu beliau bersabda:

إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِيْ كَبِيْرٍ،أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيْمَةِ

“Sungguh kedua penghuni kubur itu sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namiimah (mengadu domba).” HR Bukhari dan Muslim.

Sekarang kita sering lihat saat safar, bapak ajari anak nya kencing sembarangan tanpa dibersihkan..

Maka pastikan kita sudah bersih dengan air atau tissue..
Tidak bersih2 setelah buang air adalah kebiasaan kaum Nasharani.

Dosa besar 32 : *Pemalak (pungutan liar) /Pemungut Pajak*

Allah berfirman :

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الأرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya jalan (tegak nya hukum Allah ) itu ditegakkan atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia, dan menyebarkan kerusakan di muka bumi tanpa hak. Mereka itulah yang berhak mendapat azab yang pedih.” – (QS.42:42)

Ketika wanita zina taubat dengan hukum rajam, dan darah wanita itu terpercik kepada seorang sahabat dan sahabat itu mengumpat, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang untuk mencela.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda.

لقد تابت توبتة، لو تابها صاحب مكس لغفر له، أو لقبلت منه

Sungguh ia telah bertaubat, andaikan seorang pemungut pajak bertaubat seperti taubatnya wanita pezina itu, tentu dosanya diampuni. Hr Muslim 1695.

Artinya dosa pemungut pajak itu sangat besar, disamakan dengan dosa zina.

Dosa besar ini penulis hanya bawa 1 ayat dan 1 hadits, padahal banyak sekali ayat dan hadits tentang pungutan pajak tanpa hak. (perlu pembahasan lebih terperinci).

DOSA 33. *Riya sifat orang munafik*

Allah berfirman..

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji ) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (QS. An Nisa’: 142).

Silakan ukur diri kita masing-masing apakah ada rasa malas saat kita akan sholat..

Jaman sahabat, orang yang tidak jamaah adalah orang yang munafik.. Terutama sholat Insya dan subuh.

Munafik juga selalu tergesa-gesa dalam berdzikir, tidak banyak dzikir.

Dalam ayat selanjutnya, tentang infak, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

كَالَّذِي يُنْفِقُ مالَهُ رِئاءَ النَّاسِ

seperti orang yang membelanjakan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia. (Al-Baqarah: 264)

Salah satu golongan yang dapat naungan di akhirat kelak adalah orang yang berinfak dengan secara sembunyi (ikhlas).

Selanjutnya Imam Dzahabi membawa hadits yang sangat panjang…3 golongan yang pertama kali diseret di atas wajahnya (untuk menghinakan) ke neraka..

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya.

Allah bertanya kepadanya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab : ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’

*Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’*

Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka.

Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya.

Kemudian Allah menanyakannya: ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?’ Ia menjawab: ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah karena engkau.’

*Allah berkata : ‘Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari’ (pembaca al Qur`an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’*

Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.

Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya).

Allah bertanya : ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab : ‘Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.’

*Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.’”* HR Muslim.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ سَمَّعَ النَّاسَ بِعَمَلِهِ ، سَمَّعَ اللهُ بِهِ مَسَامِعَ خَلْقِهِ ، وَصَغَّرَهُ وَحَقَّرَهُ

“Barangsiapa memperdengarkan amalnya kepada orang lain (agar orang tahu amalnya), maka Allah akan menyiarkan aibnya di telinga-telinga hambaNya, Allah rendahkan dia dan menghinakannya”. [HR Thabrani dalam al Mu’jamul Kabiir; al Baihaqi dan Ahmad, no. 6509. Dishahihkan oleh Ahmad Muhammad Syakir. Lihat Shahiih at Targhiib wat Tarhiib, I/117, no. 25].

*DOA Terhindar dari RIYA*

yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam..

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, jangan sampai aku menyekutukan-Mu sementara aku menyadarinya, dan aku memohon ampun kepada-Mu untuk yang tidak aku sadari.

$$##-aa-##$$

AlKabaair

ALKABAAIR#29 (Yang Menhalalkan dan dihalalkan untuknya)-30 (Makan Bangkai, minum Darah, daging Babi)-31(Tidak Bersuci) AL KABAAIR # Khianat pada harta rampasan, Baitul Mal, zakat
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?