This entry is part 3 of 6 in the series Talbis-iblis

Diterbitkan pertama kali pada: 29-Okt-2023 @ 19:04

4 menit membaca

*TALBIS IBLIS-3*
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
15 Rabi’ul Akhir 1445H / 29 Oktober 2023

Talbis iblis karya Al Imam Ibnul Jauzi.
Talbis iblis –

✅➡️ Talbis iblis pada ahli ibadah..

🔸Pasal sibuk dengan yang tidak utama dan meninggalkan yang lebih utama.

Syetan telah menggoda manusia untuk perbanyak sholat malam, sholat sunnah namun tidak memperbaiki batin, memperhatikan makanan halal dan haram.

🔸Godaan syetan pada bacaan Qur’an.

Yaitu godaan untuk baca Al Qur’an dengan cepat namun tidak tartil.

Sahabat ada yang khatam Al Qur’an dalam satu rakaat (HR Ahmad dan Nasai) namun sangat jarang.

Orang yang baca Al Qur’an kurang dari tiga maka dia bukan orang yang fakih (mendakwakan dan bukan di bulan Ramadhan).

Imam Syafi’i walaupun baca cepat namun beliau baca dengan faham dan tahu tafsir nya. Ada Tadabur dalam bacaan nya. Harus perhatikan kualitas dalam bacaannya.

✅ Niat baca Al Qur’an
1. Tilawah, setiap huruf ada pahalanya.
2. Tadabur Al Qur’an.
3. Mendapat berkah, untuk kesembuhan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

Dalam riwayat lain disebutkan, “sesungguhnya akan lahir dari orang ini suatu kaum yang membaca al qur’an tapi tidak sampai melewati kerongkongannya, mereka membunuh orang islam dan membiarkan para penyembah berhala, mereka terlepas dari islam sebagaimana anak panah yang terlepas dari busurnya kalau aku menjumpai mereka sungguh akan aku perangi mereka sebagaimana memerangi kaum ‘Ad.” HR Bukhari.

Fudhail bin Iyadh – orang banyak yang keliru dengan mencukupkan Al Qur’an hanya sebagai bacaan saja.

Ibnu Mas’ud – ketika baca Al Qur’an berhenti lah pada tempat-tempat yang ada keajaiban. (Tadabur).

Dulu orang-orang baca Al Qur’an baca Al Qur’an pada malam hari di menara-menara masjid. (keras).

✅❗Kata Imam Jauzi ada dua kesalahan.
1. Mengganggu orang istirahat
2. Jatuh pada riya.

Diantara kesalahan adalah baca Al Qur’an saat Adzan.
Kita sering menyaksikan orang-orang yang setelah adzan bersenandung yang bisa orang-orang yang melakukan sholat sunnah, berdoa, baca Al Qur’an dst.

Ibnu Mas’ud – cukupkan dengan sunnah, jangan buat hal-hal yang baru

Syaikh – melihat seseorang jadi imam sholat subuh – baca surat 3 Qul dan baca doa khatam sholat.
Ini bisa jatuh pada riya dan tidak sesuai dengan apa yang dicontohkan para shahabat radhiyallahu anhum.
Para sahabat sering sembunyikan bacaan Al Qur’an mereka.

Riya adalah senjata syetan untuk merusak amalan.

✅➡️ Talbis pada ahli ibadah puasa.

Syetan menggoda manusia untuk puasa terus.

♦️Puasa ada tingkat.
🔹1. Puasa dhahr – puasa terus Setiap hari selain hari yang terlarang. Ada dua pendapat.
A. Tidak dianjurkan (makruh dan atau haram)
B. Boleh (mustahak dan jaiz)

🔘 Kekurangan puasa dhahr. (meskipun ambil pendapat boleh).

1. Bisa jadi menjadikan lemah dan ganggu mencari rezeki bagi keluarga.
2. Terhalang mencukupi kebutuhan batin istrinya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” [Al-Baqarah/2: 228]

3. Terluput dari keutamaan, karena Rasul ﷺ bersabda – sebaik-baik puasa adalah puasa Daud.

bahwa ia telah menikahi wanita dari Quraisy, namun ia tidaklah mendatanginya (menyetubuhinya) karena sibuk puasa dan shalat (malam). Lalu ia menceritakan hal ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda, “Berpuasalah setiap bulannya selama tiga hari”. “Aku mampu lebih daripada itu”, jawabnya. Lalu ia terus menjawab yang sama sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan padanya, “Puasalah sehari dan tidak berpuasa sehari”. HR Bukhari.

🔸Terdapat sebuah hadits:

وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوْتِ أزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَسْأَلُوْنَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا أُخْبِرُوْا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوْهَا، وَقَالُوْا: أَيْنَ نَحْنُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ وَقدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. قَالَ أَحَدُهُمْ: أَمَّا أَنَا فَأُصَلِّيْ اللَّيْلَ أَبَداً، وَقَالَ الْآخَرُ: وَأَنَا أَصُوْمُ الدَّهْرَ أَبَداً وَلَا أُفْطِرُ، وَقَالَ الْآخَرُ: وَأَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَداً.
فَجَاءَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ، فَقَالَ: أَنْتُمُ الَّذِيْنَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا؟ أَمَا وَاللهِ إِنِّيْ لَأَخْشَاكُمْ لِلهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، لَكِنِّيْ أَصُوْمُ وَأُفْطِرُ، وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ

Dari Anas Radhiyallahu anhu ia berkata, “Ada tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bertanya tentang ibadah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu setelah mereka diberitahukan (tentang ibadah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ), mereka menganggap ibadah Beliau itu sedikit sekali. Mereka berkata, “Kita ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam! Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diberikan ampunan atas semua dosa-dosanya baik yang telah lewat maupun yang akan datang.” Salah seorang dari mereka mengatakan, “Adapun saya, maka saya akan shalat malam selama-lamanya.” Lalu orang yang lainnya menimpali, “Adapun saya, maka sungguh saya akan puasa terus menerus tanpa berbuka.” Kemudian yang lainnya lagi berkata, “Sedangkan saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan menikah selamanya.”

Kemudian, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi mereka, seraya bersabda, “Benarkah kalian yang telah berkata begini dan begitu? Demi Allah! Sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling taqwa kepada-Nya di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku juga berbuka (tidak puasa), aku shalat (malam) dan aku juga tidur, dan aku juga menikahi wanita. Maka, barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

🔸2. Puasa Daud
🔸3. Puasa 1 hari buka 2 hari.

Tidak sedikit ulama yang dahulu puasa terus menerus. Namun mereka bisa gabungkan dengan kemampuan mencari nafkah.

✅➡️ Pasal tentang samarnya riya.

Dulu ada orang yang terkenal karena puasa tiap hari, namun karena ingin menjaga kepopuleran, dia sembunyi-sembunyi saat tidak puasa.

Syaikh mengatakan harusnya dia buka puasa dihadapan orang banyak, dan selanjutnya puasa beberapa hari (untuk melawan riya)

❗❗Syetan membisikkan seseorang untuk menjadi contoh orang-orang dalam ibadah dengan menyebarkan ibadahnya, ini riya.

Kalau Ikhlas, tetap ada kekurangan karena pahala berkurang. Pahala tersembunyi lebih utama.

Zubair bin Awwam Radhiyallahu anhu, dia mengatakan, “Siapa diantara kalian yang bisa memiliki amal shaleh yang dikerjakan secara sembunyi-sembunyi, maka hendaklah dia lakukan.”

Ketika hari kamis puasa dan diajak makan, lebih baik menjawab dengan mengatakan saya puasa daripada mengatakan ini hari kamis (ada riya).

Ada yang puasa senin kamis tapi meremehkan orang yang tidak puasa.

Ada puasa namun ghibah jalan terus, maksiat jalan terus.

✅ Jadi waspada atas riya dalam ibadah kita. Pentingkan ibadah kita supaya diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Talbis-iblis

TALBIS IBLIS-2 TALBIS IBLIS-4
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?