BULUGHUL MARAM-38
📖 *BULUGHUL MARAM-38*
🖋️ Ibnu Hajar as-Asqalani
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
2 Shafar 1448H/18 Juli 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kitab ini berisi 1350 an hadits yang berkaitan dengan fikih.
✅ SIFAT SHOLAT
✅ Tentang Berjamaah dan Imam
Hukum sholat berjamaah terjadi khilaf, yang lebih tepat adalah wajib bagi perorangan.
Bila seseorang yang tanda udzur tidak sholat berjamaah, maka sholat nya sah namun berdosa.
🔹 HADITS KE-322
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنَّمَا جُعِلَ اَلْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ, فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا, وَلَا تُكَبِّرُوا حَتَّى يُكَبِّرَ, وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا, وَلَا تَرْكَعُوا حَتَّى يَرْكَعَ, وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اَللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ, فَقُولُوا: اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ اَلْحَمْدُ, وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا, وَلَا تَسْجُدُوا حَتَّى يَسْجُدَ, وَإِذَا صَلَّى قَائِمًا فَصَلُّوا قِيَامًا, وَإِذَا صَلَّى قَاعِدًا فَصَلُّوا قُعُودًا أَجْمَعِينَ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَهَذَا لَفْظُه ُوَأَصْلُهُ فِي اَلصَّحِيحَيْن ِ
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Maka apabila ia telah bertakbir, bertakbirlah kalian dan jangan bertakbir sebelum ia bertakbir.
Apabila ia telah ruku’, maka ruku’lah kalian dan jangan ruku’ sebelum ia ruku’. Apabila ia mengucapkan (sami’allaahu liman hamidah) maka ucapkanlah (allaahumma rabbanaa lakal hamdu).
Apabila ia telah sujud, sujudlah kalian dan jangan sujud sebelum ia sujud. Apabila ia sholat berdiri maka sholatlah kalian dengan berdiri dan apabila ia sholat dengan duduk maka sholatlah kalian semua dengan duduk.” Riwayat Abu Dawud. Lafadznya berasal dari Shahih Bukhari-Muslim.
🔹 Faidah.
🔸 1. Imam ditunjuk untuk diikuti. Tidak boleh mendahului, tidak boleh menyamai (bersama gerakan) , tidak boleh terlalu lambat.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَمَا يَخْشَى أَحَدُكُمْ – أَوْ: لاَ يَخْشَى أَحَدُكُمْ – إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ قَبْلَ الإِمَامِ، أَنْ1
يَجْعَلَ اللَّهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ، أَوْ يَجْعَلَ اللَّهُ صُورَتَهُ صُورَةَ حِمَارٍ
“Tidakkah salah seorang dari kalian takut, atau apakah salah seorang dari kalian tidak takut, jika dia mengangkat kepalanya sebelum imam, Allah akan menjadikan kepalanya seperti kepala keledai, atau Allah akan menjadikan rupanya seperti bentuk keledai?” HR Bukhari dan Muslim.
Misalnya ketika imam takbir akan sujud, maka gerakan kita mulai Ketika imam hampir sempurna posisi sujudnya.
Dikatakan tetap ikuti imam adalah,
A. Suara imam terdengar
B. Melihat imam
C. Melihat shaf terakhir.
Bila ditengah sholat terjadi hal yang sebabkan tidak bisa ikuti imam (mati listrik, ruangan berbeda).
1. Maka ia boleh merubah niat sholat sendiri, bila listrik nyala lagi maka dia tidak boleh balik ikut bersama imam tetapi lanjut sholat sendiri sampai selesai.
2. Menunggu imam, posisi tetap saat listrik mati dan ternyata gerakan imam sudah jauh dan gak mungkin ngejar, maka dia harus menarik diri dari jamaah dan lanjut sholat sendiri.
Bila tertinggal nya 1 rukun, maka boleh terus bersama imam.
🔸2. Imam dan makmum boleh baca tasmi’. (sami’allaahu liman hamidah)
🔸 3. Bila imam karena udzur tidak mampu berdiri, maka sholat imam duduk begitu juga makmum ikut duduk. Saat Nabi ﷺ sakit menjelang wafatnya, sempat menjadi imam sambil duduk, dan memerintahkan sahabat yang jadi makmum untuk sholat sambil duduk juga (sebelum nya sahabat berdiri karena bermakmum pada Abu Bakar yang sholat nya berdiri).
Kalau di awal sholat imam masih kuat berdiri, namun di tengah sholat Imam udzur dan duduk Sholat nya maka makmum sholat tetap berdiri.
🔹 HADITS KE-323
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَأَى فِي أَصْحَابِهِ تَأَخُّرًا. فَقَالَ: تَقَدَّمُوا فَائْتَمُّوا بِي, وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ” ) رَوَاهُ مُسْلِم ٌ
Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melihat para sahabatnya mundur ke belakang. Maka beliau bersabda: “Majulah kalian dan ikutilah aku, dan hendaknya orang-orang di belakangmu mengikuti kalian.” Riwayat Muslim.
Sunnahnya imam chek makmum setelah iqomah.
Sah sebagai makmum, ada 3 kondisi yang mungkin. (lihat imam, dengar imam, lihat shaf terakhir).
Dalam sebuah hadits, Nabi ﷺ melarang milih shaf belakang.
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
لَا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمُ اللَّهُ
“Tidaklah suatu kaum selalu mengakhirkan (diri mereka dari shaf pertama), sampai Allah mengakhirkan mereka.”
(HR. Shahih Muslim)
Untuk perempuan, lebih utama, sholat sendiri di rumah, dikamar yang tertutup.
🔹 HADITS KE-324
وَعَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رضي الله عنه قَالَ: ( اِحْتَجَرَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم حُجْرَةً بِخَصَفَةٍ, فَصَلَّى فِيهَا, فَتَتَبَّعَ إِلَيْهِ رِجَالٌ, وَجَاءُوا يُصَلُّونَ بِصَلَاتِهِ… ) اَلْحَدِيثَ, وَفِيهِ: ( أَفْضَلُ صَلَاةِ اَلْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا اَلْمَكْتُوبَةَ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ
Zaid Ibnu Tsabit Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah membuat bilik dari tikar, lalu beliau sholat di dalamnya. Orang-orang mengetahuinya dan mereka datang untuk sholat bersama beliau. Hadits, dan di dalamnya disebutkan: “Sebaik-baik sholat seseorang itu di rumahnya kecuali sholat fardlu.” Muttafaq Alaihi.
Afdhal nya sholat sunnah itu di rumah (dhuha, malam, witir, qabliyah, Ba’diyah)
Untuk tarawih, khusus di Ramadhan, maka jamaah di Masjid lebih Afdhal.
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ –يعني في صلاة التراويح- حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Barang siapa yang berdiri bersama imam –pada shalat tarawih- sampai imam selesai, maka akan dicatat sama dengan qiyamullail sepenjang malam”. [Dishahihkan Albani dalam Shahih Tirmidzi]
Maksud nya bersama Imam Rawatib.
Semoga bermanfaat,
#sholat #jamaah #bersama #imam
##$$-aa-$$##

