This entry is part 33 of 33 in the series Bulughul-maram
4 menit membaca

📖 *BULUGHUL MARAM-35*
🖋️ Ibnu Hajar as-Asqalani
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
4 Muharam 1448H/20 Juni 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Kitab ini berisi 1350 an hadits yang berkaitan dengan fikih.

✅ SIFAT SHOLAT

✅ Tentang Sholat Tathawwu

Ada sholat sunnah :
1. Mutlak – bebas
2. Muqoyyat terikat dengan waktu dan jumlah rakaat
2.1 rawatib – sebelum dan sesudah sholat wajib (Muakadah dan ghairu Muakadah)
2.2 selain rawatib misal dhuha, tahajud dll.

Orang yang sudah rutin sholat Fajr/Qabliyah subuh.. Maka bisa di qadha.
1. Langsung setelah sholat Fardhu subuh
2. Tunggu matahari terbit + 15 menit (waktu syuruq).

Bahkan bila terlewat sholat subuh karena udzur, boleh sholat Fajr dulu baru lanjut sholat Fardhu subuh. (hadits saat Nabi ﷺ Safar dan tertidur, bangun setelah matahari terbit – menyengat)

Nabi ﷺ juga pernah mengqadha sholat Ba’diyah Dhuhur dan beliau kerjakan setelah Ashar.

🔹 HADITS KE-289

وَعَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- قَالَتْ : ( كَانَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُخَفِّفُ اَلرَّكْعَتَيْنِ اَللَّتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ اَلصُّبْحِ ، حَتَّى إِنِّي أَقُولُ : أَقَرَأَ بِأُمِّ اَلْكِتَابِ؟ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam meringkaskan dua rakaat sebelum sholat Shubuh sampai aku bertanya: Apakah beliau membaca Ummul Kitab (al-Fatihah)? Muttafaq Alaihi.

Sholat nya ringan.

🔹 HADITS KE-290

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ-رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُ- : ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَرَأَ فِي رَكْعَتَيْ اَلْفَجْرِ : ( قُلْ يَا أَيُّهَا اَلْكَافِرُونَ ) و : ( قُلْ هُوَ اَللَّهُ أَحَدٌ ) ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dalam dua rakaat fajar membaca (Qul yaa ayyuhal kaafiruun) dan (Qul Huwallaahu Ahad). Riwayat Muslim.

Dalam riwayat lain. Nabi ﷺ sholat Qabliyah subuh dengan bacaan.
Rakaat 1 : Qs Al Baqarah ayat 136.
Rakaat 2 : Qs Ali Imran ayat 64

🔹 HADITS KE-291 tiduran setelah sholat qabliyah subuh.

وَعَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- قَالَتْ : ( كَانَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا صَلَّى رَكْعَتَيْ اَلْفَجْرِ اِضْطَجَعَ عَلَى شِقِّهِ اَلْأَيْمَنِ ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ

‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila selesai sholat dua rakaat fajar berbaring atas sisinya yang kanan. Riwayat Bukhari.

Nabi ﷺ tiduran dulu sebelum sholat subuh.

Ulama membahas hukumnya.
1. Wajib (ada hadits perintah tiduran dari Abu Hurairah)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian telah melakukan shalat dua rakaat qabliyah Shubuh, maka berbaringlah di atas sisi tubuhnya yang kanan.” HR Abu Dawud.

2. Sunnah
3. Makruh
4. Boleh

Khusus Nabi ﷺ beliau bisa mata tidur dan hati tidak.

Jika memungkinkan lakukan amalan ini.

🔹 HADITS KE-292

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ اَلرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ اَلصُّبْحِ , فَلْيَضْطَجِعْ عَلَى جَنْبِهِ اَلْأَيْمَنِ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَأَبُو دَاوُدَ , وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seorang di antara kamu selesai sholat dua rakaat sebelum sholat Shubuh, hendaknya ia berbaring atas sisinya yang kanan.” Hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Tirmidzi.

🔹 HADITS KE-293

وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( صَلَاةُ اَللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى , فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ اَلصُّبْحِ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً , تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
وَلِلْخَمْسَةِ – وَصَحَّحَهُ اِبْنِ حِبَّانَ – : ( صَلَاةُ اَللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مَثْنَى مَثْنَى” ) وَقَالَ النَّسَائِيُّ : “هَذَا خَطَأٌ”

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sholat malam itu dua dua, maka bila seorang di antara kamu takut telah datang waktu Shubuh hendaknya ia sholat satu rakaat untuk mengganjilkan sholat yang telah ia lakukan.” Muttafaq Alaihi.

Dalam Riwayat Imam Lima yang dinilai shahih oleh Ibnu Hibban adalah lafadz: “Sholat malam dan siang itu dua dua.” Nasa’i menyatakan bahwa ini salah.

Dari hadits ini, Ulama menjelaskan bahwa sholat malam itu jumlah rakaat nya tidak terbatas.

Sholat malam namanya bisa berubah, sholat tarawih, tahajud, witir.

Jumlah minimal sholat malam 1 rakaat
Maksimal nya terserah.

Merubah niat sholat tidak boleh setelah takbiratul ihram. Misal niat sholat witir 3 rakaat namun ditengah sholat dengar adzan subuh maka tetap lanjut 3 rakaat.
Sholat malam dikerjakan setelah Isya sampai menjelang subuh.

Paling Afdhal adalah di 1/3 akhir.

🔹 HADITS KE-294

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَفْضَلُ اَلصَّلَاةِ بَعْدَ اَلْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اَللَّيْلِ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sholat yang paling utama setelah sholat fadlu ialah sholat malam.” Dikeluarkan oleh Muslim.

🔹 HADITS KE-295

وَعَنْ أَبِي أَيُّوبَ اَلْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( اَلْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ , مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ , وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ , وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ ) رَوَاهُ اَلْأَرْبَعَةُ إِلَّا اَلتِّرْمِذِيَّ , وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ , وَرَجَّحَ النَّسَائِيُّ وَقْفَهُ

Dari Ayyub al-Anshory bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Witir itu hak bagi setiap muslim. Barangsiapa senang sholat witir lima rakaat hendaknya ia kerjakan, barangsiapa senang sholat witir tiga rakaat hendaknya ia kerjakan, barangsiapa senang sholat witir satu rakaat hendaknya ia kerjakan.” Riwayat Imam Empat kecuali Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan mauquf menurut Nasa’i.

Minimal sholat malam itu 1 rakaat.

🔹 HADITS KE-296

وَعَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رضي الله عنه قَالَ : ( لَيْسَ اَلْوِتْرُ بِحَتْمٍ كَهَيْئَةِ اَلْمَكْتُوبَةِ , وَلَكِنْ سُنَّةٌ سَنَّهَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ) رَوَاهُ النَّسَائِيُّ وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ وَالْحَاكِمُ وَصَحَّحَهُ

Ali Ibnu Abu Thalib Radliyallaahu ‘anhu berkata: Witir itu tidaklah wajib sebagaimana sholat fardlu, tapi ia hanyalah sunat yang dilakukan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam Hadits diriwayatkan oleh Tirmidzi, Nasa’i dan Hakim. Hasan menurut Tirmidzi dan shahih menurut Hakim.

Hadits ini adalah penjelasan bahwa sholat witir itu tidak wajib.

Sholat witir itu sholat sunnah muakadah.

🔹 HADITS KE-297

وَعَنْ جَابِرٍ ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَامَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ, ثُمَّ اِنْتَظَرُوهُ مِنْ اَلْقَابِلَةِ فَلَمَّا يَخْرُجْ , وَقَالَ : ” إِنِّي خَشِيتُ أَنْ يُكْتَبَ عَلَيْكُمْ اَلْوِتْرُ ) رَوَاهُ اِبْنُ حِبَّانَ

Dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam sholat malam pada bulan Ramadhan. Kemudian orang-orang menunggu beliau pada hari berikutnya namun beliau tidak muncul. Dan beliau bersabda: “Sesungguhnya aku khawatir sholat witir ini diwajibkan atas kamu.” Riwayat Ibnu Hibban.

Jabir bin Abdillah ini menceritakan sejarah sholat tarawih (sholat malam di Ramadhan).

Semoga bermanfaat.

#sifat #sholat #dzikir #udzur tarawih #witir #qiyamul

##$$-aa-$$##

Bulughul-maram

BULUGHUL MARAM-34
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?