This entry is part 26 of 48 in the series dosabesar_MBAW
6 menit membaca

🗞️ *ALKABAIR – HATI DAN LISAN#27*
✒️ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤 Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 28 Dzulqaidah 1446H/25 Mei 2025
Ba’da Maghrib

Ini adalah bahasan yang bisa besar. Salah satu bentuk penyempurnaan tauhid adalah dengan meninggalkan segala bentuk kemungkaran. Bagaimana caranya? Yaitu dengan belajar.

Sebab terbesar untuk masuk Surga tertinggi adalah tauhid dan yang Kedua adalah akhlak yang baik.

➡️ *BAB PENJELASAN TENTANG NAMIMAH (ADU DOMBA)*

Menukil perkataan untuk adu domba.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تُطِع كل حلاف مهين هماز مشاء بنميم

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,yang banyak mencela, yang kian ke mari menebar namimah” (QS. Al Qalam: 10-11).

Namimah – nukil perkataan dan disebarkan dengan tujuan untuk membuat keributan. Bisa jadi isinya benar namun ditambah-tambahin dan penyampaian yang buruk.

Namimah bisa berdampak besar.
Ribut suami istri.
Ribut kakak adik.
Ribut antar suku, antar negara.

Namimah bisa merusak dalam sehari apa yang sihir tidak bisa lakukan. Misalnya terkait suami istri.

Orang yang sampaikan jujur tapi tujuan namimah (timbulkan keributan) adalah dosa besar.
Sedangkan bohong mendamaikan justru dapat pahala.

Dalam Islam, segala sesuatu yang timbulkan keributan dibenci.

Hadits dua kubur.. Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ

“Dua penghuni kubur ini sedang di azab yang satu (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namimah (mengadu domba).” HR Bukhari dan Muslim

Ini diantara keistimewaan Nabi ﷺ, bahwa Nabi ﷺ bisa dengar mayat di adzab.

Kaidah – kalau ada di nafikan dan ditetapkan, maka kadang ditetapkan pada kondisi tertentu dan dinafikan pada kondisi tertentu.

Dua orang yang disiksa kubur itu sebabnya bukan perkara sepele tetapi perkara besar.
Buang air kecil – tidak hati-hati, atau terlihat aurat, tidak peduli percikan air kencing.
Satu lagi adalah sebab namimah.

Dua hal ini terkait hal yang pertama kali di sidang.
Tidak bersih kencing ➡️ sholat tidak sah.
Namimah – pertumpahan darah.

Saat nabi ﷺ pasang pelepah kurma, maka dua orang itu dikurangi adzab nya.
Ini bukan Karena pelepah kurma tetapi karena doa Rasulullah ﷺ.

Sebagian ulama mengatakan pelepah kurma basah tersebut bertasbih. Padahal pelepah kurma yang kering juga bertasbih.

Saat ini sebagian orang ambil air, tanam pohon Kamboja agar adzab jenazah dikurangi .. Hal ini tidak benar.

Dari Ibnu Mas’ud, Nabi ﷺ bersabda,

ﺃَﻻَ ﺃُﻧَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﺍﻟْﻌَﻀْﻪُ ﻫِﻰَ ﺍﻟﻨَّﻤِﻴﻤَﺔُ ﺍﻟْﻘَﺎﻟَﺔُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ

“Maukah kuberitahukan kepada kalian apa itu al’adhhu ? Itulah namimah, perbuatan menyebarkan berita untuk merusak hubungan di antara sesama manusia”
HR Muslim.

Maka hati-hati, hindari hal yang bisa sebabkan rusaknya hubungan dua orang yang beriman.

➡️ *BUHTAN – KEDUSTAAN*

Menuduh orang yang tidak benar.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَا لْمُؤْمِنٰتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْا بُهْتَا نًا وَّاِثْمًا مُّبِيْنًا

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 58)

Buhtan – dusta tentang orang lain.
Suudzan itu akan meningkat menjadi menuduh.

Dari Ibnu Umar, radhiallahu anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من قال في مؤمن ما ليس فيه، أسكنه الله ردغة الخبال حتى يخرج مما قال

“Siapa saja yang menuduh seorang Mukmin dengan sesuatu yang tidak ada padanya, Maka Allah akan menempatkan si penuduh dalam radghah al khabal (cairan penduduk neraka), hingga ia keluar dari apa yang ia tuduhkan (bertaubat kepada Allah & meminta maaf (penghalalan) kepada yang ia tuduh).”
HR Abu Dawud, shahih.

Dalam hadits lain ردغة الخبال dijelaskan maksud nya yaitu darah dan nanah penduduk surga.

Peminum khamr nanti di neraka akan minum cairan penghuni neraka.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa sallam bersabda:

أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ

“Tahukah kalian apa itu ghibah?”, Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda, “Yaitu engkau menceritakan tentang saudaramu yang membuatnya tidak suka.” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Lalu bagaimana apabila pada diri saudara saya itu kenyataannya sebagaimana yang saya ungkapkan?” Maka beliau bersabda, “Apabila cerita yang engkau katakan itu sesuai dengan kenyataan maka engkau telah meng-ghibahinya. Dan apabila ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dirinya maka engkau telah berdusta atas namanya (berbuat buhtan).” HR. Muslim.

Allah ﷻ berfirman

وَلاَ يغتب بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ تَوَّابٌ رَحِيْمٌ

Dan janganlah sebagian kalian mengGhibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah, sungguh Allah Maha Menerima taubat dan Maha Pengasih. (Al Hujurat 12)

Dalam rangka cari solusi – omongin orang gak papa.
Ghibah orang yang punya hak besar kepada kita itu dosa sangat besar, ghibah itu bertingkat-tingkat.

➡️ *BAB LAKNAT*

Laknat – doakan orang lain jauhkan dari rahmat Allah.
Ini dosa besar bila diucapkan pada sesama muslim.

Dari sahabat Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا لَعَنَ شَيْئًا صَعِدَتِ اللَّعْنَةُ إِلَى السَّمَاءِ فَتُغْلَقُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ دُونَهَا، ثُمَّ تَهْبِطُ إِلَى الْأَرْضِ فَتُغْلَقُ أَبْوَابُهَا دُونَهَا، ثُمَّ تَأْخُذُ يَمِينًا وَشِمَالًا، فَإِذَا لَمْ تَجِدْ مَسَاغًا رَجَعَتْ إِلَى الَّذِي لُعِنَ، فَإِنْ كَانَ لِذَلِكَ أَهْلًا وَإِلَّا رَجَعَتْ إِلَى قَائِلِهَا

“Jika seorang hamba melaknat sesuatu, maka laknat itu akan naik ke langit, dan tertutuplah pintu-pintu langit di bawahnya. Kemudian laknat itu akan turun lagi ke bumi, namun pintu-pintu bumi telah tetutup. Laknat itu kemudian bergerak ke kanan dan ke kiri. Jika tidak mendapatkan tempat berlabuh, ia akan menghampiri orang yang dilaknat, jika orang itu memang layak dilaknat. Namun jika tidak, maka laknat itu akan kembali kepada orang yang melaknat.” HR Abu Dawud.

Dan baginya ada syahid dalam riwayat Ahmad dengan sanad yang hasan dari hadits Ibnu Mas’ud.

Abu Dawud dan lainnya juga meriwayatkannya dari Hadits Ibnu Abbas, dan perawi nya tsiqah tetapi cacat dengan irsal.

Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah nabi yang penuh dengan kasih sayang.

Beliau ﷺ pernah bersabda,

إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً

“Sesunguhnya aku tidak diutus sebagai tukang melaknat, sesungguhnya aku diutus hanya sebagai rahmat.”

Dari sahabat Abu Barzah Al Aslami radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Pada suatu ketika, seorang budak wanita sedang mengendarai unta dengan membawa perbekalan kaumnya. Lalu wanita tersebut melewati pegunungan yang sempit, hingga ketika dia melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata, “Hus, hus, Ya Allah, laknatlah unta ini!”

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

لَا تُصَاحِبْنَا نَاقَةٌ عَلَيْهَا لَعْنَةٌ

“Kita tidak boleh menyertai unta yang (didoakan) mendapatkan laknat Allah.” HR. Muslim

Jangan mudah melaknat…

➡️ *BAB MENYEBARKAN RAHASIA*

Dari Abu Sa’id, Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ ، وَتُفْضِي إِلَيْهِ ، ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

‘Sesungguhnya termasuk orang yang kedudukannya paling buruk di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang lelaki yang berhubungan dengan istrinya, kemudian dia menyebarkan rahasia ranjang mereka kepada orang lain.’” HR. Muslim.

Dalam satu riwayat,

أنّ من أعظم الأ ما نة

Sesungguhnya termasuk (pengkhianatan) amanah yang paling besar. HR Muslim.

Seseorang harus menjaga rahasia istrinya,

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ}
Mereka adalah pakaian bagi kalian, dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka. (Al-Baqarah: 187)

Fungsi pakaian, diantaranya tutup aurat.

Wanita yang banyak di neraka karena dia suka mengeluh, maksud nya mengeluhkan suaminya.

Ketika itu, Nabi Muhammad ﷺ mengkhususkan nasihat kepada para wanita, dan Nabi Muhammad ﷺ berkata kepada mereka,

تَصَدَّقْنَ، فَإِنَّ أَكْثَرَكُنَّ حَطَبُ جَهَنَّمَ

“Bersedekahlah kalian, karena kebanyakan kalian akan menjadi bahan bakar neraka jahanam.”

Mendengar hal tersebut maka salah seorang wanita berdiri dan bertanya kepada Nabi Muhammad ﷺ tentang alasannya. Maka beliau menjawab,

لِأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشَّكَاةَ، وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ فَجَعَلْنَ يَتَصَدَّقْنَ مِنْ حُلِيِّهِنَّ، يُلْقِينَ فِي ثَوْبِ بِلَالٍ مِنْ أَقْرِطَتِهِنَّ وَخَوَاتِمِهِنَّ

“Karena kalian lebih banyak mengeluh dan mengingkari kebaikan suami.”

Dari Jabir radhiallahu anhu, Rasulullah ﷺ mengatakan:

إِذَا حَدَّثَ الرَّجُلُ الْحَدِيثَ ثُمَّ الْتَفَتَ فَهِيَ أَمَانَةٌ

“Apabila seseorang berkata kepada orang lain dengan satu pembicaraan, kemudian dia menoleh, ingatlah itu adalah amanah (jangan sampai engkau berkhianat)”. (HR. Tirmidzi)

Dalam riwayat Ahmad, dari Abu Darda secara marfu :

من سمع من رجل حديثًا لا يحبّ أن يذكر عنه فهو أمنةٌ، و إن لم يستكتمه

Barangsiapa yang mendengar satu pembicaraan dari seorang yang dia tidak suka disebut darinya, maka itu adalah amanah meskipun dia tidak minta untuk dirahasiakan. HR Ahmad.

Semoga bermanfaat,

#salaf #sunnah #dusta #ghibah #jujur #khianat

dosabesar_MBAW

ALKABAIR – HATI DAN LISAN#26 ALKABAIR – HATI DAN LISAN#28
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?