Syarah Kitab AL KABAAIR BAB #57-58 -MENCACI-MAKI SAHABAT
- Syarah Kitab Al Kabaair #Bab 50 Mengganggu Kaum Muslimin dan Mencaci-maki Mereka
- Syarah Kitab Al Kabaair #49- MEMBERONTAK DAN MENGKAFIRKAN ORANG LAIN DIKARENAKAN MELAKUKAN DOSA BESAR
- ALKABAAIR # 48 (SEMENA-MENA)
- ALKABAAIR#45 (ADU DOMBA) 46 (MERATAP DAN MENAMPAR MUKA SENDIRI)
- ALKABAAIR # 41 – MEMBENARKAN DUKUN DAN AHLI NUJUM
- Syarah Kitab AL KABAAIR BAB #57-58 -MENCACI-MAKI SAHABAT
- ALKABAAIR # 39 – TUKANG MELAKNAT
- ALKABAAIR # 36 (MENGUNGKIT KEBAIKAN) – 37 (TIDAK BERIMAN KEPADA TAKDIR)-38 (MENGUPING PEMBICARAAN)
- ALKABAAIR #34 (KHIANAT) – 35 (SEMBUNYIKAN ILMU)
- ALKABAAIR#29 (Yang Menhalalkan dan dihalalkan untuknya)-30 (Makan Bangkai, minum Darah, daging Babi)-31(Tidak Bersuci)
Diterbitkan pertama kali pada: 26-Des-2020 @ 06:23
5 menit membaca📖 Syarah Kitab AL KABAAIR BAB #57-58 -MENCACI-MAKI SAHABAT
👤 Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc
🗓️ 11 Jumadil Ula 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (online)
Sebaik-baik bekal untuk menjumpai Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah takwa…
Semua dari kita sedang menunggu malaikat maut menjemput kita, dan kita punya kewajiban membawa bekal kebaikan dan amal shaleh, kita minta bantuan Allah supaya kita istiqomah dalam ketaatan.
➡️ Dosa besar mencaci maki para sahabat radhiyallahu’anhum..
Sahabat Nabi ﷺ, adalah orang-orang yang menjadi saksi turunnya wahyu dari Allah ﷻ.
Mereka adalah orang-orang terbaik.
Mereka telah mendapatkan persaksian dari Allah yang diabadikan dalam ayat-ayat Allah.
Mereka lah yang telah berjasa menjadi perantara kita mendapat hidayah Islam ini.
Terlalu banyak ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menyebutkan keutamaan para sahabat dan Sunnah Rasulullah ﷺ.
{ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) }
Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.
Allah sebutkan bahwa Allah adalah petunjuk dan nasihat untuk kaum mukminin..
Di dalam surat At Taubah ayat 100,Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar (para sahabat radhiyallahu anhum) dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.
QS. At-Taubah : 100
Muhajirin : yang hijrah dari Mekah ke Madinah
Anshar : yang menyambut hijrahnya Rasulullah ﷺ dan kaum Muhajirin, dan mereka membela Rasulullah ﷺ.
Allah telah ridho kepada kaum Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang ikuti mereka dalam kebaikan.
Beda dengan kita yang belum tentu Allah ridho walaupun kita sering ucapkan kita ridha kepada Allah.
Dan Allah beri mereka balasan surga.
Dan Allah sebutkan dalam ayat lain,
لَّقَدْ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ ٱلشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِى قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَٰبَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا
Sungguh, Allah telah meridai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon (yaitu para sahabat) , Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balasan dengan kemenangan yang dekat (Fathu Makkah, agar terbebas dari kesyirikan),
QS. Al-Fath : 18
Allah telah mengetahui isi hati para sahabat.
Ibnu Katsir menjelaskan hal ini dengan kejujuran iman mereka dalam mentaati Allah dan Rasul-Nya.
Ibnu Mas’ud berkata, Allah telah lihat qalbu manusia dan qalbu terbaik adalah milik Nabi Muhammad ﷺ, dan bahwa qalbu terbaik setelahnya adalah qalbu para sahabat radhiyallahu’anhum.
Ini adalah Ijma para ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah untuk cinta kepada para shahabat.
Untuk jaga lisan dari mencela para sahabat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ
“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)
Nabi ﷺ juga bersabda,
لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ
”Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya.” HR Bukhari dan Muslim.
Jadi sudah jelas dari Al Qur’an, Hadits dan Ijma ulama bahwa para sahabat adalah orang-orang yang terbaik dan Allah telah ridha kepada mereka.
Orang-orang mencela para sahabat adalah orang-orang yang hatinya kotor. Sekalipun berpenampilan mirip Islam tetapi tidak akan merubah ketetapan Allah dan Rasul-Nya tentang keutamaan para shahabat.
Dan mencaci mereka adalah dosa besar karena berlawanan dengan ayat-ayat Allah dan hadits Nabi ﷺ.
Dan bila para sahabat membuat kesalahan baik Nabi tahu atau tidak maka Allah meluruskan melalui firman-Nya.
Ulama Abu Zur’ah berkata : Jika Engkau lihat ada orang yang mencaci maki sahabat walaupun satu maka dia zindiq, munafik dan murtad keluar dari Islam,karena berarti cacian itu menentang Ayat Allah dan ucapan Rasulullah ﷺ.
Para sahabat adalah saksi agama ini, maka mencaci sahabat / saksi agama ini berarti menggugurkan agama ini, karena cacat (yang mereka tuduhkan).
Mencacati para sahabat yang tepat adalah zindiq (Abu Zur’ah)
Orang-orang Syiah rafidhah lah yang paling suka mencela para sahabat Radhiallahu anhum.
Dalam hadits qudsi, Nabi ﷺ bersabda bahwa Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ
“Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang dengannya.” HR Bukhari
Wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa, dan yang terdepan adalah para sahabat radhiyallahu’anhum.
Rasulullah ﷺ juga menjelaskan keutamaan amalan para shahabat radhiyallahu anhum, sangat besar dibanding kita yang kecil.
(hadits infak dengan emas sebesar gunung Uhud)
Aisyah Radhiyallahu Ta’ala anhaa juga mengabarkan, bahwa mereka (muslimin) telah diperintahkan untuk memohon ampunan bagi sahabat Nabi, akan tetapi, mereka (rafidhah/Syiah) justru malah mencela sahabat.HR Muslim.
Kita diperintahkan Allah untuk meminta ampunan untuk orang-orang mukmin.
Dan Ali bin Abi Thalib berkata,”
“Demi Dzat yang membelah biji-bijian dan menciptakan makhluk bernyawa, Sesungguhnya benar-benar suatu amanat dari Nabi ﷺ kepadaku : “Tidaklah orang mencintaiku kecuali dia seorang yang beriman dan tidaklah orang membenciku melainkan dia seorang munafik.” HR Adi bin Tsabit.
Apabila ucapan seperti ini ucapan Nabi ﷺ mengenai Ali, maka Abu Bakar dan Umar bin Khaththab serta Utsman bin Affan tentu lebih utama dan lebih pantas. Karena Abu Bakar adalah orang yang paling utama kedua setelah Nabi ﷺ.
Umar bin Khaththab punya keutamaan lebih daripada Ali
Utsman bin Affan punya keutamaan dari pada Ali.
Dan Ali dengan ikhlas berbaiat kepada Abu Bakar radhiyallahu anhu.
Umar dan Ali radhiyallahu anhuma berpendapat bahwa barangsiapa siapa mengutamakan orang lain daripada Abu Bakar, maka dia akan dicambuk sebagai hukuman orang yang berdusta.
Ali berkata bahwa orang yang berkata, “kalau ada orang yang berkata aku lebih baik dari Abu Bakar dan Umar, aku akan cambuk sebagai hukuman orang yang berdusta”.
Rasulullah ﷺ bersabda,
أَيُّمَا رَجُلٍ قَالَ لِأَخِيهِ يَا كَافِرُ، فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا
“Siapa saja yang berkata kepada saudaranya, “Wahai kafir!” maka bisa jadi akan kembali kepada salah satu dari keduanya.” (HR. Bukhari)
Dan bahwa Rasulullah ﷺ telah mengabarkan bahwa Abu Bakar, Umar dan Utsman masuk surga.
➡️ Bab 58. MENCELA orang-orang Ashar radhiyallahu anhum
Dan termasuk sahabat adalah kaum Anshar.
Rasulullah ﷺ bersabda,
آيَةُ الإِيْمَانِ حُبُّ الأَنْصَارِ وَآيَــةُ النِّفَاقِ بُعْضُ الأَنْصَارِ
“Tanda keimanan adalah cinta kepada kaum Anshar. Dan tanda kemunafikan adalah membenci kaum Anshar”. (HR. Al-Bukhari)
Juga dalam sebuah hadits,
لا يحبهم إلا مو من، ولا يبغضهم إلا منا فق
“Tidak ada yang mencintai mereka (orang-orang Anshar) kecuali orang yang beriman dan tidak ada yang membenci mereka kecuali orang munafik.” HR Bukhari
Mencaci, mencela sahabat walaupun satu saja maka dia telah menentang ayat-ayat Allah dan ucapan Rasulullah ﷺ dan itu adalah kekufuran.
Sesungguhnya para sahabat adalah diatas petunjuk yang lurus.
Maka mari kita selektif mengambil teman atau ilmu, apakah mereka mencintai sahabat Radhiallahu Ta’ala anhum atau tidak.
Kita harus siap membela kehormatan para shahabat radhiyallahu Ta’ala anhum.
Hati-hati dengan ajakan yang dibungkus dengan cinta keluarga Nabi tapi di dalamnya ada ajaran kebencian kepada para sahabat radhiyallahu Ta’ala anhum maka harus kita tinggalkan.
Semoga bermanfaat,
##$$-aa-$$##

