Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MAAdab & AkhlakIbadah

Alkabair-8 :BAB PENYEBUTAN Buruk Sangka terhadap Allah

This entry is part 8 of 48 in the series dosabesar_MBAW

Diterbitkan pertama kali pada: 30-Jul-2024 @ 16:35

9 menit membaca

🗞️*Alkabair-8 :BAB PENYEBUTAN Buruk Sangka terhadap Allah*
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
8 Muharam 1446H/ 14Juli 2024

➡️ *BAB PENYEBUTAN Buruk Sangka terhadap Allah*

Dalil-dalil yang disebutkan.

🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَظُنُّوْنَ بِا للّٰهِ غَيْرَ الْحَـقِّ ظَنَّ الْجَـاهِلِيَّةِ

“mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 154)

Ini tentang persangkaan orang-orang munafik.

🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَذٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِيْ ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ اَرْدٰٮكُمْ فَاَ صْبَحْتُمْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ

“Dan yang demikian itu adalah prasangka kalian yang telah kalian sangkakan terhadap Rabb – mu, (dugaan itu) telah membinasakan kalian, sehingga jadilah kalian termasuk orang yang rugi.”
(QS. Fussilat 41: Ayat 23)

🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَّيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِيْنَ وَا لْمُنٰفِقٰتِ وَا لْمُشْرِكِيْنَ وَ الْمُشْرِكٰتِ الظَّآنِّيْنَ بِا للّٰهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۗ عَلَيْهِمْ دَآئِرَةُ السَّوْءِ  ۚ وَ غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَاَ عَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۗ وَسَآءَتْ مَصِيْرًا

“dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk, dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka, serta menyediakan Neraka Jahanam bagi mereka. Dan (Neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali.”
(QS. Al-Fath 48: Ayat 6)

✅ Persangkaan buruk adalah sifat orang-orang munafik, orang-orang musyrikin dan orang-orang jahiliyah.

♦️Diriwayatkan dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu anhu :

Dosa besar yang paling besar adalah buruk sangka kepada Allah. HR Ibnu Mardawaih.

🔸Dalam hadits lain,

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما : أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم قبل موته بثلاثة أيام، يقول: «لا يَمُوتَنَّ أحدُكم إلا وهو يُحسنُ الظَّنَّ بالله عز وجل ».  
[صحيح] – [رواه مسلم]

Dari Jabir bin Abdullah bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ tiga hari sebelum wafat bersabda, 

“Janganlah seorang dari kalian mati kecuali ia dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah ‘Azza wa Jalla!” HR Bukhari dan Muslim.

Dalam riwayat lain, Ibnu Abi Dunya menambahkah – Sesungguhnya satu kaum telah dibinasakan oleh buruk sangka terhadap Allah, kemudian Allah berfirman – itulah prasangka kalian – yang kalian sangka kepada Rabb kalian-membinasakan kalian, jadilah kalian termasuk orang-orang yang merugi.

🔸Abu Hurairah secara marfu… Allah Ta’ala berfirman : Aku menurut persangkaan hamba Ku kepada Ku. HR Bukhari dan Muslim.

🔸Ahmad dan Ibnu Hibban menambahkan : Jika dia menyangka kebaikan pada KU, maka baginya kebaikan. Dan jika dia menyangka keburukan, maka baginya keburukan.

Diantara ibadah yang agung adalah berprasangka baik kepada Allah.

➡️Al Qadhi bin Iyadh berkata tentang hadits itu bahwa jika hamba berbaik sangka kepada Allah maka akan diampuni oleh Allah. Demikian Juga bila berprasangka baik taubat akan diterima maka taubat nya akan diterima. Demikian juga kalau berprasangka baik bila berdoa akan dikabulkan maka doanya akan dikabulkan. Demikian juga bila prasangka baik akan diberi kecukupan – *tidak akan terlihat hasilnya bila tidak prasangka baik dan keyakinan kuat*.

Nabi ﷺ bersabda,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah ﷺ bersabda,

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي

Akan dikabulkan doa salah seorang di antara kamu selama dia tidak terburu-buru; ia mengatakan “Aku sudah berdoa, namun tidak dikabulkan bagiku”. HR Bukhari dan Muslim

Allah tidak kabulkan karena dia gak sabar, berhenti berdoa.

Allah lebih tahu kebaikan untuk hamba-Nya. Misalnya, Kadang doa hamba tidak dikabulkan supaya hamba selalu sholat malam..

Husnudzan itu hanya didapat dari keyakinan.

🔸Ibnul Qayyim : tidak diragukan bahwa husnudzan itu hanya bisa diraih dengan berbuat baik, beramal sholeh. Sesungguhnya orang sholeh itu akan berbaik sangka kepada Allah.

Dan tidak mungkin kemaksiatan bercampur dengan perbuatan baik termasuk buruk sangka.

✅ Dan orang yang paling baik prasangka nya adalah orang yang paling taat.

Kapan kita bisa yakin dengan prasangka baik Allah – dengan prosedural, sholat tepat waktu, baca Al Qur’an, dzikir, tidak ghibah dst. ❓❓❓

Orang suka maksiat maka susah untuk husnudzan kepada Allah. ‼️

Syair Abu Nawas : jika dosaku sudah sangat banyak, aku tahu bahwa Ampunan mu lebih besar daripada dosa ku. (jika ingin taubat).

❌❌ Bukan prasangka baik – misalnya seorang yang banyak dosa nya lalu prasangka bahwa Allah akan ampunkan dosa.

Yang benar adalah bisa banyak dosa yang besar, maka dia harus banyak istighfar dan bertaubat, dan dalam taubat nya prasangka baik bahwa Allah akan terima taubatnya. ✅

Kita husnudzan ketika kita berbuat baik.
Jika husnudzan saat maksiat maka bisa jadi kena istidraj. ‼️

➡️ Berburuk sangka kepada Allah.

🔸Sifat orang-orang kafir, munafik dan ahli jahiliyah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَّيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِيْنَ وَا لْمُنٰفِقٰتِ وَا لْمُشْرِكِيْنَ وَ الْمُشْرِكٰتِ الظَّآنِّيْنَ بِا للّٰهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۗ عَلَيْهِمْ دَآئِرَةُ السَّوْءِ  ۚ وَ غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَاَ عَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۗ وَسَآءَتْ مَصِيْرًا

“dan supaya Allah mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah (Rasulullah akan hancur, Islam akan hancur) . Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk, dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka, serta menyediakan Neraka Jahanam bagi mereka. Dan (Neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al-Fath 48: Ayat 6)

🔸 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَظُنُّوْنَ بِا للّٰهِ غَيْرَ الْحَـقِّ ظَنَّ الْجَـاهِلِيَّةِ

“mereka menyangka (buruk) yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 154)

Al Qurthubi – yaitu persangkaan buruk kepada Allah itu sifat orang munafik, orang-orang musyrikin dan orang-orang jahiliyah.

🔸1. Buruk sangka orang musyrikin dalam surat QS Fussilat ayat 23.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَذٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِيْ ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ اَرْدٰٮكُمْ فَاَ صْبَحْتُمْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ

“Dan yang demikian itu adalah prasangka kalian yang telah kalian sangkakan terhadap Rabb – mu, (dugaan itu) telah membinasakan kalian, sehingga jadilah kalian termasuk orang yang rugi.”
(QS. Fussilat 41: Ayat 23)

Dalam ayat 22,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُوْنَ اَنْ يَّشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَاۤ اَبْصَا رُكُمْ وَلَا جُلُوْدُكُمْ وَلٰكِنْ ظَنَنْتُمْ اَنَّ اللّٰهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيْرًا مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ

“Dan kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan.”
(QS. Fussilat 41: Ayat 22)

Yaitu mereka sangka ada amal perbuatan mereka yang Allah tidak tahu. Ini adalah kekufuran.❗

Karena itu mereka lakukan kemaksiatan.

Mereka sabar dalam neraka pun gak ada manfaatnya.

🔸2. Buruk sangka kepada Allah orang munafik.

Allah sebutkan dalam ayat.

A. Pada QS Ali Imran 154.
B. Qs Al Fatah 11-12.

Saat terjadi perang Uhud. Saat itu kondisi Rasulullah ﷺ terluka.

Kondisi perang kadang kalah, itu sebagai ujian.
Seandainya semua orang yang masuk Islam jadi kaya, maka semua orang akan masuk Islam, tapi tidak demikian Karena itu ujian.

Dalam surat Ali Imran ayat 154… Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنۢ بَعْدِ ٱلْغَمِّ أَمَنَةًۭ نُّعَاسًۭا يَغْشَىٰ طَآئِفَةًۭ مِّنكُمْ ۖ وَطَآئِفَةٌۭ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ ظَنَّ ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ مِن شَىْءٍۢ ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْأَمْرَ كُلَّهُۥ لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِىٓ أَنفُسِهِم مَّا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌۭ مَّا قُتِلْنَا هَـٰهُنَا ۗ قُل لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ ٱلَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِىَ ٱللَّهُ مَا فِى صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِى قُلُوبِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah (terkait takdir perang).

Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?”.

Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah”.

Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan/andil) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini”.

Katakanlah (hai Muhammad) : “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.
Surat Ali-Imran (3) Ayat 154

Apa yang menimpa kaum muslimin di perang Uhud, sudah ditakdirkan.

🔸Allah berfirman dalam surat Al Fatah.

سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الأعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا (11) بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا (12)

Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan, “Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami, ” mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudaratan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu?” Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan setan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu prasangka itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.  Qs Al Fatah 11-12.

Nabi ﷺ rencana umroh tahun 6 Hijriah.
Orang Badui prasangka buruk bahwa Nabi ﷺ dan para sahabat akan binasa dalam safar tersebut.
Dan ketika Nabi ﷺ pulang, mereka cari alasan.
Orang Badui yang begini termasuk orang Munafik. Munafik ada dua yaitu kalangan badui dan kalangan yang ditengah-tengah orang muslim. ❗

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ لَّمْ يُؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ فَاِ نَّاۤ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ سَعِيْرًا

“Dan barang siapa tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu neraka yang menyala-nyala.”
(QS. Al-Fath 48: Ayat 13)

Dalam pernah Khandaq Allah kirim angin untuk bantu kaum muslimin.

✅ Ibnul Qayyim membuat kajian yang menarik tentang perang Uhud Dalam Zadul Maad.. Menjelaskan maksud prasangka buruk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah persangkaan yang terkait dengan Allah yang tidak sesuai dengan nama-nama yang Indah dan sifat-sifat nya yang Maha Tinggi. Yang tidak pantas dengan Dzat Allah yang bersih dari segala aib. Persangkaan yang tidak sesuai dengan hikmah Allah, Maha Tinggi Allah, Dan ke Esaan Allah dalam Rububiyah dan Ilahyah.
Dan persangkaan yang tidak sesuai dengan janji Allah yang tidak pasti benar dan Allah tidak pernah menyelisihi janji Nya.

♦️Ibnul Qayyim memberi contoh persangkaan buruk.

1️⃣ Prasangka bahwa Allah tidak akan menolong para rasul-Nya. (contoh badui munafik, perang Uhud). Orang beriman selalu tahu ada hikmah dari semua takdir.

2️⃣ Prasangka Allah tidak menjaga Agama, Al Qur’an… Hujjah Allah pasti menang.

{لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ}

untuk dimenangkan-Nya atas segala agama. (At-Taubah: 33)

3️⃣ Siapa buruk sangka bahwa Allah tidak akan bangkitkan manusia.

4️⃣ Prasangka buruk bahwa Allah akan adzab orang sholeh termasuk para Nabi, prasangka buruk bahwa iblis akan masuk surga.

Ini pendapat sebagian Asyairah dan dibantah oleh Maturidiah. (ini diantara perbedaan Asyairah dan Maturidiah sebagian besar lainnya sama).

5️⃣ Persangkaan bahwa Allah ciptakan manusia dan dibiarkan saja, gak kirim rasul dst.

Allah kirim Rasul bimbing manusia.

6️⃣ Persangkaan terhadap Allah dimana Allah cuekin orang-orang yang beramal sholeh dengan ikhlas tanpa memberi ganjaran.

Diantara buruk sangka adalah Allah tidak memberi kehidupan yang nyaman untuk orang-orang sholeh, karena Allah telah berjanji dalam Al-Qur’an.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَا لِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَ حْسَنِ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 97)

✅ Gak mungkin orang beriman tidak bahagia. Kalau tidak bahagia maka berarti iman nya ada masalah.

Ibnu Taimiyyah – barang siapa tidak bisa meraih surga di dunia maka dia tidak akan meraih surga akhirat.

Surga dunia maksudnya kebahagian yang hakiki, dengan iman yang benar.

7️⃣ Siapa yang menyangka bahwasanya Allah ketika turunkan sifat-sifat Allah dan dianggap teka-teki, tidak sesuai dhahir nya.. Maka ini buruk sangka kepada Allah.

Misal
Dalil Allah diatas, Allah turun ke bumi, Wajah Allah, tangan Allah dimaknai lain, Allah punya sifat sayang, Allah punya sifat Marah, hanya teka-teki. Kalau begitu Al Qur’an bukan sebagai petunjuk.

Orang-orang mu’arhillah (penolak sifat) – mentakwil ayat-ayat sifat. Karena tidak sesuai logika.

Ibnu sina – demikian juga dalam Al Qur’an bahwa manusia dibangkitkan, sidang, hisab – ini tidak benar. Dia menolak jasad yang akan dibangkitkan (gak masuk akal Ibnu sina).

Ibnu sina kena syubhat kaum musyrikin Quraisy, namun menolak lebih halus bahwa ayat Al Qur’an hanya majas.

Adapun dibangkitkan hanya untuk menakut-nakuti.

Bedanya dengan Asyairah, Ibnu sina konsisten takwil sifat Allah dan hari kiamat.
Asyairah hanya takwil sifat-sifat Allah (mereka beriman dengan hari kiamat).

Yang benar komitmen sifat Allah dan hari kiamat tidak ditakwil.

Semoga bermanfaat.

#takwil #buruksangka #ibnusina
#asyairah #maturidiyah #Firanda

##$$-aa-$$##

dosabesar_MBAW

Alkabair-7 : PUTUS ASA DARI RAHMAT Allah Dan Merasa Aman dari Adzab Allah Alkabair-9 :BAB PENYEBUTAN keinginan bertindak sewenang-wenang dan berbuat kerusakan
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?