TARIKH ISLAM-05 (ABU BAKAR ASH SHIDIQ-4)
- TARIKH ISLAM-01
- TARIKH ISLAM-02 ( ABU BAKAR ASH SHIDIQ-1)
- TARIKH ISLAM-03 (ABU BAKAR ASH SHIDIQ-2)
- TARIKH ISLAM-04
- TARIKH ISLAM-05 (ABU BAKAR ASH SHIDIQ-4)
- TARIKH ISLAM-06- (ABU BAKAR ASH SHIDIQ-5)
- TARIKH ISLAM-07 (ABU BAKAR ASH SHIDIQ-6 – wafatnya radhiyallahu anhu)
- TARIKH ISLAM-09 (Umar bin Khaththab -2)
- TARIKH ISLAM-10 (Umar bin Khaththab -3)
- TARIKH ISLAM-11* (Umar bin Khaththab -4)
Diterbitkan pertama kali pada: 05-Mar-2023 @ 20:49
5 menit membaca*TARIKH ISLAM-05*
(ABU BAKAR ASH SHIDIQ-4)
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
14 Sya’ban 1444 H/05.0³.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Masa pemerintahan Abu Bakar adalah sekitar 2 tahun.
Beliau tetap melanjutkan pengiriman 11 pasukan untuk memerangi Nabi palsu dan penolak zakat
➡️ *Pengumpulan Al Qur’an*
🔸1. Zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam
Tertulis terpisah di pelepah kurma, tulang belikat hewan, kulit, kertas (jarang)
🖍️Belum dikumpulkan oleh Nabi ﷺ, sebab:
🔹A. Bisa alami nasikh dan mansukh
🔹B. Al Qur’an masih dalam proses turun belum selesai.
Ketika turun, Jibril mengatakan taruh ayat ini di surat ini setelah ayat ini.
Contoh surat Al Alaq turun tidak sekaligus, 5 ayat dulu.
Qs Al Maidah ayat 3 juga turun pada akhir waktu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
🔸2. Masa Abu Bakar radhiyallahu anhu
Umar bin Khaththab saat Nabi ﷺ masih hidup sering usul dan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Saat perang Yamamah, banyak sahabat yang hafal Quran ikut wafat sehingga Umar kuatir dan meminta Abu Bakar untuk kumpulkan Al Qur’an.
Abu Bakar As-Shiddiq radhiallahu ‘anhu mengutus seseorang kepadaku (untuk memanggilku) tatkala peristiwa peperangan Yamamah. Tiba-tiba Umar radhiallahu ‘anhu duduk di sisinya.
Lalu Abu Bakar berkata, “Umar telah datang kepadaku dan berkata, “Bahwasanya peperangan sangat sengit terhadap para qoori’ al-Qur’an dari kalangan para sahabat tatkala peperangan Yamamah (yaitu peperangan melawan pasukan Musailamah Al-Kadzdzab si nabi palsu, yang mengakibatkan meninggalnya sekitar 700 para sahabat atau lebih-pen). Aku khawatir jika terjadi peperangan yang sengit di seluruh peperangan maka akan hilang banyak dari ayat-ayat al-Qur’an.
Menurutku hendaknya engkau memerintahkan untuk mengumpulkan al-Qur’an.” Lalu aku (Abu Bakar) berkata, “Bagaimana aku melakukan suatu perbuatan yang tidak dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. Maka Umar berkata, “Demi Allah ini adalah perbuatan yang baik”.
Dan Umar terus menasehati aku untuk melakukannya hingga akhirnya Allah melapangkan dadaku terhadap perkara yang Allah telah melapangkan dada Umar terhadapnya. Dan aku lalu berpendapat sebagaimana pendapat Umar”
Lalu Abu Bakar berkata kepadaku (Zaid bin Tsaabit), “Engkau adalah seorang pemuda yang cerdas yang kami tidak menuduh/mencurigaimu, dan engkau dulu telah menulis wahyu untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka hendaknya engkau menelusuri al-Qur’an dan kumpulkanlah”.
Zaid berkata, “Demi Allah kalau seandainya Abu Bakar menugaskan aku untuk memindahkan sebuah gunung dari kumpulan gunung maka hal itu tidaklah lebih berat dari tugas Abu Bakar kepadaku untuk mengumpulkan al-Qur’an”.
Aku berkata, “Bagaimana kelian melakukan sesuatu yang tidak dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. Abu Bakar berkata, “Demi Allah ini merupakan perkara yang baik”.
Dan Abu Bakar terus mendatangiku dan menasehatiku hingga akhirnya Allah melapangkan dadaku terhadap perkara yang Allah lapangkan dada Abu Bakar dan Umar terhadapnya”.
Maka akupun menelusuri al-Qur’an yang paling lengkap dari lembaran-lembaran (baik kertas atau kulit), dari batu-batu tulis, dari pelepah korma, dan dari dada-dada para lelaki (penghapal al-Qur’an), hingga aku mendapati akhir dari surat At-Taubah ada pada Khuzaimah bin Tsaabit Al-Anshooriy, aku tidak menemukan dari selain beliau. (yaitu ayat) :
{لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ}
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.”
Maka lembaran-lembaran Al-Qur’an tersebut berada di Abu Bakar hingga akhirnya Allah mewafatkan beliau, lalu berada di Umar hingga Allah mewatkan beliau lalu berada di Hafshoh binti Umar” (HR Al-Bukhari)
Zaid adalah orang yang sangat cerdas yang menguasai bahaya Ibrani dalam tempo 14 hari saja.
Meskipun para shahabat hafal mati Al namun mereka tetap
🔸Syarat yang ditetapkan Zaid bin Tsabit.
1. Bahwa sahabat yang hafalkan pernah lihat ayat tertulis pada zaman Nabi ﷺ.
2. Ada dua saksi Bahwa ayat itu tertulis pada zaman Nabi ﷺ.
Ada ayat (ayat dalam At Taubah) yang tidak ada 2 saksi tapi hanya 1 saksi dalam melihat tulisan. Namun 1 sahabat itu khuzaimah, persaksiannya setara dua orang seperti dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
🔸3. Masa Utsman radhiyallahu anhu
Pernah ada selisih terkait qiroah sehingga Utsman mengumpulkan kembali. Dan setelah jadi Mushaf Al Qur’an yang lain dibakar.
Setelah selesai, ABu Bakar lanjutkan pasukan.
Saat itu ada dua negara besar yaitu Romawi yang kuasai Syam dan Persia.
Abu Bakar membagi pasukan untuk menyerang Persia. Yang dipimpin Khalid bin Walid (dari selatan) dan Iyadh bin Ghunum (dari utara)
Di Iraq ada pasukan sudah Abu Bakar kirim duluan.
Pasukan Khalid lebih duluan masuk dan lancar, sampai akhirnya bisa saling membantu.
Umar bin Khaththab lanjutkan perang tersebut. Dan berwasiat untuk lebih memilih jalan damai.
Pasukan Persia memang menggunakan rantai. Mereka mengikat kaki-kaki mereka agar tidak lari dari medang perang. Inilah salah satu alasan perang ini dinamakan juga Dzatu as-Salasil (pasukan rantai).
Pasukan Persia dipimpin oleh Hurmus.
Hurmuz mulai berjalan ke depan dan menantang Khalid agar maju bertanding satu lawan satu dengannya. Khalid menyambut tantangan itu dan turun dari kudanya. Dengan tenang, Khalid berjalan ke tengah gelanggang sambil menghunus pedangnya. Hurmuz juga mulai maju. Tiba-tiba, begitu mendekat, Hurmuz menyerang Khalid. Tetapi, dengan enteng Khalid mengelakkan serangan lawan. Kedua pedang mulai beradu. Beberapa saat keduanya masih tangguh dan saling tebas.
Dalam satu kesempatan, Khalid berhasil menelikung Hurmuz. Tetapi, beberapa pengawal Hurmuz segera maju hendak menyergap Khalid ketika beliau lengah.
Qa’qa’ bin ‘Amr yang diturunkan dalam pasukan Khalid melihat kecurangan itu segera memacu kudanya bersama beberapa orang berkuda lainnya menyerang pengawal Hurmuz. Melihat keadaan ini, kaum muslimin di belakang Qa’qa’ segera menyerbu. Tentara Persia dengan kekuatan dan persenjataan lengkap segera menyambut serangan muslimin.
✅ Singkat nya kaum Muslimin menang.
🔸Perang berikutnya adalah perang Al Madhar. Persia di pimpin Qoron (terbunuh oleh anak buah Khalid bin Walid).
30 ribu pasukan Persia terbunuh.
Setiap menang perang Khalid kirim 1/5 ghanimah ke Abu Bakar.
🔸Kemudian Khalid lanjutkan perang Al Walajah.
Persia dipimpin oleh Andhar Zaghor kabur dan tewas karena kehausan, 70 ribu pasukan Persia tewas.
Saat itu ada jagoan Persia yang Khalid kalahkan dan untuk menjatuhkan mental Persia, Khalid bersandar pada mayat jagoan itu sambil makan…
Semoga bermanfaat…
##$$-aa-$$##



Ada kesalahan tulisan “memenangi Nabi palsu”
Jazaakumullahu khayran atas koreksi antu, – barakallahu fii kum. dan sudah kami betulkan.
Abu Fadhilah