This entry is part 11 of 45 in the series Kaidahfiqh

Diterbitkan pertama kali pada: 02-Okt-2022 @ 05:50

3 menit membaca

*SYARAH KITAB KAIDAH FIQH* 07
(Syaikh Abdurrahman Nashir As Sa’di)
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
Ahad, 6 Rabi’ul Awal 1444H

✅ *1. TAKLIF ADALAH SYARAT WAJIB SEMUA IBADAH. 2. TAMYIZ ADALAH SYARAT SAH SEMUA IBADAH KECUALI HAJI DAN UMRAH, 3. DISYARATKAN UNTUK SAHNYA PEMBUATAN ATAU PEMBATALAN AKAD adalah TAKLIF DAN RUSYD*

🔸Taklif = ketika seorang sudah mencapai umur baligh dan sehat akalnya.

Anak kecil tidak wajib puasa Ramadhan.
Anak umur 20 tahun tapi akal tidak sehat maka tidak wajib puasa ramadan.

🔸TAMYIZ = ketika seseorang sudah bisa membedakan mana baik dan buruk, mana yang berbahaya atau tidak, bisa memahami kata dengan baik.

Tamyiz rata-rata umur nya 7 tahun.

Dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya dari kakeknya radhiyallahu ‘anhu, beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ

“Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka“. (HR. Abu Daud)

Anak kecil yang sholat, dapat pahala tetapi tidak wajib.

Anak kecil baru lahir diniatkan umrah/haji oleh orang tuanya, maka umrah/haji nya sah.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- لَقِىَ رَكْبًا بِالرَّوْحَاءِ فَقَالَ « مَنِ الْقَوْمُ ». قَالُوا الْمُسْلِمُونَ. فَقَالُوا مَنْ أَنْتَ قَالَ « رَسُولُ اللَّهِ ». فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ امْرَأَةٌ صَبِيًّا فَقَالَتْ أَلِهَذَا حَجٌّ قَالَ « نَعَمْ وَلَكِ أَجْرٌ »

Dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau pernah bertemu dengan sekelompok orang yang berkendaraan di Rawha’, lalu ia bertanya, “Siapakah kalian?” Mereka menjawab, “Kami adalah kaum muslimin.” Kemudian mereka bertanya, “Siapakah tuan?” Beliau menjawab, “Aku adalah Rasulullah.” Kemudian ada seorang wanita yang mengangkat seorang anak kecil (yang masih menyusui, -pen) di hadapan beliau lalu bertanya, “Apakah jika anak ini berhaji, hajinya teranggap?” Beliau menjawab, “Ya dan untukmu juga ada pahalanya.” (HR. Muslim).

🔹RUSYD = dewasa dan bijaksana dalam memegang harta.

🖍️ Ciri seseorang rasyid
1. Tidak tertipu saat membeli dan menjual sesuatu
2. Tidak menghambur-hamburkan harta.

Jadi syarat pembuatan akta adalah Taklif dan Rusy.

🔷 *1.Syarat ibadah adalah Taklif*

Rasulullah ﷺ bersabda :

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ: عَنِ الْمَجْنُوْنِ حَتَّى يَفِيْقَ، وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ.

“Telah diangkat pena dari tiga golongan: dari orang gila (sakit) sampai ia sadar (sembuh) , dari orang tidur hingga ia bangun, dan dari anak kecil hingga ia baligh.” HR Tirmidzi

Nabi shallallahunalaihi wasallam dimana beliau bersabda:

(رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ).

“Pena diangkat (dibebaskan) dari tiga golongan: [1] orang yang tidur sampai dia bangun, [2] anak kecil sampai mimpi basah (baligh) dan [3] orang gila sampai ia kembali sadar (berakal).”

(HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Orang yang tidur – ngigau – dan katakan kata-kata kufur maka tidak berdosa.

Orang yang tidur – ngigau – menceraikan istri, maka cerai ini tidak sah.

Tanda-tanda baligh, salah satu sudah cukup.

1. Keluar bulu tebal di sekitar kemaluan
2. Umur 15 tahun
3. Haid
4. Hamil

🔷 *2. Tamyiz adalah syarat sah ibadah.*

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka“. (HR. Abu Daud)

Memukul disini bukan untuk menyakiti tetapi untuk memberi pelajaran.
Memukul tidak boleh keras, tidak boleh meninggalkan bekas.

Ini menunjukkan perhatian besar syariat Islam akan sholat.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkannya dengan terbata-bata seraya menahan sakit:

الصَّلاَةَ الصَّلاَةَ وَاتَّقُوْا اللهَ فِيْمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

Perhatikanlah shalat kalian… Perhatikanlah shalat kalian… Dan hendaklah kalian bertakwa kepada Allâh Azza wa Jalla dalam urusan budak-budak kalian.

❓Kenapa tamyiz jadi syarat sah ibadah? Karena anak yang belum tamyiz biasanya belum punya niat yang lurus.

🔷 *3. Syarat sah pembuatan / pembatalan akad adalah Taklif dan Rusyd*

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا بْتَلُوا الْيَتٰمٰى حَتّٰۤى اِذَا بَلَغُوا النِّكَا حَ ۚ فَاِ نْ اٰنَسْتُمْ مِّنْهُمْ رُشْدًا فَا دْفَعُوْۤا اِلَيْهِمْ اَمْوَا لَهُمْ

 ۚ وَلَا تَأْكُلُوْهَاۤ اِسْرَا فًا وَّبِدَا رًا اَنْ يَّكْبَرُوْا ۗ وَمَنْ كَا نَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ ۚ وَمَنْ كَا نَ فَقِيْرًا فَلْيَأْكُلْ بِا لْمَعْرُوْفِ ۗ فَاِ ذَا دَفَعْتُمْ اِلَيْهِمْ اَمْوَا لَهُمْ فَاَ شْهِدُوْا عَلَيْهِمْ ۗ وَكَفٰى بِا للّٰهِ حَسِيْبًا

“Dan ujilah (dengan harta) anak-anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk menikah. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka hartanya.

Dan janganlah kamu memakannya (harta anak yatim) melebihi batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (menyerahkannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang patut. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta itu kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 6)

Harta itu harus dijaga, apalagi harta orang-orang yang lemah (termasuk anak yatim).

♦️ Bagaimana dengan jual beli/akad anak kecil?

🖍️Pada asalnya tidak boleh kecuali yang dikecualikan.

🔹1. Pada sesuatu yang kecil, wajar

Kalau tidak di kecualikan maka akan mendatangkan sesuatu yang berat.

Dan sesuatu yang berat bisa mendatangkan kemudahan.

🔹2. Dikecualikan dalam ayat diatas.
Ketika boleh diuji maka boleh lakukan akad

🔹3. Pada perkara-perkara yang murni maslahat untuk anak.
Contoh : menerima pemberian orang lain, menerima wasiat.

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$##

Kaidahfiqh

SYARAH KITAB KAIDAH FIQH 06 SYARAH KITAB KAIDAH FIQH- 08
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?