BELAJAR MEMBERSIHKAN HATI
Diterbitkan pertama kali pada: 01-Okt-2023 @ 05:56
5 menit membaca*BELAJAR MEMBERSIHKAN HATI*
Ustadz Jundi Abu Daud, Lc, MA
16 Rabi’ul Awal 1445H/1 Oktober 2023
Hendaknya kita bersyukur atas nikmat Islam
Allah berfirman,
قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌۭ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. Surat Yunus (10) Ayat 58
Pentingnya untuk membersihkan hati.
Allah berfirman,
وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا (1) وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا (2) وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا (3) وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا (4) وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا (5) وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا (6) وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)
Demi matahari dan cahayanya dipagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (penciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotori nya. Qs Asy Syam.
Jiwa ada dua
1. Suci
2. Kotor, yang Allah beri hukuman di Akhirat kelak.
Contohnya jiwa yang melampaui batas. Yang dimulai dari titik hitam yang kecil.
{فَأَمَّا مَنْ طَغَى}
Adapun orang yang melampaui batas (An-Nazi’at: 37)
{وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا}
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia (An-Nazi’at: 38)
Yakni lebih memprioritaskannya daripada urusan agama dan bekal di akhiratnya.
{فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى}
maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). (An-Nazi’at: 39)
{وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى}
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. (An-Nazi’at: 40)
Allah mengutus rasul untuk bacakan ayat-ayat Allah, membersihkan jiwa dan ajarkan Al Qur’an dan Sunnah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَا لْحِكْمَةَ ۚ وَاِ نْ كَا نُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
“Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 164)
Munculnya kekufuran, itu asalnya dari kotornya hati.
Membersihkan jiwa bukan sesuatu yang mudah, karena jiwa itu selalu ajak ke hal yang buruk.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَاۤ اُبَرِّئُ نَفْسِيْ ۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَ مَّا رَةٌ بِۢا لسُّوْٓءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْ ۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.””
(QS. Yusuf 12: Ayat 53)
Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam sering berdoa untuk berlindung dari keburukan.
Sebelum khutbah Nabi shallallahu alaihi wasallam sering berdoa ini.
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ.
“Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk di sembah melainkan Ia Subhanahu wa Ta’ala dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam adalah utusan Allah Subhanahu wa ta’ala”.
✅ Kunci untuk membersihkan jiwa adalah hendaknya jangan sampai merasa dirinya bersih. ❗❗
Tazkiyatun-nafs❓❓
Tazkiyah – membersihkan dan berkembang, mirip dengan kata Az Zakat.
Zakat untuk membersihkan harta dan hati.
An Nafs – jiwa – sesuatu yang bisa dirasakan namun tidak diketahui bentuknya.
Jiwa itu sesuatu yang mengajak.
Yaitu usaha untuk membuat jiwa yang senang dengan ketaatan.
Ada tiga sifat jiwa.
1️⃣ Nafsu yang menyeru kepada keburukan. Inilah asal jiwa manusia.
اِنَّ النَّفْسَ لَاَ مَّا رَةٌ بِۢا لسُّوْٓءِ
2️⃣ Jiwa yang suka mencela – menyesal.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
وَلَآ أُقْسِمُ بِٱلنَّفْسِ ٱللَّوَّامَةِ
dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).
3️⃣ Jiwa yang tenang
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
{يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ}
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu. (Al-Fajr: 27-28)
Yaitu ke sisi-Nya, ke pahala-Nya, dan kepada apa yang telah disediakan oleh-Nya bagi hamba-hamba-Nya di dalam surga-Nya.
{رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً}
dengan hati yang puas lagi diridai. (Al-Fajr:28)
Yakni hati yang puas karena mendapat rida dari Allah Subhanahu wa Ta’ala
{فَادْخُلِي فِي عِبَادِي}
Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku. (Al-Fajr: 29)
Maksudnya, ke dalam golongan mereka yang diridai.
{وَادْخُلِي جَنَّتِي}
dan masuklah ke dalam surga-Ku. (Al-Fajr: 30)
Jiwa yang senang dengan ketaatan.
Ketiga jiwa ini adalah proses.
🔸Kaidah mensucikan jiwa.
1️⃣ Hendaknya seorang jiwa menyadari bahwa hanya Allah yang menentukan kesucian jiwa.
Orang-orang Yahudi dan Nasrani jiwa mereka tidak suci
2️⃣ Menyadari bahwa kesucian jiwa adalah karunia dari Allah.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{فَلا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ}
maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. (An-Najm: 32)
{هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى}
Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (An-Najm: 32)
➡️ Proses membersihkan hati yaitu dengan kosong kan baru di isi.
Praktek nya kedua nya jalan bersama.
Mengosongkan hati yaitu dengan membersihkan hati.
Yang utama adalah jangan menunda-nunda kebaikan dan jangan menunda untuk bertaubat.
كم من إنسان أصبح نشيطا صحيحا وأمسى ضعيفا مريضا، أو بالعكس أمسى صحيحا نشيطا وأصبح مريضا ضعيفا. فالإنسان يجب عليه أن يبادر إلى الأعمال الصالحة حذرا من هذه الأمور.
“Betapa banyak orang yang semangat dan sehat di pagi harinya, dan dia menjadi lemah dan sakit di sore harinya.
Demikian pula sebaliknya, betapa banyak orang yang sehat dan semangat di sore harinya, namun menjadi lemah dan sakit di pagi harinya.
Oleh karena itu, wajib bagi seseorang untuk bersegera melakukan amal saleh. Dalam rangka mewaspadai penghalang-pengalang (yang semacam) ini.”
Beberapa penyakit hati yang menurut para ulama perlu difokus kan adalah.
🔹Sifat Tamak itu bisa menghilangkan rasa syukur.
🔹Sifat sombong
🔹 Sifat ingin tahu aib orang lain
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,
لاَ يَسْتُرُ اللَّهُ عَلَى عَبْدٍ فِى الدُّنْيَا إِلاَّ سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Jika Allah menutupi dosa seorang hamba di dunia, maka Allah akan menutupinya pula pada hari kiamat kelak.” (HR. Muslim)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّنْ نِّسَآءٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۚ وَلَا تَلْمِزُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَا بَزُوْا بِا لْاَ لْقَا بِ ۗ بِئْسَ الِا سْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِ يْمَا نِ ۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 11)
➡️ Apa yang harus dilakukan supaya hati bersih?
1. Banyak berdoa
Salah satunya
اَللَّهُمَّ آتِ نَفْسِيْ تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا، أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا
Allaahumma aati nafsii taqwaahaa wazakkihaa, anta khairu man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa maulaahaa.
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku ketakwaaan jiwa dan sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Rabb yang mensucikannya, Engkau pelindung dan Pemeliharaannya. HR. Muslim.
2. Sering mengingat kematian
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ.
Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi).
3. Muhasabah – menghisab diri sebelum dihisab di akhirat
Umar bin Khattahab berkata, “Hisablah dirimu sebelum dihisab! Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang! Sesungguhnya berintrospeksi bagi kalian pada hari ini lebih ringan daripada hisab di kemudian hari. Begitu juga dengan hari ‘aradl (penampakan amal) yang agung.”
Muhasabah itu sebaiknya dilakukan setiap hari sebelum tidur.
4. Berburuk sangka terhadap diri sendiri dan berbaik sangka kepada orang lain.
5. Tidak suka mengetahui urusan orang lain.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:«مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ». حَدِيْثٌ حَسَنٌ, رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَغَيْرُهُ هَكَذَا.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


