BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#8 -Syubhat 4 : AJARAN SEMUA AGAMA SAMA
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#1
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#2
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#3
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#4
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#5
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#8 -Syubhat 4 : AJARAN SEMUA AGAMA SAMA
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#6 SYUBHAT-2: Tidak ada kebenaran Absolut
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#7: Syubhat 3 : TUJUAN SEMUA AGAMA MENYERU KEPADA KEADILAN
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#9
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#10 Syubhat #6
Diterbitkan pertama kali pada: 02-Jan-2022 @ 22:52
5 menit membacaBANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#8
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
29 Jumadil Ula 1443
Para dai pluralis yang ingin menyamankan agama Tauhid dan agama yang mengandung kesyirikan.
Mereka sering menggunakan ayat-ayat dan hadits namun mereka tidak jujur.
➡️ Syubhat 4 : AJARAN SEMUA AGAMA SAMA
Mereka menyebutkan semua agama sama yaitu agama Ibrahim) dari beberapa sisi :
🔸1. Seluruh agama berasal dari satu keluarga yang merupakan satu kesatuan (keturunan Adam).
Firman Allah,
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ
Manusia itu adalah umat yang satu, maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan
Qs 2 ayat 213.
🔸2. Mereka menganggap semua agama (samawi) mengajarkan untuk menyembah Tuhan yang sama, bahkan mereka melebar ke semua agama.
– semua agama menyeru kepada Tauhid, pertama kali dilontarkan oleh Harun Nasution. (Islam ditinjau dari berbagai aspek). Orang pertama yang bawa sekularisme di Indonesia setelah lulus dari Canada.
HN : Agama Tauhid : Islam, Yahudi, Nasrani dan Hindu.
Kemudian diikuti oleh Dr Abdul Muqsith Al Ghazali.
AM GHAZALI : “Sebagaimana Yahudi, Islam menganut pandangan monoteisme yang ketat. Ini berbeda dengan Kristen yang pandangan monoteisme nya lebih longgar”.
AM GHAZALI : “Sekalipun Tuhan hanya satu, cara orang merumuskan dan mendefinisikan Tuhan sangat beragam. Umat Islam, Yahudi dan Nasrani percaya bahwa Tuhan itu satu. Namun, bagaimana satunya Tuhan, di situlah para ulama dan agama-agama berbeda-beda dalam mengkonseptualisasikannya”.
🔸3. Semua agama menyeru kepada nilai kemanusiaan.
Dalil mereka :
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَا كَا نَ اِبْرٰهِيْمُ يَهُوْدِيًّا وَّلَا نَصْرَا نِيًّا وَّ لٰكِنْ كَا نَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًا ۗ وَمَا كَا نَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
“Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus.”
Menurut mereka Hanif = kemanusiaan.
Dalil lainnya,
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ
Katakanlah, “Hai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian
Mereka tafsir kan, kalimatin Sawa = menyeru yang sama.
🔻Syubhat 4.1 : semua agama adalah agama Tauhid.
Mereka mentakwil semua ayat-ayat dalam Al Qur’an.
Al Qur’an mengatakan,
🔸Nasrani Musyrikin
وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ
dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih itu putra Allah.”
Ayat lain,” Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan Allah satu dari yang tiga”
Ayat lain, Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan Allah adalah Isa.
Kata mereka, ayat-ayat ini tidak berlaku untuk semua sekte Nasrani. Ada sekte2 Nasrani yang bertauhid.
Kata mereka, maksud Nasrani, Isa anak Allah bukanlah anak biologis tapi hanya majas.
Maksud Nasrani dengan trinitas adalah tiga zat, tapi maksud mereka 3=1.
🔸Yahudi Musyrikin
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ
Orang2 Yahudi berkata Uzair anak Allah.
Kata mereka, Al Qur’an tidak pernah mengatakan penganut trinitas tidak dihukum.
Sesungguhnya Allah tidak bermaksud untuk memberlakukan ayat-ayat tersebut kepada Nasrani secara umum, melainkan dimaksudkan untuk sekte tertentu dalam Nasrani, yang mereka telah bersikap ghuluw (eksesif, berlebihan) tentang Isa bin Maryam. Mereka bahkan mengklaim bahwa sebagian para ahli tafsir pun menyatakan demikian, seperti al-Suyuthi, Al-Mahalli, Mohammad Rasyid Ridha, dan Muhammad Nawawi al-Jawi. dan ini DUSTA
⛔ BANTAHAN
🔸1. Allah menghukumi mereka kafir dan kekal di neraka Jahanam.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَ الْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَا رِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ اُولٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
“Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.”
(QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 6)
🔸2. Allah menyebutkan sekte2.
Dalam Nasrani ada 3 sekte dalam Al Qur’an , yaitu :
A. Sekte trinitas
B. Sekte yang meyakini Allah = Isa
C. Sekte yang meyakini Isa putra Allah
Sampai sekarang, sekte2 ini masih ada dan hukum Allah masih sama.
Semua divonis kafir dan masuk neraka.
🔸3. Tidak ada yang meyakini Isa anak biologis, mereka semua ghuluw kepada Isa.
Allah sebutkan dalam Al-Qur’an, Allah gandengkan Yahudi, Nasrani dan Musyrikin.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَقَا لَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ ٱِبْنُ اللّٰهِ وَقَا لَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِاَ فْوَاهِهِمْ ۚ يُضَاهِئُوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗ قَا تَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ
“Dan orang-orang Yahudi berkata, “Uzair putra Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka. *
➡️ SYUBHAT 4.2 : SEMUA AGAMA BERASAL SATU KELUARGA
Satu keluarga, bisa keluarga Adam atau Ibrahim.
Dalil mereka.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
كَا نَ النَّا سُ اُمَّةً وَّا حِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَ نْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِا لْحَـقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّا سِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَـقِّ بِاِ ذْنِهٖ ۗ وَا للّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ اِلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
“Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 213)
Kata mereka…
كَا نَ النَّا سُ اُمَّةً وَّا حِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ
Dulu mereka umat manusia umat yang satu, lalu berselisih.
Fisik mereka bersatu, kemudian berselisih.
Ini tafsir mereka.
ZM : pentingnya mengingatkan seluruh umat manusia tentang ajaran yang dibawa Adam sebagai cikal bakal dari agama2, Adam telah menggariskan kita semua sebagai umat yang satu.
ZM : Tuhan mengutus para nabi untuk menyelesaikan masalah perpecahan umat.
🔻 BANTAHAN..
Tafsir yang benar menurut ahli tafsir.
Manusia dulu umat yang satu, artinya di atas tauhid
Lalu berselisih karena ada yang terjerumus dalam kemusryikan.
Di utus para rasul adalah untuk membersihkan kemusryikan dan kembali kepada tauhid.
➡️ SYUBHAT 4.3 : AJARAN SEMUA AGAMA MENYERU KEPADA NILAI2 SOSIAL, KEMANUSIAAN, KEADILAN, PERSAMAAN, KEBEBASAN DLL)
dalil mereka ada dua.
Allah berfirman,
Ibrahim bukan Yahudi bukan pula Nasrani, tetapi Hanif, muslim (menyerahkan diri).
Hanifam musliman artinya Islam secara umum.
Kata mereka dua istilah Hanif dan Muslim, semuanya benar,universal.
Hanif = generik, makna sosial..
HANIF = Ajaran universal yang disepakati oleh seluruh agama.
⛔ BANTAHAN
1. Tidak sesuai makna Hanif dalam bahasa Arab.
Hanif, kecondongan dalam tauhid.
Secara istilah Hanif adalah tidak syirik.
Allah menyatakan Ibrahim adalah Islam, bukan menganut kesyirikan..
Dalil mereka yang lain,qs Ali Imran ayat 64.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَا لَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَآءٍۢ بَيْنَـنَا وَبَيْنَكُمْ
” (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu,
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 64)
🔻Kata mereka kalimatin sawa = titik temu semua agama.. Maksudnya keadilan, persamaan, perikemanusiaan, cinta kasih dan silaturahim.
⛔ BANTAHAN
jurus mabuk yang membaca ayat hanya sepenggal.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَا لَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَآءٍۢ بَيْنَـنَا وَبَيْنَكُمْ اَ لَّا نَـعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْــئًا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَا بًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِ نْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَ نَّا مُسْلِمُوْنَ
“Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama yang lain tuhan-tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling, maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang muslim.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 64)
Ayat ini memerintahkan untuk meninggalkan ibadah kepada selain Allah.
Dalam shahih Bukhari, kisah Abu Sufyan dagang di negri Syam.. Dan ketemu Heraklius… Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam mengirim surat kepada Heraklius.. Yaitu ajakan untuk masuk Islam.. Agar selamat. Bahkan Nabi shallallahu alaihi wasallam menyebutkan ancaman kalau tidak mau masuk Islam maka dia akan tanggung dosa rakyatnya.
Dan Heraklius sadar bahwa kalimatun sawa adalah meninggalkan kesyirikan..
Demikian..
Semoga bermanfaat..
##$$-aa-$$##


